Andi Faiz Minta Perusahaan dan Buruh Bangun Hubungan Industrial yang Baik

Andi Faiz Minta Perusahaan dan Buruh Bangun Hubungan Industrial yang Baik

LATESTBONTANG – Menyambut Hari Buruh (May Day) Sedunia pada Senin 1 Mei 2023, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan bahwa kesejahteraan tenaga kerja adalah hal yang esensial dan mendesak terus disuarakan oleh para buruh.

Andi Faiz mengatakan, hubungan industrial yang baik antara perusahaan dan pekerja perlu dibangun agar iklim investasi dan kesejahteraan buruh juga tetap terjaga. Hal ini menjadi perhatian DPRD Bontang, terutama karena Bontang adalah Kota Industri.

Andi Faiz menekankan pentingnya lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja lokal di Kota Bontang. Ia meminta perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal di wilayah operasionalnya, sesuai dengan Perda Bontang nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda nomor 1/2009 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, yang mewajibkan perusahaan mengakomodir 75 persen tenaga kerja lokal.

Andi Faiz menyoroti kebijakan perusahaan sub kontraktor yang membawa pekerja luar, yang menyulitkan para buruh di Kota Bontang untuk mendapatkan pekerjaan. Ia meminta perusahaan memiliki komitmen untuk tetap memprioritaskan pekerja lokal.

“Pihak sub kontraktor harusnya memiliki komitmen yang sama untuk tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal Bontang,” ujarnya Senin (1/5/2023).

Andi Faiz juga mengatakan, DPRD Kota Bontang masih terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Ia menyebutkan bahwa DPRD sering melakukan rapat gabungan pimpinan dengan memanggil pihak-pihak terkait, seperti Disnaker dan perusahaan. Ia mengingatkan agar perusahaan mematuhi Perda tentang tenaga kerja lokal.

“Kita pasti rutin melalukan pengawasan dengan melakukan rapat gabungan pimpinan dengan memanggil pihak-pihak terkait, terutama disnaker hingga perusahaan. Kita mengingatkan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal Bontang,” ujarnya.

Agus Haris Dukung Pemkot Bontang Perjuangkan Tapal Batas Sidrap

Agus Haris Dukung Pemkot Bontang Perjuangkan Tapal Batas Sidrap

LATESTBONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris, dalam memperjuangkan tapal batas Kampung Sidrap.

“Alhamdulillah pemerintah sudah mengakomodir yang selama ini kita perjuangkan,” ujarnya, Jumat (28/4/2023).

Agus Haris, yang akrab disapa AH, mengatakan bahwa tapal batas Sidrap sudah jelas masuk dalam Wilayah Kota Bontang, bukan Kutai Timur (Kutim), berdasarkan perundang-undangan Permendagri Nomor 25/2005 terkait tapal batas wilayah dan UU nomor 47 Tahun 1999.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, sesuai UU dan Permendagri di sebelah utara, titik koordinat dari patok ke patok, mulai patok 1 sampai 14 menunjukkan titik koordinat lurus. Sedangkan Sidrap memiliki titik koordinat melengkung (masuk).

“Khusus di patok 8 Kusnodo itu dia miring belok ke Timur, nanti di patok 9 baru dibelokkan ke Utara. Saya rasa sudah jelas klir Sidrap masuk Bontang. Itu yang jadi dasar untuk kita perjuangkan,” ujarnya.

AH berharap, persoalan tapal batas ini bisa segera diselesaikan di tahun 2023 ini. Sehingga, Sidrap bisa menjadi bagian dari Wilayah Kota Bontang.

“Makanya kita bersikukuh Sidrap itu masuk Bontang. Apalagi hampir 90 persen masyarakatnya lebih memilih ke Bontang. Kita bisa liat itu KTP mereka rata-rata Bontang semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Bontang Saifullah mengatakan, dari total 165 dokumen yang dibutuhkan beserta data penunjangnya, saat ini sudah mencapai 90 persen.

“Kalau semua berkas terkumpul akan langsung diserahkan kepada pengacara yang ditunjuk. Tapi secara aturan kalau nunjuk pengacara harus melalui lelang pengadaan jasa. Karena soal tapal batas ini pakai anggaran daerah. Jadi harus sesuai prosedur,” tandasnya. (*)

Reses Anggota DPRD Bontang, Rustam: Banjir Jadi Aspirasi Utama Masyarakat Bontang

Reses Anggota DPRD Bontang, Rustam: Banjir Jadi Aspirasi Utama Masyarakat Bontang

LATESTBONTANG –  Anggota DPRD Bontang kembali melaksanakan reses atau menyerap aspirasi masyarakat dalam masa sidang II tahun 2023. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menjaring masukan dan keluhan masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai wujud perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Salah satu anggota DPRD Bontang Rustam juga mengadakan reses di Cafe Paradiso, Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara pada Kamis (27/4/2023).

“Alhamdulillah antusias warga sangat luar biasa menyampaikan aspirasinya,” kata Rustam.

Aspirasi yang paling banyak disampaikan oleh masyarakat dalam reses tahun ini adalah masalah banjir yang sampai sekarang belum terselesaikan. Banjir rob, banjir kiriman, dan banjir akibat hujan selalu merendam hampir seluruh rumah masyarakat Bontang.

“Yang jelas mereka hanya butuh satu, jangan banjir itu saja. Karena pendidikan, infrastruktur dan kesehatan di Bontang saya rasa sudah cukup bagus,” ucapnya.

Ia pun berjanji akan menyuarakan aspirasi masyarakat terkait masalah banjir ini kepada pemerintah daerah agar menjadi skala prioritas penanganannya.

“Seperti pengerukan sungai, saluran air atau drainase lebih dioptimalkan. Karena sekarang hujan sedikit saja sudah banjir lagi. Ini PR bagi kita semua jadi harus betul-betul ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain itu, diungkapkan Ketua Komisi II ini, bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran pada APBD murni 2023 yang difokuskan untuk penanganan banjir kurang lebih Rp 40 miliar

“Sekitar itu. Nanti di perubahan dianggarkan lagi Rp10 Miliar sampai Rp20 Miliar. Secara bertahap, dan 2024 nanti kita betul-betul prioritaskan untuk penanganan banjir,” ucapnya.

Sebagai informasi, banjir rob akibat pasang surut air laut akan terus menghantui masyarakat Kelurahan Bontang Kuala hingga awal 2023 mendatang. Imbasnya, aktivitas masyarakat yang tinggal di atas laut terganggu. Tidak hanya itu, sebanyak 20 Rukun Tetangga (RT) menjadi korban banjir rob. Lurah Bontang Kuala Suiza Ixan Saputro mengatakan, durasi banjir bisa sampai 6 jam. (*)

Andi Faiz Serap Aspirasi Pasukan Kuning di RT 18 Bontang Kuala, Minta Pemkot Tunaikan Janji Bonus

Andi Faiz Serap Aspirasi Pasukan Kuning di RT 18 Bontang Kuala, Minta Pemkot Tunaikan Janji Bonus

LATESTBONTANG –  Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, melaksanakan serap aspirasi di RT 18, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (27/4/2023). Di tempat ini, banyak warga yang bekerja sebagai petugas kebersihan (pasukan kuning) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.

Warga yang bekerja sebagai pasukan kuning ini mengadukan, bahwa mereka belum menerima insentif bonus sebesar Rp 1 juta dari Pemkot Bontang, yang dijanjikan sebagai penghargaan atas prestasi meraih piala Adipura Kencana 2022. Warga mendengar informasi bahwa ada yang sudah menerima bonus secara cicilan.

Insentif bonus ini diberikan oleh Pemkot Bontang setelah berhasil mendapatkan piala Adipura Kencana 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Selasa (28/2/2023) di Gedung Mandala Wanabhakti KLHK, Jakarta Pusat.

Andi Faiz mengatakan, apa yang disampaikan oleh pasukan kuning itu, merupakan jeritan hati warga yang harus didengar oleh DPRD.

“Makanya ketika mendengar jika bonus yang dijanjikan belum tersampaikan. Kita juga belum tahu kebenarannya, namun kita miris, jika ada informasi seperti itu, tentu kita harus keroscek kebenarannya,” ujarnya.

Andi Faiz juga menyarankan, agar Pemkot Bontang memberikan tambahan bonus bulanan bagi pasukan kuning, sebagai reward atas kerja keras mereka dalam menjaga kebersihan Kota Bontang.

“Jika perlu setiap 1 bulan gaji diberikan bonus sebagai reward (penghargaan) atas kerjanya selama menjaga kebersihan dengan baik,” ujarnya.

Andi Faiz menambahkan, pemberian tambahan bonus ini tidak akan membebani APBD Kota Bontang 2023 yang terbilang besar, menyentuh hampir 2,3 teriliun. Ia mengatakan, pemberian tambahan bonus ini bisa menjadi cara untuk menyerap anggaran dengan lebih maksimal.

“Saya kira untuk menaikkan tunjangan gaji honorer dan pasukan kuning hingga gaji RT bisa dilaksanakan, sehingga serapan anggaran bisa lebih maksimal terserap. Jangan sampai ada silpa,” ujarnya.

Basri Rase Setujui Usulan Andi Faiz untuk Naikkan Gaji Honorer Setara UMK

Basri Rase Setujui Usulan Andi Faiz untuk Naikkan Gaji Honorer Setara UMK

LATESTBONTANG – Usulan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam untuk menaikkan gaji bagi tenaga honorer setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Bontang. Hal ini sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan pegawai.

Andi Faiz sudah lama menyuarakan usulan ini, sejak beberapa bulan lalu. Ia melihat kekuatan fiskal Bontang tahun ini cukup besar, setelah memenuhi kewajiban Mandatory spending, kemudian ada alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) yang masuk, dan Silpa yang besar.

“Karena usulan ini memang sudah sebulan lalu saya suarakan karena saya lihat estimasi Silpa sangat besar, jadi saya usulkan di pembahasan anggaran untuk dinaikkan gaji honorer dan Alhamdulillah sudah pemerintah respon,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Andi Faiz mengatakan, kenaikan gaji ini sangat penting untuk peningkatan kesejahteraan pegawai honorer. Ia juga mengatakan, kenaikan gaji ini bisa menjadi cara untuk menyerap anggaran dengan waktu yang cepat.

“Karena cara yang bisa dilakukan agar bisa menyerap anggaran dengan waktu yang cepat, salah satunya dengan menaikkan gaji honorer demi peningkatan kesejahteraan pegawai,” ujarnya.

Andi Faiz juga meminta agar usulan ini didasari dengan analisa dan pertimbangan yang tepat. Ia mengatakan, apakah mau menaikkan tunjangannya, gaji, atau transportasi semua harus ada dasar pertimbangan.

“Yang penting harus ada dasarnya, analisisnya dan pertimbangannya yang tepat. Apakah mau menaikkan tunjangannya, gaji, atau transportasi semua harus ada dasar pertimbangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaminkan soal kenaikan gaji bagi tenaga honorer tersebut. Ia mengatakan, gaji tenaga honorer bakal disetarakan dengan UMK.

Basri Rase mengatakan, rencana kenaikan gaji ini akan direalisasikan pada APBD Perubahan 2023. Ia menyebutkan, proyeksi APBD Perubahan nanti mencapai Rp 2,2 Triliun.

Basri Rase mengatakan, rencana kenaikan gaji tenaga honorer sudah dibahas beberapa waktu lalu bersama Sekda dan BKPSDM.

“Sekda dan BKPSDM melakukan perhitungan penambahan gaji bagi tenaga honorer untuk di setarakan UMK,” ujar Basri Rabu (26/4/2023).

Menurut data BKPSDM, ada sekitar 2.233 tenaga honorer di lingkup Pemerintahan Kota Bontang saat ini.

Andi Faiz Alokasikan Anggaran untuk Seragam Baru Petugas Kebersihan

Andi Faiz Alokasikan Anggaran untuk Seragam Baru Petugas Kebersihan

LATESTBONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, menganggarkan kebutuhan seragam baru bagi petugas kebersihan di Kota Bontang, sebagai realisasi dari serap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat saat reses.

Politisi Golkar ini mengatakan, seragam baru bagi petugas kebersihan tersebut, sudah dalam tahap pengerjaan dan diharapkan bisa dibagikan di akhir tahun. Ia mengatakan, seragam baru ini akan membuat petugas kebersihan lebih nyaman dan percaya diri dalam bekerja.

“Sekarang lagi tahap peroses pengerjaan dan semogah di akhir tahun bisa segera dibagikan,” ujarnya usai menggelar reses di RT 18, Bontang Kuala, Bontang Utara, Kamis (27/4/2023).

Seragam baru ini merupakan kebutuhan yang lama diinginkan oleh petugas kebersihan, baik pasukan kuning maupun pasukan hijau, yang bekerja di lapangan. Petugas kebersihan merupakan ujung tombak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Bontang.

Andi Faiz menambahkan, pemberian seragam baru ini merupakan salah satu pokok-pokok pikiran atau pokir anggota DPRD yang dititipkan oleh masyarakat. Ia mengatakan, pokir ini merupakan bentuk tanggung jawab DPRD dalam mewujudkan aspirasi masyarakat. (*)

Faisal Fbr Dorong Peningkatan Insentif Pegiat Agama dan Bantuan Sosial di Bontang

Faisal Fbr Dorong Peningkatan Insentif Pegiat Agama dan Bantuan Sosial di Bontang

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Bontang, Faisal Fbr menggelar reses di rumah kediamannya di RT 03 Loktuan, Bontang Utara, pada Kamis, (27/4/2023). Reses tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan agama, serta warga sekitar.

Salah satu aspirasi yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad adalah peningkatan insentif bagi pegiat agama, seperti guru ngaji, mubaligh, dan penjaga masjid. Menurutnya, insentif yang saat ini diberikan oleh pemerintah masih kurang memadai.

“Insentif pegiat agama di Bontang ini masih rendah. Padahal mereka berperan penting dalam menjaga keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Saya harap Pak Faisal bisa memperjuangkan agar insentif mereka dinaikkan dari 1 juta ke 1,5 juta rupiah per bulan,” ujar Ustadz Ahmad.

Selain itu, Ustadz Ahmad juga meminta agar bantuan sosial untuk masyarakat yang sangat membutuhkan ditambah. Ia menilai bahwa bantuan sosial yang ada saat ini belum merata dan belum tepat sasaran.

“Banyak masyarakat yang masih hidup susah dan membutuhkan bantuan. Tapi bantuan sosial yang diberikan pemerintah belum sampai ke mereka. Saya minta Pak Faisal bisa mengawasi dan mengawal agar bantuan sosial bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Faisal Fbr mengucapkan terima kasih atas masukan dan saran dari masyarakat.

Politisi dari partai Nasdem ini berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah dan DPRD Bontang.

“Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat ini. Saya akan koordinasi dengan pemerintah dan rekan-rekan DPRD Bontang agar insentif pegiat agama dan bantuan sosial bisa ditingkatkan. Ini adalah tugas kami sebagai wakil rakyat,” kata Faisal Fbr.

Legislator dari Komisi III DPRD Bontang ini mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dan berkomunikasi dengan anggota DPRD Bontang.

Ia mengatakan bahwa reses adalah salah satu cara untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Kami juga ingin memberikan laporan tentang apa yang sudah kami kerjakan selama ini di DPRD Bontang. Kami berharap reses ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Bontang,” pungkasnya.

Faisal Fbr Reses di Loktuan, Perjuangkan Kesejahteraan Kader Kesehatan

Faisal Fbr Reses di Loktuan, Perjuangkan Kesejahteraan Kader Kesehatan

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Bontang dari Partai NasDem, Faisal Fbr menggelar reses di rumah kediamannya di RT 03 Loktuan pada Kamis (28/4/2023).

Dalam reses tersebut, ia mendengarkan aspirasi dari ibu-ibu kader kesehatan yang terdiri dari kader posyandu, kader sub KB, kader lansia dan kader posbindu.

Aspirasi yang disampaikan oleh kader kesehatan adalah agar insentif mereka diperjuangkan untuk dinaikkan karena selama beberapa kali pergantian walikota insentif mereka tidak pernah naik. Pasalnya, kinerja mereka sangat membantu pemerintah terkadang dari rumah ke rumah mereka mendatangi masyarakat mendata dan mengajak masyarakat untuk kesehatan masyarakat.

“Kami minta Pak Faisal bisa menyuarakan aspirasi kami ke pemerintah. Insentif kami hanya 150 sampai 200 ribu per bulan. Itu tidak sebanding dengan kerja keras kami yang setiap hari turun ke lapangan untuk melayani masyarakat,” ujar salah satu kader posyandu.

Menanggapi hal tersebut, Faisal Fbr mengapresiasi peran serta kader kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Legislator Komisi III DPRD Bontang ini akan menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah dan memperjuangkan agar insentif mereka dinaikkan sesuai dengan ketentuan.

“Kami sangat menghargai kontribusi kader kesehatan dalam membantu program pemerintah. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan hak-hak mereka agar mendapatkan insentif yang layak”

“Kami harap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada kader kesehatan yang selama ini terabaikan,” pungkasnya. (*)

Warga Vulkanik 2 Keluhkan Banjir Rob dan Jalan Rusak, Ini Respon Anggota DPRD Bontang Faisal Fbr

Warga Vulkanik 2 Keluhkan Banjir Rob dan Jalan Rusak, Ini Respon Anggota DPRD Bontang Faisal Fbr

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Bontang, Faisal Fbr melakukan reses di rumah kediamannya di RT 03 Loktuan pada Kamis (28/4/2023). Dalam reses tersebut, seorang warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan sering terendam banjir rob melalui telpon.

Warga bernama Sukma tersebut meminta agar Faisal Fbr memperjuangkan perbaikan jalan di lingkungannya yang selama ini tidak tersentuh oleh pemerintah.

“Saya salah satu warga yang langganan banjir rob dan jalannya belum dicor pak. Sengsara kami warga di sini pak. Dua minggu sekali banjir rob naik. Jalannya belum dicor. Saya mencoba untuk cari-cari bantuan pak soalnya kalau mau cor sendiri kami nggak mampu pak. Ada 17 KK,” ujar Sukma.

Sukma menambahkan, banjir rob tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah kota untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi aspirasi warga, Faisal Fbr mengatakan bahwa ia akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait di pemerintah kota. Ia juga mengapresiasi warga yang tetap berpartisipasi dalam reses meskipun secara daring.

“Terima kasih atas aspirasinya. Saya akan sampaikan ke pemerintah kota agar segera ditindaklanjuti”

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang tetap antusias dalam reses ini meskipun lewat telepon. Ini menunjukkan bahwa warga peduli dengan pembangunan di daerahnya,” terangnya.

Faisal Fbr merupakan anggota DPRD Bontang dari Partai NasDem yang duduk di Komisi III. Ia dikenal sebagai salah satu anggota dewan yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengkritisi kebijakan pemerintah kota. (*)

Pemerintah Bontang Anggarkan Rp 40 Miliar untuk Penanganan Banjir, Ini Tanggapan Rustam

Pemerintah Bontang Anggarkan Rp 40 Miliar untuk Penanganan Banjir, Ini Tanggapan Rustam

LATESTBONTANG –  Pemerintah Kota Bontang menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 miliar pada APBD murni 2023 untuk menangani masalah banjir yang menjadi keluhan utama masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam saat reses di Cafe Paradiso, Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara pada Kamis (27/4/2023).

“Sekitar itu. Nanti di perubahan dianggarkan lagi Rp10 Miliar sampai Rp20 Miliar. Secara bertahap, dan 2024 nanti kita betul-betul prioritaskan untuk penanganan banjir,” kata Rustam.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengerukan sungai, saluran air atau drainase yang menjadi penyebab utama banjir di Bontang. Rustam berharap dengan anggaran tersebut, pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan masalah banjir yang sudah lama meresahkan masyarakat.

“Karena sekarang hujan sedikit saja sudah banjir lagi. Ini PR bagi kita semua jadi harus betul-betul ditindaklanjuti,” ujarnya.

Banjir di Bontang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti banjir rob akibat pasang surut air laut, banjir kiriman dari hulu sungai, dan banjir akibat hujan. Banjir sering merendam hampir seluruh rumah masyarakat Bontang, terutama di wilayah pesisir seperti Bontang Kuala, Tanjung Laut Indah, dan Berbas Pantai.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir ini.

“Yang jelas kami hanya butuh satu, jangan banjir itu saja. Karena pendidikan, infrastruktur dan kesehatan di Bontang saya rasa sudah cukup bagus,” ucap salah seorang warga. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN