Pentingnya Kompetensi Pekerja dalam Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80

Pentingnya Kompetensi Pekerja dalam Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80

Hai, pembaca Latest Indonesia

Dirgahayu Indonesia Ke 80 !!

Agustus selalu punya nuansa berbeda di hati masyarakat Indonesia. Dari kampung sampai kota besar, semua orang ikut merayakan dengan semangat merah putih. Demi Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80, gapura dibangun, tiang panjat pinang didirikan, permainan tujuh belasan disiapkan. Karet gelang, kelereng, sendok, botol, kerupuk, karung, bahkan permainan “Kuuk geruu..” pun disiapkan.

Lapangan ramai dan meriah dengan bendera berwarna warni digantung. Tukang makanan? Nah ini kesukaan saya. Biasanya sudah berkerumun di dekat lapangan dari pagi. Mengharap dibeli oleh peserta lomba 17an.

Tahun ini, Indonesia genap berusia 80 tahun sejak meraih kemerdekaan. Angka yang tidak kecil, dan tentu saja mengingatkan kita pada perjalanan panjang bangsa ini. Tapi di balik semua keceriaan lomba tujuh belasan, ada satu hal yang sebenarnya sangat relevan untuk dipikirkan: kompetensi pekerja Indonesia.

Mengapa begitu? Karena kemerdekaan sejatinya bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tapi juga kemampuan kita untuk berdiri tegak, mandiri, dan mampu bersaing di dunia global. Dan kunci utamanya ada pada kompetensi.

 

Kompetensi sebagai Bentuk Kemerdekaan Baru

 

Kalau dulu pahlawan berjuang dengan bambu runcing, sekarang perjuangan kita berbeda. Kita dituntut bersaing dalam dunia kerja yang makin kompetitif. Perusahaan membutuhkan pekerja yang bukan hanya rajin, tapi juga kompeten—punya pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai.

Kompetensi bisa jadi tolok ukur kemerdekaan baru. Karena pekerja yang kompeten punya kebebasan lebih: bebas memilih pekerjaan, bebas mengembangkan diri, dan bebas menggapai jenjang karier. Jadi, bisa dibilang kompetensi itu “senjata modern” kita dalam mempertahankan kedaulatan ekonomi bangsa.

 

Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 - Luki Tantra

Mengisi Kemerdekaan Lewat Peningkatan Diri

 

Kemerdekaan ke-80 ini bukan sekadar momen nostalgia, tapi momentum untuk introspeksi. Apakah kita, sebagai pekerja, sudah benar-benar mengisi kemerdekaan ini dengan cara yang tepat?

Misalnya, banyak perusahaan kini menuntut sertifikasi kompetensi. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bukti bahwa seorang pekerja memang ahli di bidangnya. Pekerja yang punya sertifikasi lebih dihargai, dipercaya, dan tentu saja lebih mudah naik level. Jadi, mengisi kemerdekaan bisa dimulai dari hal kecil: ikut pelatihan, meningkatkan skill,ambil sertifikasi kompetensi atau bahkan sekadar belajar hal baru tiap hari.

 

Relevansi dengan Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80

 

Setiap kali upacara bendera, kita mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang. Ada rasa haru, bangga yang membuncah menyesakkan dada, sekaligus semangat untuk lebih baik. Nah, semangat itulah yang harus dibawa ke dunia kerja. Perayaan kemerdekaan jangan hanya berhenti di euforia lomba makan kerupuk, balap karung atau mindahin kelereng, tapi juga dijadikan pengingat bahwa bangsa ini butuh sumber daya manusia yang unggul.

Bayangkan kalau semua pekerja di Indonesia kompeten, produktif, dan profesional. Bukan mustahil Indonesia bisa jadi pusat tenaga kerja berkualitas di Asia, bahkan dunia. Dan itu sejalan dengan cita-cita kemerdekaan: membuat rakyat sejahtera dan dihormati bangsa lain.

 

 

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Dari PT Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Tantangan di Era Globalisasi

 

Di usia 80 tahun, Indonesia menghadapi tantangan baru. Globalisasi, revolusi industri 4.0, hingga artificial intelligence membuat persaingan kerja semakin ketat. Pekerja yang tidak mau meningkatkan kompetensi bisa tertinggal.

Di sisi lain, ini peluang besar. Indonesia punya bonus demografi dengan jumlah tenaga kerja muda yang melimpah. Kalau generasi muda ini dibekali kompetensi yang mumpuni, mereka bisa jadi motor penggerak ekonomi nasional. Jadi, penting bagi pemerintah, perusahaan, dan juga individu untuk menjadikan kompetensi sebagai prioritas.

 

Semangat Gotong Royong untuk Kompetensi

 

Semangat kemerdekaan identik dengan gotong royong. Dan nilai itu bisa diterapkan dalam konteks pengembangan kompetensi. Perusahaan bisa menyediakan program pelatihan, pemerintah bisa memperluas akses sertifikasi (dulu bahkan ada program PSKK dari BNSP setiap tahun), sementara pekerja sendiri punya tanggung jawab untuk aktif belajar.

Kolaborasi inilah yang akan membuat kompetensi pekerja Indonesia meningkat secara merata. Tidak ada lagi kesenjangan antara yang terampil dan yang tidak, sehingga semua bisa bersama-sama mengangkat bangsa ini ke level yang lebih tinggi.

Terakhir, Kemerdekaan ke-80 seharusnya jadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Kalau dulu kita berjuang merebut kemerdekaan, sekarang kita berjuang mempertahankannya lewat kompetensi. Pekerja kompeten bukan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk perusahaan, masyarakat, dan bangsa.

Jadi, di tengah semarak bendera merah putih dan tawa anak-anak lomba balap karung, mari kita renungkan satu hal: kemerdekaan sejati adalah ketika setiap pekerja Indonesia mampu berdiri dengan kompetensinya, bersaing dengan percaya diri, dan berkontribusi nyata bagi negeri.

(*) (*)

 

Luki Tantra
Luki Tantra – Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Luki Tantra,

Penulis adalah pengamat dan Trainer bidang K3 dan sangat concern dengan kompetensi, Saat ini menjadi Senior Advisor di PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia. Beliau juga Tersertifikasi  Master Trainer BNSP, Asesor Kompetensi BNSP, dan pernah menjabat menjadi Ketua Salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bidang K3.

Prima Nur Panurjwan Laksanakan Creative Thinking Training

Prima Nur Panurjwan Laksanakan Creative Thinking Training

PT. Prima Nur Panurjwan, laksanakan Creative Thingking Training untuk peserta mereka di Jakarta. Kemampuan berpikir Kreatif (Creative Thinking Skill) adalah keterampilan berharga yang dapat membantu staff perusahaan memecahkan masalah, menghasilkan ide-ide baru, dan berinovasi. Dalam melaksanakan program ini, perusahaan bekerjasama dengan PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (PT. TKKI)

Acara ini berlangsung selama tanggal 05 Oktober 2023 di Ruang Training Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Instruktur dari acara ini adalah Fachrie Firdaus, instruktur seru di PT. TKKI. Peserta yang hadir dalam acara ini sekitar 20 peserta. Peserta terdiri dari staff dari berbagai posisi dan jabatan di PT. Prima Nur Panurjwan.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Pitri Lestari sebagai perwakilan perusahaan, acara lalu dibuka oleh salah satu peserta, yaitu Bapak Luky dilanjutkan dengan pengenalan trainer Pak Fachrie sebelum masuk ke materi.

Creative Thinking Training - Prima Nur Panurjwan - Tenaga Kerja Kompeten Indonesia-"tenaga kerja kompeten indonesia"

Acara bertambah seru dengan Ice Breaking yang langsung dipandu oleh instruktur. Disitu para peserta terlihat terhibur dengan pembawaan Ice Breaking sehingga suasana kelas menyenangkan, ditambah trainer dan peserta bersenda gurau yang semakin membuat suasana kelas lebih meriah.

Di akhir sesi materi, tidak lupa untuk mengabadikan momen foto bersama trainer dengan peserta. Antusiasme peserta sangat meriah dalam berfoto sampai assisten yang mendokumentasi kewalahan, akhirnya trainer memberikan arahan kepada peserta dengan menghitung satu sampai lima dan disetiap hitungan berganti gaya.

Selanjutnya yang di tunggu-tunggu oleh peserta yaitu pembagian souvenir kenang-kenangan. Suvenir yang dibagikan berupa tumbler thermos exclusive dari PT. TKKI. Peserta merasakan sangat beruntung dan bahagia mengikuti pelatihan ini.

Acara ditutup dengan sejumlah peserta yang memberikan kesan pesan dari pelatihan ini serta penutupan resmi dari trainer dan pihak PT. Prima Nur Panurjwan.

 

Tentang Prima Nur Panurjwan.

PT Prima Nur Panurjwan (PNP) adalah anak perusahaan PT Samudera Indonesia Tbk yang didirikan sejak tahun 1986. PNP menyediakan jasa bongkar muat, cargodoring, dan pergudangan untuk kargo domestik (kontainer dan breakbulk) di Pelabuhan Tanjung Priok.

PNP sekarang mengoperasikan Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN) sejak 2005 dengan skema BOT (Built, Operate dan Transfer) selama 25 tahun dan juga ditunjuk oleh PT Pelabuhan Indonesia II sebagai salah satu perusahaan bongkar muat terpilih untuk mengoperasikan dermaga 208-209 di Tanjung Priok sejak tahun 2010.

Pelanggan perusahaan adalah perusahaan pelayaran domestik yang memiliki berbagai rute pengiriman dari Tanjung Priok ke pelabuhan utama lainnya di Indonesia.

 

 

 

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Gelar Pelatihan Basic HR Admin Berbasis Kompetensi

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Gelar Pelatihan Basic HR Admin Berbasis Kompetensi

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI / TenagaKompeten.com) sukses lakukan pelatihan Basic HR Admin berbasis kompetensi. Pelatihan ini diadakan tanggal 11 Agustus 2023 di TKKI Learning Centre, Jakarta Selatan. PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia adalah perusahaan pelatihan di Jakarta yang sering melakukan pelatihan di sekitar Sangatta dan Bontang untuk perusahaan-perusahaan besar.

Acara ini dihadiri kurang lebih 10 peserta / rekanan undangan khusus. Mereka adalah Staff personalia, staff manajemen sumber daya manusia (MSDM) / staff Human Resource (HR) perusahaan dari bidang usaha seperti Konstruksi, Manufaktur Piano terkenal di Indonesia, Manufaktur body mobil merk terkenal, Logistic dan transportasi, Engineering/Procurement/Construction di bidang Minyak dan Gas (EPC Migas), serta sejumlah klien lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Pelatihan-BAsic-HR-Admin-Tenaga-Kerja-Kompeten-INdonesia-

Pemerintah Indonesia telah mewajibkan staff sumber daya manusia untuk dilatih dan tersertifikasi melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Tenaga Kerja Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia

Kementrian Tenaga Kerja mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja di bidang manajemen Sumber daya manusia yaitu: Keputusan Menaker Nomor 149 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Jasa Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Dengan ini maka pelatihan di bidang manajemen sumber daya manusia (MSDM) akan lebih baik berbasis kompetensi sesuai SKKNI di atas.

Pelatihan Basic HR Admin

Pelatihan kali ini diisi oleh tiga pelatih/instrkutur. Sesi pertama diisi oleh Lead Trainer Ibu Evie, Profesional HR di berbagai Multi National Company. Sayangnya karena kurang sehat, Ibu Evie tidak dapat hingga akhir acara.

Dokumentasi video

 

 

Instruktur kedua adalah Bapak Ade Rahmad, instruktur yang sangat berpengalaman dalam soal pengembangan perangkat lunak dan system. Ia melakukan sharing tentang system Enterprise Resource Planning (ERP) dan Human Resource Information System (HRIS) sebagai bagian dari manajemen sumber daya manusia modern yang akan mempermudah pekerjaan seorang staff administrasi MSDM sehari-hari.

Terakhir adalah Bapak Jimy, instruktur utama Mitra Pelatihan K3, penyewaan fasilitas pelatihan kerja bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan Jakarta Selatan. Ia menjadikan perusahaannya solusi agar departemen training / balai latihan kerja di perusahaan tidak perlu investasi yang terlalu besar. Untuk mengembangkan fasilitas pelatihan K3, sebuah perusahaan biasanya harus menyediakan alat berat, perlengkapan serta perawatan dan surat laik operasi untuk setiap alat. Ini nilainya yang bisa fantastis. “Bekerjasama dengan Mitra Pelatihan K3 adalah salah satu solusinya”, kata Jimi.

Asyiknya, setelah semua peserta diberikan sertifikat dan souvenir dari PT TKKI, acara ditutup dengan foto bersama instruktur.

 

Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) adalah Perusahaan pelatihan yang memfokuskan kepada pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatihan yang diadakan termasuk HR sertifikasi BNSP, Trainer Sertifikasi BNSP, Admin sertifikasi BNSP, Sales sertifikasi BNSP dan sebagainya.

Baca Berita Menarik Lainnya Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Di Latestbontang

Inilah Alasan Mengapa Orang Indonesia Suka Kepo

Inilah Alasan Mengapa Orang Indonesia Suka Kepo

Orang Indonesia terkenal sebagai orang yang ramah dan suka bergaul. Mereka sering terlibat dalam banyak kegiatan sosial dan cenderung suka berinteraksi dengan orang lain.

Namun, ada satu hal yang sering diidentifikasi sebagai salah satu sifat khas orang Indonesia, yaitu rasa ingin tahu atau kepo. Istilah kepo merujuk pada rasa ingin tahu yang berlebihan tentang urusan orang lain.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa orang Indonesia suka kepo dan apa implikasinya bagi kehidupan sosial mereka.

1. Budaya sosial

Di Indonesia, budaya sosial sangat kuat. Orang Indonesia cenderung berinteraksi dengan orang lain dalam lingkup sosial yang luas, dan sering terlibat dalam banyak kegiatan sosial. Dalam lingkungan seperti itu, rasa ingin tahu tentang orang lain sering muncul karena orang Indonesia cenderung merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengetahui apa yang terjadi dalam lingkungan sosial mereka.

2. Konteks media sosial

Dalam era media sosial, orang Indonesia cenderung sering terlibat dalam interaksi online dan melihat banyak informasi yang beredar di media sosial. Hal ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu mereka tentang kehidupan orang lain, karena mereka dapat dengan mudah melihat dan mengakses informasi tersebut.

3. Kurangnya privasi

Di Indonesia, konsep privasi masih terbilang baru dan belum sepenuhnya dipahami oleh semua orang. Hal ini seringkali mengakibatkan orang-orang Indonesia menjadi lebih terbuka tentang urusan pribadi mereka dan lebih mudah membagikan informasi tentang diri mereka kepada orang lain. Akibatnya, rasa ingin tahu tentang kehidupan orang lain seringkali meningkat.

Kendati begitu, ada beberapa implikasi dari sifat kepo ini. Pertama, rasa ingin tahu yang berlebihan tentang urusan orang lain dapat mengganggu privasi dan kebebasan individu. Kedua, sifat kepo ini dapat memicu konflik antara individu atau kelompok. Terakhir, kepo yang berlebihan dapat mengganggu fokus dan produktivitas individu karena terlalu fokus pada urusan orang lain.

Penutup

Secara keseluruhan, sifat kepo mungkin merupakan bagian dari karakteristik budaya sosial Indonesia yang kuat. Namun, penting untuk diingat bahwa rasa ingin tahu yang berlebihan tentang urusan orang lain dapat mengganggu privasi dan kebebasan individu. Oleh karena itu, perlu untuk menghormati privasi orang lain dan tidak terlalu kepo tentang kehidupan mereka. Sifat kepo harus diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya privasi dan menghargai kebebasan individu.

Train for Trainer Sertifikasi BNSP Futaba Industrial Indonesia

Train for Trainer Sertifikasi BNSP Futaba Industrial Indonesia

Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) kembali menjadi mitra PT. Futaba Industrial Indonesia untuk melaksanakan private Inhouse Training untuk Training for Trainer Sertifikasi BNSP Level KKNI 3.

Acara ini berlangsung selama 3 hari, 20, 21 dan 23 Maret 2023 di sebuah hotel di bilangan Cikarang. Instruktur dari Acara ini adalah Luki Tantra, salah satu senior trainer di PT. TKKI. Peserta yang hadir dalam acara ini adalah Bapak M. Sigit Pamungkas, Bapak Gerry Baldiman, dan Bapak Murih Hermawan. Ketiganya adalah senior trainer level manajemen yang ditugaskan untuk mengisi kelas di PT. Futaba.

Hadir mewakili Tenaga Kerja Kompeten Indonesia adalah Qirana Dinda dan Nuki Liza sebagai asisten instruktur dalam train for trainer sertifikasi BNSP ini.

Baca Juga:

train for trainer sertifikasi bnsp-tenaga kerja kompeten indonesia-Luki Tantra

train for trainer sertifikasi bnsp-tenaga kerja kompeten indonesia-Luki Tantra
Dokumentasi Train for trainer sertifikasi BNSP Futaba

 

Train for Trainer Sertifikasi BNSP Futaba

Pelatihan “Train for trainer sertifikasi BNSP” ini berdasarkan peraturan terbaru Keputusan Menaker Nomor 333 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya Golongan Pokok Aktivitas Ketenagakerjaan Bidang Standarisasi, Pelatihan Kerja dan Sertifikasi.

9 (Sembilan) Unit Kompetensi yang harus dikuasai peserta Instruktur KKNI 3 Instruktur terampil adalah

  1. Mengidentifikasi Standar Kompetensi Dan Kualifikasi Kerja
  2. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
  3. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
  4. Menerapkan Keamanan, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Lembaga Pelatihan Kerja
  5. Melakukan Komunikasi Di Tempat Kerja
  6. Memelihara Fasilitas Pelatihan Kerja
  7. Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
  8. Mengelola Peralatan Pelatihan Kerja
  9. Mengelola Bahan Pelatihan Kerja

Dalam training ini, Instruktur juga menginformasikan dengan gamblang di unit “Melaksanakan Pelatihan  Tatap Muka”, beberapa hal yang bisa meningkatkan performa para instruktur di depan pesertanya. Materi itu antara lain, hand gesture, eye gesture/eye cues, standing motion, cara berdiri, dan lain-lain. Ada sejumlah “AHA Moment” yang didapatkan oleh peserta. Trainer langsung meminta “AHA moment“ itu dishare ke peserta lain agar pelajaran yang didapat bisa terserap bersama.

Pada akhirnya, Instruktur menyampaikan harapannya agar setelah mendapatkan sertifikasi, peserta dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya dan lebih tenang dalam mengajarkarena kini sudah memiliki sertifikasi kompetensi sebagai sayart mengajar di perusahaan.

 

Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) adalah Perusahaan pelatihan yang memfokuskan kepada pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatiha yang diadakan termasuk HR sertifikasi BNSP, Training for Trainer Sertifikasi BNSP, Admin sertifikasi BNSP, Sales sertifikasi BNSP dan sebagainya.

(*)

RepLB02

Tips Hilangkan Rasa Kecewa karena Tak Lolos SBMPTN 2022

Tips Hilangkan Rasa Kecewa karena Tak Lolos SBMPTN 2022

EDUKASI – Hasil UTBK-SBMPTN 2022 telah diumumkan. Tidak semua peserta yang mendaftar dinyatakan lulus. Berbagai macam hal kamu rasakan ketika dinyatakan tidak lulus, diantaranya sedih dan kecewa.
Sedih boleh, tapi jangan sampai berlarut-larut. Karena dunia tidak berhenti berputar ketika kamu dinyatakan tidak lulus SBMPTN. Semua orang pasti pernah merasakan kegagalan.

Simak ini ya, ada 11 tips dari Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Jovita Maria Ferliana M.Psi untuk menghilangkan rasa kecewa karena tidak lulus SBMPTN.

Menurut Jovita saat seseorang menghadapi kekecewaan, ada dua langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya, yaitu melalui tindakan dan emosi. Ia menilai kegagalan dan rasa cemas ketika tidak lulus seleksi atau ujian merupakan hal yang lumrah. Terlebih seleksi tersebut hanya ada di momen-momen tertentu.

“Itu hal yang wajar dan normal sekali. Semua perasaan seseorang yang berkaitan dengan gagal, marah akan sesuatu yang menjadi target dan tidak tercapai, itu lumrah,” jelas Jovita kepada dikutip dari detikEdu melalui detik.com, Minggu (26/6/2022).

Lebih lanjut, Jovita menjabarkan terkait dua langkah yang dapat diambil. Berikut penjelasannya.

A. Melalui Tindakan
1. Mengikuti Seleksi Jalur Mandiri
Ketika kalian gagal, jangan langsung patah semangat. Jalur masuk perguruan tinggi tidak hanya melalui SBMPTN, masih ada jalur lainnya seperti jalur mandiri. Solusi yang satu ini menjadi alternatif pertama ketika kalian gagal SBMPTN.

2. Gap Year
Gap year juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekecewaan kalian yang dinyatakan gagal SBMPTN. Gap year berarti menunda kuliah selama setahun dan melakukan ragam persiapan untuk mengikuti ujian SBMPTN lagi di tahun berikutnya.

3. Mengambil Kursus dan Sertifikasi yang Sesuai Minat
Bagi kalian yang gagal dan memutuskan gap year, jangan sampai hanya menunggu dan tidak melakukan apa-apa. Rentang waktu gap year bisa diisi dengan mengikuti bermacam-macam kursus, sertifikasi, ataupun menekuni hobi.

4. Magang
Magang juga merupakan solusi yang dapat dilakukan jika kalian gagal SBMPTN. Dengan mengikuti magang, maka kalian akan memperoleh pengalaman yang nantinya berguna di dunia kerja dan perkuliahan.

5. Mendaftar Sekolah Kedinasan
Mendaftar sekolah kedinasan merupakan cara yang bisa dilakukan. Terlebih, lulusan dari sekolah kedinasan akan lebih cepat bekerja dan langsung disalurkan ke lembaga pemerintahan. Adapun contoh sekolah kedinasan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan masih banyak lagi.

6. Masuk Universitas Swasta
Mendaftar universitas swasta juga dapat menjadi satu solusi. Banyak universitas swasta jempolan dengan akreditasi yang bagus.

B. Melalui Emosi
7. Ambil Rehat Sejenak

Dengan beristirahat, kalian akan menjadi lebih tenang. Berilah waktu untuk membiarkan diri kalian rehat sejenak untuk mengapresiasi kerja keras kalian selama ini. Menurut Jovita, persiapan-persiapan yang dilakukan untuk lulus pastilah tidak sedikit.

“Ambil rehat sejenak, pasti selama ini kan sudah banyak melakukan upaya-upaya yang melelahkan. Entah itu ikut bimbel, latihan soal sendiri, itu pasti menuntut energi ekstra dan menyita waktu. Tingkat stresnya juga cukup tinggi,” ujar Jovita.

8. Mengerjakan Hal-hal yang Disukai
Cara selanjutnya yaitu bisa dengan mengerjakan hal-hal yang disukai untuk tetap meredakan stres. Jangan sampai beban pikiran menumpuk.

9. Berbincang dengan Orang yang Terdekat
Berbincang atau mengobrol dapat menjadi solusi untuk melegakan kekecewaan yang dirasakan. Dengan mencurahkan isi hati kepada orang lain, maka kalian akan merasa lebih lega dan meringankan beban pikiran.

Biasanya, orang terdekat akan memberikan solusi dan saran atas masalah yang kalian hadapi. Sehingga, beban kalian akan dirasa lebih ringan.

10. Journaling
Jika kalian bukan tipikal orang yang suka bercerita kepada orang lain, kalian bisa menuangkan isi hati dan pikiran kalian ke dalam tulisan dengan metode journaling. Selain journaling, kalian juga bisa menuangkan perasaan kalian ke dalam bentuk gambar dengan cara melukis.

11. Meminta Bantuan Tenaga Profesional
Apabila segala hal sudah dilakukan namun perasaan kecewa belum juga hilang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

“Jadi apapun itu, beri waktu untuk diri sendiri. Merasakan perasaan, mengakui perasaan, dan menerima perasaan. Bukan hanya karena gagal SBMPTN, tapi juga dalam segala hal,” pungkas Jovita. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN