Waspada Paparan Gas Berbahaya, Project Shell  Bekali Pekerjanya Pelatihan dan Uji Kompetensi di Transafe

Waspada Paparan Gas Berbahaya, Project Shell Bekali Pekerjanya Pelatihan dan Uji Kompetensi di Transafe

Team ERM Project Shell Marunda bekerja sama dengan Transafe Indonesia menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi Petugas Penguji Gas (Authorized Gas Tester) yang diikuti oleh pekerja dari JGC Indonesia dan Prakarsa Langgeng Maju Bersama. Pelatihan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, yakni di mulai hari Rabu-Kamis (13-14 Oktober 2021) di lokasi Project Shell di Marunda.

Project Shell Marunda sendiri adalah pabrik produksi pelumas milik Shell Indonesia yang disebut Lubricant Oil Blending Plant (LOBP). Pabrik ini adalah pabrik pelumas baru di Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik baru tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi sekira 300 juta liter produk pelumas per tahun.

Pabrik ini disebut sebut menjadi salah satu investasi terbesar Shell di Indonesia. Pabrik baru tersebut ditargetkan bisa memenuhi permintaan pasar pelumas dalam negeri yang sudah menunjukkan tren positif bagi Shell akhir-akhir ini.

Selama 2 (dua) hari mengikuti pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi berupa Undang – Undang dan Peraturan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Pengetahuan Gas –gas berbahaya, Alat Pelindung Diri, Alat Pelindung Pernafasan, penggunaan Gas Detektor serta penggunaan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Leonardo Dave,  salah satu team ERM Shell marunda pada saat diwawancarai di depan Training center Shell Marunda menyatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta sebagai operator atau pekerja di lapangan Migas tentang bahaya-bahaya akibat paparan gas berbahaya.

Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta  mengikuti ujian Sertifikasi Petugas Deteksi Gas (Gas Tester) dari Lembaga Sertifikasi Profesi Transafe Dharma Persada (LSP Transafe).

Baca juga: LSP Transafe Dianugerahi Best Education and Educator Award 2021

LSP menugaskan Bapak Luki Tantra sebagai asesor. Sejumlah peserta nampak grogi dan gugup pada saat uji kompetensi, Namun pada akhirnya, kedelapan peserta mampu menunjukkan bukti kompetensi mereka.

Transafe Indonesia telah melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi di berbagai daerah di Indonesia. Di Seputar Kalimantan sendiri, Transafe Indonesia telah melaksanakan uji kompetensi di berbagai perusahaan di Balikpapan, Banjarmasin, Bontang, Sangatta, Samarinda dan lain lain.

“Kami harap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat mengaplikasikan cara-cara menggunakan gas detector dan SCBA di lapangan dengan lebih baik. Kami juga lebih yakin dengan kompetensi mereka” Ujar Leo mengakhiri wawancara.

LSP Transafe Dianugerahi Best Education and Educator Award 2021

LSP Transafe Dianugerahi Best Education and Educator Award 2021

Lembaga Sertifikasi Profesi Transafe Dharma Persada (LSP Transafe) memenangkan Award di “Indonesia Best Quality Award 2021“. Kategori penghargaan adalah Education and Educator Award. Acara pemberian penghargaan diadakan di Hotel Kristal, Cilandak Jakarta Selatan. Even ini berlangsung pada hari Jumat, 1 Oktober 2021. Acara penyerahan award ini diselenggarakan oleh Four Media Management dan Bintang Rekor Indonesia.

LSP Transafe diwakili oleh Bapak Luki Tantra, Anggota Dewan Pengarah LSP Transafe Indonesia untuk menerima penghargaan. Turut hadir juga Ibu Etria Fatrina, Ketua LSP Transafe Indonesia dan Ibu Annisa Rachmawati, Manajer Sertifikasi LSP Transafe untuk mendampingi.

Dalam Acara ini turut hadir juga wakil dari pemerintah Bapak Rully Nuryanto dari Kementrian perindustrian untuk menyerahkan penghargaan.

LSP Transafe adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang diberikan kepercayaan oleh Badan Nasional Serttifikasi Profesi (BNSP) untuk melaksanakan uji kompetensi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja d(K3) dan Migas.

LSP Transafe telah melaksanakan uji kompetensi di berbagai daerah di Indonesia. Di Seputar Kalimantan sendiri, LSP Transafe telah melaksanakan uji kompetensi di berbagai perusahaan di Balikpapan, Banjarmasin, Bontang, Sangatta, Samarinda daan lain lain.

Plakat penghargaan award LSP Transafe
Plakat Penghargaan LSP Transafe
Sertifikat Penghargaan Award LSP Transafe
Sertifikat penghargaan LSP Transafe

Dony Budidharma, Direktur Transafe Dharma Persada Group dalam Rapat Senin (Monday Meeting) yang diadakan melalui aplikasi teleconference tanggal 4 Oktober 2021 menyatakan puji syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penghargaan ini. Beliau juga menyatakan rasa bahagianya dan berterimakasih kepada Jajaran Dewan Pengarah, Pengurus LSP, administrasi dan semua asesor.

Dalam rasa syukur itu, Beliau juga menyampaikan kepada semua koleganya du LSP Transafe untuk tidak cepat berpuas diri dan berharap bahwa prestasi ini akan diteruskan oleh prestasi-prestasi lain di masa depan.

Sah! JMSI Sultra Kini Terverifikasi Dewan Pers

Sah! JMSI Sultra Kini Terverifikasi Dewan Pers

KENDARI – Tim verifikasi Dewan Pers secara sah menyatakan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) lulus verifikasi Administrasi maupun Faktual.

Tim Verifikasi Dewan Pers, dipimpin lansung Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya, terlebih dahulu meneliti dan memeriksa seluruh dokumen kelengkapan perusahaan media siber yang terhimpun dalam Pengda JMSI Sultra, dan juga memeriksa ruang kerja maupun struktur organisasi JMSI.

Setelah beberapa jam meneliti dan memeriksa, berkas JMSI Sultra, 20 media dinyatakan lulus verifikasi meskipun demikian, M Agung memberikan catatan lima media yang tergabung di JMSI Sultra untuk segera melakukan perbaikan data.

Menurut Agung, 20 media tersebut telah memenuhi ambang batas verifikasi anggota JMSI yakni maksimal 10 media setiap daerah.
“Setelah kami meneliti dan memeriksa berkas anggota JMSI Sultra dari 20 dinyatakan lengkap dan lulus verifikasi, namun untuk lima media mesti dilakukan perbaikan yaitu terdapat di akta pasal 3 maksud dan tujuan harus media Siber,” terangnya.

Pada Prinsipnya Dewan Pers, kata Agung memberi kemudahan kepada teman media Siber yang ingin memperbaiki kekurangan. Apalagi JMSI ini memiliki cita-cita mulia menjadi konstituen Dewan Pers.

“Kami mengamini cita-cita mulia itu, Insyaallah JMSI Sultra menjadi bagian pelengkap verfak Nasional JMSI seluruh provinsi di Indonesia yang kami Ferfak,” ujarnya.

Usai verifikasi M Agung menyerahkan berita acara verfak ke Ketua JMSI Sultra, M Nasir Indris yang didamping Sekretaris JMSI, La Ismeid, dan pengurus lainnya.

Ketua JMSI Sultra, M Nasir Idris menyatakan, setelah dilakukan verifikasi Faktual ini, ia berharap pengurus lebih bekerja maksimal lagi untuk menunjukan eksistensi bahwa JMSI Sultra harus tampil terbaik terhadap organisasi lainnya.

“Mari kita kibarkan bersama panji-panji JMSI di daerah dengan wujud kinerja kita yang nyata terukur dan sistematis. JMSI hadir harus memberi kontribusi pada daerah, dalam konteks memberikan informasi yang aktual terpercaya, edukatif dan inspiratif,” sambung Direktur Utama Telisid.Id ini.
“Perjuangan kita masih panjang untuk membesarkan JMSI Sultra, tidak hanya berhenti disini saja, lulus Ferfak, tapi kedepan masih ada kita sukseskan bersama yakni pelantikan dan pengukuhan Pengda JMSI Sultra,” pungkasnya.

Tim Ferfak JMSI Sultra di Ketuai M Agung Dharmajaya, didampingi SCt Dewan Pers, Wisnu Setiawan, Sekertariat Dewan Pers Rizki H dan Perwakilan JMSI Pusat Jayanto sebagai Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga serta dihadiri pula oleh Ketua JMSI Jatim, Eko Pamuji. (rilis)

Bank Aceh Syariah Dukung Keberadaan JMSI Aceh

Bank Aceh Syariah Dukung Keberadaan JMSI Aceh

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah (BAS), sangat mendukung keberadaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang pada 27 Maret 2021 mendatang, akan melaksanakan pelantikan organisasi tersebut di Banda Aceh.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, dalam pertemuan pengurus JMSI Aceh, dengan jajaran perbankan tersebut, Kamis, 4 Maret 2021. Dalam kesempatan itu, turut didampingi sekretaris perusahaan Sayid Zainal Abidin, dan kabid humas, Riza Syahputra.

Sementara itu, JMSI Aceh, langsung dipimpin ketua Hendro Saky, dan Akhiruddin, selaku sekretaris, dan turut juga dihadiri sejumlah pengurus inti organisasi perusahaan pers tersebut.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Ketua JMSI Aceh, memaparkan perihal perjalanan organisasi perusahaan pers tersebut, sejak awal deklarasi hingga proses verifikasi faktual yang saat ini sedang dilakukan oleh Dewan Pers. Dan tak lupa juga disampaikan perihal rencana pelaksanaan pelantikan JMSI yang akan dilangsungkan akhir Maret mendatang, dan akan dihadiri oleh Ketua Umum Teguh Santosa dan Sekretaris Jenderal Mahmud Marhaba.

Selain itu juga, kata Hendro Saky, JMSI Aceh juga akan menggelar seminar nasional, yang menghadirkan Ketua KPK RI, Firli Bahuri, yang nantinya akan berbicara tentang dana otus Aceh, potret kemiskinan dan peran media siber dalam pencegahan korupsi.

Dalam seminar nasional itu juga, sambung Hendro, yang juga merupakan pimpinan umum popularitas.com tersebut, rencananya akan mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Unoe, yang akan berbicara tentang peranan media siber mendukug kepariwisataan bangkit dari pandemi.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman, sangat mendukung keberadaan kiprah JMSI di provinsi ujung barat Sumatera ini. Dan Ia mengharapkan, kemitraan antara bank milik pemerintah daerah tersebut, dapat terus ditingkatkan kedepannya.

Menurutnya, peran media siber, sangat penting bagi Bank Aceh Syariah. Sebab, lanjutnya, iklim pemberitaan yang positif akan selaras dengan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah terus meningkat.

“Kita mendukung kehadiran JMSI di Aceh, dan siap membantu suksesnya pelaksanaan pelantikan nantinya,” kata Haizir.

Bank Aceh Syariah sendiri, paparnya kemudian, selama ini terus tumbuh di tengah pandemi covid-19. Walaupun niilai pertumbunan tidak sebesar dibandingkan dengan kondisi normal.

“Tapi dapat saya pastikan, Bank Aceh Syariah saat ini dalam keadaan paling sehat dan prima,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu Haizir mengucapkan terimakasih kepada teman-teman media yang selama ini telah mendukung lajunya perkembangan Bank Aceh.

“Kami menilai kemitraan dengan media harus terus ditingkatkan dan dirawat,” pungkas Haizir. (rilis)

Pembelajaran Daring Diperpanjang, Kompetensi Siswa Dipertanyakan

Pembelajaran Daring Diperpanjang, Kompetensi Siswa Dipertanyakan

Pandemi  covid-19 yang tak kunjung usai membuat pembelajaran secara daring (PJJ) diperpanjang kembali untuk tahun pelajaran 2020/2021. Dalam sebuah pembelajaran hendaknya mencapai output yang maksimal sesuai dengan harapan kurikulum yang berlaku. Dengan adanya metode pembelajaran jarak jauh ini timbul kecemasan baik dari orangtua maupun dari siswa itu sendiri mengenai kompetensi dari hasil pembelajaran jarak jauh ini apakah dapat tercapai secara optimal atau tidak. Permasalahan itu muncul karena kompetensi yang diharapkan pada pembelajaran online tidak tercapai secara optimal.

Dalam pembelajaran dalam jaringan (Daring), pengembangan ranah dan pemantauan anak sulit untuk dilakukan dilansir dari tagar.id (20/7/2020) Dr. Fitri Asih pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang menyebutkan. Namun demikian, proses belajar secara online dinilai hanya fokus pada pengembangan pembelajaran ranah pengetahuan (kognitif). Sementara pada pengembangan sikap (afektif) dan keterampilan belum bisa dikembangkan secara optimal. Apakah pendidik bisa memaksimalkan media daring ini untuk memantau perkembangan kompetensi yang didapat atau  dicapai dalam satu mata pelajaran.

Rendahnya Kompetensi Siswa

Kompetensi siswa ditengah pembelajaran daring menjadi sebuah polemik. Permasalahan kongkret muncul dari tingkat penguasaan materi yang diberikan apakah bisa diserap secara maksimal atau tidak, pendidik juga tidak bisa menilai secara objektif mengenai perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didiknya. Di sini anak mengalami sebuah permasalahan dalam dirinya. Hal ini menimbulkan tekanan mental pada anak dikarenakan beban materi yang diberikan, yang menyebabkan psikologis anak bisa saja down.

Dilansir dari mediaindonesia.com (10/11/20) data yang diperoleh  dari survei penilaian cepat yang dilakukan oleh  satgas covid-19 (BNPB 2020) menunjukkan 47% anak indonesia merasa bosan di rumah, 35% mengalami khawatir tertinggal pelajaran, 15% merasa tidak aman, 20% merindukan teman temannya dan 10% anak merasa khawatir akan perekonomian orangtuanya. Pendidik juga tidak bisa memantau perilaku anak didiknya di luar sekolah ataupun melalui platform virtual, banyak siswa yang menyepelekan tugas yang diberikan dan hanya menulis absensi saja tanpa menyimak arahan dari gurunya,  terkadang pendidik juga harus menagih pekerjaan dari siswanya.

Untuk sekolah tingkat kejuruan dengan ditiadakannya praktik kerja lapangan atauPKL membuat kompetensi yang semestinya menjadi target utama kini hanya melalui virtual saja. Peserta didik yang semestinya diperkenalkan dengan dunia pekerjaan sesuai dengan kejuruannya hanya diberikan materi saja entah dimengerti atau tidak. Hal ini menyebabkan kompetensi dari siswa akan cenderung lebih menurun. Hal itu berdampak pada kompetensi yang kelak mereka pergunakan untuk mencari pekerjaan. Dengan media daring (PJJ) mereka kurang maksimal dan leluasa dalam memahami materi.

Ditambah lagi untuk ujian atau pengayaan guru tidak dapat memantau siswa secara objektif , untuk penilaian ujian praktik juga kurang objektif yang seharusnya ujian praktik mampu mengukur sejauh mana kompetensi siswanya. Juga untuk penilaian pengayaan tidak menjadi patokan sejauh mana pengetahuan siswa dicapai dipertimbangkan dengan kecurangan yang mungkin dan sangat bisa untuk dilakukan.

Upaya Optimalisasi Kompetensi Pembelajaran

Di tengah pandemi covid-19 ini semua kembali seperti semula, yang terpenting yaitu mendukung peran pemerintah dalam memutus rantai penularan. Dalam pembelajaran dalam jaringan (Daring) ini siswa bisa memanfaatkan platform media pembelajaran dengan adanya subsidi kuota diharap siswa mampu menggunakan dengan bijak dan memaksimalkan kompetensinya untuk belajar secara mandiri. Dikutip dari laman Kemendikbud.go.id (29/05/2020) dari kemendikbud merekomendasikan 23 laman bisa dipergunakan sebagai sumber belajar siswa. Tidak hanya itu, peserta didik dan pendidik bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh kemendikbud antara lain TVRI sebagai media edukasi, modul belajar mandiri serta alat peraga.

Untuk permasalahan mental dan psikologis anak, pendidik harus melakukan konseling rutin dengan peserta didiknya mengenai jalannya pembelajaran apakah mengalami kendala atau kesulitan yang membuat mereka menjadi tertekan. Pendidik harus memberi perhatian ekstra untuk tingkat sekolah menengah pertama dan akhir. Peran guru bimbingan konseling disini harus mampu menampung aspirasi dari permasalahan dalam menjalankan pembelajaran secara daring (PJJ), untuk  pedidikan tingkat dasar dan usia dini peran ekstra untuk mampu menjaga kesehatan mental anak membuat suasana senyaman mungkin tanpa adanya rasa tertekan. Peran orangtua juga sangat sentral untuk mengawasi putra putrinya dalam melaksanakan pembelajaran daring (PJJ), memberikan arahan pantauan dan support.

Untuk satuan pendidikan kejuruan yang membutuhkan praktik untuk pengenalan pada lingkungan kerja dapat dilakukan praktik langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tentunya tetap mempertimbangkan pada zona wilayah apakah mendukung atau tidak, dengan membatasi  hanya 10 orang saja dan dibuat sesi setiap pembelajaran praktik. Cara ini juga berlaku untuk satuan pendidikan yang mebutuhkan pembelajaran praktik. Cara ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kompetensi dan sebagai media pengenalan. Peserta didik juga bisa melakukan konsultasi apabila mengalami kendala atau melakukan konseling. Sekali lagi tetap memperhatikan protokol untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai covid-19.

Agus Adhi Sasongko, Mahasiswa Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber

Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber

Jakarta — Budayawan dan pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama wartawan senior Teguh Santosa membedah sekaligus mengulas bagaimana masa depan media online.

Teguh Santosa yang adalah CEO RMOL Network menjelaskan perkembangan awal media massa berbasis internet di Indonesia terjadi pada dekade 1990an.

Dia mengatakan, pada masa itu jumlah pengakses internet belum begitu banyak, baru pada kisaran 500 ribu orang yang kebanyakan mengakses internet dari perkantoran. Ketika itu media massa berbasis internet atau media online yang terkenal antara lain adalah Detik.com, Lippostar.com, dan Astaga.com.

Namun karena market belum begitu besar, satu persatu media online yang ada tumbang. Hanya yang militan dan tidak menggunakan investasi besar, seperti Detik.com pada masa itu, yang dapat bertahan. Selain itu, Detik.com memiliki warna pemberitaan yang berbeda dibandingan dengan kebanyakan media cetak mainstream pada masa itu.

“Saat itu hanya orang-orang yang bekerja di perkantoran yang bisa mengakses internet,” kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini dalam program Jaya Suprana Show bertajuk “Masa Depan Media Online”, Jumat (26/2).

Mantan Anggota Dewan Kehormatan PWI itu mengatakan, media massa berbasis internet masih akan terus berkembang di masa depan. Tanda-tanda ke arah cerah itu sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.

Perkembangan ICT, katanya, tidak hanya digunakan untuk pemberitaan semata.

Kepada Teguh, Jaya Suprana bertanya mengenai titik tertinggi perkembangan media online.

“Anda tahu bahwa setiap pertumbuhan akan mencapai titik puncak, titik jenuh. Menurut Anda apakah media online masih jauh dari titik puncak, atau sudah di ambang titik puncak?” tanya Jaya Suprana.

Menjawab pertanyaan itu, Teguh mengatakan, dirinya tidak tahu di mana titik puncaknya. Tetapi dia yakin, titik puncak itu masih jauh.

“Saya yakin kita sedang menanjak menuju ke ketinggian, dan saya tidak tahu dimana puncaknya,” ujar Teguh.

“Apakah tidak terhingga, invinitas?” tanya Jaya Suprana lagi.

“Mungkin sekali,” jawab Teguh.

Teguh juga juga mengatakan, keunggulan dunia digital  begitu terasa di era pandemi  Covid-19.

Bukan hanya untuk pemberitaan, platform digital juga digunakan di sektor pendidikan secara luas, juga di dalam forum-forum pengambilan keputusan para pemimpin dunia.

Tidak kalah penting, platform digital juga dimanfaatkan sebagai market place yang mempertemukan pelaku usaha baru dengan market.

Teguh mengutip data yang dirilis Hootsuite baru-baru ini yang menyebutkan bahwa setidaknya 202 juta warganegara Indonesia memiliki akses ke internet.

“Saya yakin masa depan media online akan cerah,” ujarnya. (rilis)

Memenuhi Batas Minimal, Dewan Pers Nyatakan Verfak JMSI Sumut Lulus Faktual

Memenuhi Batas Minimal, Dewan Pers Nyatakan Verfak JMSI Sumut Lulus Faktual

Medan – Tim verifikasi Dewan Pers kunjungi kantor Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Sei Brantas Medan, Rabu sore (24/2/2021).

Kedatangan tim dari Dewan Pers bertujuan melakukan verifikasi faktual atas berkas yang telah diserahkan JMSI Sumut melalui Pengurus Pusat JMSI.

Kunjungan tim Dewan Pers tersebut terdiri dari, Wakil Ketua Dewan Pers, Hendrik CH Bangun yang didampingi, Staff Dewan Pers Bidang Verifikasi, Deritawati Sitorus dan Fitri.

Kedatangan tim Dewan Pers sore itu disambut hangat Ketua JMSI Sumut, Rianto Agli, Sekretaris, Chairum Lubis, dan beberapa anggota JMSI lainnya.

Dalam pertemuan itu, tim langsung bekerja memantau langsung ruang kerja maupun struktur organisasi JMSI Sumut, serta berkas yang ada. Setelah beberapa jam melakukan verifikasi dengan meneliti berkas, dan dinyatakan lengkap.

“Hari ini kita meneliti berkas kepengurusan serta melihat kantor JMSI Sumut. Dan semua berjalan dengan baik dimana dari 15 perusahan pers yang diajukan, 5 diantaranya dinyatakannya tidak lengkap sementara 10 lainnya aman,” ungkap Deritawati Sitorus yang juga menyerahkan berita acara verfak ke Ketua JMSI Sumut.

Sementara itu, Ketua JMSI Sumut, Rianto Agli atau yang akrab disapa Anto Genk menyatakan, dengan telah dilakukan verifikasi ini, ia berharap JMSI Sumut akan lebih optimal mengibarkan bendera JMSI bersama kepengurusan lainnya.

Tentunya, sambung Rianto, JMSI Sumut akan mengikuti prosedur di seluruh cabang di 29 Provinsi yang telah terbentuk.

Diketahui, JMSI Sumut adalah Pengda ketiga yang telah dilakukan verifikasi setelah dua Pengda lainnya yakni JMSI Kepri dan JMSI NTB.

“Kita yakin bahwa apa yang kita serahkan baik pusat dan daerah dinyatakan lulus dengan memenuhi batas minimal 10 Perusahan Pers di setiap provinsi,” tandasnya. (rilis)

Pandemi Belum Usai, Pengrajin Genteng Girimarto Keluhkan Merosotnya Omset Produksi

Pandemi Belum Usai, Pengrajin Genteng Girimarto Keluhkan Merosotnya Omset Produksi

Sebelum usainya pandemi Covid 19 sejumlah pengrajin di sentra produksi genteng di Desa Kendal Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri (Senin 22/2/2021) keluhkan omset produksi menurun drastis.

Dusun Kendal Kecamatan Girimarto merupakan salah satu sentra produksi genteng di Wonogiri mengeluhkan merosotnya produksi imbas dari krisis ekonomi yang diakibatkan oleh Pandemi COVID19 yang tak kunjung usai.Diperkirakan omset merosot sampai dengan 50% dari produksi sebelum pandemi.

Salah satu produsen genteng Dusun Kendal Kecamatan Girimarto, Sulastri (45), UD. Usaha Baru Dusun kendal mengeluhkan sejak awal pandemi Maret 2020 mengalami penurunan omset yang sangat signifikan, karena krisis ekonomi imbas dari covid.

“Dari awal covid Maret 2020 omset saya menurun drastis ,toko bangunan yang biasanya memesan mulai mengurangi pemesanan ke pabrik kami,mungkin karena mungkin daya beli masyarakat berkurang karena krisis mas,” ujar Sulastri.

“Mungkin masyarakat yang akan membagun rumah menunda terlebih dahulu ,sampai kondisi kembali kondusif,” tambahnya.

Produksi genteng dusun Kendal kecamatan Girimarto Wonogiri

Produsen mengeluhkan harga beli bahan baku genteng dan kayu bakar untuk tobongan semakin mahal sementara produksi merosot drastis sampai dengan setengah dari produksi sebelum adanya pandemi.

Pengrajin masih mengeluarkan biaya operasional setiap hari untuk produksi genteng baik untuk memebli bahan baku tanah , membeli kayu bakar serta mobilitas angkutan untuk angkut bahan baku tanah dan bahan untuk tobongan .

Daya beli yang berkurang ini karena adaya covid 19 membuat kondisi perekonomian masyarakat menjadi tidak stabil dan cenderung mengalami krisis. Permintaan dari toko bangunan juga tidak sebanyak sebelum pandemi. Kesulitan distribusi ke luar daerah menambah lagi permasalahan produsen genteng. Pembeli enggan datang ke pabrik karena ditakutkan terjangkit virus, Para produsen memgandalkan pesanan via online saja.

Pengrajin yang hanya mengantungkan perekonomiannya pada produksi genteng sangat merasakan penurunan omset. Hal ini ditambah dengan berbarengan dengan musim peghujan sehingga produksi tidak bisa dilakukan seccara maksimal karena tetap mengandalkan panas matahari untuk pengeringannya.

Hampir sama yang dirasakan Sulastri (45), produsen genteng UD. Putra Mandiri Sutino (50), juga mengalami permasalahan yang sama.

“Biasanya kami sebulan bisa memproduksi 900 genteng perbulan mas itu saja kadang masih bisa bertambah lagi ,semetara pada pandemi ini kami selama 2 bulan baru bisa membakar 9000 genteng,” tutur Sutino.

“Bahan baku harganya tetap standar tetapi produksi tidak bisa maksimal seperti biasanya,kami ya hanya mengandalkan pesana via online saja ,mungkin pembeli takut ke pabrik karena adanya pandemi ini,” ujarnya.

Para produsen berharap kondisi perekonomian segera membaik seperti sedia kala. Harapan produsen permintaan produksi genteng segera membaik seperti semula, dikhawatirkan apabila kondisi terus seperti ini para pengrajin mengalami kerugian yang signifikan bahkan mengancam kelangsungan usahanya. Apabila kondisi seperti ini terus berlanjut mau tidak mau mereka harus menanggung kerugian.

“Kita tetap patuh sama protokol pemerintah,ya harapan kami pandemi segera usai dan kembali seperti semula,ekonomi segera bangkit,’’ pungkas Sutino.

Agus Adhi Sasongko Mahasiswa Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

JMSI Apresiasi Virtual Police Milik Polri dalam Menjaga Iklim Demokrasi

JMSI Apresiasi Virtual Police Milik Polri dalam Menjaga Iklim Demokrasi


Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengatakan, pihaknya berharap Virtual Police yang akan dikerahkan Polri untuk memantau perbincangan di dunia maya dapat sungguh-sungguh bekerja untuk membantu pertukaran gagasan di dunia maya lebih produktif dan konstuktif, yang artinya menjaga iklim demokrasi.

Virtual Police yang dikerahkan itu juga diharapkan benar-benar dapat membedakan karya jurnalistik yang dihasilkan perusahaan pers dengan pernyataan-pernyataan personal yang disampaikan para pemilik akun media sosial baik yang jelas identitasnya maupun yang anonimus.

Mantan anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu mengutip data monitoring Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers yang mengatakan bahwa sepanjang 2020 lalu setidaknya sepuluh pekerja pers yang sedang melaksanakan tugas profesi dijerat dengan UU ITE, terutama pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik, dan pasal 28 ayat (2) tentang ujaran kebencian.

Police Virtual ini diharapkan tidak mengulangi peristiwa salah pasal terhadap karya jurnalistik.

Di sisi lain salah seorang pendiri Belt and Road Journalist Forum (BRJF) itu menambahkan, pihaknya pernah bertemu dan mendiskusikan fenomena perbincangan di dunia maya dengan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Slamet Uliadi, beberapa waktu lalu.

“Memang patut dijadikan perhatian bersama kualitas perbincangan di dunia maya yang sering kali keluar dari yang diharapkan. Media sosial yang kita harapkan dapat memperkuat pondasi dan tenun kebangsaan faktanya sering diwarnai pernyataan-pernyataan bernuansa ujaran kebencian dan kabar bohong, serta mengganggu kohesivitas sosial,” ujar Teguh Santosa lagi.

Mantan Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (2018) itu menambahkan, pihak Polri pasti telah mempersiapkan tahapan dalam penerapan Virtual Police tersebut.

Nantinya Polri perlu mensosialisasikan kepada publik bagaimana Virtual Police ini akan bekerja. Apakah setelah monitoring akan diikuti dengan memberikan peringatan 1, 2, dan 3 secara virtual, sebelum akhirnya dilakukan penindakan, atau peringatan disampaikan secara langsung dan pihak yang diduga melanggar diminta membuat komitmen tidak mengulangi perbuatan.

“Transparansi hal-hal teknis pada tingkat pelaksanaan ini diperlukan sehingga masyarakat paham, dan ada kepastian di tingkat tindakan,” ungkapnya.

Keberadaan Virtual Police disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Surat Edaran bernomor SE/2/11/2021 yang ditandatangani hari Jumat lalu (19/2).

Surat Edaran itu mempertimbangkan perkembangan situasi nasioal terkait dengan penerapan UU 19/2016 tentang Perubahan ata UU 11/2008 tentang ITE yang dinilai kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital. Atas pertimbangan itu, Kapolri meminta agar seluruh anggota Polri menerapkan penegakan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Kapolri juga menginstruksikan jajarannya untuk senantiasa mengedepankan edukasi dan langkah persuasif untuk menghindari dugaan kriminalisasi terhadap pihak yang dilaporkan, dan di saat bersamaan dapat menjamin ruang digital Indonesia tetap bersih, sehat, beretika, dan produktif.

Di antara yang akan dilakulan dalam konteks itu adalah mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert yang tujuannya untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari tindak pidana siber. (rilis)

LATEST BONTANG – Organisasi perusahaan media massa berbasis internet, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) apresiasi Virtual Police milik Polri dalam upaya menjaga demokrasi.

Virtual Police adalah sebuah langkah untuk mengedepankan upaya preemptive (pendahuluan) dan preventive (pencegahan) dalam menangani kasus yang berkaitan dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Curah Hujan Kian Tinggi, Stasiun Tawang Semarang Terendam Banjir

Curah Hujan Kian Tinggi, Stasiun Tawang Semarang Terendam Banjir

LATESTBONTANG.COM — Kota Semarang terus-menerus dilanda hujan deras selama beberapa hari terakhir. Akibat curah hujan yang kian tinggi, Stasiun Tawang pun habis terendam banjir setelah nyaris diguyur hujan hampir sepuluh jam lamanya.

Petugas penjaga karcis motor, Alif mengatakan, banjir yang terjadi pada Sabtu (06/02/2021) lalu mempengaruhi keberangkatan kereta, dan menghambat arus perjalanan.

“Banjirnya selutut orang dewasa, mbak. Delay nyampe 3 hari, jalur relnya ketutup banjir bless. Enggak sampai rusak sih, cuma ya kotor lumpur,” ujar Alif saat ditemui disela-sela kesibukannya, Jumat (19/02/2021).

Alif memaparkan, akibat dari kejadian ini ada 7 perjalanan kereta api yang terganggu. Kejadian tersebut diduga disebabkan oleh bocornya tanggul yang berada di dekat lokasi kejadian.

“Keganggu banget mbak banjirnya rata. Wilayah Daop 4 itu ludes kena semua. Total yang keganggu ada 7 perjalanan kereta api, padet kemarin, pada kelimpungan sana-sini. Itu rapid kan harusnya ada di sini, tapi sempet dialihkan dulu karena gak memungkinkan,” papar Alif.

Diketahui, stasiun yang terganggu yakni, KA Argo Bromo Anggrek tujuan Semarang tertahan di Stasiun Gambringan. KA Kaligung dari Tegal tujuan Semarang tertahan di Stasiun Mangkang, begitu juga Kaligung tujuan Tegal. KA Maharani dari Surabaya Turi tujuan Semarang tertahan di Stasiun Brumbung. KA Kamandaka dari Purwokerto tujuan Semarang tertahan di Stasiun Pekalongan. KA Kedungsepur dari Semarang tujuan Ngrombo tertahan di Stasiun Tawang. KA Harina dari Bandung tujuan Surabaya Turi tertahan di Stasiun poncol, dan KA Barang sejumlah 5 kereta api juga tertahan di Koridor yang sama.

“Tapi udah bisa lagi, malah sekarang sudah ada yang tes baru itu, yang alat tinggal tiup, kalau gak salah namanya Genose. Jadi nanti untuk pemeriksaannya peserta tinggal tiup, lalu hasilnya akan keluar beberapa menit. Udah diterapin dari tanggal 15 kemarin,” terangnya.

Stasiun Tawang sempat dijadikan lokasi untuk rapid test selama beberapa waktu, sebelum akhirnya harus terhenti sesaat dikarenakan banjir yang melumpuhkan aktivitas stasiun. Namun, per tanggal 15 Februari 2021 Stasiun Semarang Tawang kembali dengan membuka layanan baru, yakni pemeriksaan dengan GeNose C19. (*)

Disusun oleh Jessica Nurwidya Milliniva, mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Copyright © 2026 LatestIDN