Kerjasama Harmonis Eksekutif dan Legislatif: Raperda Pertanggungjawaban APBD Kutai Timur Disepakati

Kerjasama Harmonis Eksekutif dan Legislatif: Raperda Pertanggungjawaban APBD Kutai Timur Disepakati

Dalam suatu momentum yang mengesankan, kerjasama yang erat antara pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terwujud dalam kesepakatan penting. Pada hari Kamis, 27 Juli 2023, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan Pendapat Akhir Kepala Daerah terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 dalam sebuah Rapat Paripurna.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah menggarisbawahi arti penting dari Raperda ini sebagai bukti konkret kerja sama yang harmonis antara eksekutif dan legislatif. Raperda ini menjadi hasil dari dialog, masukan, dan kolaborasi yang intensif antara kedua belah pihak selama proses perdebatan di DPRD Kutai Timur.

“Kami mengapresiasi sumbangsih yang sangat berharga dari fraksi-fraksi di DPRD selama perjalanan Raperda ini. Sudah terbukti bahwa kerjasama ini telah membuahkan hasil yang positif dan nyata,” kata Bupati Ardiansyah.

Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kutai Timur Tahun Anggaran 2022 mendapatkan persetujuan bulat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur. Langkah ini menunjukkan tingkat pemahaman dan kesepahaman yang tinggi antara eksekutif dan legislatif dalam hal pertanggungjawaban keuangan daerah.

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa keputusan ini akan mengarah pada penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengesahkan Raperda tersebut. Perda ini nantinya akan menjadi panduan berharga bagi keputusan-keputusan berlandaskan ekonomi, sosial, dan politik di Kabupaten Kutai Timur.

Bupati juga menyoroti betapa pentingnya peran fraksi-fraksi DPRD dalam memberikan pandangan, saran, dan koreksi selama perdebatan Raperda. Semua pandangan ini mencerminkan aspirasi masyarakat dan akan menjadi pedoman berharga dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dalam rangka menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Bupati Ardiansyah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bekerja keras menjalankan kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam Raperda. Peningkatan ekonomi kerakyatan dan tata kelola keuangan yang lebih baik akan menjadi fokus utama dalam implementasi Perda ini.

Kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif tidak hanya berdampak pada pengesahan Raperda ini, tetapi juga menjadi modal penting dalam menjalankan pembangunan dan pembaharuan di Kutai Timur. “Kami berharap kolaborasi ini akan terus memperkuat hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan produktif antara kedua lembaga dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Kutai Timur,” tutup Bupati Ardiansyah. (*)

Bupati Kutai Timur Sampaikan Keterbukaan Keuangan Daerah dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD

Bupati Kutai Timur Sampaikan Keterbukaan Keuangan Daerah dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD

Pada Kamis (27/72023), Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengemukakan Pendapat Akhir Kepala Daerah terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022. Ardiansyah menyampaikan pandangannya dalam Rapat Paripurna.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa Raperda ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah, dengan tujuan mendukung fungsi-fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa Raperda ini menandai akhir dari satu tahun siklus pengelolaan keuangan daerah.

Ardiansyah menjelaskan, “Setelah melalui serangkaian tahapan untuk mendapatkan masukan dan saran, Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kutai Timur Tahun Anggaran 2022 telah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur. Langkah berikutnya adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengesahkan Raperda ini. Perda ini diharapkan dapat menjadi panduan penting untuk membuat keputusan terkait aspek ekonomi, sosial, dan politik, sebagai cerminan tanggung jawab pengelolaan keuangan daerah.”

Bupati juga mengucapkan terima kasih atas sumbangsih fraksi-fraksi dalam DPRD yang telah memberikan pendapat, saran, dan koreksi selama proses perdebatan mengenai Raperda ini. Menurutnya, semua masukan tersebut akan dijadikan pegangan penting dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pandangan akhir fraksi yang mencerminkan saran dan koreksi akan menjadi panduan dalam menjalankan roda pemerintahan, dengan fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Ardiansyah menyatakan, “Upaya pengelolaan keuangan daerah Kutai Timur untuk tahun anggaran 2022 telah ditingkatkan guna memastikan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah dapat dengan jelas dipertanggungjawabkan. Langkah ini dilakukan dengan harapan agar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dapat mengkonfirmasi kelancaran dan kepatutan akun-akun yang disajikan dalam laporan tersebut.”

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk segera mengambil tindakan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI. Tindakan ini akan mencakup baik sistem pengendalian internal maupun kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Ardiansyah menekankan, “Kami berharap setelah Raperda ini disahkan menjadi Perda, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dengan cepat melaksanakan pengelolaan keuangan daerah dengan penuh disiplin, efektivitas, dan efisiensi. Langkah ini penting untuk mencapai ketertiban administrasi pengelolaan keuangan daerah.”

Dalam penutupnya, Ardiansyah mengucapkan apresiasi kepada tujuh fraksi DPRD Kutai Timur atas kerja sama yang telah terjalin. Ia mengharapkan hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif akan terus memperkuat kualitas kerjasama dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kutai Timur. (*)

Kutim Kirim 17 Peserta Jambore Dunia 2023: Bukti Kemajuan Gerakan Pramuka

Kutim Kirim 17 Peserta Jambore Dunia 2023: Bukti Kemajuan Gerakan Pramuka

Sangatta, 26 Juli 2023 – Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang melepas 17 peserta Jambore Dunia 2023 di halaman Kantor Bupati Kutim, Rabu (26/7). Kutim menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak di Kalimantan Timur.

Peserta yang dilepas terdiri dari 8 regu putra dan 9 regu putri. Mereka akan mengikuti kegiatan Jambore Dunia 2023 di Sea Man Geum, Korea Selatan, pada 1-12 Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, Kasmidi berpesan kepada para peserta untuk menjaga nama baik Kutai Timur dan Indonesia. Ia juga meminta para peserta untuk menampilkan budaya Kutai Timur di ajang jambore tersebut.

“Saya berharap para peserta dapat menjaga nama baik Kutai Timur dan Indonesia di ajang jambore ini. Tampilkanlah budaya Kutai Timur di ajang jambore ini,” kata Kasmidi.

Pelepasan peserta Jambore Dunia 2023 ini merupakan bukti kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Kutai Timur. Hal ini menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka di Kutim telah mampu menghasilkan anggota-anggota yang memiliki kualitas yang baik.

“Ini merupakan bukti kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Kutai Timur. Semoga ke depannya, Gerakan Pramuka di Kutim dapat terus maju dan menghasilkan anggota-anggota yang berkualitas,” kata Kasmidi.

Peserta Jambore Dunia 2023 dari Kutai Timur ini merupakan hasil seleksi yang ketat. Mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi tingkat kwartir ranting, kwartir cabang, hingga kwartir daerah.

“Para peserta ini merupakan hasil seleksi yang ketat. Mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi,” kata Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kutai Timur Asti Mazar Bulang.

Para peserta Jambore Dunia 2023 ini akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti kegiatan kepanduan, kegiatan budaya, dan kegiatan sosial. Mereka juga akan berkesempatan untuk bertemu dengan peserta dari seluruh dunia.

“Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti kegiatan kepanduan, kegiatan budaya, dan kegiatan sosial. Mereka juga akan berkesempatan untuk bertemu dengan peserta dari seluruh dunia,” kata Asti Mazar.

Jambore Dunia 2023 merupakan ajang pertemuan pramuka dari seluruh dunia. Ajang ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali. (*)

Pemkab Kutim Bagikan Bendera Merah Putih untuk Jaga Semangat Nasionalisme

Pemkab Kutim Bagikan Bendera Merah Putih untuk Jaga Semangat Nasionalisme

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membagikan bendera merah putih kepada perwakilan kepala desa dan Ketua RT se-Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan. Pembagian bendera ini sebagai dukungan atas gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih yang digulirkan Pemerintah Pusat.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (24/7/2023).

Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni mengatakan, pembagian bendera ini diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kutim.

“Kami berharap, seluruh masyarakat dapat memasang bendera merah putih di rumah masing-masing pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang,” ujar Basuni.

Basuni juga berharap, pembagian bendera ini dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan memasang bendera merah putih, kita dapat menunjukkan rasa cinta kita kepada Tanah Air Indonesia,” ucapnya.

Pembagian bendera merah putih ini disambut positif oleh para kepala desa dan Ketua RT. Mereka mengaku senang dengan pembagian bendera ini karena dapat membantu mereka dalam menyebarkan semangat nasionalisme di masyarakat.

“Terima kasih kepada Pemkab Kutim atas pembagian bendera merah putih ini. Kami akan segera memasangnya di rumah masing-masing,” ujar salah satu kepala desa.

Pembagian bendera merah putih ini merupakan salah satu upaya Pemkab Kutim dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

Pemkab Kutim Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan untuk Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Pemkab Kutim Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan untuk Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menyelenggarakan sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bagi tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sosialisasi Wasbang yang mengusung tema ‘Penguatan Ideologi Pancasila, dan Wawasan Kebangsaan mari Kita jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, ini dilaksanakan di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (24/7/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Setkab Kutim Kutim Poniso Suryo Renggono, Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni, serta perwakilan Toga dan Tomas se-Kabupaten Kutim.

Dalam sambutannya, Poniso mengatakan, sosialisasi Wasbang ini penting untuk dilakukan agar para Toga dan Tomas dapat memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Para Toga dan Tomas memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat,” ujar Poniso.

Ponoso juga berharap, para Toga dan Tomas dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Generasi muda adalah penerus bangsa, oleh karena itu penting untuk mereka memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sejak dini,” tuturnya.

Sementara itu, Basuni mengatakan, sosialisasi Wasbang ini dilaksanakan dalam rangka mendukung gerakan 10 juta Bendera Merah Putih yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kutim,” ujar Basuni.

Basuni berharap, seluruh masyarakat Kutim dapat memasang bendera merah putih di rumah masing-masing pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

“Dengan memasang bendera merah putih, kita dapat menunjukkan rasa cinta kita kepada Tanah Air Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi Wasbang ini berlangsung selama dua jam. Para peserta mendapatkan materi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Peserta juga diajak untuk berdiskusi dan saling berbagi pengalaman tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para Toga dan Tomas tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

Warga Sangatta Utara dan Selatan Dapat Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkab Kutim

Warga Sangatta Utara dan Selatan Dapat Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkab Kutim

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membagikan bendera merah putih gratis kepada warga Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Pembagian bendera ini sebagai dukungan Pemkab Kutim atas gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih yang digulirkan Pemerintah Pusat.

Sebanyak 800 bendera merah putih diserahkan secara simbolis oleh Asisten Pemkesra Setkab Kutim Poniso Suryo Renggono dan Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni kepada perwakilan kepala desa dan Ketua RT se Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan pada Senin, 24 Juli 2023 di Bukit Pelangi.

Basuni mengatakan, pembagian bendera ini diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kutim. Ia juga berharap, seluruh masyarakat dapat memasang bendera merah putih di rumah masing-masing pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

“Kami membagikan bendera sebanyak 800 bendera dengan harapan para desa, para RT dapat mengidentifikasi masyarakatnya yang tidak mampu sehingga mereka bisa dibantu dengan memberikan bendera untuk dipasang di bulan Agustus nanti,” ucap Basuni.

Pembagian bendera ini disambut positif oleh warga Sangatta Utara dan Selatan. Mereka mengaku senang dengan pembagian bendera ini karena dapat membantu mereka yang tidak mampu membeli bendera merah putih.

“Alhamdulillah, saya dapat bendera merah putih gratis dari Pemkab Kutim. Terima kasih,” ujar Siti, warga Sangatta Utara. (*)

Bupati Kutim Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Bupati Kutim Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri sosialisasi dan pelatihan (Sospel) inovasi sampah, yang digelar dinas lingkungan hidup (DLH) di Hotel Victoria Sangatta, Rabu (24/7/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah mengulas kilas balik Pemkab Kutim atas keberhasilan mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan pada tahun 2014 silam, hingga sukses meraih piala adipura. Namun disayangkan setelah itu pengelolaan sampah mengendor karena diprediksi sudah tak lagi dianggap sebagai prioritas.

“Sekarang kita pelan-pelan lagi melalui BSU (Bank Sampah Unit), KRPL (Kampung Rukun Pangan Lestari), roda tiga (kendaraan bermotor roda tiga),” terangnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi perhatian serius dari semua pihak. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta mendukung program pembangunan berkelanjutan.

“Kita harus kerja keras dan gotong royong untuk mewujudkan Kutim yang bersih dan nyaman,” tandas Bupati Ardiansyah.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RSPKT) Sangatta dan Tim Pembina Bank Sampah. MoU ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam pengelolaan sampah. (*)

Bupati Kutim Optimis Bank Sampah Bisa Menembus Pasar Global

Bupati Kutim Optimis Bank Sampah Bisa Menembus Pasar Global

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, optimis Bank Sampah di wilayahnya bisa menembus pasar global. Hal ini disampaikannya saat menghadiri sosialisasi dan pelatihan (Sospel) inovasi sampah, yang digelar dinas lingkungan hidup (DLH) di Hotel Victoria Sangatta, Rabu (24/7/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah menyinggung upaya komunitas lokal yang dinilai sukses mendukung program peningkatan ekonomi kerakyatan. Salah satunya, yakni komoditi pisang kepok asal Kaubun, Kutim yang ribuan ton sepanjang tahun 2023, sukses diekspor ke berbagai negara oleh salah satu koperasi pengolah.

“Saya menuggu kapan biji plastik diekspor,” ucap Ardiansyah disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Menurut Bupati Ardiansyah, potensi Bank Sampah di Kutim sangat besar. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 800 ribu jiwa, dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

“Jika dikelola dengan baik, Bank Sampah bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” ujar Bupati Ardiansyah.

Oleh karena itu, Bupati Ardiansyah memberikan dukungan penuh kepada asosiasi dan pengurus Bank sampah Kutim. Ia juga meminta DLH untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. (*)

Bupati Kutim Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Bupati Kutim Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Sangatta, 27 Agustus 2023 – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka di Kutim. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (Pai) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se- Kutim, di Pendopo Rumah Jabatan(Rujab) Bupati Kutim, Senin (24/07/2023).

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini. Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.

“Kurikulum Merdeka memberikan nuansa tersendiri,” ujar Bupati Ardiansyah. “Dengan kurikulum ini, peserta didik dapat lebih aktif dan kreatif dalam belajar.”

Bupati Ardiansyah juga berharap agar para guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik.

“Saya berharap para guru dapat mengimplementasikan kurikulum ini dengan semaksimal mungkin,” harapnya. “Hal ini agar peserta didik dapat meraih prestasi yang lebih baik.”

Bupati Ardiansyah juga menyampaikan bahwa pemerintah Kutim akan terus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pemerintah akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para guru, serta menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan.

“Kami akan terus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” tegas Bupati Ardiansyah. “Kami berharap, kurikulum ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kutim.”

Wabup Kasmidi Bulang: Gulat Tangan Harus Jadi Ikon Kutim, Pemerintah Dukung Penuh

Wabup Kasmidi Bulang: Gulat Tangan Harus Jadi Ikon Kutim, Pemerintah Dukung Penuh

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga gulat tangan di Kutim. Hal ini disampaikan Kasmidi saat membuka turnamen gulat tangan yang diselenggarakan oleh Pengurus Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Cabang Kutim di Sangatta Utara, Sabtu (22/07/2023).

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan gulat tangan ini. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan olahraga gulat tangan di Kutim,” ujar Kasmidi.

Kasmidi mengatakan, pemerintah Kutim berkomitmen untuk mendukung semua cabang olahraga, termasuk gulat tangan. Dia berharap olahraga gulat tangan dapat menjadi ikon baru bagi Kutim.

“Kami akan terus mendukung pengembangan olahraga gulat tangan. Kami juga akan mendorong agar PBFI Kutim dapat menggelar event gulat tangan yang lebih besar lagi,” kata Kasmidi.

Kasmidi juga mengusulkan panitia turnamen gulat tangan untuk melakukan pendekatan atau sosialisasi kepada sekolah-sekolah di Kutim. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga gulat tangan.

“Panitia harus mengajak dan memberikan edukasi agar memahami bagaimana berolahraga yang baik. Karena setiap olahraga itu pasti ada resikonya termasuk gulat tangan ini,” ujar Kasmidi.

Kasmidi mengatakan, olahraga gulat tangan merupakan olahraga rekreasi yang cukup populer di Kutim. Namun, dia menilai masih perlu dilakukan sosialisasi agar lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk berolahraga gulat tangan.

“Kami berharap olahraga gulat tangan dapat menjadi olahraga yang digemari oleh masyarakat Kutim,” kata Kasmidi.

Turnamen gulat tangan yang diselenggarakan PBFI Cabang Kutim diikuti oleh 58 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samboja, Kukar, Samarinda, dan Kutim sendiri. Turnamen ini dibagi menjadi 10 kelas, yaitu kanan (umum) 6 kelas, kidal 2 kelas, dan TNI Polri 2 kelas.

Ketua Panitia pelaksana Firman menyampaikan bahwa turnamen gulat tangan ini merupakan kegiatan yang pertama kali di gelar oleh cabang PBFI Kutim. Dia berharap turnamen ini dapat menjadi awal yang baik untuk pengembangan olahraga gulat tangan di Kutim.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, kami sudah maksimal, konsisten dan komitmen agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar serta semoga kedepan kegiatan olahraga di Kutim semakin jaya,” ungkapnya. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN