Pemkab Kutim Dukung UMKM Lokal Melalui Lokal Market

Pemkab Kutim Dukung UMKM Lokal Melalui Lokal Market

Lokal Market merupakan event tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk mendukung UMKM lokal. Event ini menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk dan jasa mereka. Lokal Market juga menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan kewirausahaan anak-anak muda Kutim.

Pada tahun 2023, Lokal Market digelar di Lapangan Alun-alun (Helipad), Bukit Pelangi, Kutim. Event ini diikuti oleh 80 UMKM lokal dari berbagai bidang, seperti kuliner, kerajinan, dan fashion.

Wakabup Kutim Kasmidi Bulang mengungkapkan bahwa Pemkab Kutim akan terus mendukung UMKM lokal melalui Lokal Market. Menurutnya, event ini sangat positif karena melibatkan anak-anak muda Sangatta untuk terus berkreasi.

“Lokal Market ini wujud pembinaan anak muda kita di Kutim,” ujar Kasmidi Bulang, Sabtu (22/07/2023) malam.

Kasmidi Bulang juga berharap dari kegiatan Lokal Market tersebut, muncul anak-anak muda yang hebat, yang bisa menciptakan kreativitas.

“Mari datang ke Lokal Market, mari berbuat baik untuk Kutim dan Hebat anak-anak muda Kutim,” pungkasnya.

Tulisan ini dapat diakhiri dengan kesimpulan tentang pentingnya dukungan pemerintah terhadap UMKM lokal. UMKM lokal memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Dukungan pemerintah dapat mendorong UMKM lokal untuk berkembang dan meningkatkan perekonomian daerah. (*)

Wabup Kasmidi Jawab Pandum Fraksi soal KUA-PPAS ABPD Kutim 2024

Wabup Kasmidi Jawab Pandum Fraksi soal KUA-PPAS ABPD Kutim 2024

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim), memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi dewan terhadap rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2024.

Tanggapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dalam rapat paripurna ke-19 yang dipimpin Ketua DPRD Kutim Joni, didampingi Wakil Ketua Asti Mazar dan Arfan di ruang sidang utama Gedung DPRD Kutim, Kamis (20/7/2023).

Dalam paparannya, Wabup Kasmidi menjelaskan secara singkat dan padat perihal masukan, saran maupun koreksi yang telah disampaikan terhadap pandangan fraksi dewan.

“Pemkab mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya, atas aspirasi, saran dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi dewan terhadap Rancangan KUA PPAS Kutim Tahun Anggaran 2024,” ujarnya.

Kasmidi menyatakan, masukan – saran dan koreksi serta kritik konstruktif diperlukan dalam menyusun RAPBD 2024, yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih adil dan merata, dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan secara berkualitas dan berkelanjutan.

Menjawab salah satu fraksi, Kasmidi mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi masukan yang juga menjadi komitmen Pemkab Kutim untuk mendorong penambahan APBD tahun 2024, serta menyusun langkah-langkah dan strategi efisien pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan untuk kemudian dievaluasi dari pembangunan sebelumnya.

“Yang telah menjadi pertimbangan kami dalam melaksanakan penyempurnaan dan kegiatan selanjutnya dengan pentingnya penyajian data KUA dan PPAS tahun 2024 dengan baik dan praktis sehingga kami akan menjelaskan selanjutnya,” ucapnya.

Kasmidi juga menanggapi pandangan umum fraksi lainnya yang meminta agar segera dilakukan evaluasi terhadap progres dari proyek yang ada, sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur yang akan dilaksanakan di Kutim.

Tanggapan lain pemerintah yang juga disampaikan yakni masukan fraksi dewan terkait program yang memberikan lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan bagi masyarakat.

“Agar dapat secara bersama-sama mengawal proses pembangunan agar terlaksana sebagaimana yang telah direncanakan,” kata Kasmidi.(adv/Irs).

Wakil Bupati Kutim: Agenda Rapat dan Perjalanan Dinas Harus Dioptimalkan

Wakil Bupati Kutim: Agenda Rapat dan Perjalanan Dinas Harus Dioptimalkan

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang, menanggapi kritik Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, yang membandingkan progres pekerjaan fisik dengan perjalanan dinas para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

Kasmidi mengatakan, kritik tersebut perlu menjadi koreksi bagi pemerintah. Ia akan mengoreksi agenda-agenda rapat pertemuan pemerintah daerah.

“Mungkin lebih bagus dan lebih bijak semua program kegiatan itu di Kutim saja, artinya dari sisi ekonomi perputaran uang ada disini dan usaha-usaha masyarakat kita bisa hidup, seperti hotel dan penginapannya,” ujarnya, Kamis (20/7/2023).

Kasmidi menjelaskan, perjalanan dinas memang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan tertentu, seperti studi tiru atau kunjungan ke daerah yang lebih maju. Namun, ia meminta agar perjalanan dinas tersebut dioptimalkan.

“Kita juga harus realistis melihat keadaan, tapi kalau umpannya hanya sekedar ngumpul dan di sini (Kutim) juga ada fasilitasnya, yah lebih baik di sini aja,” ujarnya.

Kasmidi menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya untuk meningkatkan penyerapan anggaran dan pembangunan di Kutim. Ia berharap, dengan optimalisasi agenda rapat dan perjalanan dinas, pembangunan di Kutim dapat berjalan lebih cepat dan efisien. (*)

Tahun Baru Islam di Kutim Bakal Diisi Tabligh Akbar bersama Dai Kondang UAS

Tahun Baru Islam di Kutim Bakal Diisi Tabligh Akbar bersama Dai Kondang UAS

LATESBONTANG – Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445, Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Kutai Timur (Kutim) akan mengadakan Tabligh Akbar demgan menghadirkan Ustad Prof.H.Abdul Somad, LC.D.E.S.A,Ph.D atau familiar dipanggil UAS. Agenda ini rencananya dihelat di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, pada Minggu (30/7/2023) malam.

Terkait ini, Bupati Kutim Drs.H.Ardiansyah Sulaiman, M. Si memberikan dukungan penuh. Atas nama Pemkab Kutim, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir mendengarkan tausiah dari Dai kondang UAS.

Selain mendapatkan pemahaman tentang Agama oleh ahlinya, menurut orang nomor satu di Kutim ini, kegiatan tersebut dapat juga menjadi ajang silaturahmi.

Dituturkan Ardiansyah Sulaiman, istilah silaturahmi ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, dan silaturahmi diwajibkan tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Ia mengisahkan hubungan Asma binti Abu Bakar dan Qutailah binti Abdul Uzza—ibunya yang berbeda keyakinan. Asma ragu menemui ibu kandungnya tersebut, dan ia bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku dan dia sangat ingin aku berbuat baik padanya. Apakah aku harus tetap menjalin hubungan dengan ibuku?” Rasulullah menjawab, “Ya, sambunglah silaturahim dengannya.”

Dari kisah tersebut, Ardiansyah Sulaiman membaca adanya keutamaan dalam menjalin silaturahmi. Silaturahmi merupakan anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya, agar hubungan baik sesama manusia tetap terjalin. Selain itu, silaturahmi memudahkan rezeki dan memanjangkan umur.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, Tabligh Akbar ini penting dilaksanakan agar pemahaman kita tentang Agama menjadi bertambah sehingga dapat meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala,” ucapnya.

Lagi ditambah kannya ” Ayo mari kita warga masyarakat Kutim jangan sampai tidak hadir, karena disana nanti kita bisa bersilaturahmi juga.
Silaturahmi yang sesungguhnya berarti hubungan kasih sayang, apabila manusia yang terlepas dari jalinan silaturahmi adalah manusia yang kehilangan esensi hidupnya. Maka dia juga akan kehilangan sumber kasih sayang terbesar dari Allah SWT,” tambah Ardiansyah Sulaiman.

Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Kerukunan Keluarga Pinrang Kutim, dan seluruh susunan panitia pelaksana Tabligh Akbar. Harapannya agar kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan dengan mendatangkan tokoh-tokoh Agama yang ahli dibidangnya.

Terpisah, Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang Nirwan Rais mengucap terimakasih kepada Bupati Kutai Timur Drs.H.Ardiansyah Sulaiman, M.Si baik sebagai personal dan sebagai Bupati.

“Memang kami Kerukunan Keluarga Pinrang yang menginisiasi kegiatan Tabliq Akbar ini, sehingga kami berhasil mendatangkan Ustad kondang Abdul Somad.Tetapi Bupati juga berperan penuh dan secara aktif guna memperlancar dalam prosesnya sehingga semua bisa dapat berjalan dan lancar nantinya,” pungkas Ketua KKP.(*).

Dapat Seragam Sekolah Gratis, Murid TK dan SD YPPSB Sangatta Jalani MPLS

Dapat Seragam Sekolah Gratis, Murid TK dan SD YPPSB Sangatta Jalani MPLS

LATESBONTANG – Murid baru TK dan SD di Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) Sangatta tampak semangat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung, Selasa (18/7/2023).

Menambah semangat murid baru di yayasan tersebut, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyerahkan secara simbolis bantuan berupa seragam sekolah kepada murid TK A dan Kelas 1 SD.

Kunjungan istri Bupati Kutim itu ke YPPSB, dalam rangka monitoring pelaksanaan MPLS. Memantau sejauh mana kegiatan MPLS dan memastikan berjalan dengan aman dan lancar serta dengan rasa yang bahagia.

“Ini sudah yang kesekian kalinya, sesuai dengan tupoksi Bunda PAUD untuk mengawal MPLS dijalankan di tiap sekolah, baik PAUD maupun SD. Terutama SD yang sekolah awal,” ucapnya.

Untuk transisi PAUD ke SD, kata dia, sasarannya PAUD dan anak SD yang kelas satu dan kelas dua.

“Jadi yang kita didatangi, yang melaksanakan pembelajaran baru atau pertama masuk sekolah untuk anak-anak,” ungkap Siti Robiah.

Kepala Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Kutim Ahmad Junaidi mengatakan, pihaknya memberikan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada murid baru masuk sekolah. Ini sesuai dengan jumlah murid baru yang masuk, dan dari Disdikbud masih menunggu data ukuran siswa baru dari masing-masing sekolah untuk seragam wajib.

Ahmad Junaidi juga mengungkapkan Disdikbud Kutim tengah memproyeksikan program seragam olahraga gratis tahun depan.

“Untuk kelas siswa kelas 2 ke atas, sesuai arah kebijakan kita tetap dapat seragam gratis. tapi bagi siswa yang kurang mampu, termasuk beasiswa Kutim Tuntas. Anak SD dan SMP tetap dapat,” ungkapnya.

Direktur YPPSB Wariadi menyambut baik kedatangan Bunda Paud yang memantau sejauh mana kegiatan MPLS, memastikan berjalan dengan aman dan lancar serta dengan rasa yang bahagia. Pihaknya, secara per unit telah melakukan MPLS sejak kemarin. Baik tingkat TK, SD, SMP maupun jenjang SMA.

“Konsep yang kami berikan itu adalah proses pendidikan yang menyenangkan bahkan ada beberapa anak-anak yang tidak mau pulang sebelum puas bermain. Dengan transisi menyenangkan ini, anak-anak bisa mengembangkan minat dan bakatnya tanpa ada beban,” jelasnya.(adv/Irs).

Rapat Paripurna, Bupati Ardiansyah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Kutim 2024

Rapat Paripurna, Bupati Ardiansyah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Kutim 2024

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengemukakan, dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024, didasarkan pada peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Selanjutnya, kata dia, peraturan menteri Dalam Negeri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodifikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

“Sistem aplikasi yang dipakai dalam seluruh tahapan penyusunan APBD tahun anggaran 2024 ini adalah aplikasi sistem pemerintahan daerah yang diamanatkan peraturan menteri Dalam Negeri Permendagri nomor 70 tahun 2019 tentang sistem informasi pemerintah daerah atau Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD),” ujar Ardiansyah pada rapat paripurna ke XIV membahas nota penjelasan pemerintah tentang rancangan KUA PPAS APBD 2024, Selasa (11/07/2023).

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari serangkaian langkah awal di dalam penyusunan anggaran APBD Kutim sebagai rencana keuangan tahunan Pemkab Kutim yang rencananya bisa didiskusikan dan disetujui nantinya oleh Pemkab Kutim bersama dengan DPRD Kutim ,pada saat pembahasan nantinya

“Berbagai kegiatan daerah yang terkait dengan hak dan kewajiban daerah, penting untuk diwujudkan guna memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Kutim,” papar Bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab Kutim telah mengangkat tema pembangunan ke depan untuk tahun 2024 yaitu penguatan struktur ekonomi guna mendukung perekonomian daerah.

Lanjutnya, keterkaitan antara sasaran program dan kegiatan antar organisasi perangkat daerah (OPD) Keselarasan ini bertujuan agar implementasi anggaran dapat dilaksanakan secara lebih efisien.

“Semua hal ini dirumuskan di dalam rancangan KUA dan PPAS APBD tahun anggaran 2024. Kami memohon kesediaan DPRD Kutim untuk menyepakati apa yang telah diusulkan di dalam dokumen-dokumen tersebut, sebagai dasar penyusunan rancangan peraturan daerah Kutai Timur tentang APBD Timur tahun anggaran 2024,” tutup Ardiansyah.(adv/Irs).

Wabup Kasmidi Jelaskan Soal Proyeksi APBD Kutim 2024 Rp8,1 Triliun

Wabup Kasmidi Jelaskan Soal Proyeksi APBD Kutim 2024 Rp8,1 Triliun

LATESBONTANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) tahun 2024 diproyeksi naik sebesar Rp8,1 triliun lebih. Proyeksi ini tertuang dalam Nota Penjelasan Pemerintah mengenai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2024, yang kemudian ditanggapi fraksi-fraksi dewan dalam rapat Paripurna ke-18 di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Senin (17/7/2023).

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menjelaskan kenaikan tersebut salah satunya disebakan oleh dana perimbangan jenis Dana Bagi Hasil (DBH) sektor batubara yang juga bertambah. Ia pun menganggap hal itu sebagai rezki yang tak terduga, ibarat Kutim ketiban durian runtuh.

“Kita ada namanya sharing profit, Alhamdulillah itu bagian daripada, kalau boleh dikata mungkin durian runtuh bagi rezeki masyarakat Kutai Timur,” ucap Kasmidi.

Penyebab kedua, menurut Kasmidi, disebakan oleh pendapatan DBH dari sektor perkebunan. Seperti diketahui, Kutim merupakan salah daerah penghasil Perkebunan Kelapa Sawit terbesar di Kaltim. DBH sektor kelapa sawit sendiri telah diatur dalam Undang-Undang (UU) No 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang disahkan pada Januari 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Kutim belum menerima pendapatan dari sekotor tersebut, kini saatnya bisa menuai hasil, sebagai bagian dari pendapatan daerah.

Selanjutnya, kata Kasmidi, kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024 berasal dari dana kurang salur.

“Ada memang sisi dana kurang salur yang selama ini tidak diberikan secara full dan itu bagian dari hutang pemerintah pusat kepala daerah (PD), itu semua disalurkan di tahun ini,” bebernya.

Kasmidi menilai kenaikan proyeksi APBD Kutim tidak lepas dari kinerja dan peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, yang bisa mengejar sumber-sumber yang memang menjadi hak daerah. Ini prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

“Jadi bagian dari prestasi dan sumbernya itu ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, yang bisa mengejar sumber-sumber yang memang menjadi hak daerah Kutim,” jelas Kasmidi.

“Seperti yang saya bilang tadi dari sisi kurang salur, itu membuat transfer dari pusat melebihi target kita tahun ini dan berharap kita, tahun depan semua yang menjadi hak-hak kita bisa di salurkan. Makanya di tahun 2024 kita start di angka 8,1 triliun,” tutup Kasmidi.(adv/Irs).

Jamaah Haji Kutim Kembali ke Tanah Air, Bupati: Jadilah Pelopor Perubahan

Jamaah Haji Kutim Kembali ke Tanah Air, Bupati: Jadilah Pelopor Perubahan

Rombongan jamaah haji Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 tiba di Sangatta, Senin (17/7/2023) dini hari. Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Masjid Agung Al Farouk Sangatta.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengucapkan selamat datang kepada jamaah haji Kutim yang telah kembali ke Tanah Air. Ia juga mendoakan agar jamaah haji tersebut menjadi haji yang mabrur.

“Selamat datang di tanah air, selamat berkumpul dengan keluarga, dan semoga bisa berangkat haji lagi,” ucap Bupati Ardiansyah.

Bupati Ardiansyah juga berharap agar jamaah haji Kutim dapat menjadi pelopor perubahan di masyarakat. Ia meminta agar jamaah haji dapat membagikan pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan selama menunaikan ibadah haji.

“Semoga jamaah haji Kutim dapat menjadi pelopor perubahan di masyarakat. Jadilah teladan dan panutan bagi kita semua,” harap Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, Ketua Kloter Sobirin Bagus melaporkan bahwa jamaah haji Kutim yang meninggal dunia di Tanah Suci sebanyak 1 orang. Ia juga menyampaikan bahwa jamaah haji Kutim yang kembali ke Tanah Air berjumlah 171 orang.

“Semoga jamaah haji Kutim yang telah kembali ke Tanah Air dapat menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” tutup Sobirin. (*)

Bapenda Kutim Berhasil Kejar Dana-Dana yang Menjadi Hak Daerah Dapat Apresiasi dari Pemkab

Bapenda Kutim Berhasil Kejar Dana-Dana yang Menjadi Hak Daerah Dapat Apresiasi dari Pemkab

Kutim, 28 Agustus 2023 – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang, mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim yang dinilai telah berhasil mengejar dana-dana yang menjadi hak daerah.

“Saya mengapresiasi kinerja Bapenda Kutim yang telah berhasil mengejar dana-dana yang menjadi hak daerah,” ujar Kasmidi, Senin (17/7/2023).

Menurut Kasmidi, kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024 tidak lepas dari kinerja dan peran Bapenda Kutim. Ia menjelaskan, Bapenda Kutim telah berhasil mengejar dana perimbangan jenis Dana Bagi Hasil (DBH) sektor batubara dan kelapa sawit.

“Dana perimbangan jenis DBH sektor batubara dan kelapa sawit merupakan sumber pendapatan daerah yang cukup besar. Bapenda Kutim telah bekerja keras untuk mengejar dana-dana tersebut,” ucap Kasmidi.

Selain itu, Bapenda Kutim juga berhasil mengejar dana kurang salur yang selama ini belum diberikan secara full oleh pemerintah pusat.

“Ada memang sisi dana kurang salur yang selama ini tidak diberikan secara full dan itu bagian dari hutang pemerintah pusat kepala daerah (PD), itu semua disalurkan di tahun ini,” beber Kasmidi.

Kasmidi berharap, dengan kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada tema pertama, saya menulis ulang berita tersebut dengan fokus pada kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024. Saya menggunakan gaya penulisan yang lebih informatif dan ringkas. Saya juga menambahkan beberapa informasi tambahan, seperti jumlah kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024.

Pada tema kedua, saya menulis ulang berita tersebut dengan fokus pada kinerja Bapenda Kutim. Saya menggunakan gaya penulisan yang lebih deskriptif dan naratif. Saya juga menambahkan beberapa informasi tambahan, seperti upaya-upaya yang dilakukan Bapenda Kutim untuk meningkatkan pendapatan daerah. (*)

Kutim Terima DBH Sektor Batubara dan Kelapa Sawit, APBD 2024 Diproyeksikan Capai Rp8,1 Triliun

Kutim Terima DBH Sektor Batubara dan Kelapa Sawit, APBD 2024 Diproyeksikan Capai Rp8,1 Triliun

Kutim, 28 Agustus 2023 – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang, memuji kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim yang dinilai memiliki peran penting pada peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024 tidak lepas dari kinerja dan peran Bapenda Kutim,” ujar Kasmidi, Senin (17/7/2023).

Menurut Kasmidi, kenaikan pendapatan daerah salah satunya disebakan oleh dana perimbangan jenis Dana Bagi Hasil (DBH) sektor batubara yang juga bertambah. Ia pun menganggap hal itu sebagai rezki tak terduga, ibarat Kutim sedang ketiban durian runtuh.

“Kita ada namanya sharing profit, Alhamdulillah itu bagian daripada, kalau boleh dikata mungkin durian runtuh bagi rezeki masyarakat Kutai Timur,” ucap Kasmidi.

Penyebab kedua, menurut Kasmidi, disebakan oleh pendapatan DBH dari sektor perkebunan.

“Sumber kedua APBD Kutim berasal dari pajak kebun, yang mungkin beberapa tahun yang lalu tidak ada, namun di tahun ini mulai diterapkan dan ini juga bagian dari pendapatan daerah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kutim merupakan salah daerah penghasil Perkebunan Kelapa Sawit terbesar di Kaltim. DBH sektor kelapa sawit sendiri telah diatur dalam Undang-Undang (UU) No 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang disahkan pada Januari 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Kutim belum menerima pendapatan dari sekotor tersebut, kini saatnya bisa menuai hasil, sebagai bagian dari pendapatan daerah.

Kasmidi berharap, dengan kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN