Pemkab Kutim Siap Hadapi Tantangan Transisi PAUD-SD

Pemkab Kutim Siap Hadapi Tantangan Transisi PAUD-SD

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap menghadapi tantangan transisi PAUD-SD. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Tahun 2023.

“Bimtek ini merupakan upaya konkret dan nyata dari Pemkab Kutim untuk mendukung program tersebut,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Bimtek yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim ini diikuti oleh 300 peserta dari 10 kecamatan di Kutim. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk membekali para guru TK dan SD dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan.

“Dengan konsep menyenangkan inilah, diharapkan anak-anak kita, bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dan mereka tidak dipaksakan. Proses tidak memaksa inilah yang wajib dipahamkan kepada pengajar atau guru,” kata Ardiansyah, Minggu (16/07/2023).

Pemkab Kutim berkomitmen untuk mendukung program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan program prioritas nasional Merdeka Belajar Episode ke-24 tentang Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

“Kami berharap, Bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman guru TK dan SD tentang konsep pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat menikmati proses belajar dan tidak merasa tertekan,” harap Ardiansyah.

Pemkab Kutim juga berharap, Bimtek ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. Dengan demikian, anak-anak Kutim dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pemkab Kutim Apresiasi Bimtek Transisi PAUD-SD

Pemkab Kutim Apresiasi Bimtek Transisi PAUD-SD

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengapresiasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Tahun 2023. Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim ini diikuti oleh 300 peserta dari 10 kecamatan di Kutim.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, Bimtek ini merupakan terobosan ide dari Disdikbud Kutim dalam masa transisi. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak usia dini agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dasar.

“Bimtek ini sangat luar biasa dan saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Agar menjadi satu ke pemahaman, maka dilaksanakan Bimtek dan nampaknya hanya Kutim yang melaksanakan,” ungkap Ardiansyah Sulaiman, Minggu (16/07/2023).

Ardiansyah Sulaiman berharap, Bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman guru TK dan SD tentang konsep pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat menikmati proses belajar dan tidak merasa tertekan.

“Dengan konsep menyenangkan inilah, diharapkan anak-anak kita, bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dan mereka tidak dipaksakan. proses tidak memaksa inilah yang wajib dipahamkan kepada pengajar atau guru,” tandasnya. (*)

Usai Dilantik Bupati, Forum DAS Kutim Hijaukan Pantai Teluk Lingga

Usai Dilantik Bupati, Forum DAS Kutim Hijaukan Pantai Teluk Lingga

LATESTBONTANG – Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kutai Timur (Kutim) memiliki cara unik, untuk memberi kesan istimewa di momentum pelantikan pengurus baru periode 2023-2027. Bukannya di gedung, namun pelantikan itu dihelat di kawasan pantai, lalu dilanjukan dengan aksi penghijauan berupa penanaman bibit pohon mangrove.

Pelantikan pengurus Forum DAS Kutim yang dirangkai dengan aksi peduli lingkungan tersebut dilakukan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di kawasan Pantai Teluk Lingga Sangatta, Sabtu (15/7/2023) sore.

Dalam arahannya, Ardiansyah menyatakan, dengan dilantiknya kepengurusan Forum Koordinasi Pengelolaan DAS periode 2023-2027, besar harapan agar dapat mengemban tugas dan amanah yang telah diberikan dengan penuh rasa tanggungjawab. Melalui tata kelola DAS secara terpadu untuk mendukung program Pemkab Kutim.

“Forum DAS ini saya mohon lebih banyak memberikan informasi-informasi kepada pemerintah terkait dengan persoalan-persoalan daerah aliran sungai kita di Kutai Timur,” ujarnya.

Terkait mangrove, Ardiansyah menjelaskan bahwa pohon bakau tersebut mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar, selain pohon lainnya seperti gambut atau hutan gambut. Magrove membantu manusia dalam mendapatkan iklim dan cuaca yang paling nyaman untuk mencegah bencana alam.

‘Karenanya terkait dengan mangrove ini memang perlu kita lakukan penanaman, pemeliharaan dan seterusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum DAS Kutim Suprihanto yang mewakili seluruh pengurus forum DAS mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran semua pihak, khususnya seluruh dewan pengarah, tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Dia mengatakan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan peraturan pemerintah nomer 37 tentang pengelolaan daerah aliran sungai
Forum DAS.

Di Kutim, kata dia, Forum DAS dibentuk karena dirasakan adanya penurunan kualitas sumber daya alam terutama di kawasan DAS. “Forum koordinasi pengelolaan DAS ini sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 2014 sehingga kami memasuki periode yang ketiga,” jelas Suprihanto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Ketua Forum Pengelolaan DAS Kaltim diwakili oleh Antoni, Kodim 0909/KTM diwakili oleh Letda Kav Hani Akhyat, Lanal Sangatta diwakili oleh Lettu Laut Siswanto, Polres Kutim diwakili oleh Iptu Suparmin.

Selanjutnya, hadir Camat Se Kutim, Perwakilan PKK Kutim, Perwakilan Perusahaan, Perwakilan Mahasiswa STIPER, Perwakilan Paguyuban, Perwakilan Ormas, Perwakilan SMAN 1 Sangatta Utara, Perwakilan SMAN 2 Sangatta Utara, Perwakilan SMK 2 Sangatta Utara, dan tamu undangan lainnya. (adv/IRS)

Gebyar Harkopnas Kutim Berlangsung Sukses dan Meriah

Gebyar Harkopnas Kutim Berlangsung Sukses dan Meriah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menutup secara resmi rangkaian kegiatan perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang Ke- 76, yang telah diselenggarakan selama 10 hari sebelumnya di Lapangan Helipad, depan Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sabtu (15/07/2023) malam.

Kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Darsafani, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Sulastin, Kepala Bidang Perekonomian Setkab Kutim Vita Nurhasanah, Kabid UMKM Pasombaran, Ketua TP PKK Siti Robiah dan tamu undangan lainnya, berlangsung sukses dan meriah.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Harkopnas telah berakhir, tetapi untuk kegiatan Bazar (Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih ada 10 titik lagi yang akan diselenggarakan.

“Acara ini termasuk dalam program bazar UMKM 18 titik se Kutim yang di selenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kutim dan ini merupakan titik yang ke delapan,” ucap Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Bupati Ardiansyah Sulaiman juga mengungkapkan berdasarkan data dari Genpro dan Diskop UKM, ada 11 UMKM yang pada tanggal 19 Juli 2023 akan di bawah produknya ke Bali dalam rangkaian bazar atau Expo yang akan digelar Bali.

“Semoga saja produk Kutai Timur yang akan dibawa ke Bali untuk dipamerkan mendapatkan peminat, baik yang berada lokal maupun mancanegara. sehingga keinginan kita masuk di global market atau pasar global mendapatkan lebih banyak peluang lagi,” harapnya.

Dirinya juga berbangga, karena sesungguhnya Kutim pada bulan Juli ini, sudah mendapatkan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) yang telah diperjuangkan oleh Dinas perdagangan Kutim, yang artinya sudah berhak untuk mengeluarkan barang sendiri.

“Nantinya manakala barang itu diminati dari luar negeri, kita sudah bisa keluarkan produk sendiri dari Kutai Timur,” ungkapnya.

Yang tidak kalah penting, Lanjut Bupati Ardiansyah SKAB itu harus dimanfaatkan agar produk Kutim tidak hanya beredar di Asia Tenggara, tapi bisa juga beredar di beberapa negara-negara yang lainnya.

“Nah ini adalah hal yang sangat menarik dan sudah barang tentu SKAB ini juga bisa memberikan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) nantinya bagi Kutai Timur,” pungkasnya.

Keberhasilan Gebyar Harkopnas Kutim ini merupakan hasil kerja keras dan sinergisitas dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Kutim memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.

Pemkab Kutim berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM, salah satunya dengan memberikan fasilitasi berupa pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Selain itu, Pemkab Kutim juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk UMKM Kutim agar dapat bersaing di pasar global. (*)

Bupati Kutim Harap Mahasiswa KKN STIPER Terapkan Ilmu Kuliah Bantu Masyarakat

Bupati Kutim Harap Mahasiswa KKN STIPER Terapkan Ilmu Kuliah Bantu Masyarakat

LATESTBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman secara resmi melepas keberangkatan 90 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) untuk ditempatkan di Kecamatan Sangkulirang. Ia meminta agar mahasiswa KKN ini bisa menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelepasan mahasiswa KKN STIPER dilangsungkan di halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Jumat (14/7/2024) pagi.

“Pesan saya, KKN ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, apalagi di bidang pertanian yang selama ini menjadi salah satu program pendidikan unggulan STIPER Kutim,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan, Pemkab Kutim tengah fokus mendorong peningkatan pertanian, baik dari sisi holtikultura, persawahan dan lain sebagainya.

“Diharapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan lewat pengabdian kepada masyarakat selama melakukan KKN,” ujarnya.

Selain pertanian, kata dia, bidang peternakan pun tidak kalah penting di Kutim yang diwacanakan sebagai sentra ayam potong dan kambing untuk pemenuhan kebutuhan daging di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Besar harapan saya baik jurusan pertanian, peternakan atau bidang studi lainnya dapat memberikan kontribusi baik pada masyarakat di lokasi KKN,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KKN STIPER Kutim, Suharlina mengatakan kegiatan KKN akan dilangsungkan selama 45 hari, di delapan desa di Kecamatan Sangkulirang.

“Delapan Desa tersebut diantaranya Desa Pulau Miang, Kolek, Sempayau, Saka, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera dan Desa Peridan. Anak-anak kita sebar ke 8 desa ini, dengan program KKN masih terfokus pada pertanian secara umum,” tuturnya.

Suharlina menjabarkan, mahasiswa yang diturunkan dalam KKN 2023 ini, terdiri dari 5 program studi dan 2 konsentrasi studi.

“Ada Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Kelautan, Kehutanan, Budidaya Kelautan dan Teknik Pertanian,” pungkasnya. (adv/Irs).

Sosperda, Camat Sangatta Utara Ajak Ketua RT hingga Kades Melek Trantibum

Sosperda, Camat Sangatta Utara Ajak Ketua RT hingga Kades Melek Trantibum

LATESBONTANG – Gelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi ajak ketua RT, kepala desa dan lurah melek regulasi dan menjadi ujung tombak ketentraman dan ketertiban Umum (Trantibum). Acara digelar di ruang rapat Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (13/7/2023).

Hasdiah menyatakan, dengan adanya sosialiasi ini diharapkan para RT, desa dan lurah dapat memahami Perda Kutim Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, ” karena sebagai unjung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama tingkat RT,” ujarnya.

Hasdiah meyakini, dengan pemahaman dan partisipasi aktif dari RT, kades dan lurah, maka ketentraman dan ketertiban umum di setiap daerah akan semakin lebih baik.

“Karena jika tidak memahami Perda tersebut apabila ada permasalahan di tengah-tengah masyarakat tidak bisa diselesaikan secara preventif atau pencegahan,” jelasnya.

Namun sebaliknya, kata dia, apabila RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat paham peraturan dan jenis pelanggaran, maka permasalahan dan pelanggaran yang muncul hingga meresahkan dan merugikan masyarakat dapat cepat tertangani.

“Permasalahan ini dapat diteruskan kepada OPD/Instansi terkait,” papar Hasdiah.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Devianto yang menyampaikan materi menyatakan, Perda Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum untuk mengantisipasi timbulnya dampak-dampak negatif dari perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kutim.

“Perda ini untuk mewujudkan terpeliharanya ketentraman, ketertiban dan keindahan di Kutim, sehingga dapat tercipta masyarakat aman sejahtera dan makmur,” tuturnya. (adv/Irs).

Dampingi Bupati Kutim Tinjau Kegiatan MPLS, Ini Kata Kadisdikbud

Dampingi Bupati Kutim Tinjau Kegiatan MPLS, Ini Kata Kadisdikbud

LATESBONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono telah melakukan monitoring pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan mengunjungi sejumlah sekolah jenjang jenjang TK, SD dan SMP. Ini berkenaan dengan penerimaan siswa-siswi baru tahun ajaran 2023/2024.

Dalam monitoring hari pertama, Senin (10/7/2023), Mulyono mengaku tengah mendampingi Bupati dan Buda PAUD Kutim.

“Jadi dihari pertama pelaksanaan MPLS, saya mendampingi bapak Bupati dan Bunda PAUD melakukan kunjungan ke beberapa sekolah baik jenjang TK, SD dan SMP. Alhamdulillah berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan, ” ucap Mulyono saat ditemui awak media, Rabu (12/07/2023).

Mulyono mengungkapkan waktu pelaksanaan MPLS di tiap sekolah, disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, contohnya, untuk siswa yang baru masuk di kelas 1 SD kegiatan MPLS berlangsung selama dua minggu.

“Untuk kelas dua selama seminggu dan untuk kelas 3 keatas MPLS berlangsung selama tiga hari,” ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Kemendikbud Ristek) yang meminta setiap daerah untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan terutama di jenjang transisi PAUD ke SD.

“Nah, dalam prakteknya setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan termasuk sistem belajarnya juga ada sedikit perubahan dan yang terpenting tidak ada lagi kewajiban harus bisa baca tulis dan berhitung (calistung) terutama untuk anak didik baru,” ujarnya.

Pengenalan calistung khususnya untuk anak didik baru, setiap sekolah bisa di lakukan dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan, akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal.

“Ini tidak boleh di paksa untuk sudah bisa calistung, termasuk misalnya di kelas dua belum bisa, kita masih berikan toleransi,” pungkasnya.(adv).

BKPSDM Kutim Laksanakan Pembekalan Ujian Dinas Pegawai

BKPSDM Kutim Laksanakan Pembekalan Ujian Dinas Pegawai

LATESBONTANG – Rabu (12/7/2023), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim bersama BKN Regional VIl Banjarmasin mengadakan pembukaan dan pembekalan bagi 159 pegawai di lingkungan Pemkab Kutim yang akan mengikuti Ujian Dinas. Pelaksanaan Ujian Dinas merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat regular golongan ASN.

Pembekalan ujian dinas ini digelar dua hari, hingga 13 Juli 2023 dan dibuka di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (12/7).

Dalam paparannya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setkab Kutim Tejo Yuwono menyatakan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2022 menyatakan bahwa kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja dan pengabdian PNS kepada negara, maka kenaikan seyogyanya diberikan secara adil dengan mekanisme yang berdasarkan asas kompetensi.

“Kita semua berharap agara berbagai upaya dan langkah yang telah dijalankan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang bekerjasama dengan Kantor Regional VII BKN Banjarmasin bisa bermanfaat untuk mendorong pengembangan karier saudara sekalian,” ucap Tejo Yuwono di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (12/7).

Tejo Yuwono menjelaskan bahwa peserta ujian akan dibekali dengan berbagai materi yang nantinya akan diujikan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

“Saya harap para peserta ujian agar benar-benar mengikuti pelaksanaan pembekalan dan ujian ini dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Tejo Yuwono menyampaikan terima kasih kepada Kantor Regional VII BKN Banjarmasin yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga dengan adanya ujian ini, akan terwujud SDM Aparatur yang lebih berkompeten dan professional dalam tugas-tugas pelayanan publik yang prima,” ujarnya.

Lewat siaran daring aplikasi zoom, Kepala Kantor Regional VII BKN Banjarmasin A. Darmuji mengatakan, ujian dinas digelar dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pembinaan PNS yang berdasarkan sistem prestasi dan sistem karier.

“Kita ketahui bahwa, pangkat ini menunjukkan kedudukan, yang menunjukkan tingkat. Dimana seorang PNS berdasarkan catatannya, dalam rangkaian susunan kepegawaian dan ini digunakan sebagai dasar dalam penggajian,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikana atas dasar prestasi dan pengabdian PNS terhadap negara. Adapun materi-materi yang disusun dalam SE BKN, untuk ujian dinas tingat I, jenis tes terdiri dari tes wawasan kebangsaan, tes wawasan umum dan substansi-substansi.

“Untuk dinas yang tingkat II, itu ditambahkan adanya tes kompetensi manajerial, sehingga dia sebagai calon pembina mampu dan memiliki kompetensi manajerial yang baik,” terangnya.

Sementara itu, Plh Kepala BKPSDM Kutim Akhmad Tarmiji dalam sambutannya menyampaikan dasar hukum dari penyelenggaraan ujian dinas tersebut yakni Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Kenaikan Pangkat PNS.

“Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS dan Surat Keputusan Bupati Tentang Pedoman Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat,” paparnya.

Akhmad Tarmiji juga menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Tim BKN Regional VIII Banjarmasin yang sudah memfasilitasi ujian dinas tersebut.

“Jumlah peserta yang ikut ujian hari ini ada 159 orang PNS Kabupaten Kutim dan 1 orang PNS dari Kota Bontang. Jadi totalnya ada 160 yang mengikuti kegiatan pembekalan dan ujian dinas ini,” pungkasnya. (adv/I).

Kutim Akhirnya Miliki Perda Perlindungan Perempuan

Kutim Akhirnya Miliki Perda Perlindungan Perempuan

LATESBONTANG – Setelah melalui pembahasan dan tahapan lainnya, akhirnya DPRD dan Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan Perempuan menjadi peraturan daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Sekretariat DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (11/7/2023).

Pengesahan Perda inisiatif dewan itu dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang bertindak untuk dan atas nama Pemkab Kutim, Ketua DPRD Kutim Joni, Wakil Ketua 1 DPRD Asti Mazar, Wakil Ketua II DPRD 2 Arfan dalam hal ini bertindak atas nama DPRD Kutim

“Pemerintah daerah secara umum menyambut baik perda ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dewan atas segala peran-sertanya sehingga Raperda ini dapat terselesaikan sesuai jadwal yang sudah diagendakan menjadi perda,” ucap Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Sementara itu, Anggota DPRD Kutim Hasbullah Yusuf selaku Sekertaris Pansus Perda menyatakan, perlindungan perempuan adalah segala upaya yang ditujukan untuk melindungi perempuan. Rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya memberikan perhatian yang konsisten simpati yang ditunjukkan untuk mencapai kesetaraan gender. Salah satu upaya untuk menguatkan perlindungan perempuan adalah dengan membantu pembuatan kebijakan publik soal perempuan salah satu bentuknya adalah dengan menerbitkan Peraturan daerah tentang perlindungan perempuan

Ia mengatakan, tujuan perlindungan perempuan, selain mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan juga memberikan rasa aman bagi perempuan dalam menjalankan aktivitas kesehariannya dalam konstitusi hak-hak atas Rasa aman terhadap dijamin pada pasal 28j ayat 1 undang-undang Dasar 1945 perempuan ini mengamanatkan pada negara untuk menjamin kenikmatan hak Perbedaan gender

“Raperda tentang perlindungan perempuan ini merupakan inisiatif DPRD Kabupaten Kutai Timur alasannya dilakukan oleh panitia khusus yang dibentuk melalui surat keputusan Nomor 10 Tahun 2022, 2022 tertanggal 15 Juli 2022,” beber Hasbullah. (adv).

Buka TMMD ke-117, Ini Kata Bupati Kutim

Buka TMMD ke-117, Ini Kata Bupati Kutim

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-117 Kodim 0909/KTM di Kecamatan Kongbeng.

Pembukaan digelar dalam suatu upacara di lapangan Jalan Kelapa Gading No. 1, Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Rabu (12/7/2023).

Pembukaan TMMD ke-117 ini ditandai penandatangan berita acara antara Dandim 0909/Kutim, Letkol Inf Adi Swastika dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Selanjutnya, Bupati Ardiansyah menyerahkan alat kerja secara simbolis kepada personel Satgas TMMD yang terdiri atas prajurit TNI, Polri, dan masyarakat.

TMMD kali ini mengambil tema “Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI – Rakyat Semakin Kuat”. Sasaran dari kegiatan tersebut adalah peningkatan jalan sekitar 1 kilometer lebih yang melintasi Desa Makmur Jaya – Desa Suka Makmur, Kecamatan Kongbeng. Jalan ini sebagai akses alternatif dua desa tersebut dalam menghemat jarak tempuh.

Ardiansyah dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini mengatakan, TNI Manunggal Membangun Desa adalah program lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan segenap lapisan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan yang kita hadapi.

“TMMD merupakan bentuk dukungan nyata TNI bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan strategis ini harus tercermin dan dikomunikasikan kepada masyarakat secara jelas sehingga masyarakat ikut serta dalam melaksanakan pembangunan,” ungkapnya.

Dikatakan Ardiansyah, tujuan dan sasarannya harus dipahami, serta manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat sehingga dapat memperkuat dalam mengembangkan potensi masyarakat. Dengan tema Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI – Rakyat Semakin Kuat, diharapkan dapat mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan semangat gotong-royong untuk membangun daerah sekaligus mengatasi berbagai masalah, serta tantangan yang ada dihadapi dengan wujud semangat yang sejalan dengan visi pemerintah yaitu Menata Kutai Timur Sejahtera Untuk Semua.

“Mari bersama kita pelihara semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, dengan membantu dan mendampingi dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan selama TMMD, baik fisik maupun non fisik,” terangnya.

Selanjutnya, kata Bupati, jalin komunikasi dan interaksi yang baik dengan parabprajurit yang melaksanakan kegiatan TMMD di daerah. “Saya atas nama pribadi, pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kutai Timur
mengucapkan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke – 117 tahun 2023,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah menyebutkan, kegiatan TMMD merupakan keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan serta sebagai langkah peningkatan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pekerjaan yang kelihatannya berat bisa menjadi ringan karena dilaksanakan secara bersama-sama.

“Pada akhirnya melalui TMMD ini, kita bisa mengoptimalkan berbagai program kegiatan lintas sektoral. Dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim TNI Manunggal Membangun Desa ke – 117 tahun 2023 di Kabupaten Kutai Timur, secara resmi dibuka dan dimulai. Semoga, segala upaya kita bersamaan dengan ridho-nya dan dimudahkan segala urusan dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara serta agama. Aamiin,” ujarnya.

Hadir dalam acara pembukaan TMMD ke 117, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Danlanal Sangatta Letkol (P) Shodikin, Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic, Kajari Kutim Robin, Ketua DPRD Kutim Joni, Kepala Bappeda Kutim Sugiyono, para perwira Kodim 0909/Kutim, dan tamu undangan lainnya. (adv).

Copyright © 2026 LatestIDN