Pemkab Kutim Telah Menyiapkan Gedung Arsip Representatif

Pemkab Kutim Telah Menyiapkan Gedung Arsip Representatif

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) telah menyiapkan gedung arsip yang representatif sebagai penopang pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Pedoman Tata Kearsipan di lingkungan Pemerintah Daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan, dokumen arsip berperan penting sebagai bukti yang akurat dari suatu kegiatan.

Arsip/dokumen dalam pemerintahan merupakan hal yang strategis, oleh karenanya perlu dikelola dengan baik, salah satunya melalui penyediaan tempat penyimpanan yang representatif.

Untuk gedung arsip, Ardiansyah mengatakan, sudah siap dan memenuhi standar sebagai tempat menyimpan dokumen/arsip.

“Infonya untuk gedung arsip kita ini Alhamdullilah sudah standar sekali, mulai dari tingkat suhunya, keamanannya. Karena arsip ini tidak boleh sampai ada yang mungkin rusak, termakan oleh binatang dan sebagainnya,” ujar Ardiansyah usai mengikuti rapat Paripurna terkait Perda Pedoman Tata Kearsipan, Selasa (6/6/2023) lalu.

Selain itu, kata dia, dokumen/arsip juga harus terjaga kondisi kelembapan. “Itu arsip yang terkait dengan lembaran kertas, apalagi informasi arsip terikat dengan alat-alat yang memiliki teknologi canggih,” terang Ardiansyah.

Ardiansyah juga menyatakan sepakat untuk segera membuat peraturan bupati (Perbub) sebagai pendukung pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Pedoman Tata Kearsipan di lingkungan Pemerintah Daerah yang baru saja disahkan.

“Saya juga tadi sepakat jika Perbup pendukung Perda Pedoman Tata Kearsipan di lingkungan Pemerintah Daerah segera dipersiapkan oleh dinas terkait,” ungkapnya.

Fungsi pusat arsip adalah untuk mengelola arsip dan menyediakan arsip dengan cepat dan tepat ketika arsip dibutuhkan.

“Dan wartwan memiliki kepentingan terkait kearsipan ini suatu saat nanti,” ucap Ardiansyah. (adv).

Ini Pesan Sekda Kutim Rizali Hadi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila

Ini Pesan Sekda Kutim Rizali Hadi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila

LATESTBONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan persatuan. Itu disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Kamis (01/6/2023).

Dikatakan Rizali, Upacara peringatan Hari lahir Pancasila merupakan seremonial rutin setiap tahun dilaksanakan. Kutim dengan penduduk yang beragam latar belakang suku, agama, dan ras harus tetap bersatu.

“Di hari lahir Pancasila ini, kita tahu bahwa Pancasila ini adalah pemersatu dan landasan hidup kita berbangsa. Kita dengan berbagai macam suku, etnis dan agama ini dipersatukan,” ucap Rizali.

Dia mengatakan, menjelang Pemilu 2024, diharapkan persatuan dan kesatuan harus terus jadi prioritas utama. Menurutnya persaingan di dalam peserta demokrasi merupakan hal yang wajar.

“Kita harapkan situasi politik yang ada tidak membuat kita berbeda kemudian terpecah, tapi ini sebagai upaya kita sama-sama membangun daerah kita ini lebih baik,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Pancasila 2023 dilingkungan Pemkab Kutim berlangsung khidmat dengan Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM Letnan Kolonel (Inf) Adi Swastika sebagai inspektur upacara.

Selain Sekda dan Dandim, hadir juga Ketua DPRD Kutim Joni, staf ahli Bupati Kutim, unsur Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kutim. (adv).

Pemkab Kutim Dukung Kehadiran Polisi RW Perkuat Kamtibmas

Pemkab Kutim Dukung Kehadiran Polisi RW Perkuat Kamtibmas

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui melalui Plt Administrasi Umum, Didi Herdiansyah mengapresiasi Polres Kutim yang mendukung pemerintah darah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui program Polisi RW.

Program tersebut baru saja diluncurkan sebagai bentuk dukungan terciptanya keamanan dan kenyamanan.

“Dengan adanya program polisi RW ini, kami yakin Kamtibmas di wilayah masyarakat dapat terkendali,” tutur Didi Herdiansyah usai mengikuti kegiatan apel launching program polisi RW, di Gedung Pelangi Mako Polres Kutim, Selasa (16/05/2023).

Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Kutim selalu bersinergi dengan pihak kepolisian Polres Kutim.

“Kami bahkan siap mensupport kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan program ini, terutama Hardware dan Softwarenya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic menjelaskan, polisi RW adalah kegiatan yang terpusat dan merupakan program dari kapolri.

“Tujuan dari polisi RW ini diharapakan permasalahan-permasalahan yang ada di tingkat RT, bisa di selesaikan oleh polisi RW,” ucap Kapolres.

AKBP Ronni Bonic mengungkapkan dengan jumlah 1645 Rukun Tetangga (RT) di Kutim, Polres Kutim menurunkan sebanyak 159 personil dengan rata-rata satu polisi membina 5-10 RT untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab membina Kamtibmas di tingkat RW yang masuk wilayah hukum polres Kutim.

“Nantinya, Polisi RW ini akan mendengarkan langsung tuduhan masyarakat dan melakukan problem solving. Hal ini untuk memudahkan dan mendekatkan masyarakat dengan polisi, dengan mengedepankan upaya preventif dalam mewujudkan stabilitas keamanan,” pungkasnya.(adv/It).

Copyright © 2026 LatestIDN