Najirah Berikan Semangat Kepada Ratusan Mahasiswa Baru UT Sambut Orientasi Studi Tahun 2023 di Bontang

Najirah Berikan Semangat Kepada Ratusan Mahasiswa Baru UT Sambut Orientasi Studi Tahun 2023 di Bontang

Bontang. Auditorium Taman 3 Dimensi menjadi saksi dari acara Orientasi Studi Mahasiswa Baru Universitas Terbuka (UT) Tahun 2023 yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah.

Dalam sambutannya, Najirah menyambut baik kegiatan orientasi ini dan menyatakan bahwa ini merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa baru Universitas Terbuka Kelompok Belajar (Pokjar) Bontang. Orientasi ini dimaksudkan untuk memberikan dasar pengetahuan kepada mahasiswa agar mereka dapat mencapai prestasi maksimal selama menempuh pendidikan tinggi.

Najirah menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan orientasi belajar baru bagi mahasiswa baru yang akan menghadapi model pendidikan dan pengajaran yang berbeda dari saat mereka masih berada di SMA. Penerimaan mahasiswa baru dianggap sebagai momen istimewa dalam kehidupan akademik karena ini adalah awal dari perjalanan yang akan membentuk masa depan mereka.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada semua mahasiswa baru yang telah berhasil meraih tempat di UT Pokjar Bontang. Ini adalah langkah pertama saudara-saudari menuju kesuksesan masa depan. Tapi perlu diingat bahwa perjalanan ini tidak akan mudah dan akan penuh tantangan. Mahasiswa diharapkan untuk belajar dari kegagalan dan tumbuh menjadi individu yang lebih baik,” ucapnya.

Najirah juga memberikan pesan kepada seluruh civitas akademik dan panitia untuk menjalankan tugas mereka dengan baik. Ia berharap agar semua mahasiswa baru dapat meraih kesuksesan dalam studi mereka, memperoleh ilmu pengetahuan yang berharga, dan menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa. Ia menginginkan agar mahasiswa baru menjadi individu yang berdedikasi, bijaksana, dan berintegritas.

Orientasi Studi Mahasiswa Baru UT Tahun 2023 diharapkan akan membantu para mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan langkah yang kuat dan menjadi pemimpin masa depan yang berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi komunitas dan negara.

Pemkot Bontang Akan Naikkan Insentif RT Sebesar Rp 100 Ribu Mulai Oktober 2023

Pemkot Bontang Akan Naikkan Insentif RT Sebesar Rp 100 Ribu Mulai Oktober 2023

Bontang. Wali Kota Bontang, Basri Rase, mengatakan akan ada peningkatan insentif bagi perangkat RT di Kota Bontang mulai Oktober 2023. Keputusan ini diambil setelah hasil perhitungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan persetujuan dari DPRD Kota Bontang. Insentif ini merupakan bagian dari anggaran APBD Perubahan 2023 sebesar Rp 2,5 triliun yang baru-baru ini disetujui.

Kenaikan insentif sebesar Rp 100 ribu akan diberikan kepada setiap perangkat RT, yang terdiri dari Ketua RT, Sekretaris RT, dan Bendahara RT. Kota Bontang memiliki sebanyak 499 RT, sehingga totalnya akan ada 1.497 perangkat RT yang akan menerima peningkatan insentif ini.

Menurut perincian yang diberikan, Gaji Ketua RT saat ini adalah sebesar Rp 1,1 juta per bulan, Sekretaris RT mendapatkan Rp 450 ribu, dan Bendahara RT menerima Rp 350 ribu per bulan. Dengan peningkatan insentif sebesar Rp 100 ribu per bulan, akumulasi total tambahan insentif bagi perangkat RT mencapai Rp 149.700.000.

“Saya berharap bahwa insentif ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi para perangkat RT di Kota Bontang,” ucapnya.

Peningkatan insentif ini akan efektif mulai Oktober 2023, dan hal ini diharapkan akan memberikan dukungan yang lebih baik bagi para perangkat RT dalam menjalankan tugas mereka dalam melayani masyarakat di Kota Bontang.

Antusias Warga dan Komunitas Ikut Aksi World Clean Up Day, Walikota Basrie Beri Apresiasi

Antusias Warga dan Komunitas Ikut Aksi World Clean Up Day, Walikota Basrie Beri Apresiasi

LATESTBONTANG – Aksi World Clean Up Day yang digelar oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup, bekerjasama dengan berbagai perusahaan di Kota Bontang, mendapat sambutan positif dari warga dan komunitas. Aksi tersebut berlangsung di wilayah RT. 16 dan RT.17 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Rawa Indah, pada Jumat (15/9) pagi.

Aksi bersih-bersih ini dihadiri oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, Wawali Najirah, Sekda Aji Erlynawati, Camat Bontang Selatan, Lurah Tanjung Laut Indah, perwakilan perusahaan dan tamu undangan lainnya. Aksi ini juga diikuti oleh relawan dari berbagai komunitas, perusahaan, warga serta pegawai pemerintah.

“Saya sangat bahagia melihat antusias warga dan komunitas sangat bagus dan apresiasi kepada seluruh panitia dan perusahaan yang telah mendukung kegiatan ini,” ucap Kadis Lingkungan Hidup, Heru Triadmodjo, dalam laporannya.

Heru menambahkan bahwa aksi bersih-bersih kali ini dilakukan di lokasi dengan jumlah sampah yang terbanyak. Ia berharap, aksi ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk mengurangi dan memilah sampah dari rumah masing-masing.

Wali Kota Basri Rase juga mengapresiasi antusias seluruh peserta dan mengajak warga untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan bumi dan anak cucu kita kedepannya. Ia juga berharap, aksi ini dapat dilaksanakan sebulan sekali dengan nama Bontang Clean Up Day.

Basri Rase Ajak Warga Bontang Kurangi Sampah dari Ruma

Basri Rase Ajak Warga Bontang Kurangi Sampah dari Ruma

LATESTBONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase mengajak warga Bontang untuk mengurangi sampah dari rumah masing-masing, dalam rangka memperingati World Clean Up Day. Hal ini disampaikannya saat menghadiri aksi bersih-bersih yang digelar oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup, bekerjasama dengan berbagai perusahaan di Kota Bontang.

Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan di wilayah RT. 16 dan RT.17 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Rawa Indah, yang merupakan lokasi dengan jumlah sampah terbanyak. Aksi tersebut diikuti oleh relawan dari berbagai komunitas, perusahaan, warga serta pegawai pemerintah.

“Lingkungan kita ini harus kita jaga untuk keberlangsungan bumi dan anak cucu kita kedepannya,” ujar Basri pada Jumat (15/9) pagi.

Basri juga mengimbau agar warga dapat memilah sampah dengan bijak dari rumah masing-masing, sehingga dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Bontang.

“Sampah di Kota Bontang mencapai 104 Ton. Jadi, ini PR bagi kita semua untuk mengelola sampah mulai dari rumah kita sendiri,” kata Kadis Lingkungan Hidup, Heru Triadmodjo, yang juga hadir dalam acara tersebut.

Basri berharap, aksi bersih-bersih ini dapat menjadi kebiasaan bagi warga Bontang dan dapat dilaksanakan sebulan sekali dengan nama Bontang Clean Up Day.

72 Rumah Warga di RT 38 Tanjung Laut Terancam Digusur, Pengadilan Negeri Lakukan Pemeriksaan Lahan Sengketa

72 Rumah Warga di RT 38 Tanjung Laut Terancam Digusur, Pengadilan Negeri Lakukan Pemeriksaan Lahan Sengketa

LATESTBONTANG  Jumat (15/09/2023), Pengadilan Negeri Bontang melakukan tinjauan lapangan terkait lahan sengketa di RT 38 Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan batas-batas lahan yang menjadi objek sengketa.

Hakim Pengadilan Negeri Bontang Ngurah Manik Sidartha menuturkan, tinjauan lahan dilakukan sebagai langkah awal dalam proses persidangan. 

“Kami hanya memeriksa objek, artinya dalam dalil gugatan dijelaskan objeknya disini. Jadi kami dari majelis hakim melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah pemeriksaan lahan, lanjutnya, tahapan selanjutnya adalah kesimpulan dari hasil musyawarah penggugat yakni warga setempat dengan tergugat satu PT Tirta Manggala tergugat satu, kedua Wasari dan ketiga Munifah.

“Selanjutnya kesimpulan dari para pihak. penggugat, tergugat memberikan kesimpulan masing-masing. Setelah itu bermusyawara untuk menjatuhkan hukuman,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum penggugat, Deny Boy mengungkapkan, warga berhak memiliki lahan tersebut karena sudah bermukim lama. Dasar hukumnya ada pada Undang-undang Pokok Agraria KUHP Perdata 1967.

“Jika sekelompok masyarakat sudah tinggal atau menguasai di suatu lahan selama 18 tahun atau lebih, maka itu bisa diklaim sebagai hak milik, karena tanah itu milik sosial, Kecuali pemilik lahan memilik alas hak seperti sertifikat,” ungkapnya.

Deny juga menyoroti sikap dari Munifah pahun 2021 silam, dimana pada saat itu Munifah menggugat perusahaan dan menang namun warga tidak tahu.

“Warga harusnya masuk sebagai tergugat, tapi warga tidak tahu dan kebingungan,” terangnya.

Dilain sisi, Kuasa hukum tergugat satu PT Tirta Manggala, Tumpak Sianipar mengungkapkan, pihaknya tidak pernah melakukan penjualan atau pelelangan tanah yang berada di RT 38.

“Kami memperjuangkan 72 hak disini. Kami tidak pernah mengusir warga, kami menjalin komunikasi secara kekeluargaan. Begitu cara kami menjaga aset kami,” ujarnya.

Tumpak Sianipar juga menambahkan, ada kejanggalan dalam berkas yang dimiliki tergugat tiga, dimana diantara surat mereka tertulis lahan terletak di RT 16, sedangkan dulunya RT 15. Tak hanya itu, dokumen lainnya diduga ada indikasi pemalsuan seperti stempel yang tidak sama dengan stempel pada surat yang dibuat pada tahun 1983.

“Dari segi lahan, mereka mengklaim 9.500 m² sedangkan lahan PT Tirta Manggala seluas 12.000 m², namun mereka menunjuk tapal batas yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum dari Munifah, Kaisar mengatakan pihaknya akan tetap mengacuh pada keputusan awal, dimana kliennya telah dimenangkan di pengadilan.

“Merujuk keputusan di awal, klien kami sudah dimenangkan. tanah tersebut milik Munifah. Dilelang direkturnya, dibelilah klien kami, ada kuitansi, surat-surat yang berkaitan tahun 1981, dan pada tahun 1983 dihibahkan ke Munifah sampai dengan sekarang,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati proses persidangan dan akan tetap melayani gugatan yang dilayangkan oleh warga.

“Tentu kita mencari jalur damainya, pas ada gugatan masuk, kami masih melayani, kita ngikuti jalurnya dulu,” tandasnya. (bid)

Wawali Kota Bontang Najirah Apresiasi Bimtek PAUD HI

Wawali Kota Bontang Najirah Apresiasi Bimtek PAUD HI

LATESTBONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Bontang yang menyelenggarakan bimbingan teknis penyelenggaraan pengembangan anak usia dini holistic integrative (PAUD HI). Najirah menghadiri kegiatan tersebut di BPU Kecamatan Bontang Barat, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan, Sekcam Bontang Barat, Fasilitator PAUD HI dan Peserta Pelatihan, Rabu (13/09/2023).

Najirah mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidik dan pengembangan anak usia dini di Kota Bontang. Ia berpesan agar peserta dapat mengikuti materi yang disampaikan dengan baik dan saling berbagi pengalaman dan best practice.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, karena kita semua sepaham bahwa anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita, dan saya juga berharap agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik sampai selesai,” kata Najirah.

Najirah juga menjelaskan bahwa PAUD HI adalah pendekatan yang mencakup seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari fisik, mental, emosional, hingga spiritual. Ia mengharapkan bahwa setiap anak di Kota Bontang dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan holistik.

“Anak adalah harapan dan masa depan bangsa, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab kita Bersama untuk memberikan perlindungan, Pendidikan, dan pembinaan yang terbaik bagi mereka,” ujarnya.

Najirah mengucapkan terima kasih kepada panitia, fasilitator dan narasumber yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini. Ia juga mengajak semua pihak yang terlibat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya anak-anak.

Bimtek PAUD HI di Bontang, Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

Bimtek PAUD HI di Bontang, Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

LATESTBONTANG – Dinas Pendidikan Kota Bontang menggelar bimbingan teknis penyelenggaraan pengembangan anak usia dini holistic integrative (PAUD HI) di BPU Kecamatan Bontang Barat. Kegiatan ini diikuti oleh peserta pelatihan yang berasal dari berbagai lembaga PAUD di Kota Bontang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kepala Dinas Pendidikan, Sekcam Bontang Barat, Fasilitator PAUD HI dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta tentang penyelenggaraan PAUD HI yang mencakup seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari fisik, mental, emosional, hingga spiritual. Kegiatan ini juga merupakan forum untuk saling berbagi pengalaman dan best practice antara peserta, fasilitator dan narasumber.

Kadis Pendidikan Kota Bontang, Heru Triadmodjo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik dan pengembangan anak usia dini di Kota Bontang. Ia berharap bahwa peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menerapkan ilmu yang didapat di lembaga masing-masing.

“Kami berharap bahwa melalui kegiatan ini, peserta dapat meningkatkan kompetensi dan komitmen dalam menyelenggarakan PAUD HI yang berkualitas dan holistik. Kami juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menciptakan tenaga pendidik yang profesional dan berdedikasi,” kata Heru.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah memberikan apresiasi dan dukungan kepada kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah Swt dan masa depan bangsa. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya anak-anak.

Najirah Mendorong Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Pada Bimtek Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Kota Bontang

Najirah Mendorong Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Pada Bimtek Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Kota Bontang

Bontang.  Wakil Wali Kota Bontang Najirah, memberikan sambutan positif terhadap terselenggaranya kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistic Integrative (PAUD HI) yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bontang. Dalam kesempatan tersebut, Najirah mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan mengikuti pelatihan dengan seksama.

Najirah menyatakan pentingnya pelatihan ini sebagai forum yang baik untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan anak usia dini. Ia juga menekankan peran penting anak-anak sebagai anugerah yang berharga dan masa depan yang cerah bagi bangsa.

“Kami, atas nama Pemerintah Kota Bontang, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Saya berharap agar peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik sampai selesai,” ucapnya.

Najirah mengingatkan bahwa anak-anak adalah harapan dan masa depan bangsa, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan pembinaan yang terbaik bagi mereka. Dimana pendekatan pengembangan anak usia dini Holistik Integratif merupakan metode yang tepat, karena mencakup seluruh aspek perkembangan anak, termasuk fisik, mental, emosional, dan spiritual.

“Saya berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras dalam persiapan kegiatan ini, serta kepada fasilitator dan narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman demi pendidikan anak usia dini yang lebih baik di Kota Bontang,” pungkasnya.

Wali Kota Bontang Serahkan Bantuan Logistik untuk Korban Kebakaran

Wali Kota Bontang Serahkan Bantuan Logistik untuk Korban Kebakaran

Bontang. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang mengambil langkah cepat untuk memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Bantuan logistik yang sangat dibutuhkan langsung diserahkan oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang Bahtiar Mabe.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada hari Senin (11/9/2023), dan sasarannya adalah warga yang terdampak kebakaran di wilayah Kelurahan Berbas Pantai dan Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Total korban kebakaran yang menerima bantuan adalah 4 kepala keluarga dari Kelurahan Berbas Pantai dan 1 kepala keluarga dari Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Jenis barang yang diserahkan mencakup sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula, mie instan, kecap manis, beras, serta peralatan dapur dan famly kit. Selain itu, bantuan juga meliputi barang-barang seperti matras, selimut, handuk, sarung, kasur, terpal, foodware, dan peralatan dapur keluarga.

Bantuan yang diberikan ini merupakan hasil kolaborasi antara APBN Pusat dan APBD Kota Bontang, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan dukungan kepada warganya yang terkena musibah. Wali Kota Bontang Basri Rase, menyampaikan belasungkawa dan kepedulian kepada para korban kebakaran, dan ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban mereka di tengah situasi sulit ini.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban kebakaran dalam menghadapi situasi sulit ini. Semoga mereka segera pulih dan dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan normal,” ujarnya.

Selain penyerahan bantuan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap para korban kebakaran dengan mengkoordinasikan berbagai upaya pemulihan dan rehabilitasi. Hal ini bertujuan untuk membantu para korban memulihkan kehidupan mereka setelah kejadian tragis tersebut.

Aksi kemanusiaan seperti ini mencerminkan solidaritas dan kepedulian bersama dalam masyarakat Kota Bontang, di mana pemerintah dan masyarakat bersatu untuk membantu sesama dalam situasi sulit.

Basri Rase Akan Berkunjung ke Korea Selatan untuk Belajar Pengelolaan Sampah

Basri Rase Akan Berkunjung ke Korea Selatan untuk Belajar Pengelolaan Sampah

Bontang. Wali Kota Bontang, Basri Rase, dikabarkan akan melakukan perjalanan dinas ke Korea Selatan pada pekan ketiga September ini. Rencana ini diumumkan oleh Basri Rase setelah ia menyerahkan bantuan kepada tiga korban kebakaran di Kelurahan Berbas Pantai pada Senin (11/9/2023).Meskipun belum memberikan rincian terperinci tentang jadwal perjalanan, Basri Rase mengonfirmasi bahwa persiapan administratif masih dalam proses.

“Iya minggu depan berangkat. Minggu ini masih diurus administrasinya” ungkapnya.

Salah satu tujuan kunjungannya ke Korea Selatan adalah untuk belajar lebih lanjut tentang pengelolaan sampah, dengan niat mengaplikasikannya di Kota Bontang. Selama kunjungannya, Basri Rase direncanakan akan mengunjungi Pulau Jeju, diiringi oleh beberapa pejabat tinggi Kota Bontang, termasuk Ketua PKK dan istri Basri, Hapidah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bontang, Heru Triatmojo, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Bontang (Bapelitbang), Amiruddin.

Rombongan Pemerintah Kota Bontang dijadwalkan akan bertolak ke Korea Selatan pekan depan dalam rangkaian perjalanan ini. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mempelajari pengolahan sampah yang efektif, serta menerima dana hibah yang dapat mendukung upaya pengelolaan sampah di Kota Bontang.

Wali Kota Basri Rase menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan sampah, serta memperoleh pengetahuan yang dapat diaplikasikan di Kota Bontang. Meskipun belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan rincian kunjungan, rencana ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mengembangkan solusi yang lebih baik dalam pengelolaan sampah.

Copyright © 2026 LatestIDN