Wakil Ketua DPRD Bontang Soroti Penundaan Proyek Pembangunan Turap Sungai Guntung

Wakil Ketua DPRD Bontang Soroti Penundaan Proyek Pembangunan Turap Sungai Guntung

Bontang.Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris, mengungkapkan bahwa penundaan proyek pembangunan turap sungai di RT 11 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, disebabkan oleh relokasi rumah warga. Agus Haris menjelaskan bahwa dalam rapat di dewan telah disepakati untuk sepenuhnya menyerahkan masalah pembangunan turap kepada pemerintah.

“Pada saat rapat di dewan, sudah ada kesepakatan bahwa masalah pembangunan turap diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” ujarnya.

Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bontang menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar melalui APBD murni. Namun, rencana anggaran tersebut tidak mencakup relokasi rumah warga yang terkena proyek pembangunan turap.

Agus Haris menegaskan bahwa meskipun penanggung jawab utama proyek adalah pemerintah, DPRD Bontang tetap akan mengawasi jalannya proyek ini. Jika pada bulan September masih belum terlihat pergerakan dalam proyek ini, DPRD berencana untuk mengundang pihak pemerintah guna membahas kendala yang mungkin muncul.

“Jika hingga September belum ada perkembangan, kami akan mengundang pemerintah untuk membahas masalah ini. Kami ingin tahu di mana letak hambatannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, politisi dari Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa ada dua rumah yang belum bersedia untuk direlokasi karena masih belum memiliki lahan yang layak. Agus Haris berpendapat bahwa pendekatan persuasif bisa dilakukan dalam hal ini, dengan melibatkan tokoh adat untuk memberikan penjelasan kepada warga bahwa penyelesaian masalah banjir ini adalah kepentingan bersama.

“Kami berpendapat bahwa pendekatan persuasif bisa menjadi solusi, dengan melibatkan tokoh adat untuk menjelaskan bahwa penanganan banjir ini adalah kepentingan bersama,” tegasnya.

Wabup Kutai Timur: Meriahkan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 dengan Semangat dan Sportivitas

Wabup Kutai Timur: Meriahkan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 dengan Semangat dan Sportivitas

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang turut hadir dalam pembukaan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 yang berpusat di Lapangan Kantor DPRD Kutim, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin(21/08/2023) sore.

Kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-78 ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ini turut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal serta Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Kutim.

“Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 ini adalah salah satu bentuk kegiatan positif yang bisa meningkatkan antusiasme dan semangat olahraga di masyarakat. Saya sangat senang melihat para pemain dan penonton yang menggebu-gebu di lapangan. Ini menunjukkan bahwa olahraga sepak bola masih menjadi salah satu olahraga favorit di Kutai Timur,” kata Wabup Kasmidi.

Ia berharap, turnamen ini bisa menjadi kompetisi yang rutin diadakan “Ini adalah bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah. Saya berharap turnamen ini bisa menjadi agenda rutin yang bisa menumbuhkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat di Kutai Timur,” ujarnya.

Selain itu, Wabup Kasmidi juga mengajak masyarakat untuk meriahkan turnamen ini dengan semangat dan sportivitas tinggi.

“Mari kita bersama-sama menikmati pertandingan-pertandingan seru yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Jangan lupa untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan keamanan selama menyaksikan pertandingan. Dan yang terpenting, mari kita hargai setiap tim yang bermain dengan fair play dan saling menghormati,” tandasnya. (*)

Fasial  Dorong Pembangunan Penangkaran Buaya Pasca Tragedi Serangan Buaya

Fasial Dorong Pembangunan Penangkaran Buaya Pasca Tragedi Serangan Buaya

Bontang. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk membangun penangkaran buaya sebagai respons terhadap tragedi serangan buaya yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Guntung. Faisal mengungkapkan keprihatinannya terhadap serangan-serangan buaya yang terjadi secara berulang. Menurutnya, hewan buas ini semakin berkeliaran karena habitat mereka terganggu oleh pembangunan yang semakin banyak.

“Ini bukan pertama kalinya, bahkan sudah sangat sering warga menjadi korban serangan buaya. Beberapa kali juga terjadi di Selambai, meskipun belum sampai menyebabkan korban jiwa,” ujarnya.

Politikus dari Partai Nasdem ini menyoroti pentingnya pembangunan penangkaran buaya sebagai langkah untuk memudahkan evakuasi hewan-hewan buas tersebut. Dengan adanya penangkaran, diharapkan dapat mengurangi resiko serangan buaya terhadap penduduk sekitar.

Faisal juga mengemukakan potensi positif dari pembangunan penangkaran buaya. Ia menegaskan bahwa penangkaran ini tidak hanya memberikan keamanan, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata baru yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang.

“Penangkaran buaya tidak hanya memberikan perlindungan bagi warga, tetapi juga bisa menjadi tempat wisata edukatif dan sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai buaya. Selain itu, penangkaran ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berpotensi meningkatkan PAD Bontang,” paparnya.

Faisal berharap Pemerintah Kota Bontang dapat segera mempertimbangkan pembangunan penangkaran buaya sebagai upaya melindungi warga serta meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.

Faisal Soroti Kondisi Pulau Gusung, Harapkan Pemkot Berikan Perhatian Lebih

Faisal Soroti Kondisi Pulau Gusung, Harapkan Pemkot Berikan Perhatian Lebih

Bontang. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya perhatian yang diberikan kepada Pulau Gusung. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih fokus pada pengembangan Pulau Melahing untuk masuk dalam 50 besar desa wisata di Indonesia, sementara pulau-pulau pesisir lainnya seperti Gusung, Tihi-Tihi, dan Selangan membutuhkan perhatian terkait kondisi infrastrukturnya.

Faisal menyoroti khususnya kondisi Pulau Gusung yang saat ini terancam oleh abrasi. Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih luas, bukan hanya mempromosikan Pulau Melahing saja. “Penting bagi pemerintah untuk tidak hanya fokus pada Pulau Melahing, melainkan juga memberikan perhatian kepada pulau-pulau pesisir lainnya yang membutuhkan penanganan, seperti Pulau Gusung,” ujarnya.

Pulau Gusung, yang terletak di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, memiliki sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas penduduknya menggantungkan mata pencahariannya pada sektor nelayan dan petani rumput laut. Pulau ini hanya dapat diakses melalui transportasi laut dengan waktu tempuh sekitar 20-30 menit dari Pelabuhan Loktuan atau Pelabuhan Tanjung Limau.

Faisal mengungkapkan bahwa abrasi air laut menjadi ancaman serius bagi Pulau Gusung. Selain itu, pulau ini juga masih sangat kekurangan fasilitas umum seperti listrik, air bersih, dan pendidikan. Pulau yang dulunya memiliki luas hingga sekitar 1.000 meter dengan lebar 500 meter, kini mengalami penyusutan menjadi 780 meter dengan lebar 150 meter.

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan pulau-pulau pesisir, penting bagi pemerintah untuk memberikan perhatian yang adekuat, termasuk dalam hal penanganan abrasi, penyediaan fasilitas dasar, dan infrastruktur yang lebih baik,” tambah Faisal.

BW Dorong Pemanfaatan OPD untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

BW Dorong Pemanfaatan OPD untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

Bontang. Dalam upaya mewujudkan kemandirian fiskal di Kota Taman, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Bakhtiar Wakkang (BW), mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk memanfaatkan potensi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan retribusi daerah. Bakhtiar, yang akrab disapa BW, percaya bahwa setiap OPD memiliki potensi yang dapat berkontribusi pada pendapatan anggaran daerah (PAD).

Dalam penyampaian pandangannya dalam rapat paripurna di kantor DPRD Bontang, Senin (7/8/2023), BW mengungkapkan bahwa strategi untuk mencapai target Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) tidak hanya terbatas pada sektor pajak. Potensi pendapatan dari sektor lain, seperti pariwisata, pembangunan berkelanjutan, tata ruang, dan pendidikan, juga dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Jadi bukan hanya dari pajak yang bisa mendapatkan PAD, melainkan sektor lain juga bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, BW menghimbau pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan OPD guna mengembangkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan potensi pendapatan. Dia memandang kemandirian fiskal sebagai tanggung jawab bersama, di mana setiap OPD diharapkan berperan aktif dalam memaksimalkan potensi retribusi daerah.

“Dalam rangka mencapai kemandirian fiskal, kita semua memiliki tanggung jawab, dan OPD juga dapat berupaya maksimal dalam memanfaatkan potensi untuk retribusi daerah,” tutupnya.

Siswa SMKN 1 Terlibat dalam Kegiatan Observasi Ketahanan Pangan DKP3 Bontang

Siswa SMKN 1 Terlibat dalam Kegiatan Observasi Ketahanan Pangan DKP3 Bontang

Bontang. Siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bontang terlibat dalam sebuah kegiatan observasi yang fokus pada bidang ketahanan pangan. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam tugas observasi yang bertujuan untuk memahami lebih lanjut tentang kebun binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), khususnya kebun dari kelompok P2L (Pekarangan Pangan Lestari) di Dasawisma Melati 2, Kelurahan Bontang Baru.

Kegiatan observasi yang dilaksanakan pada Kamis (24/8/2023) ini merupakan bagian dari upaya pendidikan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada siswa tentang aspek-aspek ketahanan pangan. Melalui kunjungan ke kebun binaan DKP3, siswa dapat mempelajari prinsip-prinsip dan praktik-praktik yang terkait dengan produksi pangan dan ketahanan pangan.

Siswa diberi kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana kebun P2L dikelola, termasuk praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang digunakan dalam produksi pangan. Mereka juga diajak untuk berinteraksi dengan petani dan petugas yang bertanggung jawab atas kebun tersebut, sehingga mereka dapat bertanya dan memperoleh informasi langsung tentang praktik-praktik ketahanan pangan.

Kegiatan observasi ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa SMKN 1 Bontang, memungkinkan mereka untuk mengaitkan teori-teori yang mereka pelajari di sekolah dengan praktek di lapangan. Ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli dan berpengetahuan tentang ketahanan pangan, sebuah aspek penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlibatnya siswa dalam kegiatan observasi semacam ini, diharapkan mereka akan menjadi agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di komunitas mereka sendiri dan pada tingkat yang lebih luas. Dalam jangka panjang, pengetahuan dan pemahaman mereka tentang ketahanan pangan dapat membantu membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Basri Rase Apresiasi Lomba HUT RI di Lingkungan Sekda Bontang

Basri Rase Apresiasi Lomba HUT RI di Lingkungan Sekda Bontang

Bontang. Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 pada tahun 2023, Sekretariat Daerah Kota Bontang menggelar berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bontang, serta turut berpartisipasi karyawan cleaning service dan sekuriti.

Meriahkan Kemerdekaan, acara Sekretariat Daerah Kota Bontang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, Staf Ahli, dan seluruh Kepala Bagian di Sekretariat Daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Basri Rase menegaskan pentingnya perayaan Hari Kemerdekaan sebagai warga negara Indonesia. Ia menyoroti peran perayaan ini sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan negara.

“Ini juga sebagai perekat kita di seluruh lingkungan Pemerintah Kota Bontang, khususnya Sekretariat Daerah,” katanya.

Lomba-lomba yang diadakan merupakan simbol kebersamaan, persatuan, dan kesatuan di antara semua pegawai di Sekretariat Daerah Kota Bontang. Walaupun terlihat sepele, namun maknanya jauh lebih berarti. Acara ini juga dianggap sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan di antara pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah.

Wali Kota Basri Rase menekankan bahwa Sekretariat Daerah merupakan jantung dari segala kegiatan, sehingga acara internal seperti ini harus diadakan dengan semarak. Ia bahkan mengusulkan agar tahun depan mungkin dilakukan pengadaan baju dan sepatu seragam agar semuanya terlihat kompak.

“Semua ini sebagai acuan untuk menumbuhkan semangat dan sekaligus memperkuat tali silaturahim di antara kita. Tahun depan, mari kita meriahkan lagi. Selamat bertanding, ini bukan tentang prestasi, melainkan kegembiraan bersama, jadi nikmati saja,” pungkasnya.

Lomba-lomba yang diadakan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen yang mempererat hubungan di antara pegawai Sekretariat Daerah Kota Bontang, menciptakan rasa persatuan dan kebersamaan dalam merayakan Hari Kemerdekaan yang begitu berarti bagi Indonesia.

Wabup Kasmidi Bulang Minta Panitia Turnamen Gulat Tangan Sosialisasikan Olahraga Gulat Tangan ke Sekolah-Sekolah

Wabup Kasmidi Bulang Minta Panitia Turnamen Gulat Tangan Sosialisasikan Olahraga Gulat Tangan ke Sekolah-Sekolah

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang meminta panitia turnamen gulat tangan untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah di Kutim. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga gulat tangan.

“Panitia harus mengajak dan memberikan edukasi agar memahami bagaimana berolahraga yang baik. Karena setiap olahraga itu pasti ada resikonya termasuk gulat tangan ini,” ujar Kasmidi, Sabtu (22/07/2023).

Kasmidi mengatakan, olahraga gulat tangan merupakan olahraga rekreasi yang cukup populer di Kutim. Namun, dia menilai masih perlu dilakukan sosialisasi agar lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk berolahraga gulat tangan.

“Kami berharap olahraga gulat tangan dapat menjadi olahraga yang digemari oleh masyarakat Kutim,” kata Kasmidi.

Turnamen gulat tangan yang diselenggarakan PBFI Cabang Kutim diikuti oleh 58 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samboja, Kukar, Samarinda, dan Kutim sendiri. Turnamen ini dibagi menjadi 10 kelas, yaitu kanan (umum) 6 kelas, kidal 2 kelas, dan TNI Polri 2 kelas.

Ketua Panitia pelaksana Firman menyampaikan bahwa turnamen gulat tangan ini merupakan kegiatan yang pertama kali di gelar oleh cabang PBFI Kutim. Dia berharap turnamen ini dapat menjadi awal yang baik untuk pengembangan olahraga gulat tangan di Kutim.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, kami sudah maksimal, konsisten dan komitmen agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar serta semoga kedepan kegiatan olahraga di Kutim semakin jaya,” ungkapnya. (*)

Siapkan SDM Unggul untuk IKN Nusantara, Bupati Kutim Ajak Mahasiswa Manfaatkan Beasiswa Kaltim Tuntas

Siapkan SDM Unggul untuk IKN Nusantara, Bupati Kutim Ajak Mahasiswa Manfaatkan Beasiswa Kaltim Tuntas

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di era Ibukota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini disampaikannya dalam acara peresmian gedung baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, Selasa (22/8/2023).

Ardiansyah mengatakan, Presiden akan siap berkantor di IKN, begitu pula dengan kementerian-kementerian RI. “Karenanya kita harus berbangga dengan hal tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kutim sebagai salah satu wilayah penyangga IKN Nusantara harus berdampak positif terhadap pembangunan nasional. Untuk itu, ia mengatakan, SDM yang unggul, tangguh, dan berkualitas harus terus disiapkan melalui beberapa perguruan tinggi.

“SDM yang akan terus kita siapkan melalui beberapa perguruan perguruan tinggi,” ucap Ardiansyah.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas dan beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Salah satu beasiswa yang disebut dengan Beasiswa Kaltim Tuntas.

“Tahun 2023 ini Pemerintah Kaltim memberikan besasiswa mencapai Rp 500 Miliar untuk beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Mahasiswa STIE Nusantara juga berpeluang untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan alokasi pendidikan skala perioritas sebelum Provinsi Kaltim ditunjuk sebagai IKN.

“Peningkatan sarana dan prasarana untuk pengembangan SDM baik pendidikan formal maupun non formal,” kata Isran Noor. (*)

Bupati Kutim: SDM Unggul Jadi Kunci Sukses IKN Nusantara

Bupati Kutim: SDM Unggul Jadi Kunci Sukses IKN Nusantara

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi tantangan Ibukota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini disampaikannya dalam acara peresmian gedung baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, Selasa (22/8/2023).

Ardiansyah mengatakan, Presiden akan siap berkantor di IKN, begitu pula dengan kementerian-kementerian RI. “Karenanya kita harus berbangga dengan hal tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kutim sebagai salah satu wilayah penyangga IKN Nusantara harus berdampak positif terhadap pembangunan nasional. Untuk itu, ia mengatakan, SDM yang unggul, tangguh, dan berkualitas harus terus disiapkan melalui beberapa perguruan tinggi.

“SDM yang akan terus kita siapkan melalui beberapa perguruan perguruan tinggi,” ucap Ardiansyah.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap pendidikan, salah satunya dengan menyediakan fasilitas dan beasiswa. Salah satu beasiswa yang disebut dengan Beasiswa Kaltim Tuntas.

“Tahun 2023 ini Pemerintah Kaltim memberikan besasiswa mencapai Rp 500 Miliar untuk beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Mahasiswa STIE Nusantara juga berpeluang untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan alokasi pendidikan skala perioritas sebelum Provinsi Kaltim ditunjuk sebagai IKN.

“Peningkatan sarana dan prasarana untuk pengembangan SDM baik pendidikan formal maupun non formal,” kata Isran Noor. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN