Dinas Kesehatan Kota Bontang Menggelar Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan

Dinas Kesehatan Kota Bontang Menggelar Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan

Bontang. Dinas Kesehatan Kota Bontang telah sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan bagi pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Hotel Bintang Sintuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terkait keamanan pangan.

Bimtek ini diikuti oleh para pelaku usaha IRTP yang beroperasi di Kota Bontang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari potensi bahaya makanan yang tidak aman dan tidak memenuhi standar keamanan.

Dalam Bimtek tersebut, pelaku usaha IRTP mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengolahan pangan yang baik, bermutu, dan sesuai standar keamanan. Mereka juga diberikan panduan tentang langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk memastikan produk-produk pangan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Dengan diselenggarakannya Bimtek Keamanan Pangan ini, Dinas Kesehatan Kota Bontang berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat Kota Bontang. Langkah-langkah konkret dalam memastikan keamanan pangan diharapkan dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas produk pangan lokal.

Pengurus PWI Bontang Resmi Dilantik, Pemkot Berharap Sinergi Terus Terjalin

Pengurus PWI Bontang Resmi Dilantik, Pemkot Berharap Sinergi Terus Terjalin

Bontang. Wali Kota Bontang, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Deddy Haryanto, hadir dalam acara pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2023-2026 dan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI se-Kaltim. Kegiatan ini berlangsung pada malam hari di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang Jalan Awang Long pada Selasa (29/8/2023) malam.

Acara pelantikan pengurus PWI Kota Bontang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kota Bontang, dan Mars PWI. Selanjutnya, satu persatu pengurus dipanggil ke depan oleh Sekretaris PWI Kaltim, Wiwid Marhaendra, dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PWI Kaltim, Endro S. Effendi.

Selepas pelantikan, PWI Kaltim memberikan penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat kepada PT Pupuk Kaltim dan PT Badak NGL atas kontribusinya terhadap kemajuan olahraga di Indonesia, khususnya di Kaltim. Selain itu, PWI Kota Bontang juga memberikan plakat penghargaan kepada tamu undangan yang hadir.

Selanjutnya, dalam rangka memperkuat kerjasama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PWI Kota Bontang dengan Bankaltimtara Cabang Bontang serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Populis Borneo.

Ketua PWI Kota Bontang, Suriadi Said, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan atas kehadiran mereka dalam acara tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan pengurus PWI Kota Bontang ini dirangkai dengan pembukaan UKW PWI se-Kaltim, yang akan berlangsung pada Rabu-Kamis (30-31/8/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Kaltim, Endro S. Effendi, mengapresiasi PWI Kota Bontang yang telah aktif menggelar kegiatan untuk meningkatkan kompetensi wartawan di daerah tersebut. Wali Kota Bontang, yang diwakili oleh Deddy Haryanto, juga menyampaikan apresiasi atas upaya dalam peningkatan kompetensi wartawan, yang bertujuan untuk menciptakan wartawan yang profesional dan berintegritas.

“Saya berharap agar PWI Kota Bontang dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan memiliki dampak positif bagi kemajuan daerah,” ucapnya.

Bupati Kutim Dorong Petani Gunakan Benih Bawang Merah Bersertifikat

Bupati Kutim Dorong Petani Gunakan Benih Bawang Merah Bersertifikat

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tamanan Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) tahun ini menyiapkan bibit bawang merah bersertifikat untuk para petani. Bibit berkualitas tersebut sudah dipesan dan diperkirakan akan datang pada bulan Oktober.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat kunjungan kerja ke Kecamatan Rantau Pulung, Sabtu (26/8/2023), mengingatkan petani agar menggunakan benih bersertifikat untuk meningkatkan produksi dan produktivitas serta mencapai hasil panen berkualitas.

Ardiansyah menilai benih merupakan fondasi awal bagi pertanian dan penentu kesuksesan atau kegagalan pertanian bermula dari benih. Dalam upaya mendukung ketahanan pangan terhadap ancaman perubahan iklim, benih memiliki peran sentral. Sehingga diperlukan benih bermutu dari varietas tahan kekeringan atau banjir, serta suhu ekstrim.

“Benih merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan benih yang bermutu, petani dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dan berkualitas,” ujar Ardiansyah.

Ia berharap Dinas Pertanian Kutim dapat menyediakan benih yang unggul, berkualitas, dan baik. Jika benih-benih hortikultura tersebut telah memiliki sertifikat, maka dijamin hasil panennya akan sesuai dengan harapan para petani.

“Saya minta Dinas Pertanian Kutim untuk mencari bibit yang kualitasnya lebih bagus,” ujar Ardiansyah.

Menanggapi itu, Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut, bibit bawang merah yang bersertifikasi sudah di pesan sebanyak 10 ton dari Probolinggo.

“Bibit akan datang pada bulan Oktober sehingga para petani bawang sudah menanam bibit bawang yang lebih bagus dan hasilnya lebih maksimal,” tandasnya. (*)

Kutim Body Contest Open Tournament 2023 Sukses, Wakil Bupati Ajak Gaungkan Semangat Berolahraga

Kutim Body Contest Open Tournament 2023 Sukses, Wakil Bupati Ajak Gaungkan Semangat Berolahraga

Kutim Body Contest Open Tournament 2023 yang digelar di gedung serba guna, Bukit Pelangi, Sabtu (26/8) sore, sukses digelar. Kegiatan yang diikuti sekitar 100-an peserta dan suporter tersebut berlangsung meriah.

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang, yang membuka kegiatan tersebut, mengajak hadirin dan Pengurus Kabupaten Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Kutim untuk menggaungkan semangat berolahraga hingga ke pelosok kecamatan.

“Harapan saya PBFI ini juga ada di tiap kecamatan, kita akan buka Contes di kecamatan agar masyarakat di kecamatan juga termotivasi. Gaungkan terus agar olahraga di Kutim ini maju,” ujar Kasmidi.

Kasmidi juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Kutim Body Contest Open Tournament 2023. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada semua pengurus cabang olahraga atau cabor karena tahun ini semuanya mempunyai event kejuaraan.

Kepada para atlet, Kasmidi mengingatkan, bahwa menjadi juara dalam perlombaan tidak didapat diraih secara mudah atau hanya lewat keberuntungan semata. Untuk menjadi yang terbaik, kata dia, atlet harus menempuh proses panjang yang melelahkan dan tahap tahap pembinaan, hingga mumpuni dan memiliki jam terbang.

“Kepada yang belum juara agar lebih berlatih dengan persiapan yang matang, dan kepada yang mendapat juara agar terus berlatih dan mempertahankan juaranya,” tuturnya.

Terkahir, Kasmidi menyampaikan komitmennya sebagai pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan atlet cabang-cabang olahraga di Kutim.

“Pemerintah Kabupaten Kutim mensupport full semua cabang olahraga, ini adalah bagian dari program yang kita perjuangkan,” pungkasnya.

Basri Rase Hadiri Pesta Rakyat Simpedes Periode II/2022 Bank BRI Bontang

Basri Rase Hadiri Pesta Rakyat Simpedes Periode II/2022 Bank BRI Bontang

Bontang. Wali Kota Bontang, Basri Rase, menghadiri Pesta Rakyat Simpedes Periode II/2022 yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Acara ini berlangsung pada Sabtu (26/8/2023) di Pujasera Kopkar PKT dan merupakan sebuah momen penting dalam mengapresiasi dukungan dan kemitraan yang telah terjalin antara BRI dan masyarakat Kota Bontang, terutama para nasabah setia tabungan Simpedes.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyambut dengan gembira penyelenggaraan acara ini oleh BRI Kota Bontang. Ia meyakini bahwa kegiatan ini adalah sebuah wujud apresiasi dan terima kasih dari Bank BRI kepada masyarakat setia Kota Bontang yang telah menjadi nasabah Simpedes.

Selanjutnya, Basri Rase memberikan apresiasi khusus kepada BRI atas peran pentingnya dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang. Ia mengakui bahwa Bank BRI telah menjadi mitra yang sangat berharga, terutama dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wali Kota Bontang juga menekankan bahwa saat ini pemerintah sedang gencar mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (IKN) dan menghadapi perubahan industri di Kota Bontang. Salah satu fokusnya adalah menjadikan Bontang sebagai pusat UMKM dan destinasi wisata di Kalimantan Timur.

“Perkembangan UMKM yang dinamis tidak bisa tercapai tanpa dukungan modal. Bank BRI, sebagai lembaga keuangan yang berpengalaman, telah berperan penting dalam menyediakan solusi permodalan bagi pelaku UMKM di Kota Bontang,” ucapnya.

Basri menyatakan bahwa Pemkot Bontang sangat menghargai peran Bank BRI dalam memberikan dukungan perbankan yang inklusif dan berfokus pada kepentingan rakyat. Bank BRI telah membantu masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

“Saya berharap semangat kolaborasi ini akan terus berlanjut, sehingga bersama-sama mereka dapat mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan sosial yang lebih baik di masa depan. Dalam suasana kebersamaan ini, mereka berharap dapat memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Kota Bontang Memulai Survei Lokasi Persiapan Peluncuran Program BAWIS

Dinas Kesehatan Kota Bontang Memulai Survei Lokasi Persiapan Peluncuran Program BAWIS

Bontang. Dinas Kesehatan Kota Bontang telah memulai survei lokasi persiapan untuk peluncuran Program Bontang Berwolbachia Serentak (BAWIS), yang akan dilakukan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kelurahan Bontang Kuala. Survei ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kesuksesan pelaksanaan program yang dijadwalkan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Program BAWIS telah menjadi fokus utama Dinas Kesehatan Kota Bontang dalam upaya pengendalian penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, seperti demam berdarah. Wolbachia adalah jenis bakteri yang dapat menginfeksi nyamuk Aedes aegypti dan membantu mengurangi kemampuan nyamuk untuk menyebarkan virus seperti dengue.

Dalam rangka peluncuran program ini, Dinas Kesehatan Kota Bontang bekerja sama dengan berbagai OPD terkait untuk melakukan survei lokasi persiapan di Kelurahan Bontang Kuala. Survei ini mencakup penilaian terhadap titik-titik yang akan digunakan untuk melepaskan nyamuk ber-Wolbachia, serta evaluasi terhadap infrastruktur dan sarana yang diperlukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menyatakan bahwa survei ini merupakan tahap awal yang penting dalam persiapan peluncuran program. Dirinya ingin memastikan bahwa semua persiapan teknis dan logistik telah dilakukan dengan baik sehingga program Wolbachia dapat berjalan lancar dan efektif. Selain itu, Toetoek Pribadi Ekowati juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Bontang telah berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti OPD lingkungan dan kebersihan, dalam upaya menjaga kebersihan dan kelancaran pelaksanaan program ini.

“Kami berharap program Wolbachia akan menjadi langkah positif dalam pengendalian penyakit demam berdarah di Kota Bontang,” ucapnya.

Peluncuran Program Wolbachia di Kota Bontang diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor penyakit demam berdarah. Program ini telah dianggap sebagai salah satu inovasi yang berpotensi mengurangi kasus demam berdarah dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Bontang.

Najirah Dorong Peningkatan Mutu Puskesmas Bontang Selatan II Melalui Proses Akreditasi

Najirah Dorong Peningkatan Mutu Puskesmas Bontang Selatan II Melalui Proses Akreditasi

Bontang. Pada Senin (28/8/2023) dilakukan pembukaan Opening Meeting Akreditasi Puskesmas Bontang Selatan II Tahun 2023. Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah dan tim Puskesmas Bontang Selatan serta tim survei dari badan akreditasi.

Pelaksanaan akreditasi puskesmas di Kota Bontang memiliki tujuan utama, yaitu untuk mendapatkan pengakuan formal dari badan akreditasi terhadap kompetensi sebuah lembaga atau organisasi dalam melakukan penilaian kesesuaian tertentu. Selain itu, proses akreditasi juga bertujuan untuk mengukur mutu pelayanan yang diberikan oleh pelayanan kesehatan dasar.

Dalam sambutannya, Najirah menyampaikan harapannya agar proses akreditasi ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu dan kinerja Puskesmas Bontang Selatan II. Ia berharap bahwa kegiatan ini akan mendorong perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen mutu, sistem manajemen penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat, dan pelayanan klinis. Selain itu, manajemen resiko juga menjadi fokus penting dalam proses akreditasi ini.

“Saya berharap bahwa hasil dari proses akreditasi ini akan sesuai dengan harapan bersama dan dapat menjadi landasan untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kota Bontang,” ucapnya.

Proses akreditasi Puskesmas adalah langkah penting dalam memastikan bahwa pelayanan kesehatan dasar yang diberikan kepada masyarakat memiliki standar yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan. Semoga akreditasi ini menjadi langkah awal untuk peningkatan yang berkelanjutan dalam sistem kesehatan di Kota Bontang.

 

Najirah Membuka BIGfest untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Data Geospasial

Najirah Membuka BIGfest untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Data Geospasial

Bontang. Bontang Innovation Geospasial Festival (BIGFest) yang merupakan salah satu dari 77 event pariwisata yang diselenggarakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bontang, resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah. Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (28/8/2023) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

BIGFest memiliki tujuan untuk memperkenalkan inovasi dan data geospasial kepada masyarakat. Dengan menghadirkan kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang data geospasial dapat ditingkatkan, dan komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan data dapat lebih dipahami.

Pelaksanaan BIGFest juga berlangsung seiring dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya, termasuk Rapat Koordinasi Jaringan Informasi Geospasial Daerah, Rapat Kerja Kelitbangan Tingkat Provinsi, serta Rapat Forum Satu Data Indonesia Kota Bontang.

BIGFest dihadiri oleh 300 peserta yang berasal dari berbagai instansi, seperti Bappeda Provinsi Kaltim, Balitbangda Provinsi Kaltim, Bappeda Kabupaten/Kota se-Kaltim, Diskominfo Kabupaten/Kota se-Kaltim, OPD se-Kota Bontang, dan Perguruan Tinggi se-Kaltim.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap agar seluruh rangkaian acara BIGFest dapat berjalan dengan baik. Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen mereka dalam penyelenggaraan data, khususnya data geospasial.

“Semoga BIGFest menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang data geospasial dan memberikan dampak positif bagi pengembangan Kota Bontang ke depannya,” pungkasnya.

Wabup Kasmidi: Masyarakat Muara Wahau dan Kongbeng Sambut Hangat Kunjungan Kerja Gubernur

Wabup Kasmidi: Masyarakat Muara Wahau dan Kongbeng Sambut Hangat Kunjungan Kerja Gubernur

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat masyarakat Muara Wahau dan Kongbeng terhadap kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Senin (27/8).

“Luar biasa sambutan masyarakat setempat menyambut kedatangan kami, disambut dengan tradisi adat dayak dan hudoq khas Kalimantan Timur, sampai kami juga ikut menari bersama-sama dengan masyarakat setempat,” kata Kasmidi.

Ia mengatakan, sambutan masyarakat tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pembangunan di daerahnya.

“Sampai kami melanjutkan perjalanan pun, masih di iringi oleh adek-adek yang sangat luar biasa antusiasnya,” ujar Kasmidi.

“Karna kami masih harus melanjutkan perjalanan, jadi saya hanya sempat berswafoto dari dalam mobil, maaf yaa adek-adek,” tambahnya sambil tertawa.

Kasmidi berharap, kunjungan kerja tersebut dapat meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam pembangunan di Kutai Timur.

“Terima kasih energynya untuk seluruh masyarakat Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng!” tutupnya.

Kunjungan kerja Gubernur Isran Noor ke Muara Wahau dan Kongbeng bertujuan untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan, di antaranya pembangunan jalan akses ke kawasan industri, pembangunan rumah sakit, dan pembangunan sekolah. (*)

DSPM Bontang Studi Tiru ke UPT Penanggulangan Kemiskinan  Sragen

DSPM Bontang Studi Tiru ke UPT Penanggulangan Kemiskinan Sragen

LATEST BONTANG – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM)  melakukan studi tiru ke Unit Pelaksana Teknis Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sragen.

Dalam studi tiru Kepala DSPM Bahtiar Mabe, S.Sos M.Kes  menugaskan Pekerja Sosial Ahli Muda Suratmi, S.Sos MPSSp  dan Rahmi Ramdaswati, S.Sos serta Rudianto (21-23 Agustus 2023).

Studi tiru dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata sebagai best praktise oleh UPT PK Kabupaten Sragen yang merupakan cikal bakal Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Dalam pertemuan di ruang kepala UPTPK Sragen dihadiri narasumber  Wasis, Wahyu dan Edi dari unsur Bagian Sosial Ekonomi Setda Sragen

 

UPTPK Kabupaten Sragen sudah dibentuk  sejak tahun 2013 – 2014. Oleh Bapenas lalu dilakukan penelitian pada tahun  2015 di UPTPK sehingga lahir Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) mengadopsi dari Aceh melalui Kementrian Sosial sehingga identik dengan Kemsos

Sragen sendiri 2016 menjadi salah satu lokasi pilot project SLRT dan 2 Puskesos  dengan memakai istilah Manajer, Supervisor, Fasilitator.  Namun karena UPTPK Sragen menjadi cikal bakal SLRT maka tetap memakai nama UPTPK untuk tingkat kabupaten,

Tingkat kecamatan sesuai Permendagri memakai nama Pelayanan Administrasi  Masyarakat (PATMA) apalagi sekarang sudah ada pelimpahan kewenangan di kecamatan melalui OSS. Dan tingkat kelurahan memakai nama Pelayanan Atministrasi Kesejahteraan  (PATEN).

Regulasi UPTPK adalah Peraturan Bupati bahwa UPTPK adalah tugas tambahan.   Dengan Pejabat setara esselon 3, dan sekarang  Esselon 2. ”Untuk Kepala  ada  yang:  Kabag RSUD, Kabid Dinkes, Kepala Dinsos atau siapa saja yg ditunjuk  Bupati, dengan tetap mengemban tusi definitif  OPD dan Kepala UPTPK  merupakan tusi tambahan,” terang Wasis.

Dalam ruangan layanan semula ada front office sekarang langsung di layani di  Loket data dan pelaporan, Loket Pelayanan Kesehatan, Loket Pelayanan Pendidikan,  Loket Pelayanan Sosial dan Ekonomi

 

Dan best praktise dari UPTPK Sragen yakni Pelayanan Pengaduan, Beasiswa  Sintawati  untuk pemberian beasiswa anak keluarga miskin, Pelayanan Saraswati pemberian kartu sehat kepada masyarakat miskin yang sedang sakit emergency sebelum proses di usulan ke BPJS Kesehatan pusat, Pelayanan Rumah Tidak Layak Huni Mitra Kesejahteraan Rakyat Aparatur Sipil Negara (MATRA ASN)

 

Dalam perkembangan saat ini SLRT tidak lagi dipakai oleh Kemsos namun langsung memakai Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS). Seperti di Sleman demikian juga di Kabupaten Batang hanya memakai PUSKESOS

 

SLRT sendiri sangat strategis dibutuhkan keberadaannya sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, merupakan system yang membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, kemudian menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten dan non pemerintah sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

SLRT juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan miskin, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan – kelurahan terseut ditangani secara baik.   (Rat)

Copyright © 2026 LatestIDN