Bupati Kutim Launching Kampung Bebas Narkoba di Singa Gembara

Bupati Kutim Launching Kampung Bebas Narkoba di Singa Gembara

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menunjukkan dukungan pemerintah daerah dalam pemberantasan penyahgunaan dan peredaran Narkotika, Psikotropika, dan Obat terlarang (Narkoba) di Kutim dengan melaunching Kampung Bebas Narkoba (KBN) Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim, Selasa (22/8/2023) pagi.

Launching KBN ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah narkoba di Kutim, yang dapat merusak generasi muda dan mengancam masa depan bangsa.

Bupati Ardiansyah berharap, dengan adanya KBN ini, masyarakat bisa lebih sadar dan peduli terhadap bahaya narkoba.

“Kita harus bersama-sama melawan narkoba. Jangan sampai kita kehilangan generasi muda kita karena narkoba,” ujarnya.

Ia berharap agar masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam menjaga lingkungan agar terbebas dari barang terlarang tersebut.

“Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dari narkoba,” harapnya.

Turut hadir dalam acara launching tersebut Wabup Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni, Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin, Ketua Pengadilan Negeri Sangatta Abraham Van Vollen Hoven Ginting, Dandim 0909/KTM yang diwakili Kapten Inf Arif Safardiyatno, Perwakilan Kajari Kutim dan Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa. (*)

Pemkab Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Rumah Layak Huni untuk Masyarakat

Pemkab Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Rumah Layak Huni untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu dan korban kebakaran. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan 20 unit rumah baru yang dibangun oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai program CSR tahun 2022, Selasa (22/8/2023).

Peresmian dilakukan di rumah milik Sugeng, salah satu penerima manfaat Program PRLH KPC, warga Jl Assadiyah, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Kaltim Isran Noor, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, GM ESD KPC Wawan Setiawan, dan pejabat lainnya.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Ia mengapresiasi peran serta perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi dalam program ini, khususnya KPC yang telah membangun 75 unit PRLH di Kutim sejak tahun 2010. “Kami sangat menghargai kerjasama yang baik antara Pemkab Kutim dan perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Kami berharap, kerjasama ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.

Sugeng, salah satu warga yang menerima PRLH KPC mengaku senang dan bahagia, bisa memiliki rumah baru yang layak. Sebelumnya, keluarga Sugeng, pria beranak tiga itu, tinggal di lorong sempit, sebuah rumah yang berdiri di atas badan sungai. Naas juga menimpa keluarga Sugeng. Rumah satu-satunya yang ia miliki mengalami musibah kebakaran.

“Saya juga korban kebakaran. Setelah kebakaran, saya gak punya rumah lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada KPC atas pembangunan rumah ini,” kata Sugeng.

Gubernur Isran Noor menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kaltim dalam periode kepempinannya sebagai gubernur. Targetnya akan dibangun 5000 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Program ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Kaltim, yang saat ini masih sekitar enam persen. “Program ini saya harapkan bisa menekan angka kemiskinan Kaltim, dari yang sekarang enam persen menjadi di bawah dua persen,” kata Isran.

GM ESD KPC Wawan Setiawan menyatakan bahwa KPC terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC. “Kami terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC,” kata Wawan. (*)

Pemkab Kutim dan Pemprov Kaltim Resmikan Rumah Baru Warga Kurang Mampu dan Korban Kebakaran

Pemkab Kutim dan Pemprov Kaltim Resmikan Rumah Baru Warga Kurang Mampu dan Korban Kebakaran

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama dengan Gubernur Kaltim Isran Noor meresmikan 20 unit rumah baru yang dibangun oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai program CSR tahun 2022, Selasa (22/8/2023). Rumah-rumah tersebut diberikan kepada warga yang kurang mampu dan korban kebakaran di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kerjasama antara Pemkab Kutim, Pemprov Kaltim, Kodam Mulawarman, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim. Ia mengapresiasi kontribusi KPC yang telah mendukung program ini sejak tahun 2010. “Kami sangat berterima kasih kepada KPC yang telah membangun rumah layak huni untuk masyarakat Kutim. Ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” kata Ardiansyah.

Salah satu penerima manfaat adalah Sugeng, warga Jl Assadiyah, Sangatta Utara, yang rumahnya terbakar beberapa waktu lalu. Sugeng mengaku sangat senang dan bersyukur bisa memiliki rumah baru yang layak huni. “Saya juga korban kebakaran. Setelah kebakaran, saya gak punya rumah lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada KPC atas pembangunan rumah ini,” kata Sugeng.

Gubernur Isran Noor menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kaltim dalam periode kepempinannya sebagai gubernur. Targetnya akan dibangun 5000 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Program ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Kaltim, yang saat ini masih sekitar enam persen. “Program ini saya harapkan bisa menekan angka kemiskinan Kaltim, dari yang sekarang enam persen menjadi di bawah dua persen,” kata Isran.

GM ESD KPC Wawan Setiawan menyatakan bahwa KPC terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC. “Kami terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC,” kata Wawan. (*)

Kolaborasi DSPM & PAMMI Bontang Santuni 3 Disabilitas Stroke

Kolaborasi DSPM & PAMMI Bontang Santuni 3 Disabilitas Stroke

LATESTBONTANG – Kolaborasi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Kota Bontang menyatuni tiga klien disabilitas fisik, sebesar lima juta rupiah sebagai upaya meringankan beban yang  alami.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua DPC PAMMI Sofian dan jajaran pada Kamis, (24/8/2023),  secara door to door di rumah klien dihadiri Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial PM   Suratmi, S.Sos MPSSp dan Saputra Nur.

Aksi penggalangan dana sendiri telah berlangsung sejak Jumat 18-23 Agustus 2023 di dua titik lokasi  simpang lampu merah Bontang Baru dan simpang lampu merah Bukit Indah, mulai pukul 15.30 Wita sampai dengan selesai.

Selama aksi penggalangan dana berlangsung PAMMI menampilkan sederetan lagu lagu dangdut sehingga menghibur para pengguna jalan yang lewat dan berdonasi.

“Kami vakum sudah beberapa lama, sehingga menyesuaikan momen perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus 2023 sepakat mengelar open donasi untuk membantu saudara saudara warga Bontang yang sedang sakit stroke dan membutuhkan uluran tangan,” terang Sofian.

Lebih lanjut Sofian berharap kepada para penerima tidak melihat jumlah nominal bantuan tapi lebih kepada kepedulian DPC PAMMI Kota Bontang.

Sementara itu Simbo Hadi Pranoto yang tinggal di lantai 3 Rusunawa RT 41 Api Api saat menerima bantuan mengucapkan terima kasih dan menjadi spirit untuk kesembuhannya.  Klein sendiri alami stroke dan sudah tidak bisa jalan lagi dan membutuhkan popok dan kasur angin (matras) untuk hindari luka.

“ Saat drop kemarin bapak saya jantungnya  lemah 22% dari lansia normal 75%, sudah dibantu mesin di ICU hasil nya tetap saja lemah 22%,” terang Hana anak klien  yang dirumpangi dan berprofesi sebagai pasukan kuning.

Sementara Purtiah yang kos di RT 51 Loktuan menyampaikan terima kasih dan minta di doakan untuk kesembuhannya.  Mulyoto RT 37 Tanjung Laut melalui istrinya juga menyampaikan terima kasih kepada PAMMI dan Dinas Sosial Bontang.(Rat)

Wakil Ketua DPRD Bontang Soroti Penundaan Proyek Pembangunan Turap Sungai Guntung

Wakil Ketua DPRD Bontang Soroti Penundaan Proyek Pembangunan Turap Sungai Guntung

Bontang.Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris, mengungkapkan bahwa penundaan proyek pembangunan turap sungai di RT 11 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, disebabkan oleh relokasi rumah warga. Agus Haris menjelaskan bahwa dalam rapat di dewan telah disepakati untuk sepenuhnya menyerahkan masalah pembangunan turap kepada pemerintah.

“Pada saat rapat di dewan, sudah ada kesepakatan bahwa masalah pembangunan turap diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” ujarnya.

Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bontang menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar melalui APBD murni. Namun, rencana anggaran tersebut tidak mencakup relokasi rumah warga yang terkena proyek pembangunan turap.

Agus Haris menegaskan bahwa meskipun penanggung jawab utama proyek adalah pemerintah, DPRD Bontang tetap akan mengawasi jalannya proyek ini. Jika pada bulan September masih belum terlihat pergerakan dalam proyek ini, DPRD berencana untuk mengundang pihak pemerintah guna membahas kendala yang mungkin muncul.

“Jika hingga September belum ada perkembangan, kami akan mengundang pemerintah untuk membahas masalah ini. Kami ingin tahu di mana letak hambatannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, politisi dari Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa ada dua rumah yang belum bersedia untuk direlokasi karena masih belum memiliki lahan yang layak. Agus Haris berpendapat bahwa pendekatan persuasif bisa dilakukan dalam hal ini, dengan melibatkan tokoh adat untuk memberikan penjelasan kepada warga bahwa penyelesaian masalah banjir ini adalah kepentingan bersama.

“Kami berpendapat bahwa pendekatan persuasif bisa menjadi solusi, dengan melibatkan tokoh adat untuk menjelaskan bahwa penanganan banjir ini adalah kepentingan bersama,” tegasnya.

Wabup Kutai Timur: Meriahkan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 dengan Semangat dan Sportivitas

Wabup Kutai Timur: Meriahkan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 dengan Semangat dan Sportivitas

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang turut hadir dalam pembukaan Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 yang berpusat di Lapangan Kantor DPRD Kutim, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin(21/08/2023) sore.

Kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-78 ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ini turut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal serta Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Kutim.

“Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023 ini adalah salah satu bentuk kegiatan positif yang bisa meningkatkan antusiasme dan semangat olahraga di masyarakat. Saya sangat senang melihat para pemain dan penonton yang menggebu-gebu di lapangan. Ini menunjukkan bahwa olahraga sepak bola masih menjadi salah satu olahraga favorit di Kutai Timur,” kata Wabup Kasmidi.

Ia berharap, turnamen ini bisa menjadi kompetisi yang rutin diadakan “Ini adalah bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah. Saya berharap turnamen ini bisa menjadi agenda rutin yang bisa menumbuhkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat di Kutai Timur,” ujarnya.

Selain itu, Wabup Kasmidi juga mengajak masyarakat untuk meriahkan turnamen ini dengan semangat dan sportivitas tinggi.

“Mari kita bersama-sama menikmati pertandingan-pertandingan seru yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Jangan lupa untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan keamanan selama menyaksikan pertandingan. Dan yang terpenting, mari kita hargai setiap tim yang bermain dengan fair play dan saling menghormati,” tandasnya. (*)

Fasial  Dorong Pembangunan Penangkaran Buaya Pasca Tragedi Serangan Buaya

Fasial Dorong Pembangunan Penangkaran Buaya Pasca Tragedi Serangan Buaya

Bontang. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk membangun penangkaran buaya sebagai respons terhadap tragedi serangan buaya yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Guntung. Faisal mengungkapkan keprihatinannya terhadap serangan-serangan buaya yang terjadi secara berulang. Menurutnya, hewan buas ini semakin berkeliaran karena habitat mereka terganggu oleh pembangunan yang semakin banyak.

“Ini bukan pertama kalinya, bahkan sudah sangat sering warga menjadi korban serangan buaya. Beberapa kali juga terjadi di Selambai, meskipun belum sampai menyebabkan korban jiwa,” ujarnya.

Politikus dari Partai Nasdem ini menyoroti pentingnya pembangunan penangkaran buaya sebagai langkah untuk memudahkan evakuasi hewan-hewan buas tersebut. Dengan adanya penangkaran, diharapkan dapat mengurangi resiko serangan buaya terhadap penduduk sekitar.

Faisal juga mengemukakan potensi positif dari pembangunan penangkaran buaya. Ia menegaskan bahwa penangkaran ini tidak hanya memberikan keamanan, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata baru yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang.

“Penangkaran buaya tidak hanya memberikan perlindungan bagi warga, tetapi juga bisa menjadi tempat wisata edukatif dan sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai buaya. Selain itu, penangkaran ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berpotensi meningkatkan PAD Bontang,” paparnya.

Faisal berharap Pemerintah Kota Bontang dapat segera mempertimbangkan pembangunan penangkaran buaya sebagai upaya melindungi warga serta meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.

Faisal Soroti Kondisi Pulau Gusung, Harapkan Pemkot Berikan Perhatian Lebih

Faisal Soroti Kondisi Pulau Gusung, Harapkan Pemkot Berikan Perhatian Lebih

Bontang. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya perhatian yang diberikan kepada Pulau Gusung. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih fokus pada pengembangan Pulau Melahing untuk masuk dalam 50 besar desa wisata di Indonesia, sementara pulau-pulau pesisir lainnya seperti Gusung, Tihi-Tihi, dan Selangan membutuhkan perhatian terkait kondisi infrastrukturnya.

Faisal menyoroti khususnya kondisi Pulau Gusung yang saat ini terancam oleh abrasi. Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih luas, bukan hanya mempromosikan Pulau Melahing saja. “Penting bagi pemerintah untuk tidak hanya fokus pada Pulau Melahing, melainkan juga memberikan perhatian kepada pulau-pulau pesisir lainnya yang membutuhkan penanganan, seperti Pulau Gusung,” ujarnya.

Pulau Gusung, yang terletak di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, memiliki sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas penduduknya menggantungkan mata pencahariannya pada sektor nelayan dan petani rumput laut. Pulau ini hanya dapat diakses melalui transportasi laut dengan waktu tempuh sekitar 20-30 menit dari Pelabuhan Loktuan atau Pelabuhan Tanjung Limau.

Faisal mengungkapkan bahwa abrasi air laut menjadi ancaman serius bagi Pulau Gusung. Selain itu, pulau ini juga masih sangat kekurangan fasilitas umum seperti listrik, air bersih, dan pendidikan. Pulau yang dulunya memiliki luas hingga sekitar 1.000 meter dengan lebar 500 meter, kini mengalami penyusutan menjadi 780 meter dengan lebar 150 meter.

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan pulau-pulau pesisir, penting bagi pemerintah untuk memberikan perhatian yang adekuat, termasuk dalam hal penanganan abrasi, penyediaan fasilitas dasar, dan infrastruktur yang lebih baik,” tambah Faisal.

BW Dorong Pemanfaatan OPD untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

BW Dorong Pemanfaatan OPD untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

Bontang. Dalam upaya mewujudkan kemandirian fiskal di Kota Taman, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Bakhtiar Wakkang (BW), mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk memanfaatkan potensi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan retribusi daerah. Bakhtiar, yang akrab disapa BW, percaya bahwa setiap OPD memiliki potensi yang dapat berkontribusi pada pendapatan anggaran daerah (PAD).

Dalam penyampaian pandangannya dalam rapat paripurna di kantor DPRD Bontang, Senin (7/8/2023), BW mengungkapkan bahwa strategi untuk mencapai target Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) tidak hanya terbatas pada sektor pajak. Potensi pendapatan dari sektor lain, seperti pariwisata, pembangunan berkelanjutan, tata ruang, dan pendidikan, juga dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Jadi bukan hanya dari pajak yang bisa mendapatkan PAD, melainkan sektor lain juga bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, BW menghimbau pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan OPD guna mengembangkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan potensi pendapatan. Dia memandang kemandirian fiskal sebagai tanggung jawab bersama, di mana setiap OPD diharapkan berperan aktif dalam memaksimalkan potensi retribusi daerah.

“Dalam rangka mencapai kemandirian fiskal, kita semua memiliki tanggung jawab, dan OPD juga dapat berupaya maksimal dalam memanfaatkan potensi untuk retribusi daerah,” tutupnya.

Siswa SMKN 1 Terlibat dalam Kegiatan Observasi Ketahanan Pangan DKP3 Bontang

Siswa SMKN 1 Terlibat dalam Kegiatan Observasi Ketahanan Pangan DKP3 Bontang

Bontang. Siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bontang terlibat dalam sebuah kegiatan observasi yang fokus pada bidang ketahanan pangan. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam tugas observasi yang bertujuan untuk memahami lebih lanjut tentang kebun binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), khususnya kebun dari kelompok P2L (Pekarangan Pangan Lestari) di Dasawisma Melati 2, Kelurahan Bontang Baru.

Kegiatan observasi yang dilaksanakan pada Kamis (24/8/2023) ini merupakan bagian dari upaya pendidikan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada siswa tentang aspek-aspek ketahanan pangan. Melalui kunjungan ke kebun binaan DKP3, siswa dapat mempelajari prinsip-prinsip dan praktik-praktik yang terkait dengan produksi pangan dan ketahanan pangan.

Siswa diberi kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana kebun P2L dikelola, termasuk praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang digunakan dalam produksi pangan. Mereka juga diajak untuk berinteraksi dengan petani dan petugas yang bertanggung jawab atas kebun tersebut, sehingga mereka dapat bertanya dan memperoleh informasi langsung tentang praktik-praktik ketahanan pangan.

Kegiatan observasi ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa SMKN 1 Bontang, memungkinkan mereka untuk mengaitkan teori-teori yang mereka pelajari di sekolah dengan praktek di lapangan. Ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli dan berpengetahuan tentang ketahanan pangan, sebuah aspek penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlibatnya siswa dalam kegiatan observasi semacam ini, diharapkan mereka akan menjadi agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di komunitas mereka sendiri dan pada tingkat yang lebih luas. Dalam jangka panjang, pengetahuan dan pemahaman mereka tentang ketahanan pangan dapat membantu membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Copyright © 2026 LatestIDN