BONTANG – Belum adanya tanda-tanda pasar Ramadhan menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Kota Bontang.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Malik mengungkapkan, pasar Ramadhan perlu dipercepat karena bulan puasa sudah ada di depan mata.
“Ramadhan kurang 15 hari lagi, harusnya sudah ada rambu-rambu, masyarakat sudah menunggu,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Rabu (31/03/2021).
Politisi dari PKS ini menilai, pemerintah setempat dapat memetakan kondisi lingkungan Pasar Ramadhan sedari awal. Hingga dapat dengan mudah menentukan protokol kesehatan.
“Jika lokasi pasar Ramadhan dalam keadaan sempit atau tidak memadai, hendaknya dipindahkan ke lokasi yang bisa menampung,” ucapnya.
Begitu pun sebaliknya, pria yang akrab disapa Ustadz ini menuturkan, jika lokasi Pasar Ramadhan itu sudah ada dan memenuhi syarat untuk tidak berkerumun, tetap dilanjutkan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bontang ini juga menghimbau masyarakat agar memperbanyak doa dan dzikir agar pandemi Covid-19 segera berlalu.
“Selamat menunaikan ibadah bulan Ramadhan 1442H dengan penuh harap puasa tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya”
“Semoga pemerintah cepat membentuk Pasar Ramadhan,” harapnya. (bid)
Advertorial
Agus Haris Sarankan Forum RT di Kampung Sidrap Matangkan Proposal
BONTANG – Pemasangan pipanisasi untuk kebutuhan air bersih di Kampung Sidrap mulai menemukan titik terang, Agus Haris sarankan forum RT matangkan proposal.
Wakil Ketua DPRD Kota Bontang tersebut menuturkan, proposal harus siap segera sesuai dibutuhkan. Hal itu disinyalir setelah melihat antusias dukungan perusahaan terhadap program yang telah diimpikan warga yang bermukim puluhan tahun tanpa sarana air bersih PDAM.
“Titik (terangnya,red) sudah ada. Perusahaan juga mau bantu,” ujar Agus Haris kepada Latest Bontang, usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan perusahaan, PDAM, dan warga Kampung Sidrap, Selasa (30/03/2021).
Politisi asal Gerindra ini menambahkan, proposal tersebut nantinya akan dilengkapi dengan rencana biaya dari PDAM.
“Setelah itu pertemuan akan dilanjutkan bersama perusahaan kembali jka dokumen yang dibutuhkan telah siap,” terangnya.
Kendati sebelumnya, PDAM telah membuat rencana biaya untuk opsi sambungan Pipa dari Kilometer 2 Loktuan, pihaknya juga meminta Perusahaan Air minum itu untuk membuat rencana biaya sambungan Pipa dari Kelurahan Guntung.
“Opsi lainnya dari Guntung lewat equator. Tetapi karena wilayah tersebut milik PKT yang terdapat pipa gas dan kabel-kabel, maka perlu mencari titik yang aman. Terkait hal ini, kami akan rapat khusus untuk, PKT,” ucapnya.
Terkait dirinya yang dipilih menjadi koordinator, pria yang juga warga Kampung Sidrap ini bersedia menjadi Koordinator tim dalam menyukseskan pemasangan pipa PDAM.
“Saya siap tanggung jawab untuk mengkoordinir,” tegasnya.
Diwartakan sebelumnya, Kampung Sidrap masuk wilayah Kutai Timur (Kutim). Akan tetapi, sebagian besar warga yang bermukim di kawasan tersebut merupakan warga Bontang. Fakta ini terungkap dalam rapat gabungan yang digelar di sekretariat DPRD Bontang, Senin (22/03/2021) lalu.
Pada rapat tersebut, solusi paling ideal adalah masyarakat di Kampung Sidrap membuat proposal kepada tiap perusahaan untuk membantu lancarnya pemasangan pipanisasi tersebut. (bid)
Sudah Ada Titik Terang, Agus Haris Akan Koordinir Pemasangan Pipanisasi untuk Warga Kampung Sidrap
BONTANG – Rencana pemasangan pipanisasi untuk kebutuhan air bersih warga Sidrap akhirnya menemukan titik terang. Pada prosesnya, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Agus Haris akan menjadi koordinator.
Diwartakan sebelumnya, Kampung Sidrap masuk wilayah Kutai Timur (Kutim). Akan tetapi, sebagian besar warga yang bermukim di kawasan tersebut merupakan warga Bontang. Fakta ini terungkap dalam rapat gabungan yang digelar di sekretariat DPRD Bontang, Senin (22/03/2021) lalu.
Pada rapat tersebut, solusi paling ideal adalah masyarakat di Kampung Sidrap membuat proposal kepada tiap perusahaan untuk membantu lancarnya pemasangan pipanisasi tersebut.
“Titik (terangnya,red) sudah ada. Perusahaan juga mau bantu,” ujar Agus Haris kepada Latest Bontang, usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan perusahaan, PDAM, dan warga Kampung Sidrap, Selasa (30/03/2021).
Politisi asal partai Gerindra ini menambahkan, secepatnya PDAM melakukan servei ulang. Menurutnya, di kilo dua terlalu panjang jaraknya untuk ke Kampung Sidrap. Opsi kedua yaitu menghitung dari guntung lewat equator. Setelah dihitung, masyarakat buat proposal.
“Setelah dihitung, kami akan rapat kembali. Untuk menentukan rencana selanjutnya seperti apa,” katanya.
Dia menjelaskan, wilayah survei tersebut masuk area PT Pupuk Kaltim. Dimana, ada pipa gas dan kabel disana.
“Karena Wilayah Pupuk Kaltim memiliki pipa gas dan kabel-kabel, maka perlu mencari titik yang aman. Untuk PKT, kita akan melakukan rapat khusus terkait hal ini,” terangnya.
Terkait dirinya yang dipilih menjadi koordinator, pria yang juga warga kampung sidrap ini bersedia menjadi Koordinator tim dalam menyukseskan pemasangan pipa PDAM.
“Saya siap tanggung jawab untuk mengkoordinir,” tegasnya. (bid)
Komisi III DPRD Bontang Kembali Lakukan Sidak di Kelurahan Bontang Baru
BONTANG – Komisi III DPRD Kota Bontang kembali lakukan inspeksi mendadak (sidak), guna menikdaklanjuti aduan masyarakat terkait banjir, di Jalan Letjen Soeprapto RT 24, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.
Ditemui usai sidak, Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Samad mengatakan bahwa banjir yang kerap meresahkan warga setempat disebabkan oleh sendimentasi drainase yang terjadi di sepanjang jalan protokol.
Politisi dari partai Hanura ini menambahkan, hal tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Maka, perlu tindakan cepat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menuntaskan permasalahan ini.
“Memang benar, karena ada aduan dari masyarakat, pagi ini kita turun langsung ke lapangan,” ujarnya, Senin (29/03/2021).
Saat ini, lanjutnya, pembuangan air drainase tersebut terhubung dengan sungai Api-Api yang letaknya sekitar 150 meter. Namun, akibat terjadinya sendimentasi air mengakibatkan terhambatnya aliran air dan menimbulkan genangan air hujan.
Pihaknya pun telah berkoordinasi kepada dinas terkait untuk segera membuat kajian tentang genangan tersebut.
Komunikasi juga tengah terjalin kepada pemilik tanah yang bersedia mengibahkan lahanya untuk solusi penyelesaian banjir di wilayah RT 24 Kelurahan Bontang Baru.
“Sehingga tidak akan ada beban lagi dalam penggunaan dana APBD untuk pembebasan lahan,” bebernya.
Dia berharap, kajian perencanaan, pengawasan, dan pembangunan fisik dalamsegera terealisasi secepatnya.
“Semoga terelasisasi di tahun 2021, karena masyarakat sangat menunggu tindakan pemerintah soal penanganan banjir di daerah ini,” harapnya. (*)
Selama Ramadan, BW Minta Tempat Hiburan Malam Tutup
BONTANG – Ramadan diperkirakan akan jatuh pada 13 April mendatang, artinya kurang dari satu bulan lagi memasuki bulan suci Ramadan.
Selama Ramadan, Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang (BW) meminta setiap pelaku usaha yang bergerak di tempat hiburan malam agar menutup usahanya. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk saling menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadan.
Menurut BW, pelaku usaha tersebut yang telah mendapatkan izin beroperasi akan memahaminya. Yang menjadi persoalan adalah usaha ilegal.
Jika tidak ada dasar untuk dibuka, lanjutnya, harus didenda dan ditutup.
“Kita akan pantau tempat hiburan malam yang ilegal agar tidak membuka pada saat jelang Ramadan. Tidak ada dasar untuk dibuka, yah didenda dan seharusnya ditutup,” kata BW saat dikonfirmasi, Jumat (26/03/2021).
Politisi dari partai Nasdem ini meminta agar pihak yang terkait seperti Satpol PP dan pihak kepolisian dapat menjamin keamanan dan ketertiban selama bulan puasa.
“Tentunya dengan memenuhi standar protokol kesehatan (prokes),” ungkapnya.
BW berharap imbauan itu dipatuhi oleh semua pelaku usaha dari berbagai jenis, termasuk tempat-tempat karaoke di Kota Bontang.
“Harapan saya para pelaku usaha patuh ya, kan ini untuk kita semua,” harapnya.
Lebih jauh, BW mengimbau Pemkot Bontang untuk segera melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha tempat hiburan malam agar sementara waktu menutup usahanya demi menghargai umat Islam dalam beribadah. (*)
Ma’ruf Effendy Tolak Usulan Rentribusi Sampah Rumah Tangga
BONTANG – Usulan rentribusi sampah rumah tangga dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dapat penolakan dari Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Ma’ruf Effendy.
Menurut politisi dari Partai PKS ini, usulan tersebut hanya membebani masyarakat apalagi di masa pandemi seperti ini.
“Menurut saya tidak perlu, jangan mempersulit masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Gedung Sekretariat DPRD Kota Bontang, Jalan Moeh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, beberapa waktu lalu.
Kata dia, saat ini di masing-masing RT juga telah ada bayar iuran. Yakni, berupa iuran penjaga keamanan sekaligus petugas sampah, yang merupakan inisatif warga.
“Saya rasa itu sudah cukup, tidak perlu lagi ada retribusi sampah rumah tangga,” paparnya.
Sebagai informasi, retribusi pajak sampah rumah tangga sudah tertuang dalam Perda Kota Bontang, akan tetapi belum berjalan optimal. Adapun kebijakan penarikan sudah dilakukan namun terhenti di tahun 2018 karena mekanismenya kurang tepat. (*)
Hadiri Rangkaian Kegiatan Lingkungan Pada HUT-48 PDIP, DPC PDIP Bontang Apresiasi BMI
BONTANG – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Bontang Hadiri rangkaian kegiatan lingkungan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-48.
Kegiatan yang digelar di Jakarta tersebut berupa Penanaman pohon dan pemeliharaan aliran sungai yang dilaksanakan serentak secara nasional pada Januari hingga Februari 2021 lalu.
Perwakilan DPC DPIP Bontang, dihadiri oleh Ketua DPC, Maming dan Sekretaris, Agus Suhadi.
Selain keikutsertaan mereka dalam kegiatan DPP yang digelar serupa, keduanya sekaligus mengikuti kegiatan Bimtek III tentang pendalaman Tupoksi DPRD di Kenggal 19-22 Maret 2021.
“Kegiatan ini untuk Fraksi DPRD Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia diadakan di Jakarta, semua kegiatan ini tetap menerapkan Porkes,” ujar Maming kepada awak media, Rabu, (24/03/2021)
Ditambahkan Maming, selama pelaksanaan kegiatan pemeliharaan tanaman dan pembersihan sungai di Kota Bontang, DPC PDIP Bontang memilih lokasi rumah adat Guntung.
Selama kegiatan di Bontang tersebut, aktifitas kegiatan di delegasikan kepada Wakil Ketua bidang, Agus Sutrisno Hardi dan Wakil Sekretaris Jendral, Busman serta Bendahara, Deni Arifin.
“Ini untuk mengkoordinir kegiatan DPC Kota Bontang secara serentak pada tanggal 21 maret 2021, seperti yang kami lakukan disini (Jakarta, red),” ungkapnya.
Maming juga mengapresiasi suksesnya kegiata tersebut. Ia juga menilai kehadiran Wakil Walikota Bontang terpilih, Najirah dan putranya Ferza menjadi asupan semangat bagi semua kader.
“Terima kasih atas partisipasi BMI dibawah kendali Ferza Agustia yang memaksimalkan potensi kader dalam kegiatan kemarin, begitu juga Ibu Wakil walikota terpilih, Bu Najirah yang turut mensupport dalam kegiatan penghijauan yang dilakukan DPC sebagai wujud implementasi instruksi DPP dan DPD,” terangnya.
Lebih jauh, Maming juga mengatakan bahwa Ferza layak untuk menjadi pemimpin dari organisasi sayap partai Banteng Muda Indonesia (BMI) Bontang tersebut. (bid)
Sidak Kawasan Banjir, Komisi III DPRD Bontang Temukan Dinding Turap yang Hancur
BONTANG – Komisi III DPRD Kota Bontang lakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan yang rawan banjir, Jalan Bulutangkis 2 RT 40, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.
Pada sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina tersebut, ditemukan sebuah dinding turap yang hancur.
Amir Tosina mengungkan, hal tersebut tidak bisa dibiarkan. Maka akan pihaknya mendorong pemerintah agar segera turun tangan.
“Apabila diabaikan semakin lama, dinding penahan semakin bergeser ke bawah yang menimbulkan penyempitan sungai serta menghambat aliran sungai.Efeknya air akan naik ke permukiman warga,” ujarnya, Selasa (23/03/2021).
Diketahui, dinding penahan sungai tersebut sepanjang 200 meter dengan tinggi 6 meter, cukup mengejutkan masyarakat sekitar karena usia bangunan tersebut baru beranjak 7 tahun namun sudah mulai runtuh.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, Komisi III akan panggil dinas terkait serta mengawal perbaikan turap
“Kami siap mengawal, karena banyak keluhan masyarakat akibat banjir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang Kota (PU-PRK), Karel mengatakan penundaan renovasi turap diakibatkan minimnya anggaran.
“Tahun 2020 rencana kerja (renja) yang diusulkan terpaksa direfocusing atau dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Sehingga pengerjaan terpaksa tidak dilakukan,” tandasnya. (*)
Waduk di Marangkayu Jadi Solusi Air Bersih, Ini Respon Andi Faiz
BONTANG – Memanfaatkan waduk di Marangkayu dinilai jadi salah satu solusi kebutuhan air bersih di Bontang.
Hal itu terungkap saat kunjungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim ke Bontang.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faiz Sofyan Hasdam yang turut menemani kunjungan tersebut menuturkan, diperkirakan krisis air bersih di Bontang pada tahun 2026. Pihaknya juga kerap menerima keluhan dari masyarakat terkait kebutuhan air bersih.
Andi Faiz, begitu panggilan akrabnya memaparkan, selain waduk di Marangkayu, ada dua opsi lainnya untuk menangani krisis air yakni Bendungan Bendali Suka Rahmat Kutai Timur (Kutim), dan pemanfaatan air permukaan lubang bekas tambang PT Indominco Mandiri (IMM).
“Saat ini tiga lokasi itu yang menjadi solusi,” kata politisi dari partai Golkar ini saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Senin (22/03/2021).
Dari tiga solusi tersebut, lanjutnya, Waduk Marangkayu merupakan solusi paling tepat. Hal itu lantaran, lokasi lainnya masih perlu waktu untuk dilakukan riset lebih lanjut.
“Waduk Marangkayu yang masuk proyek strategis nasional. Sehingga kurung waktu 3-4 tahun mendatang sudah dapat dimanfaatkan,” terangnya.
Dia berharap, proyek tersebut dapan direalisasikan secepatnya sehingga tinggal melakukan pipanisasi agar air bisa mengalir ke Bontang.
“Secepatnya di Oktober 2021,” pungkasnya. (*)
Tiap Tahun 95% Lulusan SMA YPK Masuk PTN, Kepala Sekolah: Tahun Ini Kita Tetap Optimis
BONTANG – Sebanyak 26 siswa SMA Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.
Dari 164 siswa, sebanyak 26 siswa yang lulus dari 67 siswa yang mengikuti seleksi.
Kepala Sekolah SMA YPK Drs. Rakim, M.Pd menuturkan, dari 26 siswa tersebut, 13 IPA dan 13 IPS.
“Alhamdulillah, setiap tahun, kita diangka diatas 95% yang diterima PTN,” ujarnya kepada Latest Bontang, Senin (22/03/2021).
Ia berharap, tahun 2021 SMA YPK bisa kembali mengantarkan para lulusannya minimal diatas 95% diterima di PTN.
“Tahun ini insya Allah kita tetap optimis minimal diatas 95% diterima di PTN” terangnya.
Lebih jauh, Drs Rakim mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut andil dalam kelulusan siswa SMA YPK.
“Terima kasih kami haturkan kepada guru-guru yang telah berjuang dengan keras. Juga kepada PT Pupuk Kaltim yang telah mensuport layanan pendidikan di YPK dan kepada seluruh stake halder YPK yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di YPK,” pungkasnya. (*)















