Lahan Parkir Bontang City Mall Tergenang Air, PAD Bontang Terancam Menurun

Lahan Parkir Bontang City Mall Tergenang Air, PAD Bontang Terancam Menurun

LATESTBONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam mengungkapkan keluhan warga terkait kondisi lahan parkir Bontang City Mall yang sering tergenang air saat hujan. Menurutnya, hal ini sangat mengganggu pengendara roda dua yang ingin berbelanja di mall tersebut.

“Posisi parkiran motor ini disebelah kiri gedung. Karena tergenang air, banyak yang memilih parkir diluar mall, yang akibatnya tidak masuk atau tidak dikenakan retribusi parkir,” kata Rustam kepada awak media, Kamis (27/4/2023).

Legislator dari partai Golkar ini menilai, kondisi tersebut berdampak negatif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang yang bersumber dari retribusi parkir. Ia mengatakan, retribusi parkir di Bontang City Mall penting untuk menambah PAD Bontang yang masih rendah.

“Retribusi parkir di BCM ini bisa menjadi menambah PAD kita. Persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut, terlebih mall ini merupakan pusat perbelanjaan dan hiburan masyarakat Bontang,” ujarnya.

Rustam meminta kepada pihak pengelola mall untuk segera memperbaiki lahan parkir yang tergenang air tersebut. Ia juga mengimbau kepada warga untuk tetap mematuhi aturan parkir di mall dan membayar retribusi sesuai ketentuan.

“Kami harap pihak pengelola mall bisa segera menyelesaikan masalah ini. Kami juga minta warga untuk tetap tertib dan taat bayar retribusi parkir. Ini demi kepentingan bersama untuk meningkatkan PAD Bontang,” tutupnya. (*)

APBD Bontang 2023 Capai Rp 2,2 Triliun, Andi Faiz: Manfaatkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

APBD Bontang 2023 Capai Rp 2,2 Triliun, Andi Faiz: Manfaatkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

LATESTBONTANG -Kota Bontang menargetkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 sebesar Rp 2,2 triliun.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Pemkot bisa mengoptimalkan anggaran belanja daerah ini dengan baik.

Politisi Golkar ini mengingatkan bahwa program-program Pemkot harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Andi Faiz menyebutkan bahwa APBD yang besar ini bisa dimaksimalkan Pemkot untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan sumber daya masyarakat.

“Kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat,” ujarnya Rabu (12/4/2023).

Selain itu, dengan APBD yang besar, Pemkot juga bisa menaikkan insentif RT, gaji tenaga honorer, dan tunjangan guru.

APBD Kota Bontang 2023 sebesar Rp 2,2 triliun terdiri dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya sebesar Rp 400 miliar.

Andi Faiz berharap anggaran yang tersedia ini bisa diserap dengan maksimal dalam kurun waktu yang singkat, yaitu sekitar 3 sampai 4 bulan saja. (*)

Andi Faiz Minta Disnaker Cek THR Pekerja di Perusahaan Mitra Pemkot

Andi Faiz Minta Disnaker Cek THR Pekerja di Perusahaan Mitra Pemkot

LATESTBONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menawarkan layanan posko aduan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengusulkan Disnaker, tidak hanya menawarkan posko aduan THR bagi pekerja. Ia juga mengusulkan Disnaker untuk langsung menginspeksi perusahaan, soal pembayaran THR pekerja tersebut. Terutama dengan perusahaan swasta mitra rekanan dilingkup Pemerintahan Kota Bontang.

Usulan tersebut, dijelaskan Andi Faiz, didasarkan dari perusahaan yang bermitra dilingkup Pemerintahan Kota Bontang, sering kali bermasalah terkait gaji bagi para pekerjanya.

Oleh karena itu, diperlukan peran Disnaker agar THR bagi pekerja seperti, tenaga cleaning service, petugas keamanan dilingkup pemerintah bisa dipastikan aman tahun ini.

“Disnaker harus langsung menginspeksi dan meninjau pekerja di perusahaan mitra pemerintah, seperti tenaga cleaning service, petugas keamanan, di kantor RSUD, Camat, Setwan, Setda hingga PT LBB atau Perusda,” ucapnya Rabu (12/4/2023).

Ditegaskan Andi Faiz Disnaker perlu menginspeksi langsung, karena menurutnya cenderung para pekerja dilingkup pemerintah tak berani untuk langsung mengadu.

“Jangankan THR, seperti PT LBB gajinya kan menunggak itu, jadi harus dikeroscek langsung meninjau,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, ihwal untuk mengawasi para tenaga kerja di perusahaan soal gaji atau THR menjadi ranah dari pengawas Ketenagakerjaan Provinsi.

“Tapi kita di daerah juga tidak tinggal diam, jadi kita memfasilitasi dengan memberikan surat edaran kepada semua perusahaan tentang pembayaran THR, dan surat edaran itu sudah kita layangkan,” katanya.

Menurutnya, posko pengaduan yang di buat, memang diperuntukkan bagi pekerja yang belum menerima THR. Dan pihaknya menjamin kerahasiaan aduan pekerja tersebut.

Olehnya, Disnaker daerah hanya bersifat melakukan pembinaan, salah satunya dengan membentuk posko pengaduan tersebut.

Selain itu, sudah ada penegasan dalam surat edaran yang meminta setiap perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR), setidaknya tujuh hari sebelum hari Raya Idul Fitri.

Andi Faiz Dukung Pemerintah Bangun Rusun untuk PNS, Siap Dampingi Pemkot Koordinasi ke Pusat

Andi Faiz Dukung Pemerintah Bangun Rusun untuk PNS, Siap Dampingi Pemkot Koordinasi ke Pusat

LATESTBONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, mendukung rencana pemerintah yang akan membangun rumah susun untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bontang.

Menurut Faiz, saat ini masih banyak PNS yang belum memiliki hunian tetap, sehingga adanya rusun ini sangat bermanfaat memberikan mereka tempat tinggal.

“Sangat setuju, saya pikir ini ide yang bagus. Agar mereka bisa punya hunian,” katanya baru-baru ini.

Apalagi kata Faiz, usulan ini merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pembangunan rusun tersebut.

“Jadi pemerintah tidak perlu ngeluarin APBD yang besar. Tinggal kita kejar aja ini usulan ke pusat biar cepat terealisasi,” ucapnya.

Politikus Partai Golkar ini pun mengaku siap mendampingi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam berkoordinasi dengan kementerian di pusat.

“Kami melalui komisi III siap kalau diminta mendampingi Pemkot untuk persentase dan melobi ke kementerian pusat sesuai dengan kapasitas dan fungsi DPRD. Demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, tak terkecuali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bontang,” tutupnya.

Diketahui, Pemkot Bontang Basri Rase berencana mengajukan ke pemerintah pusat untuk pembangunan rumah susun (rusun) PNS, dalam rangka meniru beberapa daerah yang sudah berhasil dibangunkan. Seperti di Bengkulu, Kalsel, dan Bali.

Rencananya, pembangunan rusun itu akan dilakukan kompleks Perum Korpri, Bontang Lestari dengan status lahan milik Pemkot yang akan dipakai ialah empat hektare. Adapun lokasi ini dinilai startegis karena dekat dengan pusat pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Much Cholis Edy Prabowo menerangkan saat ini proses pembangunan rusun PNS masih penyusunan proposal.

“Kami berharap ini dapat diakomodasi. Jadi kami akan meniru beberapa daerah yang sudah dibangunkan,” jelasnya.

Amir Tosina: Evaluasi Diperlukan untuk Pembangunan Turap Sungai Api-Api yang Kurang Maksimal

Amir Tosina: Evaluasi Diperlukan untuk Pembangunan Turap Sungai Api-Api yang Kurang Maksimal

LATESTBONTANG – Proyek pembangunan turap sungai di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, menuai kritik dari salah satu anggota dewan.

Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengerjaan turap yang dinilai tidak sesuai dengan konstruksi bangunan. Ia menyoroti cara pemasangan batu penahan tanah yang hanya disusun begitu saja tanpa menggunakan campuran semen atau cor.

Menurut Amir, campuran semen adalah bahan utama yang harus digunakan untuk melekatkan batu sehingga membentuk dinding yang kuat. Tanpa campuran semen, ia khawatir bangunan turap akan mudah rusak.

“Saya tanya pekerjanya, kenapa cuma disusun saja batunya tidak pakai cor. Pekerjanya bilang nanti di atasnya baru dikasih campuran. Menurut saya ini sudah menyalahi konstruksi, jangan sampai belum berumur sudah rusak,” kata Amir saat melakukan sidak bersama Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, Sabtu (8/4/2022).

Amir juga menjelaskan bahwa turap berfungsi sebagai penahan pergeseran tanah yang bisa menyebabkan longsor. Oleh karena itu, pembangunannya harus diperhatikan dengan baik. Ia merasa sayang jika proyek turap yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 6 Miliar di Kelurahan Api-Api itu hanya ditumpuk tanpa ada campurannya.

Selain masalah pemasangan batu, Amir juga mengkritik kurangnya pengawasan dan tenaga kerja dalam proyek turap tersebut. Ia menyebut bahwa saat sidak, pengawas dari pihak kontraktor tidak ada di lokasi. Hanya ada dua orang pekerja yang bekerja lambat. Ia meminta pihak kontraktor untuk menambah jumlah pekerja dan melakukan evaluasi.

“Saya cari kontraktornya tidak ada, cuma ada pekerjanya 2 orang saja. Mana bisa cepat selesai kalau begini. Kalau bisa ditambah pekerjanya,” ujarnya.

Amir menambahkan bahwa proyek turap sungai di Kelurahan Api-Api seharusnya sudah selesai pada 25 Desember 2022 lalu, namun pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu hingga 2023.

Agus Haris Soroti Rencana Pemkot Tarik Retribusi Sampah dari Warga

Agus Haris Soroti Rencana Pemkot Tarik Retribusi Sampah dari Warga

LATESTBONTANG – Pemkot Bontang berencana menarik retribusi uang sampah dari warga, sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencana ini menuai kritik dari Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris.

Menurut AH sapaan Agus Haris, retribusi uang sampah itu bisa membebani masyarakat. Ia pun menyarankan agar rencana ini dibahas bersama-sama dengan pihak kelurahan dan forum RT.

“Ya kalau masyarakat mau, nah kalau mereka keberatan gimana. Saran saya lebih baik dibicarakan dulu kalau mau tarik iuran bareng forum RT, nanti forum RT menindaklanjuti dengan rembuk warga,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini meminta agar pemerintah lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dan sebaiknya tidak membebani masyarakat dengan iuran itu.

“Kalau saya pribadi iuran itu tidak populer ya, apalagi untuk tambahan PAD. Ini bukan soal memanjakan masyarakat, tapi kita bicara soal pelayanan yang prima kepada masyarakat. Kalau petugas sampah dibayar pakai APBD dengan gaji sesuai UMK Bontang menurut saya tidak terlalu besar,” jelasnya Kamis (6/4/2023).

Namun, jika memang masyarakat setuju untuk ditarik iuran retribusi sampah, iuran sampah juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat yang tidak mampu di sekitar RT.

“Jadi bisa mengurangi kemiskinan. Bisa dikelola dan didistribusikan langsung, nanti lurah yang koordinir dan dicatat dalam sumber penerimaan PAD tapi sistemnya langsung didistribusikan,” tutupnya.

Rencana Pemkot Bontang menarik retribusi uang sampah dari warga ini, diungkapkan Wali Kota Bontang Basri Rase baru-baru ini.

Penarikan retribusi uang sampah itu, katanya sebagai upaya dalam menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu tong sampah bakal diganti dengan motor pengangkut sampah, sehingga warga terfasilitasi dan tidak lagi jauh-jauh membuang sampah cukup di tempat yang sudah disediakan, dan petugas akan datang mengambil sampah dengan motor pengangkut sampah.

Nantinya, pemerintah akan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)yang bertanggung jawab membawa sampah itu ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Dinilai Tidak Terlalu Penting, Ketua DPRD Bontang Sayangkan Pengadaan Mobil Dinas Baru

Dinilai Tidak Terlalu Penting, Ketua DPRD Bontang Sayangkan Pengadaan Mobil Dinas Baru

LATESTBONTANG – Pengadaan mobil dinas baru akhir-akhir ini menjadi pembahasan hangat dikalangan masyarakat. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengungkapkan, pengadaan mobil tersebut belum terlalu penting.

Pengadaan mobil tersebut pun menulai banyak penolakan di kalangan masyarakat. Andi Faiz, begitu sapaannya mengungkapkan, meski keuangan daerah cukup, tapi belum terlalu penting.

“Kita lihat situasi yang berkembang dari masyarakat. Walaupun keuangan daerah cukup, saya rasa itu belum terlalu urgent untuk tahun ini,” kata dia, Minggu 27 September 2022.

Berbeda dengan pimpinan DPRD Bontang, Pemkot justru telah meloloskan 4 pengadaan mobil dinas baru untuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mereka di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas Koperasi-UKMP dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Andi Faizal pun menyayangkan keputusan kepala daerah atas pengadaan mobil itu. Ditambah lagi saat pembahasan rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), tidak disebutkan rencana pembelian mobil itu.

“Kita hanya terima informasi pengadaan kendaraan Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, dan tiga unsur Forkopimda,” Andi Faizal menegaskan.

Padahal menurut Bang Faiz, sapaan akrabnya, pihaknya selalu terbuka perihal apapun itu yang sifatnya koordinasi dan dianggap urgent.

“Padahal kita selalu terbuka dan tidak akan menghalang-halangi kalau itu memang penting dan urgent. Tapi ini persoalannya, kita saja baru tahu setelah ada muncul di Sirup LKPP. Coba kami dikasih tahu kalau alasannya masuk akal tidak mungkin ditolak,” tandasnya. (*)

Anggota DPRD Bontang Rustam Sukses Raih Juara Pertama Turnamen Kejurnas Pickleball di Surabaya

Anggota DPRD Bontang Rustam Sukses Raih Juara Pertama Turnamen Kejurnas Pickleball di Surabaya

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Bontang Rustam berhasil memenangkan turnamen kejuaraan Nasional Pickleball yang digelar di Unesa PB Surabaya 2022, 9-11 Desember 2022.

Rustam yang turun di nomer Usia 50 tahun (U-50) kategori mens double bersama rekannya H.Erliansyah berhasil menundukan Wakil dari Jawa Timur dengan Skor 11-5, 11-6.

Menurut Rustam yang juga Ketua Komisi II DPRD Bontang itu. Kejurnas yang digelar di Lapangan Tenis Lidah Wetan Fakultas Olahraga Universitas Negeri Surabaya tersebut merupakan kali kedua dirinya ikut dalam kejuaraan serupa.

Sebelumnya ia telah mengikuti Kejuaraan tingkat dunia di Bali. Kegiatan bertajuk Word Pickleball Competition Bali 2022 itu menempatkannya pula sebagai juara pertama.

Meski di usia yang tidak lagi muda, Rustam berharap capaian ini bagian dari upaya untuk menularkan semangat kepada setiap anak muda Bontang untuk terus berolahraga, bahkan hingga usia tak lagi muda.

“Ini juga alternatif untuk yang sudah 40 tahun keatas karena ada lomba U-50 dgn gengsi yang tidak kalah sama yang umum,”ujarnya.

Bahkan lebih jauh ia berharap, dengan berolahraga di usia sejak muda mampu mengalihkan diri dari pengaruh narkoba yang kini sedang marak terjadi.

“Semoga ini memberi semangat kepada anak muda agar berpikiran positif, terjauhkan dari Narkoba dan lainya,” harap Rustam.

Meski diakuinya, olahraga Pickleball mesti terbilang baru di Kota Bontang, namun minat masyarakat untuk belajar dengan olahraga ini cukup besar.

Sudah ada beberapa Klub yang didirikan pengurus IPF Bontang, salah satunya Klub Cundukke. Prestasi diraih politisi Golkar ini pun berkat dukungan Klub yang menaunginya.

“Semua ini berkat dukungan dari semua klub yang ada di kota Bontang dan terkhusus dari IPF Kota Bontang pak Irfan,” ungkapnya.

Lanjut dijelaskan Rustam, dibalik kesuksesan Rustam dalam olahraga Pickleball, ia merasakan kemistri yang kuat dengan olahraga ini. Bahkan tak tanggung tanggung politisi Golkar dapil Bontang utara ini mendirikan Klub Pickleball yang ia beri nama Cundukke.

Selama berdiri, Cundukke telah menorehkan prestasi membanggakan. Terakhir dalam ajang Kejurnas Unesa di Surabaya pada kategori umum Cunduke berhasil masuk 16 besar dan 8 besar.

“Insya Allah berkat dukungan semua klub dan IPF Kita bisa raih prestasi demi prestasi,” tutup Rustam.

Ditolak Karena Berhijab, DPRD Segera Panggil Pengelola Mal

Ditolak Karena Berhijab, DPRD Segera Panggil Pengelola Mal

LATESTBONTANG – Kabar tak menyenangkan datang dari pusat perbelanjaan yang baru saja dibuka beberapa waktu lalu. Diduga, salah satu tenan yang ada di mall tersebut berlaku diskriminasi terhadap calon karyawannya. Calon karyawan tersebut tak diterima lantaran menggunakan hijab. Kabar tersebut pun viral di media lokal.

Mengetahui hal tersebut, Anggota DPRD Bontang Faisal menyesalkan kejadian itu terjadi di mall yang baru saja dibuka. Apalagi, isu yang berkaitan dengan kepercayaan seseorang jarang sekali terjadi di Bontang. Sebab sejauh ini Bontang sangat kondusif dan toleran terhadap kepercayaan seseorang.

Untuk memperjelas persoalan, Faisal bersama anggota DPRD Bontang lainnya segera memanggil pengelola mall tersebut.

“Kami pasti akan tegur pengelola jika kejadian itu benar adanya. Kami juga akan minta agar aturan aturan diskriminasi itu tidak ada lagi di Bontang,” kata Politisi Nasdem Bontang ini.

Disambung Faisal, baik pengelola mall ataupun tenant tak boleh membuat aturan yang melanggar hak hak asasi, apalagi yang berkaitan langsung dengan agama atau kepercayaan. Hal itu tentu sangat merugikan warga Bontang.

“Undang undang dasar negara saja menjamin kita menjalankan kepercayaan, masak ada aturan yang dibuat tenant yang bertentangan dengan undang undang. Pelanggaran itu,” tegasnya. (*)

Libatkan Atlet Lokal dan Nasional, Gelaran Turnamen Bulutangkis DPRD Bontang Cup Disambut Antusias

Libatkan Atlet Lokal dan Nasional, Gelaran Turnamen Bulutangkis DPRD Bontang Cup Disambut Antusias

LATESTBONTANG – Turnamen Bulutangkis DPRD Bontang Cup 2022 resmi berakhir. Persatuan Bulu Tangkis (PB) Pupuk Kaltim keluar sebagai juara umum event bergengsi DPRD Bontang yang melibatkan atlet lokal dan nasional itu.

Penutupan yang digelar pada Jumat (2/12/2022) malam tadi, di Lapangan BSG, pun dipadati ratusan penonton dari berbagai kalangan. Dari anak-anak sampai dewasa larut dalam keseruan laga pamungkas DPRD Bontang Cup 2022 dalam pertandingan Putra Prestasi Kelas A antara PB Kawan Faiz vs PB Puspa Juwita asal Samarinda. PB Kawan Faiz pun keluar sebagai juara.

Dalam laga penutup DPRD Bontang Cup 2022 itu pun dimenangkan Ade Yusuf dan Alfian Eko yang mewakili PB Kawan Faiz. Sementara PB Puspa Juwita mesti puas di posisi runner-up. Serta di posisi juara tiga bersama, diisi PB Pupuk Kaltim dan PB Kawan Faiz.

Kepada awak media, Andi Faisal Sofyan Hasdam mengutarakan rasa terima kasih kepada seluruh peserta atas kerjasamanya selama event tersebut berlangsung.

Sebab label atlet bulutangkis unggulan setiap PB, dapat memberikan contoh kepada bibit atlet muda di Bontang dalam mengikuti turnamen secara sportif pada kejuaraan selanjutnya.

“Laga selama empat hari ini menunjukkan hasil yang positif. Baik penyelenggara maupun peserta, berlaku adil dan jujur selama laga. Itu yang jadi kunci event ini berlangsung sukses,” kata pria yang akrab disapa Bang Fais ini.

Atas hasil positif yang berikan seluruh atlet Bontang, dirinya pun komitnen untuk melanjutkan event serupa pada tahun berikutnya. Dipastikan pula, laga ini bakal jadi event rutin yang melibatkan seluruh PB di Bontang.

Atlet yang keluar sebagai juara pun bakal direkomendasikan oleh PBSI Bontang untuk berlaga mewakili Bontang mengikuti turnamen di tingkat provinsi maupun di nasional.

“DPRD Badminton Cup ini mendapat respon positif. Jadi mengapa tidak, kita buat laga yang sama buat tahun selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari laporan Ketua Panitia Frans Micha, PB Pupuk Kaltim yang keluar sebagai juara umum. Berhasil mengoleksi 18 medali dari seluruh kelas yang dipertandingkan.

Sementara, di posisi kedua ditempati PB Pama Persada dengan koleksi 8 medali. PB Harum 5 medali. PB Badak JR 4 medali dan terakhir PB Arsy 1 medali.

Selain diberikan medali, para juara juga berhak atas penerimaan uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Hadiah pun diberikan langsung setelah turnamen resmi berakhir.

“Langsung dibagikan semua hadiahnya. Selamat kepada seluruh peserta,” kata Frans.

Dia pun mengutarakan ucapan terimakasih kepada seluruh sponsor event yang telah memberikan bantuan materil untuk memenuhi kebutuhan selama berlaga. Baik dari Pemkot Bontang maupun perusahaan.

“Semua kebutuhan panitia, syukur dicover oleh perusahaan. Jadi selain kirim atlet, mereka juga kirim bantuan materi,” terangnya.

Hadir pula pejabat DPRD Bontang sebagai tamu kehormatan dalam hari puncak turnamen itu. Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam, Sekretaris DPRD Bontang Lukman, Anggota DPRD Bontang Yassier Arafat, Abdul Samad, Ridwan, dan Kabid Olahraga Dispopar Bontang Muhtar.

Acara pun ditutup dengan pemberian hadiah kepada seluruh juara Badminton DPRD Bontang Cup 2022. Tamu kehormatan memberikan hadiah secara bergantian dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (kus)

Copyright © 2026 LatestIDN