Raperda Penanggulangan Bencana Inisiatif Komisi DPRD Bontang Mulai Masuki Pembahasan Awal

Raperda Penanggulangan Bencana Inisiatif Komisi DPRD Bontang Mulai Masuki Pembahasan Awal

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengungapkan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan Bencana inisiatif DPRD Bontang kini memasuki tahap pembahasan awal.

Hal itu dikatakan Amir Tosina saat ditemui usai melakukan rapat bersama tim asistensi Raperda yang juga melibatkan dinas terkait, di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Bontang, Jalan Moh Roem No 1, Bontang Lestari, Kota Bontang.

Amir menuturkan, pihaknya akan selalu berusaha membuat peraturan daerah (perda), dan pemerintah juga memandang pentingnya ada perda terkait penanggulangan bencana.

“Kita baru memasuki awal pembahasan,” ujarnya kepada awak media, Senin (24/05/2021).

Dia menambahkan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mempelajari pasal demi pasal agar segera rampung.

“Mudah mudahan kami bisa segera menyelesaikan dan memplototi pasal demi pasal biar rampung,” ujarnya kepada awak media, Senin (24/05/2021) kemarin.

Saat disinggung awak media terkait target realisasi Raperda tersebut, politisi dari Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa dalam waktu satu bulan sejak awal pembahasan akan rampung.

“Satu bulan ini rampung agar bisa dikolaborasikan apa-apa yang tercantum didalamnya agar membuatkan hasil sehingga menjadi peraturan daerah,” tutup ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina.

Selain Amir Tosina, tampak juga legislator Komisi III DPRD Bontang lainnya, Astuti, Faisal Fbr, dan Abdul Samad. (*)

Faisal Bersama Gerakan Pemuda Selambai Gelar Bersih-bersih di Kampung Nelayan Selambai

Faisal Bersama Gerakan Pemuda Selambai Gelar Bersih-bersih di Kampung Nelayan Selambai

BONTANG – Ada pemandangan menarik di Kampung Nelayan Selambai Loktuan pagi tadi, (30/05/2021). Dimana, Anggota DPRD Bontang, Faisal Fbr terlihat tengah membersamai para pemuda-pemudi.

Mengenakan baju kaos berwarna merah, politisi dari Partai Nasdem ini rupanya turut serta dalam kegiatan gladi bersih di sepanjang jalan Selambai yang disinyalir oleh Gerakan Pemuda Selambai (GPS).

Tak tanggung-tanggung, legislator Komisi III DPRD Bontang ini ikut membersihkan jalan yang kotor. Juga membantu menanam bunga di daerah tersebut agar terlihat lebih rapi, bersih, dan cantik. Sehingga dapat menarik perhatian masyarakat yang ingin menikmati keindahan Kampung Nelayan Selambai.

Faisal menuturkan, kegiatan bersih-bersih perlu dilestarikan agar lingkungan tetap terjaga.

“Kegiatan bersih-bersih perlu dilestarikan, jika perlu dibuat agenda rutin,” ujuarnya saat dihubungi melalui Whatsapp, Minggu (30/05/2021).

Dia pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya kota Bontang supaya tetap peduli terhadap lingkungan. Seperti,tidak membuang sampah sembarangan apalagi di laut.

“Jangan buang sampah sembarangan, karena setiap orang harus bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri,” imbuhnya.

Tak Kunjung Dibayar, Komisi II DPRD Bontang Minta Insentif Nakes Dibayar Sebelum Lebaran

Tak Kunjung Dibayar, Komisi II DPRD Bontang Minta Insentif Nakes Dibayar Sebelum Lebaran

BONTANG – Insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Taman Husada Bontang ternyata tak kunjung dibayar, Komisi II DPRD Bontang pun minta segera melunasi sebelum lebaran.

Diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bontang, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama RSUD Taman Husada Bontang, Senin (03/05/2021).

Dikatakan Rustam, pihaknya merasa kecewa dengan pihak yang bertanggung jawab, yang tidak komitmen untuk membayar insentif tersebut.

“Sebelum hari raya harus lunas,” ungkapnya.

Diketahui, pembayaran insentif tersebut awalnya merupakan kewenangan pusat yang kemudian dilimpahkan ke daerah. Namun, pelimpahan kewenangan rersebut tanpa disertai anggaran untuk membayar insetif tersebut.

Terhitung sejak Oktober hingga Desember 2020, totalnya mencapai Rp 2,9 miliar. Konon jumlah tenaga kesehatan yang menerima insentif sejumlah 522 orang.

Anggota Komisi II lainnya, Nur Salam juga mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, anggaran sudah ada tetapi mengapa belum dibayar.

“Kita tidak mengetahui pasti alasan mengapa belum dibayar, apakah menunggu pemerintah baru atau apa, ini kan hutang harusnya dibayar bahkan sebelum lebaran,” ungkapnya.

Politisi dari partai Golkar ini berharap, kali ini benar-benar dibayar sebelum lebaran untuk pejuang garda terdepan.

“Tolong dibayar, sudah 7 bulan ini belum dibayar,” imbuhnya. (*)

DPRD Bontang: Pembahasan Raperda tentang Pemberdayaan Lembaga Adat Sudah Final

DPRD Bontang: Pembahasan Raperda tentang Pemberdayaan Lembaga Adat Sudah Final

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad mengungkapkan, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Lembaga Adat dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal kini sudah memasuki tahap aktir atau final, Senin (03/05/2021) kemarin.

Abdul Samad menuturkan, dengan Raperda tersebut, mudah mudahan bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam hal budaya dan juga mendatangkan para turis dan wisatawan dari luar daerah.

“Sehingga mereka (para turis dan wisatawan,red) bisa menyaksikan secara ritual pelaksanaan adat kita, bahwa Bontang memiliki kebudayaan sendiri seperti daerah lain,” ujarnya usai mengikuti rapat bersama tim asistensi Raperda.

Dia menambahkan, setelah di sahkan, juga bisa menjadi pegangan kuat bagi ketua adat dan masyarakat setempat agra bisa bersatu dan bersinergi dengan pemerintah dan DPRD Bontang.

“Karena perda ini usulan DRPD melalui aspirasi dari Kelurahan Bontang Kuala dan Kelurahan Guntung,” ungkapnya.

Politisi dari partai Hanura ini melanjutkan, terkait anggaran nanti kewenangan dari pemerintah untuk memberikan kewenangan untuk memberikan pembiayaan adat masing-masing.

“Harapan kita agar Bontang sesuai dengan program pemerintah yang baru, bisa memberikan pandangan dan kebutuhan atas dasar memperkenalkan budaya Bontang itu sendiri,” harapnya.

Saat ini, Raperda hanya menunggu waktu untuk di sahkan melalui paripurna dan tentu ada proses lebih jauh.

“Yang jelas, apa yang ditugaskan kepada kami, sudah rampung kita bahas hari ini,” pungkasnya. (*)

Berbuka Puasa dengan Petani, Kumintas Mobil dan Motor, Ini Harapan Anggota Komisi I DPRD Bontang Rusli

Berbuka Puasa dengan Petani, Kumintas Mobil dan Motor, Ini Harapan Anggota Komisi I DPRD Bontang Rusli

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Bontang Rusli menggelar buka puasa dan salat tarawih bersama dengan para petani, Komunitas Vitara Escudo Sidekick (VES) Bontang dan Scooter Owner Group (SOG) Bontang.

Kegiatan digelar dikediamannya di Gunung Batu Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (22/4/2021) lalu.

Dari pantauan Lates Bontang, buka bersama tidak hanya dihadiri oleh para petani dan anggota komunitas mobil dan motor saja, tetapi Wali Kota Bontang terpilih Basri Rase juga hadir dalam kegiatan tersebut.Sebelum memasuki waktu berbuka puasa, Rusli meminta kepada Wali Kota Bontang terpilih, agar perbaikan akses jalan di Gunung Batu Nyerakat Kiri juga bisa jadi perhatian pemerintah, sebab setahun pihaknya bermukim didaerah gunung batu petani begitu kesulitan ketika panen tiba.

“Buah semangka hasil panen yang harusnya dimuat dengan mobil harus diangkut dengan ojek motor karena akses jalan yang belum bagus,” ungkapnya.

Kata dia, lahan pertanian yang dikelola oleh para petani digunung batu tersebut berdasarkan informasi yang ia dapat dari Dinas Kehutanan Kalimantan Timur masuk kategori hutan sosial, sehingga para petani bisa mendapatkan bantuan dari dana APBD.

“Disini ada 3 kelompok tani binaan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim jadi secara legalitas kami lengkap,” ujar Rusli.

Lanjut dia, sebagai wakil rakyat pihaknya telah berkomunikasi dengan Anggota Komisi II DPRD Bontang untuk menggelar rapat dengar pendapat dalam waktu dekat dengan dinas terkait dan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim untuk membahas pengembangan petani disekitar Bontang.

“Para petani disangatta bisa mendapatkan bantuan – bantuan dari pemerintah walaupun bertani diwilayah hutan lindung maupun sosial, semoga kita di Bontang juga bisa,”terangnya.

Sementara Wali Kota terpilih Basri Rase mengatakan, pihak sangat mendukung apabila perbaikan akses jalan di gunung batu dilakukan.

Kata dia, bagusnya akses jalan tentu memudahkan para petani ketika ingin membawa hasil panennya ke Bontang.

“Daerah sini akan menjadi perhatian pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian masyarakat kita, khususnya dikalangan petani,”ujar Basri.

Namun, Basri meminta kepada Rusli sebagai Anggota DPRD Bontang untuk berkomunikasi dengan dinas terkait dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait penggunaan APBD dalam penyaluran bantuan dan perbaikan akses jalan di wilayah hutan sosial.

“Kalau sudah berkomunikasi dan tidak ada masalah tentu kita akan bangun, tetapi kalau ada temuan semuanya akan diminta untuk dikembali oleh negara,” terangnya.

“Kota Bontang sangat kecil wilayahnya apalagi wilayah pertaniannya, dengan bertani masyarakat bisa menjadi lebih mandiri,” tambahnya.

Untuk diketahui, Rusli mengandeng Dai Muda Kota Bontang untuk memudahkan para petani untuk beribadah selama bulan suci ramadhan.

Sebab para petani sebelumnya ketika ingin melakukan salat tarawih harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 KM. (RM).

Komisi III DPRD Bontang Kembali Soroti Jalan Soekarno Hatta yang Rusak

Komisi III DPRD Bontang Kembali Soroti Jalan Soekarno Hatta yang Rusak

BONTANG – Komisi III DPRD Kota Bontang kembali soroti Jalan Soekarno Hatta. Pasalnya, akses jalan menuju kantor pemerintahan tersebut mengalami rusak yang cukup parah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina menuturkan, kerusakan yang terjadi dipicu oleh angkutan kendaraan dari perusahaan yang melintasi jalan protokol tersebut. Hal itulah yang membuat melebihi kapasitas dan beban jalan.

Pihaknya pun meminta perusahaan terkait bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

“Kami meminta tanggung jawab perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak. Sebab, itu adalah jalan protokol yang dikeluhkan masyarakat,” ujarnya kepada awak media usia Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (19/04/2021).

Ia menambahkan, dinas terkait, dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang agar segera berkoordinasi dengan perusahaan gunanya mempercepat perbaikan jalan yang rusak.

Tidak hanya itu, politisi dari lartai Gerindra ini juga meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang melakukan pemasangan papan peringatan mobilisasi alat berat disekitar jalan protokol Soekarno Hatta.

Dia berharap, persoalan ini bisa teratasi dengan segera. (*)

Lokasi Kini Tersedia, Faisal Minta Pembangunan Uji Kir Dipercepat

Lokasi Kini Tersedia, Faisal Minta Pembangunan Uji Kir Dipercepat

BONTANG – Pembangunan gedung uji kir di Bontang kini mulai menemukan titik terang. Lokasi yang direncanakan akan menjadi tempat pembangunan kini tersedia, yaitu berada di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Loktuan memiliki luas 8000 meter persegi.

Kendati kebutuhan lahan Uji KIR yang representatif seluas 12.000 Meter Persegi atau 1,2 Hektar, Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal minta pembangunan uji kir dipercepat.

“Bagaimanapun caranya, tahun depan gedung uji KIR harus dianggarkan,” ujarnya.

Politisi asal Nasem ini menambahkan, jika rutinitas uji kelayakan kendaraan itu dilakukan di kota Samarinda, sudah barang tentu akan menimbulkan banyak resiko dan biaya.

“Masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan sejauh 73 mil ke Samarinda hanya untuk uji KIR,” terangnya.

Faisal melanjutkan, Komisi III DPRD Kota Bontang siap mengawal dan perjuangkan, karena masyarakat memerlukan gedung tersebut.

“Jangan sampai kami ngotot perjuangkan sementara kementerian perhubungan nanti bilang tidak memenuhi syarat,” pungkasnya. (*)

Terkait Penerima Vaksin, Rusli Berharap Tenaga Pengajar Jadi Prioritas

Terkait Penerima Vaksin, Rusli Berharap Tenaga Pengajar Jadi Prioritas

BONTANG – Pemerintah pusat mewacanakan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar pada bulan Juli mendatang, sehingga vaksinasi untuk tenaga pengajar diharapkan bisa menjadi prioritas penerima vaksin.

Di Bontang sendiri tenaga pengajar yang telah menerima vaksin ialah guru sekolah dasar, baik negeri maupun swasta. Sehingga Anggota Komisi I DPRD Bontang Rusli mendorong pemerintah untuk memprioritaskan tenaga pengajar untuk menerima vaksin mulai dari Paud hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Tugas mereka sangat berat karena mengajar anak – anak kita, sehingga sebelum PTM diberlakukan mereka harus dipastikan kesehatannya. Pemerintah tidak boleh lengah tentang hal ini,” ujarnya saat dihubungi via whattsap, Kamis (8/4/2021).

Terkait PTM digelar sebelum bulan juli mendatang, Rusli setuju untuk dipercepat, namun, pihaknya berharap tim gugus tetap berhati – hati.

“Saya berharap kepada dinas terkait sejatinya sebelum bulan juli memilih sekolah yang betul – betul siap diuji coba sebelum melaksanakan PTM. Sekolah dan tenaga pengajar betul – betul harus melalui tahap seleksi,” terangnya.

Lanjut dia, Sekolah harus siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebelum menggelar PTM, agar tidak timbul cluster baru.

“Apakah sekolah benar – benar sanggup menerapkan protokol kesehatan atau belum, jika belum siap menurut saya tidak boleh diberi ijin untuk melakukan PTM,” tutupnya. (RM).

Anggota DPRD Bontang Agus Suhadi Kecam dan Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Anggota DPRD Bontang Agus Suhadi Kecam dan Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Agus Suhadi tanggapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Ketedral Makassar, Minggu (28/03/2021) lalu.

Politisi dari partai PDI Perjuangan (PDIP) itu mengecam dan mengutuk aksi bom bunuh diri yang membuat 14 orang terkena luka bakar serius.

“Saya mengecam ini terjadi setelah sekian lama kita menikmati kedamaian hidup rukun,” ujarnya, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Rabu (31/03/2021).

Meski kejadian di Makassar, Pria Purnawirawan TNI itu meminta masyarakat dapat tenang beraktifitas dan tetap menjaga kewaspadaan diri pada setiap aktifitas, pun disetiap tempat Ibadah jadi prioritas di Kota Taman.

“Saya harap Masyarakat tetap tenang tapi waspada. Jaga keamanan disetiap tempat ibadah, apalagi Hari Paskah dan Ramadhan sudah didepan mata,” ucapnya.

Sekretaris DPC PDIP Bontang ini juga meminta aparat mengusut jaringan bom bunuh diri yang identik dengan teroris itu.

“Mohon ini untuk diusut sampai ke akarnya, saya yakin aparat kepolisian dan terkait bisa menuntaskannya,” pinta Agus Suhadi.

Sebagai informasi, ledakan bom bunuh diri tersebut terjadi pada peringatan Minggu Palma yang jatuh hari ini atau sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB. Minggu Palma merupakan awal dari pekan suci sebelum merayakan Paskah pada pekan depan. (bid)

Belum Ada Pasar Ramadhan di Bontang, Abdul Malik Minta Segera Dipercepat

Belum Ada Pasar Ramadhan di Bontang, Abdul Malik Minta Segera Dipercepat

BONTANG – Belum adanya tanda-tanda pasar Ramadhan menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Kota Bontang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Malik mengungkapkan, pasar Ramadhan perlu dipercepat karena bulan puasa sudah ada di depan mata.

“Ramadhan kurang 15 hari lagi, harusnya sudah ada rambu-rambu, masyarakat sudah menunggu,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Rabu (31/03/2021).

Politisi dari PKS ini menilai, pemerintah setempat dapat memetakan kondisi lingkungan Pasar Ramadhan sedari awal. Hingga dapat dengan mudah menentukan protokol kesehatan.

“Jika lokasi pasar Ramadhan dalam keadaan sempit atau tidak memadai, hendaknya dipindahkan ke lokasi yang bisa menampung,” ucapnya.

Begitu pun sebaliknya, pria yang akrab disapa Ustadz ini menuturkan, jika lokasi Pasar Ramadhan itu sudah ada dan memenuhi syarat untuk tidak berkerumun, tetap dilanjutkan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bontang ini juga menghimbau masyarakat agar memperbanyak doa dan dzikir agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Selamat menunaikan ibadah bulan Ramadhan 1442H dengan penuh harap puasa tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya”

“Semoga pemerintah cepat membentuk Pasar Ramadhan,” harapnya. (bid)

Copyright © 2026 LatestIDN