Pelabuhan Loktuan Segera Dibuka, Abdul Malik: Kami Sangat Mendukung

Pelabuhan Loktuan Segera Dibuka, Abdul Malik: Kami Sangat Mendukung

BONTANG – Setelah sekian lama tidak beroperasi karena pandemi Covid-19, pelayaran kapal penumpang di Pelabuhan Loktuan akhirnya segera dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Hal ini mendapat respon positif dari Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik.

“Dari Komisi III, kami tentu sangat mendukung dari komisi III,”ujarnya kepada Latest Bontang, usai mengikuti rapat bersama KSOP dan Dishub Bontang di Aula Paripurna DPRD Bontang.Senin (08/03/2021).

Menurut politisi Partai PKS ini, membuka kembali pelayaran kapal penumpang sebagai upaya menggiatkan kembali perekonomian di masyarakat.

“Mengingat pelabuhan Loktuan kini banyak aktifitas bongkar muat, kami meminta instansi terkait agar dapat menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang,” terangnya.

Lebih jauh, Dewan yang akrab disapa ustaz ini mengungkapkan, penerapan protokol Covid-19 juga menjadi atensi pihak terkait selama terjadi siklus arus penumpang di Pelabuhan Loktuan.

“Secara prinsip hal hal yang berkaitan regulasi termasuk suasana Covid-19 menjad perhatian,”katanya

“Mesti jadi perhatian seperti hasil Antigennya, jangan sampai tatkala dibuka akan jadi kluster baru,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembukaan pelabuhan tersebut direncanakan pada tanggal 24 Maret dengan kapal penumpang KM Egon dari Pare Pare akan bersandar perdana di Pelabuhan Loktuan. Kabar ini diprediksi akan mampu menumbuhkan kembali giat perekonomian di Pelabuhan. (*)

Tepis Isu Hoaks Mengenai Vaksin Covid-19, Faisal: Aman

Tepis Isu Hoaks Mengenai Vaksin Covid-19, Faisal: Aman

BONTANG – Masyarakat disuguhi banyak informasi mengenai komposisi vaksin yang diduga haram dan memiliki efek samping yang membahayakan. Hal itu tentu membuat kekhawatiran ditengah masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal merespon hal tersebut usai mengikuti proses vaksinisasi tahap dua di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (02/03/2021) lalu. Dia pun menepis berita hoaks yang meresahkan tersebut.

Politisi dari partai Nasdem ini mengungkapkan, vaksin tersebut aman dan tidak memiliki efek samping.

“Efek samping vaksin ini jauh dari hoaks. Pemerintah menyarankan kita untuk di vaksin demi kesehatan,” ujarnya kepada awak media.

Ditambahkan Faisal, Fatwa MUI juga telah menyatakan bahwa vaksin itu halal.

“Sudah ada fatwa dari MUI, yang mentayakan vaksin ini halal,” terangnya.

Sebelumnya, Faisal mengikuti proses screening untuk memastikan kesiapannya sebelum divaksin. Hasilnya pun memenuhi syarat. Ia puunmengaku tak ada persiapan khusus saat mengikuti proses vaksinisasi tersebut. Ia hanya melakukan tidur yang cukup, dan menjaga pola makan.

“Sarapan yang sehat, insya Allah,” pungkasnya. (*)

Komisi I DPRD Bontang Minta Disnaker Lebih Tegas dalam Menyikapi Masalah Tenaga Kerja

Komisi I DPRD Bontang Minta Disnaker Lebih Tegas dalam Menyikapi Masalah Tenaga Kerja

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang minta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) agar lebih tegas dalam menyikapi masalah tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Bontang, M Rusli saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan PT Citra Setiawan Mandiri (CSM), Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Bontang, dan perwakilan dari Cleaning Service (CS) yang diberhentikan oleh PT CSM yang merasa dirugikan, Senin (08/03/2021).

M Rusli mengatakan, permasalahan terkait tenaga kerja terus berlarut-larut. Kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi.

“Disnaker terlalu lembek. Disini (perannya) pengambil keputusan. Harus tegas tidak boleh tidak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, Raking menuturkan, Disnaker sebagai wasit perlu tegas lagi dan pihak perusahaan seyogyanya melapor ke Disnaker sehingga tidak kehilangan jejak.

“Sehingga ketika kita panggil untuk mediasi tidak tahu masalahnya,” kata Raking.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Abdul Haris. Dikatakannya, selain perlu tegas, sosialisasi Perda terkait tenaga kerja harus selalu disosialisasikan.

Untuk diketahui, pada RDP tersebut disinyalir oleh 14 karyawan merasa keberatan saat diberhentikan dalam bekerja.

Perwakilan karyawan tersebut, Irma Yanti mengungkapkan, pemberhetian tersebut tidak melalui perundingan terlebih dahulu, apalagi ada surat teguran.

“Tidak ada evaluasi langsung dipecat dan diganti baru. Padahal volume pekerja tidak berkurang, tetap sama,” ungkapnya.

Dari pihak PT CSM, M Jupri Daeng mengatakan pemberhentian tersebut dilakukan atas dasar evaluasi yang pihaknya lakukan sejak Februari 2021.

Pada penilian tersebut, ditemukan adanya raport merah sehingga menjadi alasan untuk pemberhetian.

“Yang kami nilai bukan hanya absensi, tapi etika, kerapian dan beberapa hal lainnya. Maka keluarlah hasil tersebut,” sebutnya.

Dari 14 orang tersebut, terdiri dari 7 orang pengawas dan sisanya adalah tenaga kerja karyawan yang bekerja sebagai Cleaning Service (CS). Total sebenarnya adalah 21, tetapi ada 5 orang yang jelas sudah mngundurkan diri dan tidak mengajukan lamaran. (*)

14 Karyawan PT CSM Dipecat, DPRD Bontang Minta Evaluasi Kembali

14 Karyawan PT CSM Dipecat, DPRD Bontang Minta Evaluasi Kembali

BONTANG – Sebanyak 14 karyawan dibawah naungan PT Citra Setiawan Mandiri (CSM) dipecat, Komisi I DPRD Bontang minta PT CSM evaluasi terkait pemberhentian tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang, dan Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Bontang.

“Adakan pertemuan (kembali) secara kekeluargaan. Barangkali ada titik temu, supaya tidak berlarut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan M Rusli, anggota Komisi I lainnya, M Rusli. Menurutnya, untuk melakukan evaluasi kerja, tidak cukup hanya satu bulan saja.

“Tidak cukup satu bulan melakukan evaluasi. Tidak serta merta harus memecat. Harus ada surat teguran terlebih dahulu,” kata Rusli.

Untuk diketahui, RDP ini disinyalir oleh 14 karyawan tersebut yang merasa keberatan saat diberhentikan dalam bekerja.

Perwakilan karyawan tersebut, Irma Yanti mengungkapkan, pemberhetian tersebut tidak melalui perundingan terlebih dahulu, apalagi ada surat teguran.

“Tidak ada evaluasi langsung dipecat dan diganti baru. Padahal volume pekerja tidak berkurang, tetap sama,” ungkapnya.

Dari pihak PT CSM, M Jupri Daeng mengatakan pemberhentian tersebut dilakukan atas dasar evaluasi yang pihaknya lakukan sejak Februari 2021.

Pada penilian tersebut, ditemukan adanya raport merah sehingga menjadi alasan untuk pemberhetian.

“Yang kami nilai bukan hanya absensi, tapi etika, kerapian dan beberapa hal lainnya. Maka keluarlah hasil tersebut,” sebutnya.

Dari 14 orang tersebut, terdiri dari 7 orang pengawas dan sisanya adalah tenaga kerja karyawan yang bekerja sebagai Cleaning Service (CS). Total sebenarnya adalah 21, tetapi ada 5 orang yang jelas sudah mngundurkan diri dan tidak mengajukan lamaran. (*)

Usai Divaksin, Ini Kata Anggota DPRD Bontang Ma’ruf Effendy

Usai Divaksin, Ini Kata Anggota DPRD Bontang Ma’ruf Effendy

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Ma’ruf Effendy telah mengikuti proses vaksinisasi tahap dua di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (02/03/2021) lalu.

Dia mengatakan, vaksinasi yang telah dilakukannya merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuknya dan keluarganya.

“Karena hidup saat ini jika tidak berpegangan dan hanya mengandalkan informasi yang belum tentu kebenarannya, maka sulit. Jadi perlu yakin saja, karena pemerintah akan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Politisi dari PKS ini menambahkan, dengan keberadaan vaksin tersebut, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Corona ini benar-benar nyata. Oleh karenanya, pemerintah melakukan ikhtiar salah satunya melalui vaksin sinovac ini,” terangnya.

Terkait isu berita hoaks yang mengatakan vaksin tidak aman, Ma’ruf menilai masyarakat kini sudah bisa menilai, mana berita yang benar dan mana yang salah.

“Vaksin ini sudah dinyatakan halal oleh MUI, dan tentunya aman dari sisi kesehatan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua ini diikuti sejumlah ASN, TNI-Polri, Anggota DPRD lainnya. Juga akan ada jatah untuk driver ojek online, dan wartawan.(*)

Terkait Vaksin Covid-19, Bakhtiar Wakkang: Tidak Ada Efek Samping, Jangan Percaya Hoaks

Terkait Vaksin Covid-19, Bakhtiar Wakkang: Tidak Ada Efek Samping, Jangan Percaya Hoaks

BONTANG – Menanggapi berbagai isu yang mengatakan vaksin tidak aman, Bakhtiar Wakkang mengungkapkan bahwa hal itu tidak benar.

Ditemui usai mengikuti vaksin Covid-19 tahap kedua di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, (02/03/2021), BW begitu sapaan akrabnya menghimbau masyarakat agar tidak percaya hoaxs yang beredar.

“Tidak ada efek samping, jangan terprovokasi berita hoaks,” ujarnya.

Politisi dari partai Nasdem ini menambahkan, vaksin adalah salah satu upaya untuk mencegah virus makin meluas.

Lebih jauh, Anggota Komisi II DRPD Kota Bontang ini juga menyampaikan hasil kunjungannya di Kementerian BUMN, dimana saat itu ada rencana vaksin gotong royong yang akan mengandeng BUMN di Kota bontang.

“Vaksin gotong royong diperbolehkan dan sudah diatur dalam Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, vaksinasi jalur mandiri diberi nama vaksinasi gotong royong,” terangnya.

Kepada pemerintah pusat, BW meminta agar segera membuat regulasi mengenai data calon yang sudah menerima vaksin, sehingga dapat mengetahui kuota vaksin gotong royong yang akan diajukan berdasarkan jumlah penduduk. (bid)

Andi Faizal Sofyan Hasdam: Vaksin itu Baik, Halal dan Aman

Andi Faizal Sofyan Hasdam: Vaksin itu Baik, Halal dan Aman

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut, vaksin covid-19 itu baik, halal dan aman.

Hal itu diungkapkan usai mengikuti vaksinisasi tahap kedua di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, Selasa (02/03/2021).

“Alhamdulillah saya sudah vaksin, sampai sekarang tidak ada efek samping,” ujarnya.

Sebelumnya, politisi dari Partai Golkar ini dinyatakan memenuhi syarat untuk vaksin pada tahap kedua setelah menjalani pemeriksaan Medical chek-up.

Faizal mengungkapkan, bahwa ia baru pertama kali mengikuti vaksin karena sempat terpapar covid-19. Dan juga, tiga bulan dinyatakan sembuh, baru bisa mengikuti vaksin.

Bang Faiz — begitu sapaan akrabnya menghimbau dan mengajak masyarakat Bontang agar bersama-sama tidak ragu mengikuti vaksin.

“Jangan takut dan jangan percaya hoaks yang beredar terkait vaksin. Vaksin itu baik, halal, dan aman,” tegasnya. (bid) 

491 Formasi CPNS dan PPPK yang Diusulkan, DPRD Minta Prioritas Warga Bontang

491 Formasi CPNS dan PPPK yang Diusulkan, DPRD Minta Prioritas Warga Bontang

BONTANG – Sebanyak 491 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diusulkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), DPRD Bontang minta prioritas warga Bontang.

Hal itu diungkapkan Maming, Anggota Komisi I DPRD Bontang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BKPSDM, Senin (01/03/2021).

“Kita perlu prioritaskan putra putri daerah. Kalau perlu, hidupkan strategi wawancara. Okelah kita ikuti regulasi pusat, di daerah kita bisa usulkan kebijakan tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, tenaga honorer yang sudah mengabdi cukup lama perlu juga menjadi prioritas.

“Apakah ada pengecualian bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi cukup lama, ini perlu diperhatikan,” tuturnya.

Anggota Komisi I lainnya, Rusli juga mengungkapkan, pemerintah harus memperhatikan masa depan tenaga honorer,   agar bisa jadi PNS)

“Tenaga honorer kita yang terdaftar sekarang jadi seperti tidak punya masa depan, tolong diperhatikan juga biar bisa jadi pegawai, ” kata Rusli.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPSDM Sudi Priyanto mengungkapkan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan penerimaan dengan prioritas putra/putri daerah.

“Untuk penerimaan, ada dua proses seleksi yang akan dilakukan yaitu seleksi administrasi dan kompetensi,” ungkapnya.

Priyanto menjelaskan, pengumpulan berkas akan dilakukan online dan manual untuk menilai keabsahan berkas adalah sah dan tidak boleh mendaftar di dua tempat yang berbeda. Dan juga masa pengabdian akan diusulkan 20 tahun (sebelumnya 10 tahun).

Terkait usulan proses wawancara, Priyanto menyebut pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut.

Untuk diketahui, total 491 formasi yang diusulkan terdiri dari terdiri dari 156 CPNS dengan rincian; terdiri 51 tenaga kesehatan dan 105 tenaga teknis. Sementara, 335 PPPK terdiri 158 guru, 30 guru agama, 67 tenaga kesehatan, dan 80 tenag teknis.

Formasi tersebut rencananya akan diumumkan pada bulan Maret mendatang beserta mekanisme perekrutan.

“491 ini adalah angka ideal. Seiring perjalanan waktu, belum diketahui berapa angka pasti sebelum diumumkan, masih bisa berubah,” pungkasnya. (bid)

DPRD Bontang Desak Pemerintah Tuntaskan Infrastruktur Pasar Baru Loktuan

DPRD Bontang Desak Pemerintah Tuntaskan Infrastruktur Pasar Baru Loktuan

LATEST BONTANG – DPRD Bontang desak pemerintah kota Bontang untuk segera tuntaskan infrastruktur Pasar Baru Loktuan.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Agus Suhadi mengatakan, meski pasar tersebut telah diresmikan pada 10 Januari 2021, akan tetapi belum 100% tuntas.

“Harus cepat diselesaikan,” ujarnya kepada awak media, seusai meninjau lokasi kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (17/02/2021).

Dia menambahkan, beberapa titik infrasturktur yang perlu diperbaiki antara lain, Jalan keluar pasar, pagar, gapura dan IPAL yang terhubung ke parit besar.

“Ada 596 pedagang Pasar Citra Mas Loktuan yang menunda kepindahannya ke pasar baru di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Loktuan. Tentu ini perlu menjadi perhatian serius dari Pemkot,” ungkapnya.

Untuk kondisi sekarang, lanjutnya, secara simultan bisa digunakan, hanya saja perlu kesiapan dari PDAM, IPAL di belakang dan drainase di belakang yang butuh dikomunikasikan dengan warga.

“Semoga pemkot Bontang segera mengurusnya, jika perlu sebelum sebelum target 5 bulan penempatan,” harapnya. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN