DPRD Minta Yayasan Gerak Cepat Tuntaskan Masalah Kampus Unijaya

DPRD Minta Yayasan Gerak Cepat Tuntaskan Masalah Kampus Unijaya

BONTANG – Sejumlah perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang terfokus pada polemik di Kampus Universitas Trunajaya (Unijaya) tanpa terkecuali anggota Komisi I, Muhammad Irfan.

Politikus Partai Amanat Nasional ini meminta Yayasan Pendidikan Miliana untuk segera menyelesaikan permasalahannya, baik dengan para dosen maupun dengan mahasiswa. Menurutnya jika hal ini terus dibiarkan, maka akan merugikan banyak pihak, termasuk orang tua mahasiswa.

“Kasihan mahasiswa dan orang tua mereka. Tidak semua orang tua atau mahasiswa mampu, apalagi kalau mereka mengejar target selesai kuliah, kalau makin lama kuliah makan banyak dia bayar,” ujarnya dalam rapat bersama mahasiswa, dosen dan pihak Yayasan Pendidikan Miliana Universitas Trunajaya, Senin (1/11/2021).

Irfan juga mendesak pihak yayasan agar segera memperbaiki manajemen tata kelola di internal kampus. “Mahasiswa jangan dikorbankan terkait masalah internal sekolah,” pintanya.

Untuk diketahui, ada tiga tuntutan mahasiswa dan dosen kepada pihak Yayasan Pendidikan Miliana sebagai pengelola Universitas Trunajaya.

Tiga tuntutan itu meliputi, Permintaan mahasiswa agar sistem perkuliahan diaktifkan kembali dan meminta nilai mereka yang ditahan segera diterbitkan.

Kedua, tuntutan mahasiswa terkait oknum dosen yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa segera di proses secara hukum.

Ketiga, soal aksi mogok mengajar para dosen, lantaran gaji mereka belum terbayarkan sejak 2019 sebesar 1,5 miliar.

Menanggapi hal itu, Pembina Yayasan Pendidikan Miliana Universitas Trunajaya, Chelly Amalia Sianipar meminta tenggat waktu 6 bulan untuk melunasi gaji dosen yang tertunggak itu. Selain itu pihaknya juga akan mengupayakan memenuhi hak-hak mahasiswa sesuai tuntutan yang mereka sampaikan.

“Kami minta waktu 6 bulan untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena kami harus rembukkan dengan pihak Yayasan yang ada di Balikpapan,” timpalnya saat rapat. adv

Komisi III DPRD Bontang Sebut, Perusahaan Sanggupi Perbaikan Jalan Bontang Lestari

Komisi III DPRD Bontang Sebut, Perusahaan Sanggupi Perbaikan Jalan Bontang Lestari

BONTANG – Berdasarkan hasil rapat bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang dengan tiga perusahaan yang beroperasi di wilayah Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (29/10/2021).

Ketiganya bersedia melakukan perbaikan jalan rusak di sejumlah titik yang ada di Kelurahan Bontang Lestari.

“Sudah saya sampaikan ke tiga perusahaan. Mereka sanggup untuk memperbaiki titik jalan yang memang parah,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina saat dikonfirmasi.

Amir Tosina mengatakan langkah itu merupakan solusi konkret agar jalan tersebut cepat diperbaiki. Mengingat anggaran pemerintah yang seharusnya digunakan belum bisa dipastikan.

“Kalau anggaran pemerintah yang ditunggu masih lama,” ungkap politikus Partai Gerindra itu.

Selain itu, ia juga mendorong agar pihak perusahaan untuk melakukan percepatan perbaikan sembari menunggu dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi.

Perkiraan anggaran untuk melakukan perbaikan sebesar Rp1,5 miliar. Disampaikan Amir apabila perusahaan tidak dapat menyanggupi, maka bisa dilakukan di bawah nilai tersebut. Terpenting, perusahaan ada gerakan dari yang mereka sampaikan.

“Yang penting mereka serius mengerjakan sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

“Perusahaan ini harus segera merealisasikan komitmennya dan memberikan laporan perbaikan titik kerusakan jalan di Bontang Lestari,” tambah Amir lagi. adv

Gerdayak Tahan Kendaraan Perusahaan, Nursalam : Masyarakat Kecewa

Gerdayak Tahan Kendaraan Perusahaan, Nursalam : Masyarakat Kecewa

BONTANG – Nursalam buka suara soal aksi penjegalan puluhan truk di Jalan Flores, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (25/10/2021).

Dia minta setiap perusahaan yang beroperasi agar memperhatikan dan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Aksi itu terjadi karena masyarakat kecewa. Sebab perusahaan tidak memperhatikan warga lokal. Mereka tidak diberdayakan, sementara setiap hari kendaraan perusahaan melintas di kawasan itu,” ujar anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang itu.

Dia mengatakan perusahaan-perusahaan yang melakukan usaha di suatu daerah harus menunjukkan rasa peduli serta perhatian terhadap warga sekitar. Sehingga tidak lagi terjadi aksi serupa.

“Perusahaan harus memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Diketahui, aksi penjegalan puluhan truk itu dilakukan oleh Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak)

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Gerdayak Bontang, Bernard mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kepada perusahaan pengolahan minyak sawit itu. Yang tidak memberdayakan pemuda daerah.

“Kami sebagai pemuda lokal tidak berdayakan. Makanya kami tahan truk-truk disini sementara,” bebernya. (adv)

Pelabuhan Loktuan Kembali Dibuka, Agus Suhadi: Penting untuk Kestabilan Roda Ekonomi

Pelabuhan Loktuan Kembali Dibuka, Agus Suhadi: Penting untuk Kestabilan Roda Ekonomi

BONTANG – Kabar baik datang dari Loktuan, dimana aktivitas pelabuhan di disana kembali dibuka pada 23 Maret 2021 setelah tidak beroperasi dalam setahun.

Hal tersebut mendapat respon positif dari Anggota Komisi III DPRD Bontang, Agus Suhadi.

Kepada Latest Bontang, ia mengungkapkan bahwa dibukanya kembali pelabuhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Itu kabar baik, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa. Ini penting untuk kestabilan roda ekonomi masyarakat,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (20/03/2021).

Kendati demikian, Politisi asal Partai PDI Perjuangan ini menghimbau setiap masyarat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami berharap jangan sampai ada klaster baru setelah resmi beroperasi kembali. Maka, sangat penting memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam jadwal yang diatur oleh Pelni, KM Binaiyah akan menjadi kapal pertama bersandar, yakni pada tanggal 23 Maret nanti, disusul oleh KM Egon yang datang pada esok harinya, 24 Maret 2021. (bid)

Puncak Rakernas PKS, Abdul Malik: Kemenangan Akan Tiba

Puncak Rakernas PKS, Abdul Malik: Kemenangan Akan Tiba

BONTANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar puncak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2021 di Jakarta, Selasa (16/3).

Kegiatan yang mengusung tema “Terus Melayani & Membela Rakyat” itu dilaksanakan hingga hari Kamis, (18/03/2021).

Anggota DPRD Kota Bontang dari PKS, Abdul Malik menuturkan, agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) dengan terpilih dan tersusunnya Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).

“Adanya Rakernas tentu nya terkonsolidasikan agenda pemenangan nasional yang diterjemahkan dalam program kerja nasional yang nantinya diterjemahkan ditingkat provinsi dan kabupaten kota,” ujarnya saat dihubungi LatestBontang, Rabu (17/03/2021).

Ketua Fraksi PKS ini juga menanggapi Rakernas tersebut dengan sebuah pantun.

2024
Kemenangan akan tiba
Rumusan langkah-langkah terumuskan tertata
Segera ayunkan langkah pertama
Gapai cita-cita
Cukuplah ….
Istirahatnya nanti disurgaNya.

Pantun tersebut ditutup dengan nasehat dalam bahasa jawa.

“Yen siro wani ing gampang Ojo Wedi Karo pakewuh,” imbuhnya. (bid)

Andi Faizal Sofyan Hasdam: Vaksin itu Baik, Halal dan Aman

Andi Faizal Sofyan Hasdam: Vaksin itu Baik, Halal dan Aman

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut, vaksin covid-19 itu baik, halal dan aman.

Hal itu diungkapkan usai mengikuti vaksinisasi tahap kedua di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, Selasa (02/03/2021).

“Alhamdulillah saya sudah vaksin, sampai sekarang tidak ada efek samping,” ujarnya.

Sebelumnya, politisi dari Partai Golkar ini dinyatakan memenuhi syarat untuk vaksin pada tahap kedua setelah menjalani pemeriksaan Medical chek-up.

Faizal mengungkapkan, bahwa ia baru pertama kali mengikuti vaksin karena sempat terpapar covid-19. Dan juga, tiga bulan dinyatakan sembuh, baru bisa mengikuti vaksin.

Bang Faiz — begitu sapaan akrabnya menghimbau dan mengajak masyarakat Bontang agar bersama-sama tidak ragu mengikuti vaksin.

“Jangan takut dan jangan percaya hoaks yang beredar terkait vaksin. Vaksin itu baik, halal, dan aman,” tegasnya. (bid) 

491 Formasi CPNS dan PPPK yang Diusulkan, DPRD Minta Prioritas Warga Bontang

491 Formasi CPNS dan PPPK yang Diusulkan, DPRD Minta Prioritas Warga Bontang

BONTANG – Sebanyak 491 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diusulkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), DPRD Bontang minta prioritas warga Bontang.

Hal itu diungkapkan Maming, Anggota Komisi I DPRD Bontang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BKPSDM, Senin (01/03/2021).

“Kita perlu prioritaskan putra putri daerah. Kalau perlu, hidupkan strategi wawancara. Okelah kita ikuti regulasi pusat, di daerah kita bisa usulkan kebijakan tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, tenaga honorer yang sudah mengabdi cukup lama perlu juga menjadi prioritas.

“Apakah ada pengecualian bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi cukup lama, ini perlu diperhatikan,” tuturnya.

Anggota Komisi I lainnya, Rusli juga mengungkapkan, pemerintah harus memperhatikan masa depan tenaga honorer,   agar bisa jadi PNS)

“Tenaga honorer kita yang terdaftar sekarang jadi seperti tidak punya masa depan, tolong diperhatikan juga biar bisa jadi pegawai, ” kata Rusli.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPSDM Sudi Priyanto mengungkapkan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan penerimaan dengan prioritas putra/putri daerah.

“Untuk penerimaan, ada dua proses seleksi yang akan dilakukan yaitu seleksi administrasi dan kompetensi,” ungkapnya.

Priyanto menjelaskan, pengumpulan berkas akan dilakukan online dan manual untuk menilai keabsahan berkas adalah sah dan tidak boleh mendaftar di dua tempat yang berbeda. Dan juga masa pengabdian akan diusulkan 20 tahun (sebelumnya 10 tahun).

Terkait usulan proses wawancara, Priyanto menyebut pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut.

Untuk diketahui, total 491 formasi yang diusulkan terdiri dari terdiri dari 156 CPNS dengan rincian; terdiri 51 tenaga kesehatan dan 105 tenaga teknis. Sementara, 335 PPPK terdiri 158 guru, 30 guru agama, 67 tenaga kesehatan, dan 80 tenag teknis.

Formasi tersebut rencananya akan diumumkan pada bulan Maret mendatang beserta mekanisme perekrutan.

“491 ini adalah angka ideal. Seiring perjalanan waktu, belum diketahui berapa angka pasti sebelum diumumkan, masih bisa berubah,” pungkasnya. (bid)

Copyright © 2026 LatestIDN