Tanjung Barat, 3 Agustus 2025
Hujan yang turun beberapa kali sepanjang hari tidak menyurutkan semangat warga Komplek Samara, Tanjung Barat, untuk menghadiri salah satu momen paling membahagiakan bagi pasangan muda, Lita Nur Aprilia dan Rolis Anggara. Pasangan yang melangsungkan akad dan resepsi pernikahan pada hari Minggu ini tak hanya menjadi pusat perhatian karena kehangatan cintanya, namun juga karena berhasil menyatukan warga sekitar dalam suasana penuh keakraban dan keindahan.
Lita, putri pertama dari pasangan Bapak Adih dan Ibu Asliyah, dan Rolis, putra ketiga dari Bapak Kursadi dan Ibu Aryuni, memulai hari bersejarah mereka dengan prosesi akad nikah yang dilangsungkan pukul 09.00 WIB. Suasana berlangsung khidmat dan romantis. Bertempat di rumah dengan area terbuka yang telah dihias dengan apik, prosesi ini dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai serta beberapa tamu undangan yang datang lebih awal sebelum hujan mengguyur kawasan Tanjung Barat.
Tampak jelas rona kebahagiaan terpancar dari wajah Lita dan Rolis saat ijab kabul diucapkan dengan lancar dan mantap. Suara takbir dan doa mengalir mengiringi momen suci itu, menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan yang sakral.
Setelah prosesi akad, acara resepsi dimulai pada pukul 10.00 WIB. Namun, hujan yang turun beberapa kali sepanjang siang membuat banyak tamu, terutama dari warga Komplek Samara, harus menunda kehadiran mereka. Sebagian memilih menunggu reda, sementara yang lain datang bergelombang dalam kelompok kecil. Namun hal tersebut tak membuat kemeriahan surut, justru menciptakan alur kedatangan tamu yang lebih dinamis dan penuh cerita.
Sekitar pukul 19.30 WIB, saat langit mulai cerah dan suasana menjadi lebih sejuk, rombongan besar warga Komplek Samara akhirnya datang menghadiri resepsi. Sebagian warga Komplek Samara masuk melalui jalan samping mesjid Nurul Huda, Tanjung Barat; Sebagian lagi menggunakan sepeda motor dan parkir di lokasi parkir. Tak lama, wajah-wajah ceria dan antusias mulai bertemu dan memenuhi area pesta, menciptakan atmosfer hangat dan penuh rasa kebersamaan.
Hiasan Kupu Kupu Pencuri Perhatian
Yang tak kalah mencuri perhatian adalah hiasan dekoratif berupa sepasang kupu-kupu besar yang menyala dengan cahaya lembut di tengah area resepsi. Lampu-lampu kecil menghiasi sayap kupu-kupu tersebut, menciptakan pendar cahaya yang memberi kesan magis dan romantis. Banyak tamu mengabadikan momen di depan dekorasi tersebut dan tidak sedikit pula yang menyebut bahwa kupu-kupu ini seperti simbol cinta yang bebas, indah, dan bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

Kesan Warga Kompleks SAMARA
Seorang warga Komplek Samara, Bu Nia, menyampaikan kekagumannya pada suasana resepsi malam itu. “Meski sempat terkendala hujan, ternyata malam hari justru terasa lebih hangat dan meriah. Saya senang sekali bisa bertemu dengan banyak warga lain dan juga warga sekitar sini. Rasanya seperti pesta keluarga besar,” ujarnya sambil tersenyum bahagia.
Pernyataan Bu Nia seolah mewakili perasaan banyak warga lain. Bukan hanya pernikahan dua insan yang dirayakan hari itu, melainkan juga perayaan akan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ruh kehidupan di Komplek Samara. Ketika tamu dari berbagai kalangan baik keluarga, tetangga, maupun teman-teman dekat saling berbincang, tertawa, dan menikmati sajian hidangan bersama-sama, momen itu menjadi bukti betapa pernikahan bisa menjadi pengikat sosial yang kuat.
Pak Imam, salah satu tokoh masyarakat di lingkungan Komplek Samara, juga menyampaikan apresiasinya. “Saya melihat malam ini sebagai contoh nyata bagaimana hubungan antarwarga kita berjalan harmonis. Tidak hanya di Komplek Samara, tapi juga dengan warga kampung sekitar. Ini yang harus kita jaga,” ucapnya.

Cinta Lita dan Rolis, yang bermula dari perkenalan sederhana, kini berlanjut dalam sebuah ikatan sah di hadapan keluarga dan masyarakat luas. Doa-doa terbaik tak henti-hentinya mengalir untuk keduanya agar rumah tangga yang mereka bina senantiasa penuh berkah, saling pengertian, dan langgeng hingga akhir hayat.
Lebih dari sekadar pesta pernikahan, hari itu menjadi potret kerukunan sosial dalam bingkai budaya guyub, yang masih hidup subur di tengah hiruk pikuk perkotaan. Warga yang datang tidak hanya sebagai tamu, tapi juga sebagai keluarga besar yang saling mendukung dan merayakan kebahagiaan bersama.
Di tengah dunia yang semakin individualis, peristiwa seperti ini seolah menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah pondasi penting dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan harmonis.
Hujan yang sempat menghalangi siang hari justru menjadi pemanis dalam cerita indah ini. Ia seakan memberi ruang bagi malam untuk memancarkan pesona romantis yang lebih lembut dan mendalam. Bersama gemerlap lampu dan kupu-kupu bercahaya, serta kehadiran warga yang penuh kehangatan, malam itu menjadi bukti bahwa cinta tak hanya milik dua orang tapi juga milik semua yang turut mendoakan dan merayakannya.
Selamat menempuh hidup baru, Lita dan Rolis. Semoga cinta kalian terus mekar, seindah kupu-kupu yang menari di malam penuh cahaya.

Tentang Kompleks Samara:
Kompleks Samara adalah kompleks hunian yang diberi nama dengan doa: Sakinah Mawaddah Warrohmah yaitu ketenangan, cinta kasih, dan dirahmati dalam pernikahan dan keluarga.
Lihat Liputan warga Komplek Samara saat menghadiri pernikahan putri pejabat lokal setempat dan kegiatan sosial lainnya
(*) (*)
Iklan Sponsor: Anda Cari Kerja ? Coba Join WA Channel Info Loker ini, Gratis Lho















