PKS Bontang Tak Hadir, Sidang Perdana Gugatan Ma’ruf Effendy Ditunda

PKS Bontang Tak Hadir, Sidang Perdana Gugatan Ma’ruf Effendy Ditunda

LATESTBONTANG – Sidang perdana gugatan Legislator Bontang, Ma’ruf Effendy ditunda. Hal tersebut dikarenakan pihak dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bontang tak hadir, Senin (18/04/2022).

Berdasarkan jadwal Pengadilan Negeri (PN), sidang tersebut dimulai pukul 09:00 WITA. Namun hingga pukul 11:30 WITA, pihak penggugat belum terlihat.

Ketua Tim Kuasa Hukum Ma’ruf, Agus Amri menuturkan, proses mediasi seharusnya sesuai dengan jadwal ditetapkan. Didampingi 8 tim lainnya, pihaknya pun memberi kelonggaran waktu hingga 15:30 WITA.

“Hari ini sidang pertama kita. Sampai sekarang, PKS belum hadir. Kami berharap, mereka bisa mengikuti proses hukum,” ujarnya.

Dia menilai, tidak hadirnya dalam sidang perdana, artinya PKS tidak cukup serius mengurus permasalahan tersebut.

“Pada sidang ini, poinnya dalah untuk memenuhi hak beliau (Ma’ruf Effendy) dan juga pengadilan membatalkan proses yang dilakukan saat ini,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Mar’uf Effendi diberhentikan sebagai anggota PKS karena dianggap pindah ke partai lain.

Ma’ruf kemudian melakukan gugatan dan didaftarkan pada 8 April 2022 ke Pengadilan Negeri (PN) Bontang dengan berkas perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN Bon.

Dalam gugatan tersebut, Ma’ruf menuntut ganti rugi sebesar Rp 10 miliar.

Ia pun merasa dirugikan dengan keputusan PKS lantaran dirinya tidak diberikan kesempatan memberikan klarifikasi dalam 6 kali sidang yang digelar Dewan Etik Daerah PKS Kota Bontang.

“Ini terlalu fitnah karena dianggap bergabung di partai tertentu dan tidak terbukti. Sifatnya tuduhan palsu, dijadikan dasar untuk dibuat catatan proses yang saat ini kita dipengadilan,” pungkasnya. (mar)

Bontang Kembali Zona Merah, Perlukah Pasar Ramadhan? Ini Jawaban Abdul Malik

Bontang Kembali Zona Merah, Perlukah Pasar Ramadhan? Ini Jawaban Abdul Malik

LATESTBONTANG – Kota Bontang kembali memasuki zona merah menjelang Ramadhan. Per tanggal 26 Februari,  kasus terkonfirmasi yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang sebanyak 144 kasus,  dan angka kumulatif kasus aktif 1767.

Salah satu hal yang menjadi perhatian ditengah pandemi saat ini adalah pasar ramadhan. Perlukah dilaksanakan ditengah lonjakan kasus yang signifikan?

Anggota DPRD Kota Bontang, Abdul Malik menuturkan, terkait dengan pasar Ramadhan, bukan persoalan setuju atau tidak setuju, itu adalah sesuatu yang telah menjadi tradisi dan kebutuhan ditengah masyarakat.

“Pasar Ramadhan adalah sebuah momentum, dan memang menjadi kebutuhan.” ujarnya.

Pada prinsipnya, dewan yang akrab disapa ustadz ini mengungkapkan, dengan adanya pasar Ramadhan, secara otomatis, dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Insya Allah dengan sendirinya sebagian akan jadi penjual, dan juga pembeli sehingga dapat terwujudnya keberkahan ekonomi,” ungkapnya.

Terkait siapa penyelenggaranya, lanjutnya, bisa dilakukan dilingkungan tertentu dan kawasan tertentu dengan standar protokol kesehatan yang telah disepakati. (*)

Puncak Rakernas PKS, Abdul Malik: Kemenangan Akan Tiba

Puncak Rakernas PKS, Abdul Malik: Kemenangan Akan Tiba

BONTANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar puncak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2021 di Jakarta, Selasa (16/3).

Kegiatan yang mengusung tema “Terus Melayani & Membela Rakyat” itu dilaksanakan hingga hari Kamis, (18/03/2021).

Anggota DPRD Kota Bontang dari PKS, Abdul Malik menuturkan, agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) dengan terpilih dan tersusunnya Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).

“Adanya Rakernas tentu nya terkonsolidasikan agenda pemenangan nasional yang diterjemahkan dalam program kerja nasional yang nantinya diterjemahkan ditingkat provinsi dan kabupaten kota,” ujarnya saat dihubungi LatestBontang, Rabu (17/03/2021).

Ketua Fraksi PKS ini juga menanggapi Rakernas tersebut dengan sebuah pantun.

2024
Kemenangan akan tiba
Rumusan langkah-langkah terumuskan tertata
Segera ayunkan langkah pertama
Gapai cita-cita
Cukuplah ….
Istirahatnya nanti disurgaNya.

Pantun tersebut ditutup dengan nasehat dalam bahasa jawa.

“Yen siro wani ing gampang Ojo Wedi Karo pakewuh,” imbuhnya. (bid)

Copyright © 2026 LatestIDN