Warga Teluk Pandan yang Curi Pakan Ayam dan Kipas Angin Dibekuk Polisi  Isi berita:

Warga Teluk Pandan yang Curi Pakan Ayam dan Kipas Angin Dibekuk Polisi Isi berita:

Tim Rajawali Polres Bontang mengamankan seorang warga Teluk Pandan, Kutai Timur berinisial Na 40 tahun. Dia diduga mencuri pakan ayam seharga Rp 13.300.000, dan 4 buah kipas angin.

Lokasi pencurian adalah kandang ayam milik tetangganya di Bontang Lestari. Kejadian itu terjadi pada 10 April lalu.

“Tersangka dan korban hanya kenal sebatas tetangga, jarak kandang yang mereka jaga hanya 100 meteran,” kata Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Yohanes Bonar Adiguna.

Menurut keterangan tersangka, dia tinggal di Bontang Lestari dan bekerja sebagai penjaga ternak ayam milik pamannya. “Dia mengaku menggunakan barang curiannya untuk keperluan lebaran,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. (*)

Haul Habib Djapar Bin Umar AL Habsyi 119 Tahun 1444H di Kota Bontang Sebagai Destinasi Wisata Religi

Haul Habib Djapar Bin Umar AL Habsyi 119 Tahun 1444H di Kota Bontang Sebagai Destinasi Wisata Religi

LATESTBONTANG – Event Haul Habib Djafar Umar Al Habsyi ke 119 tahun menjadi momentum destinasi wisata religi di Kota Bontang. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah Kota Bontang menjadikan Bontang sebagai Kota Wisata.

Event yang digelar sejak 28 Pebruari – 2 Maret 2023 itu terbilang sukses, kemeriahan aktifitas yang mencirikan religi juga dibarengi dengan menyiapkan stand UMKM di sepanjang jalan makam Bontang Kuala itu, menjadikan acara yang perdana digelar itu sebagai magnet bagi pengunjung di Kota Bontang dan Sekitarnya.

“Ada 30 peserta pameran, semua dari Bontang, ada yang jual pakaian alat salat dan kuliner,” ujar Ketua panitia Sugianoor kepada media ini.

Berbagai kegiatan religi digelar selama perhelatan haul. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kota Bontang, H. Hamzah tersebut berupa pembacaan Ratib;Tausiah Subuh Berkah; Pemotongan dan memasak hewan Sapi Akikah dengan melibatkan ibu-ibu warga setempat.

Keseruan haul tak hanya menampilkan dzikir dan Salawatan saja, setiap malam berturut turut sebanyak 21 peserta Rebana lokal Bontang dari Samarinda serta 1 dari Sangatta tampil meramaikan perhelatan event yang bakal digelar tahunan ini.

“Khusus memasak hewan Sapi akikah, makanannya dibagikan kepada jamaah masjid tua Al wahab dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Kegiatan yang menjadikan mesjid tua Al Wahab sebagai ikon destinasi wisata religi ini pun memaksimalkan Mesjid sebagai tempat lomba. Kegiatan lomba yang digelar berupa azan tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Bontang utara.

“Azannya di laksanakan di Masjid Tua Al Wahab, pesertanya dari seluruh Bontang,”jelasnya.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah pun mengapresiasi gelaran kegiatan yang bertemakan mengenang 119 tahun wafatnya Habib Djafar Umar Al-Habsyi ini. Istri almarhum mantan Wali Kota Bontang Adi Darma yang dimakamkan berlokasi dimakam Bontang kuala ini berharap upaya untuk menjadikan lokasi makam tersebut hingga Masjid tua Al-wahab sebagai destinasi wisata religi.

“Saya menyampaikan empati serta berharap menjadikan area ini menjadi salah satu detinasi wisata religi, sekaligus berterima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang telah mendukung dalam kebersihan kota Bontang sehingga Bontang mendapatkan Piala Adipura Kencana “ucapnya.

Puncak acara pun berlangsung pada malam ketiga, Najirah membersamai penutupan kegiatan yang disertai dengan doa oleh Al Mukarram Al Habib Ibrahim bin Ahmad Al-Attas, beliau adalah Katib Suryah PBNU Pusat.

Mengingat pentingnya acara ini sebagai sebuah destinasi religi, para pemuka agama dan para habib turut serta hadir dalam acara tersebut. Hadir menyertai kegiatan yakni Habib Muhammad bin Abubakar, Guru KH Ahmad Zaini dan para ulama lainnya dari Samarinda. Sementara ulama dari Sangatta beserta Jemaahnya yaitu Guru Haji Suhaimi.

Diketahui, Habib Djapar Al-Habsyi dilahirkan di Kota Kumai Kalimantan Tengah pada tahun kurang lebih 1831 M. Ayah beliau bernama Habib Umar Al-Habsyi yang kegiatannya sebagai pendakwah dan tokoh agama Islam di Kota Kumai Kalimantan Tengah sampai akhir hayat.

Habib Djapar wafat di Bontang pada usia 80 tahun. Beliau dimakamkan di Makam Bontang Kuala pada tanggal 12 Sya’ban 1329 H, bertepatan dengan 8 Agustus 1911 M.

Habib Djapar bin Umar Al-Habsyi dimakamkan di Bontang Kuala yang sekarang kubah beliau dapat kita saksikan bersama dengan keluarga almarhum yang wafat di Kota Bontang.

Suksesnya kegiatan Haul Habib Djapar Bin Umar Al-Habsyi yang digelar dalam memaksimalkan potensi Mesjid tua Al Wahab yang berdiri sejak 1789 Masehi, menjadikan Bontang kini memiliki 2 destinasi wisata religi. Salah satunya yakni Mesjid Terapung Darul Irsyad Al- Muhajirin. (kus)

Tiga Pengedar Narkoba Diringkus di Bontang

Tiga Pengedar Narkoba Diringkus di Bontang

LATESTBONTANG – Opsnal Polsek Bontang Utara bersama Satresnarkoba Polres Bontang berhasil menangkap tiga pemuda yang terlibat narkoba. Mereka diringkus, pada Senin (13/2/2023) pukul 22.00 Wita di Jalan Ir H Juanda, Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya  S.H.,S.I.K.,M.H. melalui Kapolsek Bontang Utara IPTU Tri Sudiantoro, S.H mengatakan, penangkapan dilakukan atas laporan dari masyarakat, sebagaimana dilansir dari laman polresbontang.com (15/02/2022).

Polisi kemudian menangkap MA (19) dan SA (22) saat berada di dalam rumah. Saat digeledah, ditemukan 1 plastik klip berisi narkoba jenis sabu, alat hisap sabu, 1 bungkus rokok, dan 6 plastik klip.

“Mereka mengakui narkoba itu memang milik mereka,” ungkapnya.

Saat penggeledahan berlangsung, satu pria lainnya datang ke lokasi. Ialah HM (30) warga Tanjung Laut. Saat ikut digeledah, ditemukan 1 plastik klip narkoba jenis sabu yang disimpan di kantong celana sebelah kanannya.

“Atas dasar itu ketiganya kami amankan ke Mapolsek Bontang Utara, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelasnya.

Tiga tersangka dijerat  pasal 114 atau pasal 112 Jo Pasal 132 UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (*)

Sumber

Konferensi Pers Pekat Mahakam 2022, Polres Bontang Ungkap 9 Kasus dan Amankan Balap Liar

Konferensi Pers Pekat Mahakam 2022, Polres Bontang Ungkap 9 Kasus dan Amankan Balap Liar

LATESTBONTANG – Jelang perayaan Idul Fitri 1443 H, Polres Bontang melakukan konferensi pers terkait Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mahakam 2022.

Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Ramadhan bersama Kapolres Bontang” tersebut juga dibarengi dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Cafe Batavia, Bontang Kuala, Bontang Utara, Selasa (26/04/2022).

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi menuturkan, operasi Pekat tersebut telah berjalan selama 21 hari, mulai 1 April hingga 21 April 2022.

“Agenda ini dikhususkan untuk menjaga kelangsungan dan ketertiban selama Ramadan,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama operasi berlangsung, total 9 kasus telah ditangani. Perjudian 3 kasus, Sajam 4 kasus, dan miras sebanyak 2 kasus.

“Juga termasuk balapan liar, karena termasuk aksis premanisme di Bontang,” ungkapnya.

Pada operasi balap liar, lanjutnya, sebanyak 24 unit kendaraan roda dua diamankan.

“Statusnya tilang. Akan kami lakukan penilangan selama sampai berakhirnya Ramadan. Memberikan efek jera kepada masyarakat, remaja, yang meresahkan khushusnya pengguna jalan”

“Ini juga kita minta orang tua, aparat setempat, untuk dilakukan pembinaan (pengguna balapan liar),” terangnya.

Lebih jauh, AKBP Hamam menambahkan, sepanjang April, terjadinya angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 5 kejadian dengan korban meninggal 3, luka ringan 5, kerugian materil Rp.14 Juta.

Kapolres juga merincikan jumlah kecelakaan lalu lintas sejak Januari-April 2022. Dimana pada bulan Januari 3 kasus, Februari 6 kasus, Maret 6 Kasus, April 5 kasus dengan jumlah 20 kasus.

Kami juga mencatat 183 kasus pelanggaran yang diberi sanksi tilang, dimana bulan Januari 33 kasus, Februari 28 kasus, maret 103 kasus dan April 19 kasus,” pungkasnya. (bid)

Copyright © 2026 LatestIDN