Bupati Kutim Hadiri Festival Seni Budaya dan UMKM Bengalon, Umumkan Pembangunan Pasar Baru

Bupati Kutim Hadiri Festival Seni Budaya dan UMKM Bengalon, Umumkan Pembangunan Pasar Baru

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri Malam Penutupan Ramah Tamah, Festival Seni Budaya dan UMKM Kecamatan Bengalon dalam rangkaian kegiatan HUT ke 78 RI di halaman Kantor Camat Bengalon, Minggu (20/8/2023) malam. Dalam kesempatan itu, ia mengumumkan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim akan membangun dua pasar baru di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan pada tahun 2023 ini dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan pasar baru ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM.

“Ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM,” kata Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Ia menambahkan, program ini bertujuan agar para pelaku UMKM memliki tempat yang representatif untuk melakukan transaksi.

“Kalau pasar ini sudah terbangun, saya harap tidak ada lagi masyarakat yang bertransaksi di pinggir jalan yang akan mengganggu lalu lintas, kebersihan,kenyamanan dan estetika kawasan. Kebiasaan transaksi jual beli di pinggir jalan kiranya mulai diubah, jangan sampai pasar sudah dibangun tetapi masyarakat juga tidak berbelanja di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bengalon, Suharman menjelaskan bahwa kegiatan Festival Seni Budaya dan bazaar UMKM ini menghasilkan transaksi hampir Rp 1 milyar. Ia mengatakan, selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat dengan rata-rata omzet penjualan hingga Rp 2 juta per hari.

“Selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat. Tiap UMKM, rata-rata per hari mampu mencapai omzet penjualan hingga Rp 2 juta. Jadi kalau ditotal bisa mencapai Rp. 800 juta hingga Rp 1 milyar,” ujar Suharman.

Ia juga mengungkapkan bahwa antuasisme yang sangat tinggi dari masyarakat yang hadir dipicu pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, Khususnya Kutim selama 3 tahun.

“Kurang lebih 3 tahun tidak ada kegiatan, banyak pembatasan dilakukan pemerintah karena pandemi COVID-19.Karena tidak ada lagi pembatasan berkumpul, maka masyarakat sangat antusias,” pungkasnya.

Dua Pasar Baru Akan Dibangun di Kutim, Bupati: Ini Bentuk Komitmen Pemda untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Dua Pasar Baru Akan Dibangun di Kutim, Bupati: Ini Bentuk Komitmen Pemda untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan membangun dua pasar baru di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan pada tahun 2023 ini dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Malam Penutupan Ramah Tamah, Festival Seni Budaya dan UMKM Kecamatan Bengalon dalam rangkaian kegiatan HUT ke 78 RI di halaman Kantor Camat Bengalon, Minggu (20/8/2023) malam.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan pasar baru ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM.

“Ini sebagai bukti komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM,” ucap Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Ia menambahkan, program ini bertujuan agar para pelaku UMKM memliki tempat yang representatif untuk melakukan transaksi.

“Kalau pasar ini sudah terbangun, saya harap tidak ada lagi masyarakat yang bertransaksi di pinggir jalan yang akan mengganggu lalu lintas, kebersihan,kenyamanan dan estetika kawasan. Kebiasaan transaksi jual beli di pinggir jalan kiranya mulai diubah, jangan sampai pasar sudah dibangun tetapi masyarakat juga tidak berbelanja di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bengalon, Suharman menjelaskan bahwa kegiatan Festival Seni Budaya dan bazaar UMKM ini menghasilkan transaksi hampir Rp 1 milyar. Ia mengatakan, selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat dengan rata-rata omzet penjualan hingga Rp 2 juta per hari.

“Selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat. Tiap UMKM, rata-rata per hari mampu mencapai omzet penjualan hingga Rp 2 juta. Jadi kalau ditotal bisa mencapai Rp. 800 juta hingga Rp 1 milyar,” ujar Suharman.

Ia juga mengungkapkan bahwa antuasisme yang sangat tinggi dari masyarakat yang hadir dipicu pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, Khususnya Kutim selama 3 tahun.

“Kurang lebih 3 tahun tidak ada kegiatan, banyak pembatasan dilakukan pemerintah karena pandemi COVID-19.Karena tidak ada lagi pembatasan berkumpul, maka masyarakat sangat antusias,” pungkasnya.

Siap Berlaga di Pemilihan Duta Budaya Kaltim, Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim Kunjungi Bupati

Siap Berlaga di Pemilihan Duta Budaya Kaltim, Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim Kunjungi Bupati

Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang akan mengikuti Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, di Kytiad Hotel Sadurengas, Tanah Grogot, Paser, 22-24 Agustus 2023, mengunjungi Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman di Kantor Bupati Kutim, Jumat (18/8/2023). Mereka didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kutim Padliyansyah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, ia memberikan restu, dukungan dan doa kepada Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim, yaitu Yorgian Pratama, Siva Sintia, M. Zam Bohari dan Widya Astuti Arimbi, agar dapat memperoleh hasil yang terbaik di tingkat provinsi.

“Rawat dan selalu promosikan budaya Kutai Timur. Jaga kekompakan dan kesehatan. Semoga memperoleh hasil yang terbaik,” kata Ardiansyah.

Ia menambahkan, Kutim memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, seperti Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik, batik khas Kutim, pantai-pantai dan obyek wisata lainnya.

“Kekayaan seni budaya itu harus dirawat, dilestarikan dan dikembangkan. Misalnya Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik. Itu semua ada di Kutim,” ujarnya.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang produk kebudayaan dan pariwisata. Kita punya batik khas Kutim dan pantai-pantai dan obyek wisata lainnya. Nah, kembali lagi saya tekankan, semua itu harus dirawat dan dipromosikan,” Ardiansyah menambahkan.

Event Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, menurut Ardiansyah itu dapat dijadikan momen penting bagi Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Kutim.

Untuk mempersiapkan hasil maksimal yang sesuai harapan Bupati Kutim, Padliyansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Duta Budaya Kutim, sejak 14-17 Agustus 2023, di Belad Teras Kafe, Sangatta, Kutim.

Padliyansyah menjelaskan bahwa dalam Diklat tersebut, mereka mendapat materi tentang UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Perda No 20/2021 tentang Pemajuan Kebudayaan Kaltim, 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), cagar budaya serta potensi budaya Kaltim dan Kutim. Selain itu, mereka juga mendapat materi tentang Unjuk Bakat Seni, Public Speaking, Bahasa Inggris dan Kepribadian.

Bupati Kutim Beri Restu dan Doa untuk Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang Akan Berlaga di Tingkat Provinsi

Bupati Kutim Beri Restu dan Doa untuk Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang Akan Berlaga di Tingkat Provinsi

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman memberikan restu, dukungan dan doa kepada Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang akan mengikuti Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, di Kytiad Hotel Sadurengas, Tanah Grogot, Paser, 22-24 Agustus 2023.

Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim, yaitu Yorgian Pratama, Siva Sintia, M. Zam Bohari dan Widya Astuti Arimbi, mengunjungi Bupati Kutim di Kantor Bupati Kutim, Jumat (18/8/2023). Mereka didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kutim Padliyansyah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, ia berharap Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim dapat menjaga kekekompakan dan mempromosikan budaya Kutim di tingkat provinsi.

“Rawat dan selalu promosikan budaya Kutai Timur. Jaga kekompakan dan kesehatan. Semoga memperoleh hasil yang terbaik,” ucap Ardiansyah.

Ia menambahkan, Kutim memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, seperti Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik, batik khas Kutim, pantai-pantai dan obyek wisata lainnya.

“Kekayaan seni budaya itu harus dirawat, dilestarikan dan dikembangkan. Misalnya Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik. Itu semua ada di Kutim,” ujarnya.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang produk kebudayaan dan pariwisata. Kita punya batik khas Kutim dan pantai-pantai dan obyek wisata lainnya. Nah, kembali lagi saya tekankan, semua itu harus dirawat dan dipromosikan,” Ardiansyah menambahkan.

Event Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, menurut Ardiansyah itu dapat dijadikan momen penting bagi Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Kutim.

Untuk mempersiapkan hasil maksimal yang sesuai harapan Bupati Kutim, Padliyansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Duta Budaya Kutim, sejak 14-17 Agustus 2023, di Belad Teras Kafe, Sangatta, Kutim.

Padliyansyah menjelaskan bahwa dalam Diklat tersebut, mereka mendapat materi tentang UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Perda No 20/2021 tentang Pemajuan Kebudayaan Kaltim, 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), cagar budaya serta potensi budaya Kaltim dan Kutim. Selain itu, mereka juga mendapat materi tentang Unjuk Bakat Seni, Public Speaking, Bahasa Inggris dan Kepribadian. (*)

Nursalam Usulkan Pendepositan Anggaran Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Nursalam Usulkan Pendepositan Anggaran Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Bontang. Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, mengajukan usulan kepada pemerintah untuk melakukan pendepositan anggaran daerah yang tidak terpakai. Menurutnya, langkah ini memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota. usulan tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna penandatangan Nota Perubahan KUA-PPAS 2023 yang diadakan di Pendopo, Rujab Wali Kota Bontang, pada Jumat (18/8/2023).

“Jika pemerintah melakukan pendepositan anggaran sejak awal tahun, kita dapat menghasilkan sekitar Rp 7 miliar daripada membiarkan anggaran tersebut tidak dimanfaatkan. Selain itu, peraturan juga memperbolehkan hal ini dilakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nursalam menjelaskan bahwa usulan ini diajukan karena potensi PAD di Bontang belum mencapai tingkat maksimal dan masih sulit untuk meningkatkan PAD melalui pajak dan retribusi. Hal ini juga disebabkan oleh ketiadaan perjanjian kinerja antara Wali Kota dan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Selama ini, tugas OPD hanya difokuskan pada peningkatan PAD tanpa adanya target yang konkret. Jika tidak ingin menggunakan bank eksternal, pendepositan anggaran tersebut tetap bisa dilakukan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD),” jelasnya.

Usulan Nursalam ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah yang tidak terpakai agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Bontang. Dengan mendepositokan dana tersebut, diharapkan kota dapat memanfaatkan potensi sumber daya secara lebih efektif untuk kepentingan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Raking dorong Peningkatan Anggaran Sektor Ekonomi untuk Reduksi Kemiskinan

Raking dorong Peningkatan Anggaran Sektor Ekonomi untuk Reduksi Kemiskinan

Bontang. Anggota DPRD Bontang, Raking, mengungkapkan harapannya agar alokasi anggaran sektor ekonomi dapat ditingkatkan dalam Rancangan APBD Perubahan 2024. Menurutnya, peningkatan anggaran pada sektor ekonomi sangat penting untuk mengurangi angka kemiskinan, terutama karena hingga saat ini belum terjadi penurunan yang signifikan.

Hal tersebut diungkapkan Raking pada Rapat Paripurna penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota Bontang, pada Jumat (18/8/2023).

“Saya memberikan saran kepada Wali Kota untuk meningkatkan alokasi anggaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah angka kemiskinan. Anggaran yang begitu besar seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengatasi permasalahan ini, mengingat angka kemiskinan di Bontang masih relatif tinggi,” ungkapnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, angka kemiskinan di tahun 2022 mengalami penurunan. Namun, penurunannya tergolong kecil, hanya turun sebanyak 20 jiwa atau setara 0,08 persen dari data warga miskin pada tahun 2021.

Angka kemiskinan di Bontang pada tahun 2022 mencapai 8.390 jiwa atau setara 4,54 persen. Sementara pada tahun 2021, jumlah warga miskin mencapai 8.410 orang atau setara 4,62 persen.

Raking berpendapat bahwa peningkatan alokasi anggaran pada sektor ekonomi dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan. Dengan pengembangan sektor ekonomi yang lebih kuat, masyarakat dapat lebih terlibat dalam kegiatan produktif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan.

Ketua DPRD Bontang Soroti Kepala OPD yang Sering Absen dalam Rapat Kerja

Ketua DPRD Bontang Soroti Kepala OPD yang Sering Absen dalam Rapat Kerja

Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kerap absen dalam setiap agenda rapat kerja yang diundang ke kantor DPRD Bontang, di Bontang Lestari.

Kritik tersebut diungkapkan oleh Andi Faizal saat berlangsungnya Rapat Paripurna penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota Bontang, yang berlangsung pada Jumat (18/8/2023).

“Andaikan rapat yang diadakan oleh DPRD hanya pertemuan biasa, mungkin absennya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bisa diakomodir. Namun, kita semua tahu bahwa rapat di DPRD adalah forum penting untuk membahas permasalahan publik dan mencari solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Politikus dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa DPRD memiliki posisi yang sejajar dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Kepala OPD dalam rapat kerja sangat penting untuk memastikan kelancaran koordinasi dan pemahaman mengenai isu-isu yang dibahas.

“Kami merasa kecewa karena sering kali Kepala OPD tidak hadir dalam rapat kerja. Ini menyebabkan ketidakpahaman terkait pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kota. Ketika Komisi III bertanya tentang progress pekerjaan, kami kesulitan memberikan jawaban karena Kepala OPD yang berwenang tidak pernah hadir,” paparnya.

Andi Faizal mengingatkan bahwa tanggung jawab Kepala OPD bukan hanya terbatas pada kegiatan internal, tetapi juga harus aktif berpartisipasi dalam forum-forum eksternal seperti rapat kerja DPRD. Kehadiran yang konsisten dan aktif dalam rapat kerja akan berkontribusi positif terhadap transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

Faisal Mendorong Pemanfaatan Sisa Material Pengerjaan Jalan Kampung Selambai untuk Fasilitas Umum

Faisal Mendorong Pemanfaatan Sisa Material Pengerjaan Jalan Kampung Selambai untuk Fasilitas Umum

Bontang. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal, mengajukan usulan agar sisa material hasil pengerjaan jalan di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, dimanfaatkan untuk fasilitas umum (fasum). Menurutnya, ini merupakan langkah yang lebih bermanfaat, dan sebelumnya perlu melakukan pendataan aset sebelum diserahkan kepada masyarakat.

Faisal menyatakan bahwa sisa kayu ulin yang masih tersedia dari pengerjaan jalan bisa dimanfaatkan untuk mengganti kayu jembatan yang telah mengalami kerusakan dan berlubang. Saat ini, jembatan tersebut belum mengalami perbaikan yang memadai.

“Pemerintah harus menyelesaikan pengerjaan jembatan Selambai dengan tuntas. Dari anggaran yang diajukan sebesar Rp2 miliar, yang terealisasi hanya sekitar Rp1,5 miliar. Ini berdampak pada banyaknya jembatan yang belum dikerjakan,” ungkapnya.

Faisal juga berpendapat bahwa penggunaan sisa material dari pengerjaan jalan untuk keperluan fasilitas umum dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Dia mengusulkan agar Dinas PUPR dan Perkim, Bappelitbang dapat melanjutkan pengerjaan jembatan di tahun mendatang.

“Selama menunggu penyelesaian jembatan, mengapa tidak memanfaatkan sisa kayu ulin hasil bongkaran untuk keperluan fasilitas umum. Ini merupakan langkah yang tepat, daripada material tersebut hanya dibiarkan begitu saja atau bahkan hilang dan terbuang,” tegasnya.

Faisal berharap langkah ini dapat membantu dalam pemeliharaan infrastruktur jembatan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan sisa material pengerjaan jalan untuk kepentingan publik akan mendukung upaya penghematan sumber daya dan meningkatkan kualitas fasilitas yang tersedia.

Najirah Hadiri Peresmian Brain Academy Bontang by Ruangguru

Najirah Hadiri Peresmian Brain Academy Bontang by Ruangguru

Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Najirah, turut hadir dalam kegiatan open house dan peresmian Brain Academy Bontang by Ruangguru yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing pada Jumat (18/8/2023). Brain Academy Ruangguru, sebuah inisiatif startup pendidikan di Indonesia, menggabungkan teknologi modern dengan proses pembelajaran tatap muka untuk memaksimalkan pengalaman belajar siswa.

Dalam sambutannya, Najirah menyambut baik kehadiran Brain Academy Ruangguru di Kota Bontang. Ia mengakui bahwa Ruangguru telah menjadi salah satu pelaku utama dalam inovasi pendidikan di Indonesia, memberikan akses lebih luas terhadap pendidikan berkualitas untuk generasi penerus bangsa.

“Saya berharap bahwa kehadiran Brain Academy di Kota Bontang akan membantu dan mempermudah akses pendidikan, serta mendorong terciptanya pendidikan yang lebih berkualitas di Kota Bontang,” ungkapnya.

Selain peresmian, kegiatan ini juga menyelenggarakan berbagai lomba, termasuk lomba Ranking Satu untuk murid tingkat SD dan SMP se-Kota Bontang, serta Lomba Mewarnai untuk tingkat SD. Najirah menggarisbawahi pentingnya motivasi dalam pendidikan, karena motivasi yang kuat akan mendorong setiap murid untuk belajar lebih giat dan meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.

Acara tersebut dihadiri oleh Manajer Ruang Guru Kota Bontang, guru-guru dari SD, SMP, dan SMA Kota Bontang, serta orang tua dan peserta akademi Ruang Guru Bontang. Dengan semangat dan kolaborasi seperti ini, diharapkan pendidikan di Kota Bontang akan semakin berkembang dan meningkatkan potensi generasi muda.

Basri Rase Pimpin Launching Kampung Bebas Narkoba Kelurahan Loktuan

Basri Rase Pimpin Launching Kampung Bebas Narkoba Kelurahan Loktuan

Bontang. Bertempat di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan, Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah bersama dengan jajaran Forkopimda Bontang dan Kepala BNN Bontang menghadiri acara Launching Kampung Bebas Narkoba dan Pelantikan Satgas Anti Narkoba Kelurahan Loktuan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (18/82023) tersebut diawali dengan kegiatan senam bersama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Basri Rase mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu fokus pemerintah Kota Bontang. Ia menekankan bahwa penanganan masalah narkoba memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.

“Pemberantasan narkoba adalah tugas bersama. Bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian, tetapi masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam memerangi narkoba,” katanya.

Dalam upaya untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba di Kota Bontang, Satgas Anti Narkoba di Kelurahan Loktuan telah dibentuk. Kelurahan Loktuan merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat penyalahgunaan narkoba yang tinggi di kota ini. Satgas Anti Narkoba ini melibatkan tokoh masyarakat dan akan menerima pelatihan dari BNNK Bontang.

Wali Kota Basri Rase mengharapkan bahwa Satgas Anti Narkoba ini akan berhasil menekan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Loktuan. Meskipun mencapai nol penyalahgunaan narkoba mungkin sulit, setidaknya angkanya dapat dikurangi atau diminimalisir.

Copyright © 2026 LatestIDN