Terkait Pelayanan, Komisi II DPRD Bontang Panggil RSUD Taman Husada

Terkait Pelayanan, Komisi II DPRD Bontang Panggil RSUD Taman Husada

LATESTBONTANG – Kabar mengejutkan datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Pasalnya, rumah sakit daerah ini dilaporkan bermasalah terkait pelayanan.

DIketahui, sebanyak 13 Pelayanan baru di RS tersebut bertambah, namun tak sesuai dengan Perwali.

Hal tersebut terungkapi saat keluhan masyarakat melalui LSM SOPAN APBD kaget dengan tambahan biaya yang harus dikeluarkan saat berobat. Imbasnya, tagihannya pun bertambah diluar dugaan.

Kabar ini pun sampai ke Komisi II DPRD Bontang, yang menjadi mitra kerja RSUD. Pada Selasa, (27/07/2022) lalu pihaknya memanggil RSUD untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam saat dikonfirmasi mengungkapkan, kenaikan tarif tersebut diberlakukan sejak 15 Mei. Hanya saja, kurang sosialisasi ke masyarakat, sehingga terjadi gejolak yang tidak diinginkan.

“Tarif tersebut memang tidak signifikan, tetapi karena sosialisasi kurang, akhirnya membuat masyarakat bergejolak,” ujarnya.

Dia menambahkan, kendati demikian, kenaikan tarif tersebut dinilai positif, karena walau bagaimana pun, dokter adalah seorang profesi dan juga terikat dengan aturan mentri kesehatan.

“Nah, Perwali tidak ada perubahan sekian lama, sehingga harga obat dan layanan tetap sama sebagaimana yang diatur Perwali sejak 10 tahun,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi pun membenarkan hal tersebut.

“Kami hanya menambah poin layanan konsultasi. Yang sebelumnya hanya 10 layanan kini bertambah jadi 23 layanan. Nah 13 layanan itu perlu kita aturkan tarifnya. Misalnya seperti layanan pemasangan ring jantung,” terangknya.

Terkait penambahan layanan tersebut, sesuai dengan aturan Peraturan Mentri Keuangan (PMK) Nomor 85 Tahun 2015, kepala rumah sakit memiliki kewenangan untuk menambah tarif layanan baru, sambil menunggu Perwali mendapatkan perubahan. (*)

Andi Faiz Ajak Warga Bontang Ramaikan Event Bulutangkis DPRD Cup I

Andi Faiz Ajak Warga Bontang Ramaikan Event Bulutangkis DPRD Cup I

LATESTBONTANG –  Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam ajak warga Bontang untuk hadir dan meramaikan event Bulutangkis DPRD Cup I, yang akan digelar di Lapangan Bulutangkis BSG, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.

Andi Faiz menyebut, event bulutangkis terbesar di Bontang ini nantinya akan menyiapkan doorprize setiap harinya untuk pengunjung yang hadir.

Event ini sendiri akan dilaksanakan pada 28 November hingga 2 Desember 2022. Pendaftaran pun telah dibuka hingga Jumat (25/11/2022) melalui website resmi PBSI Bontang.

“Ini event buat warga Bontang, baik yang suka main bulutangkis maupun yang suka menonton,” kata Bang Faiz sapaan Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Legislator dari Partai Golkar ini berharap, event tersebut menjadi ajang mengasah talenta bibit atlet bulutangkis Kota Bontang.

Sebagai informasi, event ini digadang-gadang akan menjadi adu gengsi para klub PBSI Kota Bontang hingga Kalimantan Timur. Pasalnya, sudah ada tim yang akan mendaftarkan atletnya yang sedang berlaga di PB Djarum yang malang melintang dalam kejuaraan nasional.

Tak hanya itu, event yang bakal menjadi agenda tahunan PBSI Bontang ini akan menggunakan wasit yang sudah berstandar rwgional hingga internasional.

Event ini akan dibagi dalam 7 kelas tanding, secara terbuka khusus di kelas profesional akan diikuti oleh para atlet bulutangkis se-Nusantara.

Sementara itu, Ketua Panitia Frans Micha menuturkan, turnamen akan digelar dengan sistem gugur lantaran melihat minat publik Bontang cukup tinggi. Apalagi Bontang kerap mengirim atlet terbaik untuk mewakili Kaltim di kancah perbulutangkisan nasional.

“Ini ajang pembuktian bahwa anak Bontang itu kan bisa bertarung dengan kelas profesional. Makanya kami buat kelas profesional open,” kata Frans, Kamis (24/11/2022).

Nantinya jika turnamen selesai, pihaknya tetap melakukan upaya pembinaan kepada atlet yang potensial untuk di orbitkan mengikuti event Kejuaraan nasional bahkan internasional.

“Jangan pikirin biaya karena ini gratis. Tapi event ini pakai sistem gugur, bukan setengah kompetisi,” tambahnya.

Selain membuka kelas prestasi, pihak penyelenggara membuka enam kelas turnamen lainnya. Mulai dari usia dini di bawah 9 tahun, hingga kelas veteran alias kelompok usia 45 tahun.

“Kami buka untuk semua kategori usia. Hadiahnya sampai ratusan juta yang kami siapkan,” terang dia.

Hal tersebut dijadikan sebagai wujud komitmen penyelenggara dalam menyelenggarakan event secara profesional. Termasuk terkait keamanan dan tim medis demi menjamin keselamatan atlet selama bertanding.

“Jadi ini bukan event biasa. Kami pake wasit yang sudah tersertifikasi. Memang harganya mahal, tapi ini buat Bontang,” terang dia.

 

(*)

DPRD Bontang Siapkan Hadiah Ratusan Juta pada Gelaran Bulutangkis DPRD Cup I

DPRD Bontang Siapkan Hadiah Ratusan Juta pada Gelaran Bulutangkis DPRD Cup I

LATESTBONTANG – DPRD Bontang akan siapkan hadiah ratusan juta pada gelaran Bulutangkis DPRD Cup I. Event ini juga menjadi kali pertama gelaran dibuka untuk umum.

Event ini sendiri akan dilaksanakan pada 28 November hingga 2 Desember 2022. Pendaftaran pun telah dibuka hingga Jumat (25/11/2022) melalui website resmi PBSI Bontang.

Ketua Panitia Frans Micha menuturkan, turnamen akan digelar dengan sistem gugur lantaran melihat minat publik Bontang cukup tinggi. Apalagi Bontang kerap mengirim atlet terbaik untuk mewakili Kaltim di kancah perbulutangkisan nasional.

“Ini ajang pembuktian bahwa anak Bontang itu kan bisa bertarung dengan kelas profesional. Makanya kami buat kelas profesional open,” kata Frans, Kamis (24/11/2022).

Nantinya jika turnamen selesai, pihaknya tetap melakukan upaya pembinaan kepada atlet yang potensial untuk di orbitkan mengikuti event Kejuaraan nasional bahkan internasional.

“Jangan pikirin biaya karena ini gratis. Tapi event ini pakai sistem gugur, bukan setengah kompetisi,” tambahnya.

Selain membuka kelas prestasi, pihak penyelenggara membuka enam kelas turnamen lainnya. Mulai dari usia dini di bawah 9 tahun, hingga kelas veteran alias kelompok usia 45 tahun.

“Kami buka untuk semua kategori usia. Hadiahnya sampai ratusan juta yang kami siapkan,” terang dia.

Hal tersebut dijadikan sebagai wujud komitmen penyelenggara dalam menyelenggarakan event secara profesional. Termasuk terkait keamanan dan tim medis demi menjamin keselamatan atlet selama bertanding.

“Jadi ini bukan event biasa. Kami pake wasit yang sudah tersertifikasi. Memang harganya mahal, tapi ini buat Bontang,” terang dia.

Kendati terbilang pertama, event ini digadang-gadang akan menjadi adu gengsi para klub PBSI Kota Bontang hingga Kalimantan Timur. Pasalnya, sudah ada tim yang akan mendaftarkan atletnya yang sedang berlaga di PB Djarum yang malang melintang dalam kejuaraan nasional.

Tak hanya itu, event yang bakal menjadi agenda tahunan PBSI Bontang ini akan menggunakan wasit yang sudah berstandar rwgional hingga internasional.

Bertempat di Lapangan Bulutangkis BSG, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur., event yang dibagi dalam 7 kelas tanding ini, secara terbuka khusus di kelas profesional akan diikuti oleh para atlet bulutangkis se-Nusantara. (*)

 

McDonald’s Bakal Hadir di Bontang, Anggota DPRD Bontang Rustam: Bagus untuk Tingkatkan PAD

McDonald’s Bakal Hadir di Bontang, Anggota DPRD Bontang Rustam: Bagus untuk Tingkatkan PAD

LATESTBONTANG – Kabar bakal hadirnya McDonald’s di kota tAMAN telah ramai dibicarakan di rana publik. Salah satu perusahaan kuliner terbesar di dunia itu telah berkonsultasi dengan pihak Kenari. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada perkembangan selanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam mengungkapkan, kabar tersebut menjadi kabar baik jika benar-benar akan buka di kota yang dipenuhi dengan lautan ini.

“Jadi sudah lama mendengar, MacDonald’s akan dibangun di Bontang. Ini bagus, saya dukung,” ujarnya saat dikonfirasi seusai mengikuti rapat paripurna ke-12 Sidang III DPRD Kota Bontang Tahun 2022 baru-baru ini.

Rapat tersebut dalam rangka penandatangan nota kesepakatan antara Walikota Bontang dan DPRD Kota Bontang atas rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun Anggaran 2023

Rustam menambahkan, hadirnya MacDonald’s tersebut berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Politisi dari Golkar ini mencontohkan, perusahan besar seperti KFC dan Pizza Hut telah berperan banyak dalam meningkatkan PAD kota Bontang.

“Tanda-tanda kota yang bagus, yakni disaat semua brand ternama masuk (di Bontang). Kalau belum masuk, berarti kota ini masih berproses,” terangnya.

Ia berharap, ke depan brand-brand ternama hadir di Bontang. Terlebih atensi masyarakat terhadap brand yang telah dikenal luas sangat besar. Hal ini bisa dilihat saat pembukaan Ricis Factory, Pizza HUT, hingga Jco, masyarakat mengantri sangat panjang.

“Semoga segera ada XXI, Starbuck, dan brad ternama lainnya di Bontang, terlebih pengaruh terhdapat PAD sangat besar,” tandasnya. (*)

Faisal Fbr Usulkan Eks Lahan Pasar Citra Mas Loktuan Jadi Taman 

Faisal Fbr Usulkan Eks Lahan Pasar Citra Mas Loktuan Jadi Taman 

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Bontang, Faisal Fbr usulkan eks lahan pasar Citra Mas Loktuan, Bontang Utara, sebaiknya dijadikan taman. 

Hal tersebut diungkapkan seusai pemerintah daerah mewacanakan eks lahan tersebut menjadi pusat Kuliner. Faisal menilai, pembangunan taman lebih prioritas untuk dibangun di daerah yang menjadi salah satu daerah yang padat penduduk.

Selama ini, kata dia, warna di sana sering ke monumen, tetapi sekarang sudah tutup.

“Pembangunan taman lebih prioritas karena kita di Loktuan memang belum punya. Tentu ini sangat didambakan oleh warga Loktuan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (13/08/2022).

Politisi partai NasDem mengungkapkan, terkait lokasi, ini juga menjadi pertimbangan karena cukup strategis.

“Lokasi cukup strategis untuk dijadikan taman,” ungkapnya.

Terkait pusat kuliner, Faisal merekomendasikan dimaksimalkan di kampung atas laut, Selambai. 

“Sebaiknya di Selambai saja kalau untuk kuliner, ini sejalan juga dengan wacana pemerintah untuk menjadikan Selambai sebagai tempat wisata baru”

“Disana juga ada masjid terapung, jadi sebaiknya, eks taman pasar Citra Mas Loktuan dijadikan taman saja,” tandasnya. (*)

DPRD Bontang Ajak Perusahaan Kolaborasi Atasi Persoalan Banjir di Bontang

DPRD Bontang Ajak Perusahaan Kolaborasi Atasi Persoalan Banjir di Bontang

LATESTBONTANG – Untuk menuntaskan program banjir di Kota Bontang, Komisi III  DPRD Bontang mengajak setiap perusahaan yang ada di Bontang untuk berkolaborasi. Partisipasi perusahaan dalam hal ini dinilai efektif.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengungkapkan, banjir masih menjadi prioritas pembangunan dan terus dapat pengawalan dari Komisi III. Akan tetapi, anggaran yang telah dicanangkan tidak sesuai sama ekspektasi.

“Itulah dari Komisi III tidak henti-hentinya mengawal, kita harus menuntaskan program banjir tetapi anggaran yang dialokasikan sangat kecil,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Dia menambahkan, dari alokasi yang dianggaran yang juga merupakan rekomendasi dari Pansus adalah 10%, realistis penganggaran tidak sampai 4% dari dana APBD 2023.

“Salah satu solusi yang dilakukan ketika anggaran tidak memadai, tentu salah satu solusi, undang seluruh perusahaan di Bontang, minta partisipasi mereka, bagaimana partisipasinya ke masyarakat untuk selesaikan banjir,” terangnya.

Politisi dari partai Gerindra ini menjelaskan, kalaupun perusahaan tidak berkenang, minimal mereka menyumbang sebuah alat.

“Tentu mereka tidak keberatan diminta anggaran bahkan perusahaan kecil tidak keberatan, minimal sebuah alat. Ini bisa kita kumpulkan,” jelasnya. 

Amir berharap, pemerintah segera menanggapi hal ini. Sehingga masyarakat Bontang tidak lagi merasa was-was ketika hujan deras. 

“Ini tugas kita sebagai DPRD, selalu mengingatkan. Mohon sekali lagi apabila anggaran tidak mendukung, maka solusi terakhir, tidak ada alasan lagi, undang semua perusahaan,” tantasnya. (*)

BW: Perusahaan Siap Dukung Kerjasama Bontang-Korea Selatan

BW: Perusahaan Siap Dukung Kerjasama Bontang-Korea Selatan

LATESTBONTANG – Kabar baik untuk warga Bontang. Perusahan-perusahaan yang ada di Bontang telah menyepakati dan mendukung program Pemerintah terkait pemagangan dalam bidang Welder dengan Korea Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang yang juga merupakan pimpinan rapat kepada awak media, seusai lakukan rapat gabungan Komisi I, II, dan Komisi III bersama perusahaan yang ada di Bontang, tentang Rencana dan Peluang Kerjasama (MoU) dengan pihak luar negeri (Korea dan Jepang) dalam hal investasi, Pariwisata, Ketenagakerjaan dan Pendidikan, Selasa (09/08/2022) lalu.

BW, begitu sapaan akrabnya menuturkan, ketersediaan perusahan dalam mendukung program pemerintah patut diapreasi.

“Gayung bersambut, semua perusahaan siap mendukung kerjasama antara Bontang dan Korea Selatan,” ujarnya.

Kendati demikian, BW menjelaskan, segera ada MoU antara pemerintah daerah dan Korea Selatan. Hal ini akan menjadi sebuah dasar dalam kerjasama antara kedua bela pihak. 

“Dari hasil MoU, jika memang pemerintah membutuhkan bantuan perusahaan siap berkontribusi,” terangnya.

Melalui MoU, lanjut BW, pemerintah daerah berencana mengikutsertakan kerjasama dalam hal investasi, pendidikan, ketenagakerjaan dan pariwisata.

“Saya minta ada tambahan, untuk bisa memperkenalkan Bontang lebih dalam lagi,” tandasnya.

Sebagai informasi, pada rapat tersebut turut dihadiri perwakilan dari setiap perusahaan, yakni PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG, PT Indominco Mandiri, PT PAMA Persada, PT Kaltim Metanol Industri, PT Kaltim Industrial Estate, PT Kaltim Nitrafe Indonesia, PT Kaltim Daya Mandiri, PT Kaltim Adhiguna Dermaga, PT Kaltim Pama Industru, PT Kaltim Nusa Etika, PT Kaltim Amoniak Nitrat, dan PT Energi Unggul Persada.

Selain itu, rapat juga dihadiri Sekretaris daerah, Dispopar, Dinas PTSP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapelitbang, Kabag Pemerintahan, dan Bagian hukum pemerintah. (*)

Nursalam Soroti Kinerja Petugas Pengangkut Sampah yang Suka Pilih Jenis Sampah

Nursalam Soroti Kinerja Petugas Pengangkut Sampah yang Suka Pilih Jenis Sampah

LATESTBONTANG– Anggota DPRD Bontang, Nursalam soroti kinerja para petugas pengangkut sampah di komplek masyarakat yang dinilai kurang profesional dalam bekerja. 

Hal tersebut diungkapkan Nursalam, saat berkesempatan memberi sebuah interupsi pada Rapat Paripurna ke-13 masa sidang III DPRD Bontang, tahun 2022 dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan antara walikota Bontang, dan DPRD kota Bontang atas rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan PPAS tahun anggaran 2022.

Dia mengungkapkan, apapun jenis sampahnya, tetaplah sampah. Misalnya potongan dedaunan dan potongan tripleks, yang enggan diangkut.

Namanya sampah, apapun jenisnya adalah sampah. Saya sampai bertanya-tanya mengapa, terakhir mereka beralasan, mereka ditolak oleh pihak TPA (Tempat Pembuangan Akhir ),” ujarnya.

Politisi dari partai Golkar menjelaskan, kebersihan menjadi hal prioritas yang semestinya menjadi perhatian. Pengelolaan sampah yang baik, akan berdampak pada kesehatan lingkungan, terlebih Bontang termasuk salah satu kota penerimah Adipura setiap tahun.

“Kenapa ini penting, karena tiap tahun (Bontang) dapat Adipura,” terangnya.

Dia juga menyoroti kendaraan yang digunakan para petugas pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja. Tentu hal ini menjadi perhatian, karena kendaraan pengangkut sampah telah disediakan dengan pendanaan APBD.

“Mobil sampah dimana sudah. Mereka (mungkin) begitu karena alasan motornya dipakai. Mohon jadi perhatian karena itu aset yang tercatat,” tandasnya.

Nursalam pun meminta agar mobil sampah kelurahan diperlihatkan kembali, pun kalau sudah mengalami kerusakan harusnya dikembalikan ke daerah.

“Jika rusak harus dikembalikan. Nah ini yang malah saya lihat para pengangkut sampah sekarang menggunakan boks gerobak yang ditarik menggunakan motor,” pungkasnya. (*)

DPRD Bontang Adakan Rapat Paripurna ke-5 dalam Pengambilan Keputusan Terhadap 3 Raperda

DPRD Bontang Adakan Rapat Paripurna ke-5 dalam Pengambilan Keputusan Terhadap 3 Raperda

LATESTBONTANG– DPRD Bontang adakan rapat paripurna masa ke-5 masa sidang 1, dalam rangka pengambilan keputusan terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bontang, yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Bontang, Jl Bessai Berinta, Bontang Lestari, Selasa (13/09/2022).

Sebelumnya, penyampaian pendapat akhir Fraksi-fraksi terkait tiga Raperda tersebut telah disetujui semua fraksi, yang digelar Senin (12/09/2022) malam.

“Selanjutnya pandangan akhir ini akan ditindaklanjuti Komisi I dan II dalam rapat paripurna yang akan dilaksanakan besok, pukul 16.00 Wita,” ucap Junaidi sembari menutup agenda.

Untuk diketahui, adapun tiga Raperda tersebut berasal dari dua inisiatif DPRD dan satu Raperda inisiatif Pemkot Bontang. Yakni, Raperda tentang penanggulangan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, Raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah kepada perseroan terbatas bank pembangunan daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan terakhir Raperda tentang penyelenggaraan olahraga.

Pada Rapat tersebut, Wakil Walikota Bontang, Najirah mengingatkan, kepala daerah atau yang bertanggung jawab terhadap Perda tersebut agar dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan.

Najirah juga menyampaikan, bawah perlu upaya dan sinergi antara Pemkot dan DPRD untuk menjadikan Bontang lebih baik,

“Perlu upaya dan sinergi antara Pemkot, DPRD, dan juga pemangku kepentingan untuk menjadikan Bontang lebih baik,” tandasnya. (bid)

BCM Segera Launching, Komisi II DPRD Bontang Minta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

BCM Segera Launching, Komisi II DPRD Bontang Minta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

LATESTBONTANG – Komisi II DPRD Bontang lakukan kunjungan lapangan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP), Kamis (01/09/2022) lalu.

Pada kunjungan tersebut, Anggota DPRD Bontang, Nur Salam meminta manajemen BCM untuk berkoordinasi dengan tenant-tenant yang akan beroperasi di Mal agar memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk dijadikan karyawan. Hal tersebut telah diatur pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Alih Daya.

“Nanti akan kami tindaklanjuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami akan panggil ownernya,” ujarnya kepada awak media.

Politisi dari Partai Golkar ini mengungkapkan, selain memprioritaskan warga Bontang menjadi tenaga kerja disana, BCM juga perlu memperhatikan pajak daerah yang mesti dibayarkan di Kota Bontang. Sebab kata Salam, tenant yang masuk dominan merupakan tenant ternama dan berasal dari luar Bontang.

“Jangan sampai mereka justru bayar pajak keluar. Sementara di Bontang tidak ada,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam mengusulkan agar BCM memiliki tempat khusus untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kami juga minta di BCM nanti ada tempat khusus untuk pelaku UMKM lokal Bontang. Bisa tempat tersendiri atau titip di gerai yang ada,” ujarnya.

Legislator yang juga sebagai memimpin kunjungan ke proyek BCM ini menambahkan, kehadiran BCM bisa menjadi solusi warga Bontang untuk berlibur.

“Momen liburan tahun baru nanti warga Bontang tidak perlu berlibur ke luar daerah. Cukup menghabiskan waktu liburan dengan berkunjung ke mall kebanggaan kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, hasil kunjungan lapangan tersebut, per awal September 2022 sudah mencapai progres 70-80%. Diharapkan, BCM akan segera beroperasi tahun depan, 2023. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN