Dapat Seragam Sekolah Gratis, Murid TK dan SD YPPSB Sangatta Jalani MPLS

Dapat Seragam Sekolah Gratis, Murid TK dan SD YPPSB Sangatta Jalani MPLS

LATESBONTANG – Murid baru TK dan SD di Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) Sangatta tampak semangat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung, Selasa (18/7/2023).

Menambah semangat murid baru di yayasan tersebut, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyerahkan secara simbolis bantuan berupa seragam sekolah kepada murid TK A dan Kelas 1 SD.

Kunjungan istri Bupati Kutim itu ke YPPSB, dalam rangka monitoring pelaksanaan MPLS. Memantau sejauh mana kegiatan MPLS dan memastikan berjalan dengan aman dan lancar serta dengan rasa yang bahagia.

“Ini sudah yang kesekian kalinya, sesuai dengan tupoksi Bunda PAUD untuk mengawal MPLS dijalankan di tiap sekolah, baik PAUD maupun SD. Terutama SD yang sekolah awal,” ucapnya.

Untuk transisi PAUD ke SD, kata dia, sasarannya PAUD dan anak SD yang kelas satu dan kelas dua.

“Jadi yang kita didatangi, yang melaksanakan pembelajaran baru atau pertama masuk sekolah untuk anak-anak,” ungkap Siti Robiah.

Kepala Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Kutim Ahmad Junaidi mengatakan, pihaknya memberikan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada murid baru masuk sekolah. Ini sesuai dengan jumlah murid baru yang masuk, dan dari Disdikbud masih menunggu data ukuran siswa baru dari masing-masing sekolah untuk seragam wajib.

Ahmad Junaidi juga mengungkapkan Disdikbud Kutim tengah memproyeksikan program seragam olahraga gratis tahun depan.

“Untuk kelas siswa kelas 2 ke atas, sesuai arah kebijakan kita tetap dapat seragam gratis. tapi bagi siswa yang kurang mampu, termasuk beasiswa Kutim Tuntas. Anak SD dan SMP tetap dapat,” ungkapnya.

Direktur YPPSB Wariadi menyambut baik kedatangan Bunda Paud yang memantau sejauh mana kegiatan MPLS, memastikan berjalan dengan aman dan lancar serta dengan rasa yang bahagia. Pihaknya, secara per unit telah melakukan MPLS sejak kemarin. Baik tingkat TK, SD, SMP maupun jenjang SMA.

“Konsep yang kami berikan itu adalah proses pendidikan yang menyenangkan bahkan ada beberapa anak-anak yang tidak mau pulang sebelum puas bermain. Dengan transisi menyenangkan ini, anak-anak bisa mengembangkan minat dan bakatnya tanpa ada beban,” jelasnya.(adv/Irs).

Rapat Paripurna, Bupati Ardiansyah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Kutim 2024

Rapat Paripurna, Bupati Ardiansyah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Kutim 2024

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengemukakan, dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024, didasarkan pada peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Selanjutnya, kata dia, peraturan menteri Dalam Negeri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodifikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

“Sistem aplikasi yang dipakai dalam seluruh tahapan penyusunan APBD tahun anggaran 2024 ini adalah aplikasi sistem pemerintahan daerah yang diamanatkan peraturan menteri Dalam Negeri Permendagri nomor 70 tahun 2019 tentang sistem informasi pemerintah daerah atau Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD),” ujar Ardiansyah pada rapat paripurna ke XIV membahas nota penjelasan pemerintah tentang rancangan KUA PPAS APBD 2024, Selasa (11/07/2023).

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari serangkaian langkah awal di dalam penyusunan anggaran APBD Kutim sebagai rencana keuangan tahunan Pemkab Kutim yang rencananya bisa didiskusikan dan disetujui nantinya oleh Pemkab Kutim bersama dengan DPRD Kutim ,pada saat pembahasan nantinya

“Berbagai kegiatan daerah yang terkait dengan hak dan kewajiban daerah, penting untuk diwujudkan guna memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Kutim,” papar Bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab Kutim telah mengangkat tema pembangunan ke depan untuk tahun 2024 yaitu penguatan struktur ekonomi guna mendukung perekonomian daerah.

Lanjutnya, keterkaitan antara sasaran program dan kegiatan antar organisasi perangkat daerah (OPD) Keselarasan ini bertujuan agar implementasi anggaran dapat dilaksanakan secara lebih efisien.

“Semua hal ini dirumuskan di dalam rancangan KUA dan PPAS APBD tahun anggaran 2024. Kami memohon kesediaan DPRD Kutim untuk menyepakati apa yang telah diusulkan di dalam dokumen-dokumen tersebut, sebagai dasar penyusunan rancangan peraturan daerah Kutai Timur tentang APBD Timur tahun anggaran 2024,” tutup Ardiansyah.(adv/Irs).

Wabup Kasmidi Jelaskan Soal Proyeksi APBD Kutim 2024 Rp8,1 Triliun

Wabup Kasmidi Jelaskan Soal Proyeksi APBD Kutim 2024 Rp8,1 Triliun

LATESBONTANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) tahun 2024 diproyeksi naik sebesar Rp8,1 triliun lebih. Proyeksi ini tertuang dalam Nota Penjelasan Pemerintah mengenai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2024, yang kemudian ditanggapi fraksi-fraksi dewan dalam rapat Paripurna ke-18 di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Senin (17/7/2023).

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menjelaskan kenaikan tersebut salah satunya disebakan oleh dana perimbangan jenis Dana Bagi Hasil (DBH) sektor batubara yang juga bertambah. Ia pun menganggap hal itu sebagai rezki yang tak terduga, ibarat Kutim ketiban durian runtuh.

“Kita ada namanya sharing profit, Alhamdulillah itu bagian daripada, kalau boleh dikata mungkin durian runtuh bagi rezeki masyarakat Kutai Timur,” ucap Kasmidi.

Penyebab kedua, menurut Kasmidi, disebakan oleh pendapatan DBH dari sektor perkebunan. Seperti diketahui, Kutim merupakan salah daerah penghasil Perkebunan Kelapa Sawit terbesar di Kaltim. DBH sektor kelapa sawit sendiri telah diatur dalam Undang-Undang (UU) No 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang disahkan pada Januari 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Kutim belum menerima pendapatan dari sekotor tersebut, kini saatnya bisa menuai hasil, sebagai bagian dari pendapatan daerah.

Selanjutnya, kata Kasmidi, kenaikan proyeksi APBD Kutim 2024 berasal dari dana kurang salur.

“Ada memang sisi dana kurang salur yang selama ini tidak diberikan secara full dan itu bagian dari hutang pemerintah pusat kepala daerah (PD), itu semua disalurkan di tahun ini,” bebernya.

Kasmidi menilai kenaikan proyeksi APBD Kutim tidak lepas dari kinerja dan peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, yang bisa mengejar sumber-sumber yang memang menjadi hak daerah. Ini prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

“Jadi bagian dari prestasi dan sumbernya itu ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, yang bisa mengejar sumber-sumber yang memang menjadi hak daerah Kutim,” jelas Kasmidi.

“Seperti yang saya bilang tadi dari sisi kurang salur, itu membuat transfer dari pusat melebihi target kita tahun ini dan berharap kita, tahun depan semua yang menjadi hak-hak kita bisa di salurkan. Makanya di tahun 2024 kita start di angka 8,1 triliun,” tutup Kasmidi.(adv/Irs).

Train The New Trainer Transafe Indonesia

Train The New Trainer Transafe Indonesia

PT. Transafe Dharma Persada (Transafe Indonesia) kembali melaksanakan program pengembangan karyawan mereka. Kali ini Transafe menggandeng PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com).

Program kali ini adalah Train The New Trainer (TNT) yang diperuntukkan calon instruktur baru di perusahaan. Spesialnya, peserta bukan hanya mendapatkan pelatihan Instruktur namun juga mendapatkan bonus ecertificate pelatihan K3 dari bdaan K3 internasional.

Acara ini berlangsung selama 2 hari, 12-13 Juli 2023 di ruang training Wisma Pede di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Instruktur dari kegiatan ini adalah Luki Tantra, salah satu senior trainer di PT. TKKI. Belum lama ini beliau juga baru mengambil sertifikasi Master Trainer.

Acara ini juga dihadiri oleh Djemmy Wagiu, Training & Operation Manager Transafe Dharma Persada untuk memberikan motivasi dan wejangan

Berikut dokumentasi pelatihan

Train The New Trainer - Tenaga Kerja Kompeten Indonesia-Luki Tantra-Transafe Indonesia

“Kalau mau maju, mau maju berkembang, mulai dari sekarang. Setelah (acara) training TNT ini. Bahkan Selesai TNT bisa memberi masukan kepada trainer yang lain, termasuk trainer senior. Saya juga meminta kalian membuat surat komitmen akan mengembangkan diri dan perusahaan setelah training ini” Demikian tutup Djemy.

Di akhir hari kedua, Pak Luki menutup dengan kembal memberikan PR kepada peserta. Ia juga memberikan Closing statement yang cukup menohok untuk menyemangati peserta: “Trainer yang berhenti belajar, akan segera kehilangan haknya untuk mengajar”.

Transafe adalah perusahaan jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) terkemuka yang sering mengadakan pelatihan dan sertifikasi ke daerah Bontang, Sangatta dan sekitaran Kalimantan Timur. Sementara Tenaga Kerja Kompeten Indonesia yang dulu dikenal sebagai TransWISH, memiliki klien di Bontang, dan sekitarnya.

Baca Berita tentang Transafe dan Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Lainnya di LatestBontang

##

Direktur LSP Instruktur Tutup Training for Trainer Master Trainer PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Direktur LSP Instruktur Tutup Training for Trainer Master Trainer PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Tenaga Kerja Kompeten Indonesia laksanakan Training for Trainer Master Trainer Sertifikasi BNSP KKNI 6.

Pelatihan diadakan tanggal 3-7 Juli 2023 di TKKI Learning Centre di Wisma Pede dan Pengadegan Jakarta Selatan. Kelas ini diikuti oleh peserta senior dari perusahaan oil and gas support besar dan staff pengajar dari salah satu universitas terkenal di Jakarta.

Acara uji kompetensi dilakukan di tanggal 7 dilakukan bersamaan dengan uji kompetensi dari pelatihan training for trainer sertifikasi BNSP KKNI 4 di batch sebelumnya. Hadir sebagai asesor uji kompetensi Bapak Mediyarto, Direktur dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Instruktur.

Pelatihan ini berdasarkan unit kompetensi dari Keputusan Menaker Nomor 333 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya Golongan Pokok Aktivitas Ketenagakerjaan Bidang Standarisasi, Pelatihan Kerja dan Sertifikasi. Training ini juga berbasiskan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penetapan Jenjang Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pelatihan Kerja dan Sertifikasi.

Walaupun cukup membuat gugup peserta di awal, namun ice breaking yang dilakukan adalah Pak Medi membuat para peserta cukup tenang dan mampu mengkuti urutan uji kompetensi dengan baik. Bapak Luki Tantra, wakil dari PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia menunjukkan pengalamannya ikut membangun LSP tempat beliau aktif sebagai asesor. Ia juga menunjukkan bukti pengalamannya berkiprah di berbagai safety training provider selama 15 tahun. Ia juga menampilkan bukti pengalaman membangun soft skill training provider yang kini berubah menjadi PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia.

Berikut dokumentasi video

Peserta Irmawan membuktikan pengalamannya menjadi Trainer,Learning and Development dan HR selama bertahun-tahun. Berbagai bukti hsil kerjanya di perusahaan Oil and Gas Support ini membuat asesor percaya akan pengalamannya.

Training for Trainer Master Trainer-Tenaga Kerja Kompeten Indonesia-KKNI 6- Luki Tantra

Peserta Bapak Tri yang merupakan senior yang sudah malang melintang di dunia instruktur menunjukkan bukti-bukti pengaama kerjnya di dunia pendidikan dan pekerjaan di dunia internasional. Pengalaman dan pendidikan yang dipaparkan ini mengundang decak kagum, bukan hanya dari peserta lainnya, melainkan juga dari asesor

Training for Trainer Master Trainer-Tenaga Kerja Kompeten Indonesia-KKNI 6- Luki Tantra

Pada akhir hari, semua peserta direkomendasikan Kompeten. Baik instruktur KKNI 6 maupun rekan-rekan di level KKNI 4.

Baca Berita tentang Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Lainnya di LatestBontang

##

Usai Dilantik Bupati, Forum DAS Kutim Hijaukan Pantai Teluk Lingga

Usai Dilantik Bupati, Forum DAS Kutim Hijaukan Pantai Teluk Lingga

LATESTBONTANG – Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kutai Timur (Kutim) memiliki cara unik, untuk memberi kesan istimewa di momentum pelantikan pengurus baru periode 2023-2027. Bukannya di gedung, namun pelantikan itu dihelat di kawasan pantai, lalu dilanjukan dengan aksi penghijauan berupa penanaman bibit pohon mangrove.

Pelantikan pengurus Forum DAS Kutim yang dirangkai dengan aksi peduli lingkungan tersebut dilakukan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di kawasan Pantai Teluk Lingga Sangatta, Sabtu (15/7/2023) sore.

Dalam arahannya, Ardiansyah menyatakan, dengan dilantiknya kepengurusan Forum Koordinasi Pengelolaan DAS periode 2023-2027, besar harapan agar dapat mengemban tugas dan amanah yang telah diberikan dengan penuh rasa tanggungjawab. Melalui tata kelola DAS secara terpadu untuk mendukung program Pemkab Kutim.

“Forum DAS ini saya mohon lebih banyak memberikan informasi-informasi kepada pemerintah terkait dengan persoalan-persoalan daerah aliran sungai kita di Kutai Timur,” ujarnya.

Terkait mangrove, Ardiansyah menjelaskan bahwa pohon bakau tersebut mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar, selain pohon lainnya seperti gambut atau hutan gambut. Magrove membantu manusia dalam mendapatkan iklim dan cuaca yang paling nyaman untuk mencegah bencana alam.

‘Karenanya terkait dengan mangrove ini memang perlu kita lakukan penanaman, pemeliharaan dan seterusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum DAS Kutim Suprihanto yang mewakili seluruh pengurus forum DAS mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran semua pihak, khususnya seluruh dewan pengarah, tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Dia mengatakan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan peraturan pemerintah nomer 37 tentang pengelolaan daerah aliran sungai
Forum DAS.

Di Kutim, kata dia, Forum DAS dibentuk karena dirasakan adanya penurunan kualitas sumber daya alam terutama di kawasan DAS. “Forum koordinasi pengelolaan DAS ini sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 2014 sehingga kami memasuki periode yang ketiga,” jelas Suprihanto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Ketua Forum Pengelolaan DAS Kaltim diwakili oleh Antoni, Kodim 0909/KTM diwakili oleh Letda Kav Hani Akhyat, Lanal Sangatta diwakili oleh Lettu Laut Siswanto, Polres Kutim diwakili oleh Iptu Suparmin.

Selanjutnya, hadir Camat Se Kutim, Perwakilan PKK Kutim, Perwakilan Perusahaan, Perwakilan Mahasiswa STIPER, Perwakilan Paguyuban, Perwakilan Ormas, Perwakilan SMAN 1 Sangatta Utara, Perwakilan SMAN 2 Sangatta Utara, Perwakilan SMK 2 Sangatta Utara, dan tamu undangan lainnya. (adv/IRS)

Ini Komentar Ketua DPRD Kutim Soal Tapal Batas Kampung Sidrap

Ini Komentar Ketua DPRD Kutim Soal Tapal Batas Kampung Sidrap

LATESTBONTANG – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni turut mengomentari persolan tapal batas wilayah antara Kutim dan Bontang. Ia menegaskan, pihaknya bersama Pemkab tetap akan mempertahankan Kampung Sidrap sebagai wilayah admistrasi Kutim.

Joni menyebut hal tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 25 Tahun 2005 tentang Penentuan Batas Wilayah Kota Bontang dengan Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

“Kami tetap pada pendirian Permendagri Nomor 25 Tahun 2005, Kampung Sidrap masuk sebagai wilayah administrasi Kutim. Tidak ada yang dapat mengganggu gugat,” tegas Joni.

Joni berpendapat, dengan di bawanya permasalahan Kampung Sidrap ke Mahkamah Konstitusi oleh Pemkot Bontang, maka permasalahan tapal wilayah tersebut sudah sangat serius dan perlu perhatian Pemkab Kutim.

“Kami mengingatkan Pemkab Kutim untuk tetap berpegang teguh pada acuan Permendagri Nomor 25 Tahun 2005, yang sejauh ini tidak ada perubahan terhadap putusan itu,” ujarnya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun mengungkapkan bahwa pihaknya telah menandatangani penolakan permintaan Kampung Sidrap menjadi wilayah administrasi Bontang selama regulasi yang ditetapkan Permendagri tidak berubah.

“Selama Permendagri Nomor 25 Tahun 2005 tidak berubah, kami tetap menolak usulan Kampung Sidrap masuk wilayah Bontang. Kami sudah menandatangani dokumen penolakannya,” pungkasnya.

Diketahui, Pemkot Bontang menggandeng Hamdan Zoelva sebagai kuasa hukum, untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) soal tapal batas Bontang-Kutim di Kampung Sidrap. Penandatanganan Surat Kuasa Judicial Review antara Pemkot Bontang, DPRD Bontang serta Hamdan Zoelva, telah dilaksanakan belum lama ini. (adv/Irs).

Bupati Kutim Harap Mahasiswa KKN STIPER Terapkan Ilmu Kuliah Bantu Masyarakat

Bupati Kutim Harap Mahasiswa KKN STIPER Terapkan Ilmu Kuliah Bantu Masyarakat

LATESTBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman secara resmi melepas keberangkatan 90 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) untuk ditempatkan di Kecamatan Sangkulirang. Ia meminta agar mahasiswa KKN ini bisa menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelepasan mahasiswa KKN STIPER dilangsungkan di halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Jumat (14/7/2024) pagi.

“Pesan saya, KKN ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, apalagi di bidang pertanian yang selama ini menjadi salah satu program pendidikan unggulan STIPER Kutim,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan, Pemkab Kutim tengah fokus mendorong peningkatan pertanian, baik dari sisi holtikultura, persawahan dan lain sebagainya.

“Diharapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan lewat pengabdian kepada masyarakat selama melakukan KKN,” ujarnya.

Selain pertanian, kata dia, bidang peternakan pun tidak kalah penting di Kutim yang diwacanakan sebagai sentra ayam potong dan kambing untuk pemenuhan kebutuhan daging di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Besar harapan saya baik jurusan pertanian, peternakan atau bidang studi lainnya dapat memberikan kontribusi baik pada masyarakat di lokasi KKN,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KKN STIPER Kutim, Suharlina mengatakan kegiatan KKN akan dilangsungkan selama 45 hari, di delapan desa di Kecamatan Sangkulirang.

“Delapan Desa tersebut diantaranya Desa Pulau Miang, Kolek, Sempayau, Saka, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera dan Desa Peridan. Anak-anak kita sebar ke 8 desa ini, dengan program KKN masih terfokus pada pertanian secara umum,” tuturnya.

Suharlina menjabarkan, mahasiswa yang diturunkan dalam KKN 2023 ini, terdiri dari 5 program studi dan 2 konsentrasi studi.

“Ada Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Kelautan, Kehutanan, Budidaya Kelautan dan Teknik Pertanian,” pungkasnya. (adv/Irs).

Sosperda, Camat Sangatta Utara Ajak Ketua RT hingga Kades Melek Trantibum

Sosperda, Camat Sangatta Utara Ajak Ketua RT hingga Kades Melek Trantibum

LATESBONTANG – Gelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi ajak ketua RT, kepala desa dan lurah melek regulasi dan menjadi ujung tombak ketentraman dan ketertiban Umum (Trantibum). Acara digelar di ruang rapat Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (13/7/2023).

Hasdiah menyatakan, dengan adanya sosialiasi ini diharapkan para RT, desa dan lurah dapat memahami Perda Kutim Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, ” karena sebagai unjung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama tingkat RT,” ujarnya.

Hasdiah meyakini, dengan pemahaman dan partisipasi aktif dari RT, kades dan lurah, maka ketentraman dan ketertiban umum di setiap daerah akan semakin lebih baik.

“Karena jika tidak memahami Perda tersebut apabila ada permasalahan di tengah-tengah masyarakat tidak bisa diselesaikan secara preventif atau pencegahan,” jelasnya.

Namun sebaliknya, kata dia, apabila RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat paham peraturan dan jenis pelanggaran, maka permasalahan dan pelanggaran yang muncul hingga meresahkan dan merugikan masyarakat dapat cepat tertangani.

“Permasalahan ini dapat diteruskan kepada OPD/Instansi terkait,” papar Hasdiah.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Devianto yang menyampaikan materi menyatakan, Perda Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum untuk mengantisipasi timbulnya dampak-dampak negatif dari perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kutim.

“Perda ini untuk mewujudkan terpeliharanya ketentraman, ketertiban dan keindahan di Kutim, sehingga dapat tercipta masyarakat aman sejahtera dan makmur,” tuturnya. (adv/Irs).

Dampingi Bupati Kutim Tinjau Kegiatan MPLS, Ini Kata Kadisdikbud

Dampingi Bupati Kutim Tinjau Kegiatan MPLS, Ini Kata Kadisdikbud

LATESBONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono telah melakukan monitoring pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan mengunjungi sejumlah sekolah jenjang jenjang TK, SD dan SMP. Ini berkenaan dengan penerimaan siswa-siswi baru tahun ajaran 2023/2024.

Dalam monitoring hari pertama, Senin (10/7/2023), Mulyono mengaku tengah mendampingi Bupati dan Buda PAUD Kutim.

“Jadi dihari pertama pelaksanaan MPLS, saya mendampingi bapak Bupati dan Bunda PAUD melakukan kunjungan ke beberapa sekolah baik jenjang TK, SD dan SMP. Alhamdulillah berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan, ” ucap Mulyono saat ditemui awak media, Rabu (12/07/2023).

Mulyono mengungkapkan waktu pelaksanaan MPLS di tiap sekolah, disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, contohnya, untuk siswa yang baru masuk di kelas 1 SD kegiatan MPLS berlangsung selama dua minggu.

“Untuk kelas dua selama seminggu dan untuk kelas 3 keatas MPLS berlangsung selama tiga hari,” ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Kemendikbud Ristek) yang meminta setiap daerah untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan terutama di jenjang transisi PAUD ke SD.

“Nah, dalam prakteknya setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan termasuk sistem belajarnya juga ada sedikit perubahan dan yang terpenting tidak ada lagi kewajiban harus bisa baca tulis dan berhitung (calistung) terutama untuk anak didik baru,” ujarnya.

Pengenalan calistung khususnya untuk anak didik baru, setiap sekolah bisa di lakukan dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan, akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal.

“Ini tidak boleh di paksa untuk sudah bisa calistung, termasuk misalnya di kelas dua belum bisa, kita masih berikan toleransi,” pungkasnya.(adv).

Copyright © 2026 LatestIDN