Bupati Ardiansyah Kukuhkan Paskibraka Kutim Tahun 2023

Bupati Ardiansyah Kukuhkan Paskibraka Kutim Tahun 2023

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan 40 Anggota Pasukan Bendera Pusaka (Paskibraka) kabupaten di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (16/8/2023).

Dalam arahannya, Ardiansyah meminta kepada seluruh anggota Paskibraka agar apa yang telah dipersiapkan selama latihan bisa diimplementasikan.

Begitu pula dengan kondisi kesehatan diharapkan dijaga dengan baik, agar saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi besok, peserta dapat menjalankan tugas dan mengibarkan bendera dengan baik.

“Kesehatan harus dijaga dengan baik, tingkatkan konsentrasi, dan atur pola makan, karena faktor-faktor tersebut sangat krusial dalam menjalankan tugas ini,” pesan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kepada anggota paskibraka Kutim.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Burhanuddin, mengungkapkan bahwa ada 36 anggota Paskibraka Kutim akan menjalankan tugasnya pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Selain petugas utama, kata dia, pihaknya juga telah menyiapkan 5 anggota Paskibraka cadangan sebagai pengganti jika diperlukan. Meskipun ada satu orang anggota dari Kecamatan Teluk Pandan yang harus mundur dari latihan karena alasan kesehatan. Kurangnya anggota cadangan ini tetap dipastikan kelancaran jalannya upacara.

“Pemilihan 36 anggota Paskibraka ini melalui tahap seleksi tingkat kabupaten, di mana awalnya terdapat 100 orang pendaftar yang berkompetisi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, anggota paskibraka usai melaksanakan tugasnya, Pemkab Kutim akan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

“Kami akan memberikan reward berupa studi tur ke Bandung pada bulan September sebagai penghargaan atas usaha keras mereka selama satu bulan penuh dalam berlatih,” tuturnya. (adv/Tal).

Antara Polemik dan Kepastian Proses Pelelangan Proyek Jembatan Telen

Antara Polemik dan Kepastian Proses Pelelangan Proyek Jembatan Telen

LATESBONTANG – Isu lelang paket pekerjaan Jembatan Telen, sarat “permainan” diklarifikasi pejabat terkait Pemkab Kutai Timur (Kutim). Pemberitaan sejumlah media online yang menuliskan klaim rekanan pemenang tender dibatalkan secara sepihak dibantah. Musababnya, proses tender pelelangan paket pekerjaan yang diduga rekanan melanggar prosedur oleh para pejabat ini diklaim sudah sesuai mekanisme dan aturan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Muhammad Muhir menyatakan, bahwa yang terjadi dengan rekan yang dimaksud merupakan sesuatu hal yang wajar dalam mekanisme proses lelang yang diterapkan. Sehingga setelah dilakukan tindak lanjut dari hasil yang ditayangkan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kutim, maka sesuai aturan, PPK dari Dinas PUPR harus dan berhak melakukan crosscheck ulang semua dokumen-dokumen yang dimiliki rekanan peserta tender. Hal tersebut dilakukan guna menguji kembali kelayakannya dalam kegiatan paket proyek pekerjaan.

“Kita berjalan sesuai mekanisme yang ada berdasarkan aturan yang ada, dan bisa di Konfirmasi ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kalau memang kami melakukan dugaan pelanggaran dalam hal ini,” ucap Muhir saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/8/2023).

Terpisah, Kepala Bagian PBJ LPSE Kutim Rian, mengungkapkan proses lelang yang ada di bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemkab Kutim merupakan seluruh rangkaian tahapan proses pengadaan berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 12 tahun 2021 tantang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dimulai dari tahapan pengajuan oleh perangkat Dinas (PUPR) kepada bagian PBJ, setelah itu akan diproses seusai dengan SOP yang ada untuk sampai pada pelelangan terbuka.

Terkait klaim rekanan pemenang tender dibatalkan secara sepihak, Rian menjelaskan, sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku PPK dari Dinas PUPR akan melakukan reviu atau penelaahan ulang terhadap hasil keputusan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pemilihan (Pokmil), sesuai dengan kelengkapan dokumen yang diajukan oleh PPK/dinas terkait oleh PPK/dinas terkait pada saat pengajuan untuk diajukan kepada bagian PBJ/ LPSE.

“Setelah melalui proses pelelangan dengan beberapa tahapan jadwal pelelangan, maka dihasilkan lah pemenang lelang. Nah pada saat dihasilkan pemenang lelang, status paket pekerjaan pada portal LPSE bagian PBJ itu ada namanya tanda satu bintang, artinya tanda bintang pada penyedia peserta lelang yang diterapkan sebagai pemenang ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokmil dapat dilihat pada Portal LPSE itu yang ada di kami,” jelasnya.

Agar diketahui, kata Rian, dalam prosesnya, ada tahapan mekanisme reviu PPK terhadap hasil putusan Pokmil. Reviu PPK ini untuk mengecek kembali, apakah penyedia tersebut yang nantinya menjadi mitra PPK Dinas PUPR sebagai rekanan, sudah memenuhi syarat administrasi dan teknis yang diajukan atau belum.

Disitulah, menurut Kabag LPSE Kutim ini menjadi peran penting PPK Dinas PUPR. Sebab kalau ada yang tidak sesuai dengan yang diajukan (permintaan di awal), maka sesuai aturan, PPK melalui pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran (PA/KPA) dapat menolak hasil keputusan Pokmil.

“Artinya pemilik paket atau pemilik barang itu adalah perangkat Dinas (PUPR) terkait, ketika dia mengajukan seluruh proses paket untuk dilelangkan, dia sudah menyusun kebutuhannya. Baik dari segi anggaran, segi administrasi, dan dari segi kebutuhan teknisnya, peralatan, material, hingga tenaga ahli/personil. Karena Dinas terkait harus memastikan penyedia yang menjadi mitranya nanti benar-benar dinyatakan layak dan memenuhi syarat, oleh sebab itulah PPK mereviu ulang semuanya,” papar Rian.

Rian menyebut, permasalahan rekanan yang dinyatakan ditolak/gagal dikarenakan pihak Dinas PUPR meminta dokumen-dokumen tambahan. Meski ia tidak tahu persis dokumen tambahan yang dimaksud. Namun dari data yang ada di LPSE, rekanan yang dimaksudkan itu tidak mendapatkan SPPBJ dari PPK berdasarkan hasil reviu yang dilakukan PPK.

Dia menilai hal tersebut sudah memang semestinya dilakukan, karena merupakan bagian dari tahapan dalam proses pengadaan, dan bukan mengada-ada. Sebagai penyelenggara lelang LPSE, Rian menegaskan, bahwa sudah merupakan hal yang wajar bagi Dinas PUPR untuk memastikan penyedia atau rekanan sesuai spesifikasi yang diinginkan oleh PPK/KPA.

“Seluruh tahapan yang kami lakukan di bagian PBJ LPSE dan Dinas PUPR dalam proses pengadaan oleh Pokmil terkait rekanan yang dimaksud sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” ulas Rian.

Lagi katanya “Dalam hal ini sudah di ungkapkan PPK yang dituangkan di dalam berita acara reviu dengan Pokmil, yakni PPK meminta/mensyaratkan salah satu tenaga ahlinya/personil memiliki sertifikat ahli jembatan. Sementara pihak dari rekanan hanya melampirkan sertifikat tenaga ahli untuk pembangunan jalan, dengan jabatan sebagai manager proyek, sehingga itu yang menjadi dasar PPK mengajukan kepada KPA/PA untuk menolak. Bahwa yang dimenangkan ini tidak memiliki sertifikat itu sebelum surat penunjukan penyedia barang dikeluarkan oleh PPK,” kata Rian.

Jadi lebih jauh, Kabag PBJ LPSE Kutim ini menegaskan kembali, mekanisme penolakan yang dilakukan oleh Dinas PUPR dalam hal ini PPK melalui PA/KPA telah sesuai dengan mekanisme dan aturan. Bahwa proses penerimaan atau penolakan hasil pelelangan Pokmil, ini adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam satu proses pengadaan.

“Seperti yang sudah saya jelaskan, jika sudah dikeluarkan pemenang maka statusnya bintang satu, ketika PPK sudah mengeluarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa (SPBJ) maka statusnya menjadi bintang dua, dan saat itu semua tugas pokok Pokmil terhadap paket tersebut selesai, jika sudah berstatus bintang dua saat SPBJ sudah keluar,” bebernya,

Namun demikian, kata dia, jika belum berstatus bintang 2 maka tugas Pokmil belum selesai. Menurutnya, dalam kasus paket proyek Jembatan Telen oleh rekanan, tidak mendapatkan SPBJ dari Dinas dan ini memang merupakan suatu proses yang normal. Menanggapi gugatan hukum yang akan diajukan oleh rekanan, dirinya sangat menyayangkan hal tersebut, mengingat pihak dinas sudah melakukan proses yang sesuai dengan mekanisme aturan yang ada.

“Kami juga tidak menyalahkan karena itu hak hukum setiap orang, terkait dengan PU data yang ada di Kami dari 16 paket multiyears yang sudah di proses di PBJ LPSE, ada 12 paket yang dinyatakan selesai. 3 ditolak oleh dinas dan 1 dinyatakan tender ulang oleh Pokmil, 3 paket tersebut ditolak setelah dilakukan reviu oleh PPK pasca diumumkan oleh Pokmil satu paket lainnya tidak ada penyedia yang memenuhi syarat, satu dari 3 Paket yang ditolak tadi ada paket Jembatan Telen di situ oleh rekanan,” ujarnya.

Lagi kata Rian “kami mengembalikan semua ini kepada penyedia jasa karena itu hak mereka, saya pikir sebagai kontraktor nasional tentunya mereka juga sudah mengetahui proses aturannya tersebut.,” tuturnya.

Rian dengan kapasitasnya sebagai Kabag PBJ LPSE Kutim, menurut penilaiannya bahwa ini merupakan satu progres yang baik dari Dinas PUPR dalam menentukan penyedia barang dan jasa.

“Ini satu bentuk kemajuan artinya dalam hal ini Dinas PU lebih jeli dan hati-hati dalam menentukan penyedia yang kompeten dan profesional,” pungkasnya.(adv).

Wabup Kasmidi Ramaikan Mancing Mania HUT RI Warga RT 55 Sangatta Utara

Wabup Kasmidi Ramaikan Mancing Mania HUT RI Warga RT 55 Sangatta Utara

LATESBONTANG – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang menghadiri ajang mancing mania yang digelar warga RT 55 Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Ahad (13/8/2023).

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Republik Indonesia (RI).

Dalam sambutannya, Kasmidi mengapresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, merayakan HUT RI dengan semarak kegiatan merupakan wujud syukur sebagai rakyat Indonesia.

“Tentunya saat ini kita tidak mesti lagi angkat senjata, tapi wajib kita laksanakan yaitu bagaimana menjaga kemerdekaan dengan cara membangun silaturahmi seperti pada hari ini. Dengan cara itu tentunya kita sudah menjaga kemerdekaan ini,” ujar Kasmidi.

Kasmidi menyatakan, salah satu tujuan merayakan HUT RI yaitu menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme terhadap NKRI. Sebab tanpa itu, masyarakat akan dengan mudah dihasut oleh pihak-pihak tertentu yang memang mengharapkan kehancuran bangsa ini.

“Dengan kegiatan-kegiatan kemerdekaan ini, mari kita memupuk kembali bagaimana rasa nasionalisme kita dan bagaimana menjaga keutuhan terhadap bangsa, sesama warga. Karena ini lah kita menjaga kemerdekaan,” ucapnya.

Kasmidi memberikan apresiasi kepada semua aparat yang telah turut memeriahkan dan mengsuport kegiatan HUT RI di semua dan wilayah di Kutim tahun ini, baik di tingkat kecamatan, desa, RT, maupun masyarakat pada umumnya.

“Yang punya harta lebih silahkan mengsuport kegiatan, terima kasih kepada sponsor yang hari telah membatu dan membuat kegiatan seperti hari ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Sunardi menjelaskan mancing mania bersama Wakil Bupati ini diikuti 120 peserta yang 80 persennya merupakan warga asli RT 55. Para peserta sendiri terdiri dari anak-anak dan dewasa.

Alhasil, tua-muda, pria dan wanita ikut berhamburan duduk santai memancing di pinggir saluran air. Suasana semakin meriah saat beberapa orang berhasil mendapatkan ikan hasil memancingnya.

Saut-sautan suara pemancing membuat suasana mancing mania ini terasa lebih lengkap dan penuh kekeluargaan.

Sunardi berharap acara serupa diadakan lagi di masa akan datang. Dikarenakan banyak masyarakat yang merasa terhibur dengan acara mancing mania ini. Kelelahan habis kerja terasa hilang saat asyik memancing ikan di lokasi tersebut.

“Mudah-mudahan even seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya, karena antusias warga RT 55 dan dari luar ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Dia juga menginginkan kegiatan mancing mania khususnya di wilayah RT 55 Desa Sangatta Utara terus mendapat support Wakil Bupati Kutim. “Kegiatan bertujuan untuk memeriahkan HUT ke-78 RI dan menjalin silaturahmi antara warga RT 55 dan sekitarnya,” tutup ia.(adv/I).

Layanan Cap Jempol Disdikbud Kutim Sasar Ponpes Ibnu Kasirt

Layanan Cap Jempol Disdikbud Kutim Sasar Ponpes Ibnu Kasirt

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) kembali mengimplementasikan layanan Cap Jempol (cara pelayanan jemput bola) program Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidkan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kali ini, menyasar Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Kasirt.

Implementasi tahapan mendata warga belajar tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Sabtu (12/8/2023). “Hari ini program cap jempol hadir di Ponpes Ibnu Katsir,” ujar Bupati

Ardiansyah menyatakan, ilmu dan amal yang tidak bisa pisahkan dari kehidupan. Indonesia menjadikan ilmu sebagai hal utama, maka dibuatlah aturan perundang-undangan yang mewajibkan kepada warga untuk menuntut ilmu. Hal ini sesuai dari apa yang diwajibkan dalam Islam yaitu menuntut ilmu.

Untuk itu, kata Ardiansyah, pemerintah punya kewajiban, bahwa setiap anak yang lahir diwajibkan untuk mendapatkan ilmu, mulai dari usia dini sampai dewasa. “Maka di sinilah peran cap jempol melayani warga negara agar memiliki hak pendidikan terhadap mereka yang tidak mengenyam pendidikan formal,” katanya.

Ardiansyah menambahkan, secara administrasi layanan cap jempol diberi pengakuan, bahwa siapa saja yang mengikuti layanan ini, mulai dari paket A, B, dan C, maka ijazahnya adalah resmi. “Ijazahnya resmi dan diakui bisa digunakan untuk kuliah, bekerja dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikbud Kutim Achmad Junaidi menyatakan, secara tehnis kegiatan tersebut diikuti oleh 124 santri dan wali murid serta tim cap jempol. Teknis layanan cap jempol menempuh 4 langkah, antara lain; pendaftaran dan pendataan kelompok belajar oleh panitia cap jempol, kegiatan proses belajar mengajar didatangi oleh pamong dan tutor, kegiatan ujian oleh pamong dan tutor, dan kegiatan sidik jari dan penyerahan ijazah jika dinyatakan lulus melalui uji kesetaraan.

“Kita menggunakan metode hibrid bahwa hari ini kemendagri respek, hadir via room zoom ada dari direktorat kursus dan pelatihan, direktorat pendidikan anak usia dini, direktorat PMPK untuk kesetaraan, UPT kementrian, pusat balai guru penggerak Kaltim, balai penjaminan mutu Kaltim,” beber Achmad Junaidi.

Sebelumnya, Pimpinan Yayasan Ibnu Katsir, M Sukri menjelaskan, program pendidikan yang dilaksanakan yaitu Jenjang RA setingkat TK, MTA setingkat SD, MTS setingkat SMP, dan MA setingkat SMA. “Jumlah anak didik kami sekitar 229 anak laki-laki dan perempuan. Staf pengajar/staf mazhad 54 orang,” urainya. (adv/I).

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Gelar Pelatihan Basic HR Admin Berbasis Kompetensi

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Gelar Pelatihan Basic HR Admin Berbasis Kompetensi

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI / TenagaKompeten.com) sukses lakukan pelatihan Basic HR Admin berbasis kompetensi. Pelatihan ini diadakan tanggal 11 Agustus 2023 di TKKI Learning Centre, Jakarta Selatan. PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia adalah perusahaan pelatihan di Jakarta yang sering melakukan pelatihan di sekitar Sangatta dan Bontang untuk perusahaan-perusahaan besar.

Acara ini dihadiri kurang lebih 10 peserta / rekanan undangan khusus. Mereka adalah Staff personalia, staff manajemen sumber daya manusia (MSDM) / staff Human Resource (HR) perusahaan dari bidang usaha seperti Konstruksi, Manufaktur Piano terkenal di Indonesia, Manufaktur body mobil merk terkenal, Logistic dan transportasi, Engineering/Procurement/Construction di bidang Minyak dan Gas (EPC Migas), serta sejumlah klien lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Pelatihan-BAsic-HR-Admin-Tenaga-Kerja-Kompeten-INdonesia-

Pemerintah Indonesia telah mewajibkan staff sumber daya manusia untuk dilatih dan tersertifikasi melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Tenaga Kerja Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia

Kementrian Tenaga Kerja mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja di bidang manajemen Sumber daya manusia yaitu: Keputusan Menaker Nomor 149 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Jasa Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Dengan ini maka pelatihan di bidang manajemen sumber daya manusia (MSDM) akan lebih baik berbasis kompetensi sesuai SKKNI di atas.

Pelatihan Basic HR Admin

Pelatihan kali ini diisi oleh tiga pelatih/instrkutur. Sesi pertama diisi oleh Lead Trainer Ibu Evie, Profesional HR di berbagai Multi National Company. Sayangnya karena kurang sehat, Ibu Evie tidak dapat hingga akhir acara.

Dokumentasi video

 

 

Instruktur kedua adalah Bapak Ade Rahmad, instruktur yang sangat berpengalaman dalam soal pengembangan perangkat lunak dan system. Ia melakukan sharing tentang system Enterprise Resource Planning (ERP) dan Human Resource Information System (HRIS) sebagai bagian dari manajemen sumber daya manusia modern yang akan mempermudah pekerjaan seorang staff administrasi MSDM sehari-hari.

Terakhir adalah Bapak Jimy, instruktur utama Mitra Pelatihan K3, penyewaan fasilitas pelatihan kerja bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan Jakarta Selatan. Ia menjadikan perusahaannya solusi agar departemen training / balai latihan kerja di perusahaan tidak perlu investasi yang terlalu besar. Untuk mengembangkan fasilitas pelatihan K3, sebuah perusahaan biasanya harus menyediakan alat berat, perlengkapan serta perawatan dan surat laik operasi untuk setiap alat. Ini nilainya yang bisa fantastis. “Bekerjasama dengan Mitra Pelatihan K3 adalah salah satu solusinya”, kata Jimi.

Asyiknya, setelah semua peserta diberikan sertifikat dan souvenir dari PT TKKI, acara ditutup dengan foto bersama instruktur.

 

Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) adalah Perusahaan pelatihan yang memfokuskan kepada pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatihan yang diadakan termasuk HR sertifikasi BNSP, Trainer Sertifikasi BNSP, Admin sertifikasi BNSP, Sales sertifikasi BNSP dan sebagainya.

Baca Berita Menarik Lainnya Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Di Latestbontang

Pemkab Kutim Bekali Pengurus Koperasi Kemampuan Akuntansi

Pemkab Kutim Bekali Pengurus Koperasi Kemampuan Akuntansi

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan penguatan pemahaman tentang perkoperasian. Kali ini, menyasar pengurus koperasi wilayah Kecamatan Karangan dan Kecamatan Kaubun, dengan menggelar pelatihan akuntansi koperasi angkatan VIII, di Teras Belad Coffee dan Resto Sangatta, Sabtu (12/8/2023).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyatakan, pelatihan akuntansi bagi koperasi bertujuan untuk mengatasi masalah keterbukaan persoalan keuangan.

Terang Ardiansyah, pemahaman akuntansi akan membantu pengurus koperasi dalam mengatur keuangan dengan lebih baik yang pada gilirannya akan meningkatkan keterbukaan dan keamanan. “Pengurus yang memahami akuntansi akan menjaga keluar masuk uang, baik itu terbuka atau tertutup. Karena itu, di samping meningkatkan produk, penataan manajemen keuangan juga harus diperhatikan,” ucapnya.

Ardiansyah berharap, para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan tersebut secara maksimal, sehingga pengaturan menajemen keuangan kedepannya bisa lebih baik lagi. “Pelatihan ini akan membantu pengurus koperasi dalam meningkatkan produksi dan memperkuat kepercayaan satu sama lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kutim Darsafani menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada akuntansi dan pembukuan koperasi. Menurutnya, partisipasi aktif para pengurus penting dalam pelatihan tersebut. “Tujuannya agar mereka dapat memahami dan mengaplikasikan pembukuan dengan lebih baik,” ujarnya Darsafani.

Darsafani membeberkan, pihaknya sebelumnya telah mengadakan pelatihan peningkatan usaha koperasi serta studi banding di Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

“Kami membawa dua angkatan pengurus koperasi untuk mengikuti pelatihan tersebut, dan mereka baru melek teknologi. Melihat teknologi di sana memberikan pengalaman yang luar biasa,” pungkasnya.(ADV/her).

Bupati Ardiansyah Ingatkan Pentingnya Pendidikan Menyenangkan bagi Anak

Bupati Ardiansyah Ingatkan Pentingnya Pendidikan Menyenangkan bagi Anak

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menghadiri peringatan ke-39 Hari Anak Nasional (HAN) Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (12/8/2023) pagi.

Dalam arahannya, Ardiansyah mengingatkan, penting bagi para orang tua dan tenga pengajar untuk memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Masa kanak-kanak adalah masa bermain, menyenangkan, dan penuh kegembiraan,” ujarnya.

Pendidikan menyenangkan, menurut Ardiansyah, dapat memberikan tantangan kepada anak untuk berpikir, mencoba belajar lebih lanjut, penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi diri optimal.

“Dengan demikian, diharapkan kelak anak menjadi manusia yang berkarakter penuh percaya diri, menjadi dirinya sendiri,” paparnya.

Peringatan HAN Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara bertema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” ini diwarnai dengan Gerakan Makan Telur usia dini dan Lomba Mewarnai, di halaman Kantor Camat Sangatta Utara.

Ardiansyah berharap, melalui peringatan HAN sekaligus momentum menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, semua bisa bergembira, baik orang tua maupun bagi anak-anak.

“Diharapkan semua orang bisa merasa gembira dan senang, terutama anak-anak kita yang hadir di lapangan Kecamatan Sangatta Utara,” tuturnya.(ADV/her).

HAN 2023, Sangatta Utara Semarakkan Gerakan Makan Telur dan Lomba Mewarnai

HAN 2023, Sangatta Utara Semarakkan Gerakan Makan Telur dan Lomba Mewarnai

LATESBONTANG – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sangatta Utara memperingati usia ke-39 tahun Hari Anak Nasional (HAN) dengan kegiatan Gerakan Makan Telur usia dini dan Lomba Mewarnai, di halaman Kantor Camat Sangut, Sabtu (12/8/2023) pagi.

Bertema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” acara tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman.

Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Gerakan Makan Telur ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan juga merangkai dengan perayaan HUT RI yang ke-78.

“Ada dua kegiatan utama, yakni Gerakan Makan Telur dan Lomba Mewarnai, yang diikuti oleh 46 lembaga dan 150 anak, memberikan semarak dalam acara ini,” ucap Hasdiah Dohi.

Hasdiah juga berterima kasih kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan hari ini, sehingga bisa dilaksanakan dan berjalan lancar,” ujarnya.

Selain Gerakan Makan Telur dan Lomba Mewarnai, juga diadakan sosialisasi tentang cara menyikat gigi yang benar oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Sangatta Utara untuk anak-anak Paud.

“Kami berharap semoga peringatan Hari Anak Nasional yang ke-39 dan perayaan 17 Agustus dapat berlangsung dengan lancar, aman dan damai,” harapnya.

Hadir juga dalam acara ini, Bunda Paud Desa Swarga Bara Hastati, Bunda Paud Desa Sangatta Utara Mulyanti, dan Bunda Paud Desa Singa Gembara Hamriani Kassa, serta perwakilan dari berbagai Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda). (ADV/her).

Pemkab Kutim Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bendera Merah Putih

Pemkab Kutim Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bendera Merah Putih

LATESBONTANG – Upaya membangkitkan semangat nasionalisme dilakukan Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan membagikan 1500 bendera merah putih gratis kepada masyarakat, menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia.

Pembagian bendera tersebut menyasar masyarakat dan pengendara baik kendaraan roda empat, roda enam serta roda dua di depan Sekolah Negeri (SDN) 004 Sangatta, Jumat (11/8/2023) pagi.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang yang hadir memimpin giat tersebut mengucap syukur dan terima kasih kepada semua yang hadir pada acara pembagian bendera tersebut.

Dia menyatakan, kegiatan ini adalah salah satu wujud kecintaan kepada NKRI, karena pada umumnya setiap menjelang Peringatan HUT RI pemerintah dan masyarakat banyak melaksanakan even-even acara dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan.

“Termasuk hari ini kegiatan pembagian Bendera Merah Putih yang dikoordinir oleh Kesbangpol,” ujar Kasmidi.

Kasmidi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Bakesbanpol dan jajaran, dan berharap kegiatan serupa juga dilakukan di kecematan lainnya di Kutim. “Dengan ucapan Bismillahirahmani Rahim pembagian bendera kita mulai,” seru kasmidi.

Sebelumnya, Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni menyatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan instruksi pemerintah pusat dalam gerakan 10 juta Bendera Merah Putih tahun 2023. “Alhamdulillah kegiatan pembagian bendera kali ini adalah program Nasional oleh Kemendagri dengan melibatkan seluruh kepala daerah se Indonesia. Bendera yang dibagikan sebanyak 10 juta lembar secara Nasional,” tuturnya.

Untuk Kutim, kata dia, hari ini dibagikan sebanyak 1500 lembar. Sebelumnya dalam rangkaian acara seminar kebangsaan juga telah dibagikan secara sombolis kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Sangatta Utara. Ini jumlahnya kurang lebih 1500 lembar.

Dia menambahkan, kegiatan pembagian bendera di Kutim difokuskan di dua kecamatan saja yaitu, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, sebagai bentuk motivasi pemerintah dalam menumbuhkan rasa cinta kepada NKRI, salah satunya peduli untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke 78 RI.

“Kegiatan pembagian bendera merah putih ini secara Nasional merupakan kegiatan yang kedua sejak tahun 2022 lalu menyambut HUT ke-78 RI,” ungkap Basuni. (adv/mer).

Bupati dan Wabup Kutim Hadiri Penutupan TMMD Ke-117 Kodim 0909/KTM

Bupati dan Wabup Kutim Hadiri Penutupan TMMD Ke-117 Kodim 0909/KTM

LATESBONTANG – TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 117 tahun 2023 Kodim 0909/Kutai Timur resmi ditutup. Penutupan dilaksanakan oleh Danrem 091/ASN Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo,S IP di lapangan upacara jalan Kelapa Gading NO 1, Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (10/8/2023).

Hadir dalam acara penutupan TMMD tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 091 /ASN Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo S.IP membacakan amanat Pangdam VI/Mulawarman bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-117 TA 2023 yang dilaksanakan selama 30 hari ini, merupakan Operasi Bhakti TNI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, Pemerintah Daerah, Mahasiswa dan segenap lapisan masyarakat.

Dia menambahkan, tujuan dilaksanakannya TNI Manunggal Membangun Desa adalah untuk membantu pemerintah daerah guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dalam membangun infrastruktur serta membuka daerah yang terisolir guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kehidupan berbangsa maupun bernegara dalam rangka kepentingan pertahanan serta tetap terpeliharanya Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara,” jelas Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo.

Lebih lanjut, Danrem 091/ASN mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Satgas TMMD ke 117 di jajaran Kodam VI/Mulawarman yang telah dapat mewujudkan pencapaian sasaran sesuai dengan rencana dan waktu yang telah ditetapkan.

Hadir juga Kasiops Korem 091/ASN Letkol Inf Dadi Sutandi,.SE, Kasi Intel Korem 091/ASN Kolonel Inf Bambang, Kasi Ren Korem 091/ASN Kolonel inf Rahmat Basuki, LO TNI AU Kolonel Lek Bambang, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Adi Swastika,.S.Hub.Int, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan undangan.

Sebelumnya, Bupati Ardiansyah dalam acara ramah tamah agenda kunjungan kerja Danrem 091/ASN Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo,.Rabu (9/8/2023) malam, menyampaikan selamat datang kepada Danrem beserta rombongan, sekaligus memaparkan gambaran umum Kabupaten Kutim yang saat ini sudah berusia 23 tahun.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dilaksanakannya Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-117 Tahun 2023 di Kecamatan Kongbeng.”Terima kasih atas program TMMD yang besok akan dilaksanakan penutupan,” ujarnya.

Ardiansyah berharap, pembangunan melalui kegiatan TMMD ke-117 Kodim 0909/Kutim ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Mudahan masyarakat dapat menikmati apa yang dikerjakan oleh TNI melalui TMMD,” tutur Ardiansyah.(adv/mer).

Copyright © 2026 LatestIDN