Segudang Inspirasi Pendidikan dari 3 Tahun POP, Buah dari Merdeka Belajar

Segudang Inspirasi Pendidikan dari 3 Tahun POP, Buah dari Merdeka Belajar

LatestIDN, Jakarta – Terobosan Merdeka Belajar dalam bentuk Program Organisasi Penggerak (POP) Episode 4 sukses menyemangati dunia pendidikan di seluruh Indonesia. Inisiatif Kemendikbudristek melibatkan ormas yang memiliki kontribusi luar biasa di bidang pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan membuka pintu untuk sebuah revolusi positif dalam pendidikan.

Simposium POP 2023 menjadi panggung bagi kesuksesan program ini. Nunuk Suryani, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, memberikan sorotan pada dampak luar biasa yang berhasil dicapai selama tiga tahun pelaksanaan. “Ada semangat baru dalam lingkungan belajar, hasil belajar yang membanggakan, dan karakter peserta didik yang semakin berkembang,” ujarnya di Novotel Mangga dua, Jakarta, Minggu (26/11/2023).

Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, menyoroti kolaborasi dengan ormas, mencapai 7.300 satuan pendidikan dan memberikan manfaat langsung kepada 50.000 guru dan kepala sekolah. “Fokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter membawa dampak positif yang signifikan,” kata Rachmadi.

Berbicara tentang perubahan, Irawan dari Yayasan Nurhidayah Dayah berbagi cerita tentang sinergi di tingkat daerah. “POP membuka pintu untuk skema peningkatan kompetensi pembelajaran yang berfokus pada tujuan pembelajaran,” ungkapnya.

Dr. Jamal dari Yayasan Akselerasi Islami Siswa Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan sekolah. “POP menjadi peluang untuk bergerak bersama dan merayakan semangat merdeka belajar,” katanya.

Fakhrul Roji, Ketua Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat, memberikan dimensi unik dari lapangan. “Peserta POP dengan tekun mendaki bukit, melewati hutan, dan menempuh perjalanan sulit menunjukkan komitmen mereka terhadap pendidikan di daerah terpencil,” ujarnya.

Lebih dari statistik, praktik baik POP membuktikan perubahan nyata dalam perilaku guru. Yusri dari Yayasan Indonesia Mengabdi menjelaskan, “Pelatihan ini berhasil mengubah paradigma guru, terlihat dari peningkatan disiplin positif siswa seperti berbicara sopan dan tanggung jawab pribadi.”

Apresiasi juga datang dari Yanti KerLiP, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan. “Semangat gotong royong untuk mencapai pendidikan berkualitas terus menguat,” katanya.

Keberhasilan POP tak hanya terlihat dalam angka, tapi juga dalam semangat bersama. Kesepakatan 88 dari 133 Ormas POP untuk membentuk asosiasi menandai komitmen mereka untuk memastikan pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia terwujud secara merata dan berkeadilan. (*)

Sosbang Bersama KKMM, Anggota DPRD Kaltim Encik Wardani Ingatkan Pentingnya Memahami Wawasan Kebangsaan

Sosbang Bersama KKMM, Anggota DPRD Kaltim Encik Wardani Ingatkan Pentingnya Memahami Wawasan Kebangsaan

LatestIDN, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Encik Wardani kembali menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/11/2023).

Pada sosialisasi tersebut, dihadiri oleh ratusan peserta dari Kerukunan Keluarga Masyarakat Madura (KKMM) di Kota Samarinda. Dikesempatan yang sama, Encik Wardani menyampaikan materi tentang pentingnya wawasan kebangsaan bagi masyarakat Indonesia.

“Wawasan kebangsaan penting untuk ditanamkan pada setiap warga negara Indonesia,” kata Encik Wardani, yang juga merupakan legislator dari Komisi II DPRD Kaltim.

Encik menambahkan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dalam menyikapi berbagai masalah kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

“Kita juga perlu memahami pentingnya pilar kebangsaan karena merupakan fondasi yang kokoh untuk menjaga keutuhan bangsa kita,” tambahnya.

Diketahui, empat pilar kebangsaan tersebut yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Politisi dari PKS ini berharap, dengan memahami wawasan kebangsaan, dapat menambah kecintaan akan tanah air.

“Semoga dengan memahami wawasan kebangsaan, bisa menjadi sarana menambahkan kecintaan pada bangsa kita, dan juga memahami kebinekaan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” harapnya.

Sebagai informasi, Kegiatan sosialisasi wasbang ini merupakan salah satu agenda DPRD Kaltim yang bertujuan untuk mendukung kerangka wawasan kebangsaan di Provinsi Kaltim. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bersama masyarakat di daerah pemilihan masing-masing anggota dewan.

Kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (*)

Anggota DPRD Kaltim Encik Wardani Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Warga Sambut Baik

Anggota DPRD Kaltim Encik Wardani Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Warga Sambut Baik

LatestIDN, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Encik Wardani menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Jalan Cipto Mangunkusumo, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Sabtu (11/11/2023) pukul 10:00 Wita.

Dalam sosialisasi tersebut, Encik Wardani menyampaikan materi tentang pentingnya wawasan kebangsaan bagi masyarakat Indonesia.

Politisi dari partai PKS ini menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dalam menyikapi berbagai masalah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Wawasan kebangsaan penting untuk ditanamkan pada setiap warga negara Indonesia,” kata Encik Wardani.

“Dengan wawasan kebangsaan, kita akan memiliki rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.”

Legislator Komisi II ini juga menyampaikan pemahaman akan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia menjelaskan bahwa keempat pilar kebangsaan tersebut merupakan fondasi yang kokoh untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh warga dari berbagai latar belakang yang berbeda. Tampak, para warga menyambut baik sosialisasi tersebut dan aktif mengikuti sesi tanya jawab yang digelar.

Encik berharap, sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wawasan kebangsaan. Ia juga berharap, masyarakat dapat mengamalkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan,” pungkasnya. (*)

Menaker Ida Fauziyah Sambangi Stand Pameran Transafe di Peresmian Gedung Vokasi

Menaker Ida Fauziyah Sambangi Stand Pameran Transafe di Peresmian Gedung Vokasi

Jakarta – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah sambangi stand pameran milik Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Transafe Dharma Persada. Pameran dan expo ini diadakan dalam rangkaian acara peresmian Gedung Vokasi pada hari Minggu 15 Oktober 2023 di Jalan Gatot Subroto No. 44, Jakarta Selatan.

 

menaker ida fauziyah samangi stand pameran transafe

 

Menaker Ida Fauziah bersama rombongan terlihat hadir sekitar pukul 16.00 di Gedung Vokasi. Ibu Ida melanjutkan berjalan kaki mengunjungi booth expo dari LPKS yang hadir. Stand pemeran milik Transafe Dharma Persada adalah stand yang pertama kali dikunjungi oleh Ibu Ida Fauziah.

Dalam kunjungan ini Menteri menanyakan sejumlah pertanyaan tentang LPKS Transafe Dharma Persada terkait kemampuan menampilkan lulusan yang kompeten, jumlah lulusan per tahun dan ketersediaan peralatan dan perlengkapan pelatihan milik Transafe Dharma Persada.

Kehadiran Ibu Ida Fauziyah disambut oleh Nia Nurhayati dan Annisa Rachmawati, Manajer LPKS Transafe Dharma Persada.

Pameran ini adalah rangkaian dari sejumlah acara untuk mendukung peresmian Gedung Vokasi. Acara lainnya antara lain sholawat bersama, Expo LPKS, Job Fair, Rembuk Nasional LPKS, pengukuhan keanggotaan Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) periode 2023-2028, dan sejumlah acara lain.

Turut hadir di stand pameran LPKS Transafe antara lain Qirana Dinda Tiara dan Luki Tantra dari PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia.

Kunjungan Menaker di booth expo milik Transafe diakhiri dengan foto bersama. Menaker lalu melanjutkan mengunjungi sejumlah booth pameran milik LPKS di sisi barat dan booth milik Job Fair di sisi Timur Gedung Vokasi.

 

menaker ida fauziyah samangi stand pameran transafe

 

Menaker Ida Fauziyah di Peresmian Gedung Vokasi

Dalam acara peresmian gedung vokasi, Menteri Ida Fauziah menyatakan pembenahan dan renovasi gedung vokasi itu sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan stakeholders.

Dikutip JPNN, Menaker Ida Fauziah menegaskan revitalisasi pelatihan vokasi menjadi salah satu fokus terobosan pemerintah karena memiliki tiga keunggulan.

Pertama, memiliki durasi waktu lebih singkat dibandingkan pendidikan formal. Kedua, pelatihan vokasi berbasis demand driven (sesuai dengan kebutuhan industri). Ketiga inklusivitas pelatihan vokasi menjangkau semua kalangan dan mampu dikombinasikan dengan program jaring pengaman sosial lainnya.

Transafe Dharma Persada adalah Lembaga pelatihan, konsultasi dan sertifikasi terkemuka yang terdaftar secara resmi baik di Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) maupun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Syukuran Sekretariat AJKT, Diharap Jadi Tempat Wartawan Berkumpul-Berproses

Syukuran Sekretariat AJKT, Diharap Jadi Tempat Wartawan Berkumpul-Berproses

SANGATTA – Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) menggelar syukuran peresmian sekretariat baru, di Jalan Karya Etam, Nomor 60, RT 14, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Kamis (12/10/2023) sore.

Gelaran syukuran dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kutim ke-24. Sekretariat AJKT diresmikan oleh Ketua Dewan Pembina AJKT, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Sebelum syukuran dimulai, Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irwan, didampingi Pandi Widiarto, turut menyempatkan diri hadir ke Sekretariat AJKT, sebelum dia melanjutkan agenda peninjauan pembangunan Jalan Poros Sangatta-Bontang.

Ketua AJKT Raymond Chouda mengatakan, Sekretariat AJKT yang diresmikan juga menjadi rumah wartawan, diharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk tempat silaturahmi, berkumpul, berdiskusi, untuk menghidup-hidupkan organisasi. Bahkan sekaligus menjadi tempat narasumber dan masyarakat menyampaikan informasi dan atau klarifikasi.

“Tempat ini juga kami harap bisa untuk menjalankan program-program kegiatan bidang AJKT, seperti coaching clinic, podcast, hingga program-program lainnya seperti olahraga yang ringan,” harapnya.

Wakil Bupati Kasmidi Bulang dalam sambutannya mengharapkan, keberadaan Sekretariat AJKT ini bisa dijadikan tempat diskusi dan komunikasi. Pada saat jurnalis AJKT menulis berita dan perlu ada klarifikasi, maka sekretariat bisa jadi tempat klarifikasi.

“Pemerintah juga tidak anti kritik, kita siap dikritik. Bahkan Pemkab Kutim tahun depan memiliki APBD sekitar Rp8,9 triliun, dan media bisa jadi tempat untuk kontrol pembangunan di Kutim,” papar Kasmidi.

Dia menambahkan, saat ini Kutim perlu informasi-informasi yang aktual dan terpercaya, dan jangan sampai ada informasi hoaks menyebar. Hadirnya media diharap untuk memberikan kesejukan.

“Kami mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih kepada media-media yang sudah ikut andil dalam memgawal pembangunan ini. Saya mengucapkan selamat kepada AJKT sore ini kita meresmikan sekretariat, harapannya AJKT bisa maksimal lagi memberikan informasi-informasi di masyarakat,” harap Kasmidi.

Adapun sejumlah tamu undangan yang hadir antara lain Anggota DPRD Kutim Hepnie Armansyah, Sekretaris Diskominfo Perstik Kutim Rasyid, Manager External Relation KPC Ronald Sihombing dan Media Relation Silvester, Asisten Manager Humas dan Protokol Perumdam Kutim Yusriani Piter L, Ketua FKDM Kutim Khoirul Arifin, Pembina AJKT Sukriadi, Jurnalis Senior PWI Kutim Imran Amir, Ketua PWRI Kutim Daniel P Sebayang, dan sejumlah jurnalis Kutim juga para anggota pengurus AJKT beserta tamu undangan lainnya. (*)

Penulis : AJKT

Prima Nur Panurjwan Laksanakan Creative Thinking Training

Prima Nur Panurjwan Laksanakan Creative Thinking Training

PT. Prima Nur Panurjwan, laksanakan Creative Thingking Training untuk peserta mereka di Jakarta. Kemampuan berpikir Kreatif (Creative Thinking Skill) adalah keterampilan berharga yang dapat membantu staff perusahaan memecahkan masalah, menghasilkan ide-ide baru, dan berinovasi. Dalam melaksanakan program ini, perusahaan bekerjasama dengan PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (PT. TKKI)

Acara ini berlangsung selama tanggal 05 Oktober 2023 di Ruang Training Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Instruktur dari acara ini adalah Fachrie Firdaus, instruktur seru di PT. TKKI. Peserta yang hadir dalam acara ini sekitar 20 peserta. Peserta terdiri dari staff dari berbagai posisi dan jabatan di PT. Prima Nur Panurjwan.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Pitri Lestari sebagai perwakilan perusahaan, acara lalu dibuka oleh salah satu peserta, yaitu Bapak Luky dilanjutkan dengan pengenalan trainer Pak Fachrie sebelum masuk ke materi.

Creative Thinking Training - Prima Nur Panurjwan - Tenaga Kerja Kompeten Indonesia-"tenaga kerja kompeten indonesia"

Acara bertambah seru dengan Ice Breaking yang langsung dipandu oleh instruktur. Disitu para peserta terlihat terhibur dengan pembawaan Ice Breaking sehingga suasana kelas menyenangkan, ditambah trainer dan peserta bersenda gurau yang semakin membuat suasana kelas lebih meriah.

Di akhir sesi materi, tidak lupa untuk mengabadikan momen foto bersama trainer dengan peserta. Antusiasme peserta sangat meriah dalam berfoto sampai assisten yang mendokumentasi kewalahan, akhirnya trainer memberikan arahan kepada peserta dengan menghitung satu sampai lima dan disetiap hitungan berganti gaya.

Selanjutnya yang di tunggu-tunggu oleh peserta yaitu pembagian souvenir kenang-kenangan. Suvenir yang dibagikan berupa tumbler thermos exclusive dari PT. TKKI. Peserta merasakan sangat beruntung dan bahagia mengikuti pelatihan ini.

Acara ditutup dengan sejumlah peserta yang memberikan kesan pesan dari pelatihan ini serta penutupan resmi dari trainer dan pihak PT. Prima Nur Panurjwan.

 

Tentang Prima Nur Panurjwan.

PT Prima Nur Panurjwan (PNP) adalah anak perusahaan PT Samudera Indonesia Tbk yang didirikan sejak tahun 1986. PNP menyediakan jasa bongkar muat, cargodoring, dan pergudangan untuk kargo domestik (kontainer dan breakbulk) di Pelabuhan Tanjung Priok.

PNP sekarang mengoperasikan Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN) sejak 2005 dengan skema BOT (Built, Operate dan Transfer) selama 25 tahun dan juga ditunjuk oleh PT Pelabuhan Indonesia II sebagai salah satu perusahaan bongkar muat terpilih untuk mengoperasikan dermaga 208-209 di Tanjung Priok sejak tahun 2010.

Pelanggan perusahaan adalah perusahaan pelayaran domestik yang memiliki berbagai rute pengiriman dari Tanjung Priok ke pelabuhan utama lainnya di Indonesia.

 

 

 

Sejarah berdarah G30S PKI: Pelanggaran HAM dan Pengaturan Hukumnya Serta Pengaruh di Masa Sekarang

Sejarah berdarah G30S PKI: Pelanggaran HAM dan Pengaturan Hukumnya Serta Pengaruh di Masa Sekarang

LATESTBONTANG, OPINI –  Setiap tahunnya, pada tanggal 30 September dikenal sebagai hari pemberontakan G30S/PKI atau Gerakan 30 September PKI (Partai Komunis Indonesia). Peristiwa tersebut sangat memberikan luka yang sangat mendalam dan meninggalkan trauma bagi warga Indonesia, khususnya yang hidup pada masa itu. Latar belakang dari peristiwa ini adalah karena ingin menggulingkan atau merebut kekuasaan dari penguasa pada masa itu. Tulisan ini bukan menulis tentang sejarah peristiwa ini, tetapi pelajaran dari sisi hukum hak asasi manusia dan menyinggung sedikit tentang dinamika politik hukum di Indonesia yang dapat diambil agar peristiwa kelam ini kedepannya tidak akan pernah terjadi lagi.

Salah satu yang terkenal dalam peristiwa ini adalah pembantaian terhadap Perwira Tentara Republik Indonesia dan pembunuhan yang terjadi dimana-mana. Pembantaian dan pembunuhan sudah termasuk salah satu pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Selain dari sisi hak asasi manusia, peristiwa ini juga menggambarkan dinamika suatu negara yaitu penggulingan kekuasaan pada pemerintahan dan juga karena ingin suatu ideologi kominusme mendominasi negara ini. Hal itu menimbulkan ketidakharmonisan hubungan antara anggota TNI dan juga PKI dan juga tindakan makar atau pengkhianatan terhadap bangsa dengan ingin menggantikan Pancasila menjadi ideologi Komunis yang tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia baik secara filosofis maupun sosiologis.

Hingga saat ini, masih banyak korban dari peristiwa tersebut yang belum mendapatkan keadilan. Walaupun memang banyak terjadi pelanggaran HAM tetapi pada kenyataannya, undang-undang mengenai HAM belum ada, Undang-undang mengenai HAM baru terbentuk pada tahun 1999 dan tahu 2000 yaitu UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Seperti kita ketahui bahwa Di Indonesia berlaku asas legalitas yang di mana pada Pasal 1 ayat (1) KUHP bahwa suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan perundang-undangan pidana yang telah ada. Artinya bahwa walaupun memang peristiwa G30S PKI memang banyak terjadi pelanggaran HAM, tetapi saat tempos delicti tidak ada yang mengatur maka tidak dapat dipidana. Mengingat UU tentang HAM baru ada setelah 34 tahun peristiwa berlalu tetapi tetap tidak dapat dipidana karena adanya asas non retroaktif atau hukum berlaku tidak surut. Sesuai dengan Pasal 28 I UUD RI tahun 1945 bahwa selain hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa dan lain-lain ada juga hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut.

Asas non retroaktif dapat dikesampingkan dengan menggunakan asas retroaktif atau hukum berlaku surut yang hanya berlaku di keadaan darurat dan khususnya untuk peritiwa pelanggaran HAM. Untuk kasus pelanggaran HAM yang terjadi disaat UU tentang HAM atau UU tentang Pengadilan HAM belum diundangkan, maka akan tetap mendapatkan keadilan melalui pengadilan HAM ad hoc untuk mengadili kasus kejahatan terhadap kemanusiaan maupun genosida.

Pengaruh yang diberikan oleh peristiwa ini di masa sekarang adalah dengan adanya TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia yang menyatakan bahwa apapun yang berhubungan PKI seperti organisasi paham komunisme/Marxisme-Leninisme dilarang baik di pusat maupun di daerah-daerah hingga organisasi yang sepaham atau dibawahnya. Selain itu, terjadinya diskriminasi terhadap keturunan PKI yang tidak dapat mendaftar sebagai prajurit TNI, dan dilarangnya penayangan film G30S PKI.

Pelajaran yang dapat dipetik bahwa dengan menjaga keutuhan bangsa dan negara agar tetap utuh dan solusi umum seperti saling menghormati sesama manusia agar tidak terjadinya pelanggaran HAM karena pelanggaran HAM itu terjadi dikarenakan kurangnya rasa hormat kepada sesama manusa. Dan untuk pemerintah Indonesia dapat memberikan sosialisasi maupun pencerdasan mengenai kesadaran hukum dan juga keutuhan negara dan rasa patriotisme dan nasionalisme kepada masyarakat Indonesia agar peristiwa ini tidak akan terjadi lagi kedepannya. (*)

Pemkab Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Rumah Layak Huni untuk Masyarakat

Pemkab Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Rumah Layak Huni untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu dan korban kebakaran. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan 20 unit rumah baru yang dibangun oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai program CSR tahun 2022, Selasa (22/8/2023).

Peresmian dilakukan di rumah milik Sugeng, salah satu penerima manfaat Program PRLH KPC, warga Jl Assadiyah, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Kaltim Isran Noor, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, GM ESD KPC Wawan Setiawan, dan pejabat lainnya.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Ia mengapresiasi peran serta perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi dalam program ini, khususnya KPC yang telah membangun 75 unit PRLH di Kutim sejak tahun 2010. “Kami sangat menghargai kerjasama yang baik antara Pemkab Kutim dan perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Kami berharap, kerjasama ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.

Sugeng, salah satu warga yang menerima PRLH KPC mengaku senang dan bahagia, bisa memiliki rumah baru yang layak. Sebelumnya, keluarga Sugeng, pria beranak tiga itu, tinggal di lorong sempit, sebuah rumah yang berdiri di atas badan sungai. Naas juga menimpa keluarga Sugeng. Rumah satu-satunya yang ia miliki mengalami musibah kebakaran.

“Saya juga korban kebakaran. Setelah kebakaran, saya gak punya rumah lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada KPC atas pembangunan rumah ini,” kata Sugeng.

Gubernur Isran Noor menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kaltim dalam periode kepempinannya sebagai gubernur. Targetnya akan dibangun 5000 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Program ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Kaltim, yang saat ini masih sekitar enam persen. “Program ini saya harapkan bisa menekan angka kemiskinan Kaltim, dari yang sekarang enam persen menjadi di bawah dua persen,” kata Isran.

GM ESD KPC Wawan Setiawan menyatakan bahwa KPC terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC. “Kami terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, utamanya dalam bidang pengentasan kemiskinan di sekitar wilayah operasi KPC,” kata Wawan. (*)

Resmi Dibuka, Kemeriahan HUT RI Ke 78 Kelurahan Loktuan Digelar Selama 12 Hari

Resmi Dibuka, Kemeriahan HUT RI Ke 78 Kelurahan Loktuan Digelar Selama 12 Hari

LATESTBONTANG – Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara menggelar perayaan Hari Ulang Tahun Republik. Indonesia (HUT) RI Ke 78. Perayaan dibuka secara resmi pada Rabu, (16/08/2023) oleh Wali kota Bontang yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Hukum dan Pemerintahan Dedi Ariyanto.

Pagelaran bertajuk Semarak Kemerdekaan RI Ke 78 Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara dihelat selama 12 hari berturut turut sejak tanggal 16 – 27 Agustus 2023 di halaman kantor kelurahan Loktuan.

Sebanyak Delapan lomba yang mengoptimalkan unsur lomba anak-anak dan orang dewasa akan mewarnai setiap hari perhelatan agustusan yang dipusatkan halaman kelurahan loktuan.

Delapan lomba tersebut adalah Karnaval, Sepeda hias, Domino, Karaoke, Mewarnai, Bertutur, Qasidah dan Kebersihan lingkungan RT.

Ketua panitia Muhammad Kusnadi mengatakan tujuan perayaan HUT RI ke 78 tahun ini untuk menumbuhkan semangat kemerdekaan sebagai bagian dari rasa peduli dengan tetap menjaga kebersamaan. Memajukan UMKM serta pengembangan seni, budaya dan pariwisata di kelurahan loktuan tak luput dari konsen panitia memasukan tujuan digelarnya event tahunan.

“Kami juga masukan kampanye anti narkoba, kampanye pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk taat kebersihan melalui lomba yang siapkan berupa lomba kebersihan lingkungan RT, ” ujarnya.

Ketua LPM Loktuan ini juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan yang mendapat animo besar dari masyarakat loktuan bahkan se Kota Bontang itu.

“Terima kasih kami tak terhingga kami sampaikan kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya kegiatan ini, mulai panitia, lurah loktuan hingga perusahaan,nanti kami akan sebutkan semuanya di penutupan, ” ungkap Kusnadi.

Sementara, Wali Kota Bontang yang diwakili Dedi Ariyanto Staf ahli bidang hukum pemerintahan mengapresiasi kegiatan yang digawangi para mitra kelurahan Loktuan tersebut.

“Atas nama Pemerintah kota Bontang saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Karena kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia yang di meriahkan berbagai lomba dan pertandingan,” ujarnya.

Melalui kegiatan yang dikemas dengan konsep UMKM, Dedi mengatakan diperlukan sinergi dan kesinambungan yang konsisten. Upaya ini sebagai bagian dari misi pemerintah dalam memberdayakan masyarakat para pelaku UMKM.

“Melalui perayaan ini mari kita tingkatkan semangat untuk terus berkolaborasi, berinovasi dan berkarya demi kemajuan kelurahan Loktuan dan Kota Bontang Lebih baik, ” ungkapnya.

Tampak hadir dalam seremoni pembukaan, Anggota DPRD Bontang, Siti Yara, Camat Bontang Utara, Zainuddin, Lurah Loktuan Hadi Jumianto, perwakilan perusahaan, Tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT dan perwakilan ketua mitra di kelurahan Loktuan.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan kolaborasi pemerintah yakni Lurah Loktuan bersama seluruh mitra kelurahan Loktuan, LPM, PKK, FKPM, Forum RT, Pokdarwis, Posyantek dan Karang Taruna loktuan. (kus/*)

78 Tahun Indonesia Merdeka: Apakah Masyarakat Benar-Benar Merdeka?

78 Tahun Indonesia Merdeka: Apakah Masyarakat Benar-Benar Merdeka?

Oleh : Monas

Indonesia telah merdeka sejak proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan telah diakui secara de facto dan de jure oleh negara tetangga maupun dunia. Indonesia berdiri dengan berasaskan kepada Pancasila dan UUD 1945. Lalu, apa arti merdeka?

Merdeka artinya bebas. Bebas dalam arti masyarakat tidak lagi mengalami berbagai macam penindasan dan kedzoliman bangsa asing maupun bangsa sendiri.

Merdeka berarti sejahtera, sebagaimana diamatkan dalam Alinea ke-IV pembukaan UUD NRI 1945 yang berbunyi,”Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan ikut memajukan kesejahteraan umum…”. Masyarakat sejahtera artinya terbebas dari kemiskinan, dapat menikmati pendidikan, memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapat dan berekspresi di depan public, tidak ada diskriminasi ras, suku, budaya, agama, gender dan golongan termaksud diskriminasi dalam  hal akses hukum.

78 tahun Merdeka, apakah rakyat Indonesia merasakan merdeka dalam arti yang sebenarnya? Meskipun telah bebas dari jajahan dan intervensi dari negara lain, tetapi Indonesia masih tetap terjajah dalam negeri sendiri dan oleh bangsa Indonesia sendiri, terutama dalam akses hukum.

Adanya perbedaan akses hukum antara si kaya dan si miskin telah mengingkari makna merdeka bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Adanya perbedaan akses hukum juga telah menyalahi prinsip kemanusiaan di dalam hukum humaniter yaitu asas “equality before the law”, bahwa setiap orang sama di mata hukum. Selain itu, realita penegakan hukum di negara ini juga menyalahi pasal 27 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945, yang berbunyi “segala warga Negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinnya”.

Ungkapan , ‘Lo punya uang, lo punya kuasa’, memang benar adanya. Mari berkaca pada kasus terbaru, kasus penembakan polisi dirumah polisi oleh jenderal polisi pada bulan Juli 2022 lalu. Dimana, MA mengabulkan permohonan kasasi terpidana dengan nomor perkara 813K/Pid/2023 dan memotong pidana yang tadinya hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.[1] Kejahatan besar yang sudah terbukti masih bisa mengelak dari hukuman yang sudah seharusnya

Mengigat kembali kasus nenek  asyani  yang tua dan miskin harus dipenjara karena dituduh mencuri pada tahun 2015 atau kasus “membela diri dari begal malah jadi tersangka” headline berita seperti ini tentu sudah tidak asing lagi di negara ini.[2] Selain itu banyak kasus-kasus lain yang tidak di proses oleh kepolisian hanya karena pelapor adalah orang biasa yang tidak punya uang dan kuasa. [3]Hal ini yang menyebabkan banyak masyarakat lebih memilih media sosial sebagai sarana awal agar kasusnya dapat diproses, sehingga terkenal tagar “No viral, no justice”. Fakta bahwa Hukum  hanya bertindak adil dan tegas kepada masyarakat miskin dan menutup mata terhadap orang yang ber uang dan punya kedudukan, semakin membuktikan bahwa hukum di Indonesia tajam kebawah tumpul keatas.

Menurut penulis ada beberapa hal yang menjadi penyebab susahnya akses hukum di indonesiap bagi masyarakat biasa, yaitu Lemahnya penegakan hukum, hal ini dapat dilihat dari pembuatan UU dengan pasal-pasal kontroversi dan lebih berpihak pada penguasa. UU kontroversi terbaru dapat dilihat pada pasal-pasal KUHP baru dan UU Cipta Kerja. Selain itu penegakan hukum yang diwarnai dengan uang, sehingga banyak kasus suap, korupsi yang menjerat aparat penegak hukum, yang menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum terutama aparat kepolisian, berdasarkan survey Nasional LSI pada bulan Februari 2023 dalam penegakan hukum, kepercayaan (sangat+cukup percaya) terhadap Kejaksaan paling tinggi (72.5%), sementara Kepolisian paling rendah, 64% cukup atau sangat percaya. Selain itu, trendingnya tagar “percuma lapor polisi” dan fakta bahwa banyak masyarakat yang lebih banyak menaikan kasusnya di medsos agar cepat di proses oleh pihak kepolisian.

Selain itu, Ketidaktahuan masyarakat akan hukum membuat banyak masyarakat binggung dalam mengambil Tindakan, mudah percaya,   terutama pada orang yang terpandang dan berkedudukan karena dianggap lebih tau. Selain itu,rendahnya kesadaran hukum masyarakat dapat menyebabkan penegakan hukum yang tidak adil dan praduga tidak bersalah.

Bangsa Indonesia belum bisa merasakan arti dari kata merdeka yang sebenarnya, terutama untuk mereka yang ekonominya menengah kebawah. Susahnya akses hukum menjadi salah satu factor, dimana hak mereka untuk dilindungi tetapi diabaikan.

Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus dibenahi dari dalam, karena awal kekacauanya dari internalnya. Kemudian sistem senioritas harus dihilangakan dimana bawahan harus selalu patuh kepada atasan baik diperintah hal baik ataupun buruk, selain itu penegak hukum harus bertindak lebih tegas dalam memberikan keadilan, patuh terhadap peraturan bukan perintah dari atasan ataupun orang-orang yang berkepentingan. Selain itu, adanya sosialisasi hukum kepada masyarakat terkait hukum, meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di masyarakat, seperti memberi edukasi dan  informasi yang mudah dipahami terkait hukum. (*)

[1] https://www.liputan6.com/news/read/5365265/ma-batalkan-vonis-mati-ferdy-sambo-diganti-hukuman-seumur-hidup

[2] https://www.jawapos.com/kasuistika/01380784/dibegal-bela-diri-murtede-malah-jadi-tersangka

[3] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150423151941-12-48782/nenek-asiani-dinyatakan-bersalah

Copyright © 2026 LatestIDN