Basri Rase Hadiri Lepas Kenang Asisten Administrasi Umum Pemkot Bontang

Basri Rase Hadiri Lepas Kenang Asisten Administrasi Umum Pemkot Bontang

Bontang. Wali Kota Bontang, Basri Rase, turut hadir dalam kegiatan Lepas Kenang Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Bontang, Sarifah Nurul Hidayati, yang berlangsung di Pendopo Rujab Wali Kota pada Senin (21/08/2023). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, Staf Ahli, dan Asisten Pemerintah Kota Bontang, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Kehadiran Sarifah Nurul Hidayati, yang telah lama bertugas sebagai Asisten Administrasi Umum, diberi penghormatan dalam acara ini. Dalam pidatonya, Wali Kota Basri Rase menyatakan penghargaan dan apresiasi atas kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Sarifah Nurul Hidayati dalam perkembangan dan kemajuan Kota Bontang.

Wali Kota menyoroti ketekunan, kedisiplinan, dan dedikasi yang luar biasa yang ditunjukkan oleh Sarifah Nurul Hidayati selama masa pengabdian di Pemerintah Kota Bontang. Ia juga menekankan kemampuan Sarifah untuk beradaptasi, berinovasi, dan mengatasi berbagai tantangan dengan integritas dan tanggung jawab yang tinggi.

“Atas nama keluarga besar Pemerintah Kota Bontang, Wali Kota menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Sarifah Nurul Hidayati atas semua usaha dan kerja keras yang telah disumbangkan selama ini,” ucapnya.

Basri Rase juga mengungkapkan harapannya bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan, melainkan awal dari babak baru yang penuh dengan potensi dan peluang baru. Ia menginginkan agar langkah-langkah yang telah diambil oleh Sarifah Nurul Hidayati akan membawanya menuju kesuksesan dan kebahagiaan di masa depan.

Acara Lepas Kenang ini adalah penghormatan kepada individu yang telah berperan penting dalam pelayanan publik di Kota Bontang, dan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih atas kontribusi berharga yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Wabup Kasmidi Puji Peran Ibu-ibu Tangguh Lafran Pane dalam Menjaga Silaturahmi

Wabup Kasmidi Puji Peran Ibu-ibu Tangguh Lafran Pane dalam Menjaga Silaturahmi

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) H Kasmidi Bulang mengapresiasi peran ibu-ibu RT 04 Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, dalam menjaga silaturahmi dan keakraban antar warga.

Hal tersebut disampaikan Wabup Kasmidi saat menghadiri acara pembagian hadiah lomba dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-78, yang digelar di halaman Sekretariat HMI Cabang Sangatta, Senin (21/8/2023) malam.

“Saya mengapresiasi sekali kegiatan ibu-ibu RT 04 ini, yang telah menyelenggarakan berbagai lomba dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI,” kata Kasmidi.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari kecintaan ibu-ibu RT 04 terhadap bangsa dan negara. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan sarana untuk menjaga silaturahmi dan keakraban antar warga.

“Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan antar warga,” ujarnya.

Wabup Kasmidi juga berpesan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan keakraban antar warga.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan terus ditingkatkan kemeriahannya,” pungkasnya.

Pemkab Kutim Gelar Pesta Rakyat Kemerdekaan, Upayakan Meriah dan Bermakna

Pemkab Kutim Gelar Pesta Rakyat Kemerdekaan, Upayakan Meriah dan Bermakna

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menggelar pesta rakyat kemerdekaan sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78. Pesta rakyat ini akan digelar pada penghujung bulan Agustus 2023 mendatang.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pesta rakyat kemerdekaan ini merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Selain itu, pesta rakyat ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme masyarakat Kutim.

“Pesta rakyat kemerdekaan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti perlombaan tradisional, hiburan rakyat, dan bazar UMKM,” ujar Kasmidi, Senin (21/8/2023).

Kasmidi menjelaskan, perlombaan tradisional yang akan digelar dalam pesta rakyat ini meliputi Asen Naga, Patok Lele, Sumpit, Tarik Tambang, Gasing, dan Bakiak. Lomba-lomba ini diharapkan dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kutim.

“Kami berharap masyarakat Kutim dapat berpartisipasi aktif dalam pesta rakyat kemerdekaan ini,” kata Kasmidi.

Kasmidi menambahkan, pesta rakyat kemerdekaan ini akan digelar secara meriah dan bermakna. Untuk itu, Pemkab Kutim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 juta untuk penyelenggaraan pesta rakyat ini.

“Kami ingin pesta rakyat kemerdekaan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat membangun Kutim yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Kasmidi. (*)

Pemkab Kutim Apresiasi Lomba Masak Serba Ikan untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan

Pemkab Kutim Apresiasi Lomba Masak Serba Ikan untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan

Kutai Timur (Kutim) merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hasil tangkapan ikan di Kutim, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat Kutim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Perikanan (Diskan) Kutim menggelar lomba masak serba ikan. Lomba ini diikuti oleh seluruh kecamatan di Kutim dan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu menu balita, menu keluarga, dan menu kudapan.

Acara yang rutin digelar tiap tahunnya ini melibatkan 17 kecamatan se Kutim dan kali ini dipusatkan di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (21/08/2023).

Pada kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan. Ia juga mengatakan bahwa ikan memiliki potensi yang besar untuk memenuhi gizi masyarakat. Ikan merupakan sumber protein utama bagi anak-anak sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Saya yakin sekali anak-anak kita suka makan ikan, malahan sangat suka. Hanya persoalannya bagaimana ikan yang disajikan itu mampu untuk memberikan pendampingan perkembangan kepribadian mereka baik secara pola pikir atau mungkin secara fisik,” ujarnya.

Bupati Kutim juga menyampaikan bahwa tidak ada dampak negatif dari kebanyakan makan ikan, kecuali beberapa ikan yang memang kandungan kolestrolnya cukup tinggi. Oleh sebab itu, memang perlu dilakukannya sosialisasi lebih lanjut agar masyarakat mengetahui jenis-jenis ikan apa saja yang aman dikonsumsi sehari-hari.

“Selain itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana inovasi daripada masakan ikan itu sehingga memiliki daya tarik. Belum ada sajian-sajian warung yang mengkhususkan dari ikan, saya kira inovasi yang dibuat dari Tim Penggerak PKK masing-masing kecamatan hari ini begitu pulang mungkin silahkan ke warung-warung yang kira-kira mereka mencoba menyajikan makanan serba ikan,” ucapnya. (*)

Ketua DPRD Bontang Inginkan Calon Pj Gubernur Kaltim Harus Mewakili Kepentingan Masyarakat

Ketua DPRD Bontang Inginkan Calon Pj Gubernur Kaltim Harus Mewakili Kepentingan Masyarakat

Bontang. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengungkapkan pandangannya terhadap isu mengenai rekomendasi calon Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam responsnya, Andi Faizal menegaskan bahwa DPRD Bontang memiliki perhatian khusus terhadap calon-calon yang akan diusulkan oleh DPRD Kaltim.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, calon yang akan terpilih sebagai Pj Gubernur Kaltim harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik masyarakat, kondisi lingkungan, dan alam bumi Kalimantan Timur.

“Dari kami, yang terpenting adalah bahwa calon yang diusulkan harus memiliki kemampuan untuk mewakili kepentingan seluruh lapisan masyarakat di Kaltim,” ujarnya.

Andi Faizal juga menyoroti peraturan yang berlaku, di mana DPRD Kaltim memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi calon-calon Pj Gubernur Kaltim kepada Kemendagri. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4/2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota.

Sebagai catatan, Gubernur Kaltim saat ini, Isran Noor, akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2023. Oleh karena itu, pimpinan DPRD Kaltim tengah berupaya melakukan pembahasan internal untuk merumuskan tiga nama calon yang akan diusulkan sebagai opsi pengganti.

Sejumlah nama calon Pj Gubernur Kaltim telah muncul dalam diskusi publik, meskipun belum mencapai kesepakatan final. Beberapa nama yang mencuat termasuk Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik serta Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin.

Pandangan Andi Faizal Sofyan Hasdam mencerminkan perhatian DPRD Bontang terhadap pemilihan calon Pj Gubernur Kaltim yang dapat mewakili dan memenuhi kepentingan luas masyarakat Kalimantan Timur.

Ketua DPRD Bontang Kritik Rendahnya Serapan Anggaran Perubahan 2023 di OPD

Ketua DPRD Bontang Kritik Rendahnya Serapan Anggaran Perubahan 2023 di OPD

Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya serapan anggaran perubahan tahun 2023 di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bontang. Ia menyoroti bahwa serapan anggaran hingga saat ini belum mencapai tingkat yang diharapkan.

Dikatakan Faisal, harusnya pada Agustus ini, serapan anggaran sudah melebihi 50 persen dari total anggaran. Namun, kenyataannya baru sekitar 30 persen yang terealisasi. Menurutnya, Wali Kota perlu menggenjot kinerja OPD dalam hal penyerapan anggaran. Terlebih lagi, APBD perubahan mengalami kenaikan sebesar Rp700 miliar dari jumlah sebelumnya yaitu Rp2,2 triliun.

“Kami memiliki APBD perubahan yang kini mencapai Rp2,6 triliun, namun serapan anggaran yang masih rendah menjadi perhatian. Hingga saat ini, serapan anggaran di semua OPD hanya sekitar 30 persen,” jelasnya.

Andi Faizal juga menambahkan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar Rp1 triliun anggaran harus dihabiskan dalam waktu empat bulan ke depan. Dimana anggaran sebesar itu yang belum terserap menjadi tantangan bersama. Dan perlu dipastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan secara tepat sasaran.

Selain itu, Andi Faizal juga menyampaikan kekhawatirannya terkait penolakan usulan reses dari para anggota DPRD untuk kegiatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur lingkungan. Padahal, usulan tersebut merupakan hasil dari aspirasi masyarakat.

“Kami khawatir bahwa anggaran yang sebesar itu tidak akan terserap secara maksimal dan berakhir sebagai sisa anggaran (silpa),” tambahnya.

Kritik dari Ketua DPRD ini menunjukkan perhatian terhadap efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran publik guna mendukung pembangunan dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bupati Kutim Hadiri Festival Seni Budaya dan UMKM Bengalon, Umumkan Pembangunan Pasar Baru

Bupati Kutim Hadiri Festival Seni Budaya dan UMKM Bengalon, Umumkan Pembangunan Pasar Baru

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri Malam Penutupan Ramah Tamah, Festival Seni Budaya dan UMKM Kecamatan Bengalon dalam rangkaian kegiatan HUT ke 78 RI di halaman Kantor Camat Bengalon, Minggu (20/8/2023) malam. Dalam kesempatan itu, ia mengumumkan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim akan membangun dua pasar baru di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan pada tahun 2023 ini dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan pasar baru ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM.

“Ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM,” kata Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Ia menambahkan, program ini bertujuan agar para pelaku UMKM memliki tempat yang representatif untuk melakukan transaksi.

“Kalau pasar ini sudah terbangun, saya harap tidak ada lagi masyarakat yang bertransaksi di pinggir jalan yang akan mengganggu lalu lintas, kebersihan,kenyamanan dan estetika kawasan. Kebiasaan transaksi jual beli di pinggir jalan kiranya mulai diubah, jangan sampai pasar sudah dibangun tetapi masyarakat juga tidak berbelanja di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bengalon, Suharman menjelaskan bahwa kegiatan Festival Seni Budaya dan bazaar UMKM ini menghasilkan transaksi hampir Rp 1 milyar. Ia mengatakan, selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat dengan rata-rata omzet penjualan hingga Rp 2 juta per hari.

“Selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat. Tiap UMKM, rata-rata per hari mampu mencapai omzet penjualan hingga Rp 2 juta. Jadi kalau ditotal bisa mencapai Rp. 800 juta hingga Rp 1 milyar,” ujar Suharman.

Ia juga mengungkapkan bahwa antuasisme yang sangat tinggi dari masyarakat yang hadir dipicu pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, Khususnya Kutim selama 3 tahun.

“Kurang lebih 3 tahun tidak ada kegiatan, banyak pembatasan dilakukan pemerintah karena pandemi COVID-19.Karena tidak ada lagi pembatasan berkumpul, maka masyarakat sangat antusias,” pungkasnya.

Dua Pasar Baru Akan Dibangun di Kutim, Bupati: Ini Bentuk Komitmen Pemda untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Dua Pasar Baru Akan Dibangun di Kutim, Bupati: Ini Bentuk Komitmen Pemda untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan membangun dua pasar baru di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan pada tahun 2023 ini dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Malam Penutupan Ramah Tamah, Festival Seni Budaya dan UMKM Kecamatan Bengalon dalam rangkaian kegiatan HUT ke 78 RI di halaman Kantor Camat Bengalon, Minggu (20/8/2023) malam.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan pasar baru ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM.

“Ini sebagai bukti komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional serta merata khususnya pelaku UMKM,” ucap Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Ia menambahkan, program ini bertujuan agar para pelaku UMKM memliki tempat yang representatif untuk melakukan transaksi.

“Kalau pasar ini sudah terbangun, saya harap tidak ada lagi masyarakat yang bertransaksi di pinggir jalan yang akan mengganggu lalu lintas, kebersihan,kenyamanan dan estetika kawasan. Kebiasaan transaksi jual beli di pinggir jalan kiranya mulai diubah, jangan sampai pasar sudah dibangun tetapi masyarakat juga tidak berbelanja di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bengalon, Suharman menjelaskan bahwa kegiatan Festival Seni Budaya dan bazaar UMKM ini menghasilkan transaksi hampir Rp 1 milyar. Ia mengatakan, selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat dengan rata-rata omzet penjualan hingga Rp 2 juta per hari.

“Selama 10 hari kegiatan, ada 40 UMKM yang terlibat. Tiap UMKM, rata-rata per hari mampu mencapai omzet penjualan hingga Rp 2 juta. Jadi kalau ditotal bisa mencapai Rp. 800 juta hingga Rp 1 milyar,” ujar Suharman.

Ia juga mengungkapkan bahwa antuasisme yang sangat tinggi dari masyarakat yang hadir dipicu pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, Khususnya Kutim selama 3 tahun.

“Kurang lebih 3 tahun tidak ada kegiatan, banyak pembatasan dilakukan pemerintah karena pandemi COVID-19.Karena tidak ada lagi pembatasan berkumpul, maka masyarakat sangat antusias,” pungkasnya.

Siap Berlaga di Pemilihan Duta Budaya Kaltim, Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim Kunjungi Bupati

Siap Berlaga di Pemilihan Duta Budaya Kaltim, Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim Kunjungi Bupati

Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang akan mengikuti Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, di Kytiad Hotel Sadurengas, Tanah Grogot, Paser, 22-24 Agustus 2023, mengunjungi Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman di Kantor Bupati Kutim, Jumat (18/8/2023). Mereka didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kutim Padliyansyah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, ia memberikan restu, dukungan dan doa kepada Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim, yaitu Yorgian Pratama, Siva Sintia, M. Zam Bohari dan Widya Astuti Arimbi, agar dapat memperoleh hasil yang terbaik di tingkat provinsi.

“Rawat dan selalu promosikan budaya Kutai Timur. Jaga kekompakan dan kesehatan. Semoga memperoleh hasil yang terbaik,” kata Ardiansyah.

Ia menambahkan, Kutim memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, seperti Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik, batik khas Kutim, pantai-pantai dan obyek wisata lainnya.

“Kekayaan seni budaya itu harus dirawat, dilestarikan dan dikembangkan. Misalnya Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik. Itu semua ada di Kutim,” ujarnya.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang produk kebudayaan dan pariwisata. Kita punya batik khas Kutim dan pantai-pantai dan obyek wisata lainnya. Nah, kembali lagi saya tekankan, semua itu harus dirawat dan dipromosikan,” Ardiansyah menambahkan.

Event Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, menurut Ardiansyah itu dapat dijadikan momen penting bagi Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Kutim.

Untuk mempersiapkan hasil maksimal yang sesuai harapan Bupati Kutim, Padliyansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Duta Budaya Kutim, sejak 14-17 Agustus 2023, di Belad Teras Kafe, Sangatta, Kutim.

Padliyansyah menjelaskan bahwa dalam Diklat tersebut, mereka mendapat materi tentang UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Perda No 20/2021 tentang Pemajuan Kebudayaan Kaltim, 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), cagar budaya serta potensi budaya Kaltim dan Kutim. Selain itu, mereka juga mendapat materi tentang Unjuk Bakat Seni, Public Speaking, Bahasa Inggris dan Kepribadian.

Bupati Kutim Beri Restu dan Doa untuk Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang Akan Berlaga di Tingkat Provinsi

Bupati Kutim Beri Restu dan Doa untuk Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang Akan Berlaga di Tingkat Provinsi

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman memberikan restu, dukungan dan doa kepada Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim yang akan mengikuti Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, di Kytiad Hotel Sadurengas, Tanah Grogot, Paser, 22-24 Agustus 2023.

Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim, yaitu Yorgian Pratama, Siva Sintia, M. Zam Bohari dan Widya Astuti Arimbi, mengunjungi Bupati Kutim di Kantor Bupati Kutim, Jumat (18/8/2023). Mereka didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kutim Padliyansyah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, ia berharap Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim dapat menjaga kekekompakan dan mempromosikan budaya Kutim di tingkat provinsi.

“Rawat dan selalu promosikan budaya Kutai Timur. Jaga kekompakan dan kesehatan. Semoga memperoleh hasil yang terbaik,” ucap Ardiansyah.

Ia menambahkan, Kutim memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, seperti Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik, batik khas Kutim, pantai-pantai dan obyek wisata lainnya.

“Kekayaan seni budaya itu harus dirawat, dilestarikan dan dikembangkan. Misalnya Karst Sangkulirang, seni budaya pesisir dan pedalaman eksotis dan artistik. Itu semua ada di Kutim,” ujarnya.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang produk kebudayaan dan pariwisata. Kita punya batik khas Kutim dan pantai-pantai dan obyek wisata lainnya. Nah, kembali lagi saya tekankan, semua itu harus dirawat dan dipromosikan,” Ardiansyah menambahkan.

Event Pemilihan Kanda-Dinda Duta Budaya Kaltim, menurut Ardiansyah itu dapat dijadikan momen penting bagi Kanda-Dinda Duta Budaya Kutim untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisata Kutim.

Untuk mempersiapkan hasil maksimal yang sesuai harapan Bupati Kutim, Padliyansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Duta Budaya Kutim, sejak 14-17 Agustus 2023, di Belad Teras Kafe, Sangatta, Kutim.

Padliyansyah menjelaskan bahwa dalam Diklat tersebut, mereka mendapat materi tentang UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Perda No 20/2021 tentang Pemajuan Kebudayaan Kaltim, 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), cagar budaya serta potensi budaya Kaltim dan Kutim. Selain itu, mereka juga mendapat materi tentang Unjuk Bakat Seni, Public Speaking, Bahasa Inggris dan Kepribadian. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN