Pemkab Kutim Dukung Peningkatan Jalan Desa Sekerat dan Muara Bengalon

Pemkab Kutim Dukung Peningkatan Jalan Desa Sekerat dan Muara Bengalon

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen untuk mendukung peningkatan perekonomian dan destinasi wisata di Desa Muara Bengalon dan Desa Sekerat Kecamatan Bengalon. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah rencana peningkatan jalan dari arah Desa Sekerat ke Desa Muara Bengalon.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Ruang Kerja Bupati Kutim, Senin (07/08/2023). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kepala Desa Sekerat Sunandika, Kepala Desa Muara Bengalon Muhammad Yusuf, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kutim, serta perwakilan manajemen PT KIN dan undangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa peningkatan jalan tersebut bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dan wisatawan ke kedua desa tersebut.

“Peningkatan jalan ini penting untuk mendukung peningkatan perekonomian dan destinasi wisata di kedua desa tersebut,” kata Bupati Ardiansyah.

Menurut Bupati Ardiansyah, peningkatan jalan akan membuat jarak tempuh dari Sangatta ke Desa Sekerat menjadi lebih singkat. Hal ini akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi Pantai Sekerat, salah satu destinasi wisata andalan di Kutim.

“Sekarang, dari Sangatta ke Desa Sekerat harus melalui Bengalon. Ini akan memakan waktu sekitar 2 jam. Dengan adanya peningkatan jalan ini, jarak tempuh bisa menjadi 1 jam,” kata Bupati Ardiansyah. (*)

DBON: Indonesia Emas 2045, Bermula dari Usia Dini

DBON: Indonesia Emas 2045, Bermula dari Usia Dini

Selain menekankan pentingnya DBON sebagai panduan untuk mencapai Indonesia emas 2045, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, juga menekankan pentingnya fokus pada pembangunan prestasi olahraga sejak usia dini.

Hal itu disampaikan pada sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), di gedung Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin, (07/8/2023).

Menurut Ardiansyah, pembinaan atlet sejak usia dini penting untuk dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, olahragawan yang berprestasi di masa depan harus dipersiapkan sejak dini. Kedua, pembinaan atlet sejak usia dini dapat membantu meningkatkan kualitas atlet Indonesia. Ketiga, pembinaan atlet sejak usia dini dapat meningkatkan minat masyarakat pada olahraga.

Ardiansyah berharap program DBON dapat mendorong pembinaan atlet sejak usia dini di Indonesia.

“DBON merupakan program yang komprehensif dan mencakup berbagai aspek dalam pembinaan olahraga, termasuk pembinaan atlet sejak usia dini,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah juga berharap program DBON dapat menjadi acuan penting untuk mengembangkan potensi olahraga di daerah.

“DBON merupakan program yang besar dan membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” kata Ardiansyah. (*)

Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pemkab Kutim Targetin Indonesia Emas 2045

Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pemkab Kutim Targetin Indonesia Emas 2045

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), di gedung Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin, (07/8/2023) kemarin.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pentingnya DBON sebagai panduan untuk mengembangkan sektor olahraga di Indonesia.

“DBON merupakan program pembangunan olahraga jangka panjang 2021-2045, yang bertujuan untuk meraih prestasi emas untuk Indonesia pada tahun 2045,” jelas Ardiansyah Sulaiman.

Untuk mencapai target tersebut, DBON menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Hal ini dikarenakan olahragawan yang berprestasi di masa depan harus dipersiapkan sejak dini.

“Olahraga harus dipersiapkan sejak usia dini, sehingga bisa menjadi sebuah aset yang berharga untuk masa depan Indonesia di dunia keolahragaan,” tegas Ardiansyah Sulaiman.

Selain itu, DBON juga menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk mencapai target Indonesia emas 2045.

“DBON merupakan program yang besar dan membutuhkan dukungan dari semua pihak,” pungkas Ardiansyah Sulaiman.

Perselisihan Antara PT CBN dan PT STU Dibahas dalam Rapat Komisi I DPRD Bontang

Perselisihan Antara PT CBN dan PT STU Dibahas dalam Rapat Komisi I DPRD Bontang

Bontang. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang turut berperan sebagai fasilitator dalam mengatasi perselisihan yang terjadi antara dua perusahaan, yaitu PT Cipta Bangun Nusantara (CBN) dan PT Sriwijaya Teknik Utama (PT STU). Perselisihan tersebut muncul dalam konteks pembangunan tangki pabrik milik Pupuk Kaltim.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari PT CBN, PT STU, dan PT Pupuk Kaltim ini berlangsung pada Senin (7/8/2023). Dalam rapat tersebut, Corporate Legal PT STU, Caka Adi Pawoko, mengungkapkan bahwa PT STU belum menerima pembayaran yang sesuai dengan nilai kontrak, meskipun pekerjaan konstruksi telah selesai sekitar 77 persen dari total nilai kontrak Rp4,8 miliar.

Tak hanya masalah pembayaran, PT CBN juga diduga melakukan pelanggaran lain dengan mengambil alih proyek dalam waktu 4 hari, padahal seharusnya dilakukan dalam waktu 14 hari. Namun, pihak PT CBN membela langkah tersebut dengan alasan bahwa hasil pengerjaan konstruksi tangki dinilai kurang memuaskan.

Project Manager PT CBN, Suprapto, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada PT STU beberapa kali terkait hasil pengerjaan yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, PT CBN memutuskan untuk mengambil alih proyek tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming, yang memimpin rapat, menyarankan agar kedua belah pihak kembali melakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ia juga menekankan pentingnya peran PT Pupuk Kaltim sebagai pemilik proyek untuk tidak lepas tangan dalam mengatasi masalah ini, karena permasalahan ini dapat berdampak pada operasi PT Pupuk Kaltim.

“Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan. Kami hanyalah fasilitator dan bukan pengambil keputusan. Oleh karena itu, silakan dibahas kembali. PT Pupuk Kaltim juga tidak boleh lepas tangan, karena mereka sebagai pemilik proyek,” ungkapnya.

Komisi I DPRD Bontang berkomitmen untuk terus memfasilitasi dalam menyelesaikan perselisihan ini dan berharap agar permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik demi kelancaran proyek dan operasi perusahaan terkait.

Basri Rase Terima Kunjungan Komisi V DPR RI untuk Tinjau Infrastruktur di Kota Bontang

Basri Rase Terima Kunjungan Komisi V DPR RI untuk Tinjau Infrastruktur di Kota Bontang

Bontang. Pemerintah Kota Bontang menerima kunjungan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) pada Senin (7/8/2023) dalam rangka peninjauan infrastruktur di Kota Bontang. Rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Irwan Fecho melakukan kunjungan di beberapa titik penting didampingi oleh Wali Kota Bontang Basri Rase.

Pemberhentian pertama mereka adalah di Tugu Selamat Datang Kota Bontang, kemudian mereka melanjutkan ke tanjakan RSUD Bontang, wilayah Bontang Kuala, dan terakhir, pelabuhan Tanjung Laut. Kegiatan kunjungan berakhir dengan penyambutan dan acara ramah tamah di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Basri Rase, mengungkapkan kebahagiannya atas kunjungan rombongan Komisi V DPR RI ke Kota Bontang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan salam dan penghormatan yang tulus kepada anggota Komisi V yang berkenan hadir.

Basri menyoroti peran penting Komisi V DPR RI dalam penyusunan kebijakan di bidang infrastruktur, transportasi, perhubungan, dan pekerjaan umum. Kehadiran anggota Komisi V di Kota Bontang dianggap sebagai kesempatan berharga untuk membuka pintu dialog konstruktif antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif.

“Oleh karena itu, kehadiran bapak/ibu ketua dan anggota Komisi V DPR RI di tengah-tengah kita hari ini, sangat berarti dalam mengatasi berbagai tantangan dan peluang yang ada di depan kita,” ujarnya.

Basri berharap bahwa kunjungan tersebut akan memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta mendorong kerja sama dalam upaya mewujudkan Kota Bontang yang lebih maju dan beradab. Kehadiran Komisi V DPR RI di Kota Bontang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

TK Negeri 3 Muara Ancalong, Akses Pendidikan yang Lebih Baik bagi Anak-Anak Setempat

TK Negeri 3 Muara Ancalong, Akses Pendidikan yang Lebih Baik bagi Anak-Anak Setempat

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meresmikan Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 3 Muara Ancalong, yang sebelumnya berstatus sekolah swasta. Peresmian ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat setempat, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia TK.

Sebelumnya, anak-anak di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah di TK swasta yang ada di desa tetangga. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi mereka, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dengan adanya TK Negeri 3 Muara Ancalong, akses pendidikan bagi anak-anak di desa ini menjadi lebih baik. Mereka tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh untuk bersekolah. Selain itu, biaya pendidikan di TK Negeri juga lebih terjangkau.

Peresmian TK Negeri 3 Muara Ancalong dilakukan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Sabtu (5/8/2023), di lokasi sekolah. Dalam kesempatan ini, Ardiansyah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menghibahkan lahannya untuk TK Negeri 3 Muara Ancalong.

“Lokasi TK ini sangat strategis, berada di tengah-tengah antara pemukiman dan kantor pemerintah desa,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah juga berharap, TK Negeri 3 Muara Ancalong bisa menjadi sarana pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di Desa Senyiur dan sekitarnya.

“Semoga TK ini bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan bermain,” pungkas Ardiansyah.

Pemkab Kutim Resmikan TK Negeri 3 Muara Ancalong, Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Pemkab Kutim Resmikan TK Negeri 3 Muara Ancalong, Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 3 Muara Ancalong, yang sebelumnya berstatus sekolah swasta.

Peresmian TK Negeri 3 Muara Ancalong dilakukan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Sabtu (5/8/2023), di lokasi sekolah, tepatnya di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong.

Ardiansyah mengatakan, pengalihan status TK swasta menjadi TK Negeri 3 Muara Ancalong ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim.

“Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk anak-anak, bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Ardiansyah.

Pada kesempatan ini, Ardiansyah juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menghibahkan lahannya untuk TK Negeri 3 Muara Ancalong.

“Lokasi TK ini sangat strategis, berada di tengah-tengah antara pemukiman dan kantor pemerintah desa,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah juga meminta bantuan perusahaan untuk membantu timbunan tanah di lahan sekolah tersebut.

“Timbunan ini penting agar bangunan sekolah bisa berdiri kokoh,” ucapnya.

Ardiansyah berharap, TK Negeri 3 Muara Ancalong bisa menjadi sarana pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di Desa Senyiur dan sekitarnya.

“Semoga TK ini bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan bermain,” pungkas Ardiansyah. (*)

Bunda PAUD Desa di Kutim Diminta Berperan Aktif dalam Pengembangan PAUD dan Transisi PAUD ke SD

Bunda PAUD Desa di Kutim Diminta Berperan Aktif dalam Pengembangan PAUD dan Transisi PAUD ke SD

 Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) desa untuk berperan aktif dalam pengembangan PAUD dan transisi PAUD ke SD. Hal ini disampaikan Ardiansyah saat menghadiri pengukuhan Bunda PAUD desa di Lamin Datun, Desa Kelinjau Ilir, Kecamatan Muara Ancalong, Sabtu (5/8/2023).

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengingatkan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Bunda PAUD sangatlah berat. Ia berharap agar Bunda PAUD yang telah dikukuhkan benar-benar bekerja, meluangkan waktu untuk memperhatikan pengembangan PAUD di wilayah masing-masing.

“Bunda PAUD ini tugasnya luar biasa, karena mengamati semua itu. Mulai dari anak-anak usia dini, PAUD, guru PAUD, orang tua murid, hingga SD. Bunda PAUD harus memastikan bahwa anak-anak usia dini di wilayahnya bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Ardiansyah.

Selain itu, Ardiansyah juga menyampaikan tugas lain Bunda PAUD adalah bersinergi dengan para pengelola PAUD, pemerintah desa dan masyarakat atau orang tua murid. Serta mengedukasi semua pihak agar bisa mengambil peran, sehingga tidak ada lagi anak usai 5-6 tahun yang tidak sekolah PAUD.

“Bunda PAUD juga harus berkoordinasi dengan SD-SD di wilayahnya untuk menyukseskan transisi PAUD ke SD. Agar tercipta Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan,” kata Ardiansyah.

Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan Episode ke-24 Merdeka Belajar yang telah diluncurkan pada Maret 2023. Episode ini bertujuan untuk memastikan anak-anak usia dini yang telah lulus PAUD dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SD dengan lancar dan menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga meresmikan TK Negeri 3 Muara Ancalong, serta Launching Bantuan Biaya Operasional Daerah (BOPDA) Kesetaraan, serta pemberian ijazah paket kesetaraan bagi siswa yang telah lulus.

Agus Haris Minta Pemerintah Harus Sediakan Data Akurat Terkait Angka Pengangguran

Agus Haris Minta Pemerintah Harus Sediakan Data Akurat Terkait Angka Pengangguran

Bontang. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Abdu Safa Muha, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya tingkat pengangguran di Bontang yang sebagian besar didominasi oleh lulusan SMP dan SD. Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris, mengungkapkan perlunya data yang lebih akurat mengenai jumlah pengangguran di kota ini.

“Pemerintah atau dinas terkait seharusnya bisa memberikan data yang lebih akurat terkait jumlah pengangguran di Bontang,” ucapnya.

Ia menyoroti bahwa di Bontang, pendidikan dasar sampai menengah tidak dikenakan biaya alias gratis bagi semua anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri. Bahkan, pemerintah telah menyediakan program beasiswa untuk siswa berprestasi. Dalam konteks ini, Agus Haris mengungkapkan bahwa jika memang terdapat anak-anak yang putus sekolah, jumlahnya seharusnya tidak signifikan. Jika data yang diungkapkan benar, maka bisa diartikan bahwa upaya pendidikan belum mencapai hasil yang diharapkan.

“Kalau memang ada beberapa anak yang putus sekolah, maka jumlahnya tidak begitu besar. Jika data tersebut akurat, itu berarti pemerintah kita belum berhasil sepenuhnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Agus Haris juga mengusulkan agar dinas terkait mendata jumlah usia dari individu yang hanya memiliki ijazah SD dan SMP. Jika mereka masih dalam usia produktif, hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa banyak masyarakat yang putus sekolah pada usia tersebut.

“Tentu akan berbeda jika orang yang berusia di atas 50 tahun memiliki ijazah SD atau SMP. Itu kemungkinan adalah orang-orang pendatang. Terutama di Bontang yang mayoritas penduduknya berasal dari luar, mereka yang memiliki ijazah rendah mungkin berasal dari golongan ini,” tambahnya.

Upaya untuk memahami dan mengatasi tingkat pengangguran di Bontang perlu didukung oleh data yang akurat serta penilaian mendalam mengenai sistem pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di wilayah tersebut.

APBD-P Kutim 2023 Capai Rp9,07 Triliun, Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

APBD-P Kutim 2023 Capai Rp9,07 Triliun, Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2023 sebesar Rp9,07 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, APBD-P 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp1,58 triliun dari APBD-P sebelumnya yang sebesar Rp7,49 triliun. Kenaikan anggaran tersebut, kata Ardiansyah, untuk mendukung berbagai program pembangunan di Kutim.

“APBD-P 2023 ini kita fokuskan untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan, jembatan, dan irigasi. Selain itu, kita juga akan meningkatkan anggaran pendidikan,” ujar Ardiansyah, Kamis (3/8/2023).

Ardiansyah menambahkan, APBD-P 2023 juga akan digunakan untuk mendukung program pembangunan lainnya, seperti kesehatan, pertanian, dan pariwisata.

“Kita ingin memastikan bahwa anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutim,” pungkas Ardiansyah. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN