Rute Pelayaran Baru Bontang-Mamuju Diperjuangkan Komisi 3 DPRD Bontang, KM Santika Jadi Pilihan

Rute Pelayaran Baru Bontang-Mamuju Diperjuangkan Komisi 3 DPRD Bontang, KM Santika Jadi Pilihan

LATESTBONTANG – Sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, Komisi 3 DPRD Bontang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk mendorong terwujudnya rute pelayaran baru Bontang-Mamuju di Pelabuhan Loktuan, Bontang, Kalimantan Timur. Rute ini diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas penumpang dan barang antara kedua daerah.

Menurut Amir Tosina, Ketua Komisi 3 DPRD Bontang, rencana pembukaan rute baru ini sudah lama digagas namun belum terealisasi hingga kini. Padahal, rute ini sangat dibutuhkan oleh ribuan warga suku asli Mamuju yang tinggal di Bontang, serta suku Mandar yang juga memiliki hubungan erat dengan Mamuju.

“Contohnya pas arus mudik kemarin, antusias warga untuk pulang baik ke Mamuju ataupun ke Bontang membludak, tapi terkendala kapasitas kapal,” ujarnya, Kamis (4/5/2023).

Ia menambahkan, saat arus mudik kemarin, banyak warga yang ketinggalan atau tidak bisa naik kapal karena kapal penyeberangan yang beroperasi hanya satu. Hal ini membuatnya prihatin dan berkomitmen untuk memperjuangkan rute baru ini.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Amir bersama pihak Pemkab Mamuju melalui Kepala UPP Fourmansyah dan Kepala Dishub Mamuju telah menyepakati untuk menggunakan kapal KM Santika sebagai kapal penyeberangan untuk rute baru ini. Kapal ini dapat mengangkut penumpang dan barang.

“Harapannya dapat didukung oleh semua pihak, kapal tersebut sudah di konfirmasi pemilik langsung oleh Kepala UPP Mamuju, infonya dalam waktu dekat akan meninjau pelabuhan yang disandari. Kapal itu, sudah mempunyai izin trayek dan semoga tidak ada kendala lagi,” tandasnya. (*)

DPRD Kutim Tawarkan Solusi, Sikapi Masalah Sengketa Lahan dan Inventarisasi Aset Penyebab Pembanguan Terhambat

DPRD Kutim Tawarkan Solusi, Sikapi Masalah Sengketa Lahan dan Inventarisasi Aset Penyebab Pembanguan Terhambat

Jimmi, ST, MT, Sekretaris Komisi C DPRD Kutim

LATESBONTANG – Masalah sengketa lahan antar masyarakat dan inventarisasi aset milik Pemkab Kutai Timur (Kutim) yang belum tuntas dinilai sebagai penyebab-kendala dalam proses pembebasan lahan. Akibatnya, pembangunan disebut terhambat lantaran sejumlah proyek yang akan dikerjakan masih berada di atas tanah yang belum berstatus milik pemerintah daerah.

Sekretaris Komisi C DPRD DPRD Kutim, Jimmi, ST, MT mengungkapkan, masalah sengketa lahan antar kelompok tani menjadi salah satu dari dua penyebab utama kendala dalam proses pembebasan lahan dan pembangunan.

Menyikapi masalah tersebut, Jimmi mendorong pemerintah daerah mengambil langkah, menitipkan uang pembebasan lahan ke penyelenggara hukum. Ini dinilai dapat menjadi solusi. Hal tersebut dimaksudkan agar pembangunan tetap bisa berjalan dan bagi masyarakat atau kelompok tani yang menang usai berperkara di pengadilan bisa langsung mengambilnya.

“Kalau di pendidikan (eks jalan Wa Syahranie) itu masalah sengketa lahan, belum selesai antara kelompok tani. Jadi kita minta bagaimana pemerintah itu bisa menitipkan ke pengadilan duitnya,” ungkap Jimmi di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Kamis (4/5/2023) kemarin.

Di lain sisi, Jimmi mengakui jika masalah yang terjadi masih dalam proses penataan yang terus diupayakan pemerintah saat ini, mengurai masalah masalah dari sisa-sisa pemerintahan masa lalu.

Penyebab kedua, masalah inventarisasi aset daerah yang disebut belum tuntas. Jimmi menyoroti lemahnya hal tersebut. Mencuatnya penundaan pembebasan lahan yang juga disebakan oleh persoalan inventarisasi aset daerah yang belum tuntas menjadi catatan.

Legislator PKS Dapil I Kutim itu mencontoh proyek pembanguan di jalan tembus yang akan menjadi jalur alternatif mengurai kemacetan Kota Sangatta. Yakni, Jalan Wa Syahranie (eks jalan Pendidikan) – Kenyamukan – APT Pranoto, dan Wa Syahranie – Sukarno Hatta.

“Itu pembangunan jalan di pendidikan masalah pembayaran lahan aja lagi yang belum dibayar. Kita ini kan masalah pada inventarisasi aset, rekomendasi BPK jangan dulu bayar-bayar lahan sebelum klir, belum tertata dengan baik. Masih banyak aset kita yang belum tertata,” tuturnya.

Sebagai sebuah catatan penting, Jimmi mengingatkan Pemkab Kutim agar segera menertibkan aset daerah yang menjadi hambatan dalam proses pembebasan lahan, sehingga berdampak pada pembanguan.

“Ya, kita dorong supaya pemerintah cepat-cepat mengurus, semua ditata asetnya,” pungkasnya. (adv/i)

Ini 3 Isu Strategis yang Jadi Perhatian Komisi C DPRD Kutim

Ini 3 Isu Strategis yang Jadi Perhatian Komisi C DPRD Kutim

LATESBONTANG – Sekretaris Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, ST, MT membeberkan tiga isu strategis yang menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti.

Isu-isu ini antara lain kegiatan Multiyears, terkait perizinan galian atau pertambangan, dan terkait status kawasan.

Jimmi menilai isu tersebut penting karena menyangkut masalah prioritas pembangunan dan kewenangan daerah.

Terkait proyek Multiyears, Jimmi mempertanyakan kepada OPD terkait mengenai progres. “Kita ingin menanyakan kepada Dinas PU atau Dishub kapan pekerjaan-pekerjaan proyek multiyears itu dimulai,” ujarnya.

Untuk perizinan galian atau pertambangan, kata Jimmi, soal kewenangan. Ini berkaitan dengan delegasi pemerintah pusat atas sejumlah kewenangan terkait perizinan galian atau pertambangan ke daerah.

“Yang ingin kita sambut ini untuk daerah yang mana, provinsi atau kabupaten,” imbuhnya.

Mengenai status kawasan, disebutkan terkait pembangunan yang terhambat karena kewenangan yang masih bergantung pada pemerintah pusat, seperti pembanguan bandara Sangkima

“Itu harus kita follow up ke kementerian kehutanan, sejauh mana sih pemerintah bisa menangani infrastruktur di sana, terutama jalan ring road ke arah bandara itu,” papar Legislator PKS Dapil I Kutim itu. (Adv/komisi C)

Kiprah Arfan yang Jabat Wakil Ketua II DPRD Kutim: Pernah Jadi Kuli Panggul hingga Tukang Ojek

Kiprah Arfan yang Jabat Wakil Ketua II DPRD Kutim: Pernah Jadi Kuli Panggul hingga Tukang Ojek

LATESBONTANG – Alhamdulillah, itulah kalimat yang selalu dilontarkan Arfan, karena perjuangannya selama ini berbuah manis. Sebuah jabatan yang tak gampang sekaligus membanggakan di parlemen,  jadi Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur (Kutim). Selain itu, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kutim II ini merupakan sosok pengusaha yang tergolong sukses di bidangnya.

Setelah diamanahkan oleh Partai Nasdem dengan raihan kursi terbanyak ke 3, Arfan menduduki kursi Wakil Ketua II DPRD Kutim masa bakti 2019-2024. Dia resmi dilantik pada Rabu (14/8/2019) silam.

Usai dilantik sebagai wakil rakyat, Alumni Magister Universitas Mulawarman 2019 ini langsung berusaha beradaptasi dengan legislator Kutim lainnya, selalu menjunjung etos kerja tinggi, dedikasi, disiplin dan prinsip kebersamaan antar anggota DPRD. Arfan dikenal sebagai politisi yang ramah, cerdas dan tegas oleh masyarakat dan para koleganya.

Sosok Arfan juga dikenal sangat aspiratif ketika berbicara kepentingan masyarakat luas, sebut saja salah satunya menyuarakan aspirasi para nelayan agar pemerintah daerah melaui dinas terkait memberikan pembinaan dan bimbingan dalam membuat legalitas atau badan hukum kelompok.

Ayah dari Rahma Endre ini menyebutkan, legalitas kelompok memberikan jaminan dan kepastian terhadap bantuan yang akan di salurkan kepada nelayan. Karena selama ini, nelayan dinilai kesulitan mendapatkan bantuan pemerintah lantaran tidak memiliki badan hukum sebagai syarat yang menurut aturan.

Meniti hidup sebagai seorang pendatang dengan modal tangan kosong, karir Arfan untuk bisa berhasil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan, suami dari Murniati ini pun sempat merasakan pahitnya kehidupan di kabupaten yang kaya dengan sumber daya alam ini. Jauh sebelum jadi wakil rakyat, pria lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara (STIENUS) ini sempat menjadi kuli dan sopir angkut kayu dari hutan.

“Pada Agustus 1993 saya pertama kali menginjakkan kaki di Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Bengalon dan datang dengan modal sepuluh jari tanpa pengalaman. Datang hanya dengan modal nekat dan mau bekerja,” cerita Arfan.

Selama menjalani pekerjaan buruh lapangan tersebut, risiko terjepit maupun keseleo bukan hal yang bisa dihindari. Dengan profesi tersebut upah yang diterimanya tentu saja tak sebanding dengan risiko maupun nilai kayu yang dimuatnya. Namun bagi Arfan, pekerjaan apapun yang penting halal, demi mencukupi kebutuhan hidup di tanah rantau.

“Pekerjan apapun yang penting halal, tahun 1993 itu ikut memikul kayu di hutan dan jadi buruh mobil angkut kayu selama dua tahun,” kenangnya.

Setelah dua tahun itu, buruh panggul kayu bukanlah pekerjaan terakhir yang kemudian lantas langsung berbuah manis. Masih banyak tantangan yang harus dilalui, Arfan kemudian menghabiskan waktunya sebagai tukang ojek. Berbekal motor sewaan, direktur CV Rahma itu pun menggeluti pekerjaan di jalanan itu selama setahun.

“Tahun 1995, menyewa motor dan jadi tukang ojek. Arfan lanjut berujar, dan tahun 1996 menikah dengan Murniati Manik, anak seorang petani.
“Alhamdullilah, tahun 1999 dikarunia satu orang anak, Rahma Enre dan mulai membangun usaha,” tuturnya.

Perjalanan karir Arfan di bidang usaha mulai menanjak setelah mencoba mendirikan sebuah CV Rahma yang diambil dari nama anak gadisnya tersebut. Setahun kemudian, Arfan memulai usaha bidang perhotelan dengan membangun sebuah hotel dengan nama Hotel Rahma Jaya.

Kendatipun dalam merintis usaha sempat jatuh bangun, karena membangun usaha perhotelan juga memiliki tantangan yang tak sedikit, butuh kesabaran dan kerja keras. Baginya, sabar menerima dan menjalani segala bentuk ujian hidup, namun bukan berarti diam tanpa gerak, harus ada usaha yang dilakukan untuk mengatasi dan menyelesaikan ujian hidup. Berkat perjuangan dan tekat yang kuat itupun membuatnya bertahan dan akhirnya membuahkan hasil. Pelan tapi pasti, usaha yang digelutinya itupun kini bisa dibilang sukses di bidangnya.

“Jiwa pejuang akan mencintai setiap tantangan. Jiwa pengecut mundur saat dihadapkan pada rintangan,” beber Arfan.

Setelah sukses dengan usaha perhotelan, Arfan mencoba terjun ke dunia politik dan menjadi calon legislatif melaui Partai Pelopor pada tahun 2004 lalu. Namun perjuangan saat itu kandas lantaran yang memilihnya tak cukup kuat menopang suara partai di daerah pemilihannya.

Tahun 2014 menjadi awal karirnya di bidang politik, setelah memperoleh suara terbanyak melalui Partai Nasdem di Dapil Kutim 3 yang saat ini jadi Dapil Kutim 2, Arfan akhirnya sukses melenggang ke parlemen. Ia menjadi Anggota DPRD Kutim Periode 2014-2019.

“Alhamdullilah, terpilih dan di percaya sebagai Ketua Fraksi NKB sampai dengan tahun 2016. Tahun 2016 sampai dengan 2019 diberi kesempatan sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur,” paparnya.

Meskipun terpilih dan menjadi wakil rakyat dan sudah dua periode, Arfan tak lantas jadi jumawa. Begitu pula dalam persolan usaha, tak ada kata berhenti ataupun istirahat. Tahun 2018 lalu, dirinya membangun perusahaan dengan nama yang hampir sama dengan perusahaan CV pertama miliknya, yakni PT Raja Rahma Prima. (adv/Im).

Turap hingga Semenisasi Jalan Poros Antar Desa Jadi Usulan Prioritas Masyarakat di Dapil III Kutim

Turap hingga Semenisasi Jalan Poros Antar Desa Jadi Usulan Prioritas Masyarakat di Dapil III Kutim

LATESBONTANG – Pembuatan turap hingga semenisasi jalan poros antar desa menjadi usulan prioritas masyarakat dalam reses anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) di daerah pemilihan (Dapil) III.

Hal itu mengemuka pada Rapat Paripurna penyampaian hasil reses masa sidang II Tahun 2022/2023 di Sekretariat DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (2/5/2023).

Rapat paripurna masa sidang II Tahun 2022/2023 dipimpin Ketua DPRD Kutim Joni, S.Sos.

Dalam paripurna tersebut, satu persatu juru bicara perwakilan Dapil membacakan dan menyerahkan hasil reses kepada pimpinan dewan.

Seperti pada laporan hasil reses dapil III Kutim yang diserahkan juru bicaranya, Drs H Sobirin Bagus MM. Dalam laporan itu terungkap 6 poin aspirasi masyarakat di Dapil yang meliputi meliputi 8 kecamatan.

Dapil III meliputi Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Telen, Batu Ampar, Long Mesangat, dan Busang.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkapkan bahwa reses di daerah pemilihan III merupakan aktivitas kerja DPRD yang dilakukan anggota DPRD secara perorangan ataupun kelompok dalam rangka melaksanakan pemantauan dan menampung aspirasi dalam bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan ketertiban masyarakat.

“Aspirasi masyarakat dijadikan bahan dan data guna dikelola di masa yang akan datang. Melaksanakan pemantauan dan menampung aspirasi masyarakat dalam upaya membangun daerah yang baik untuk memperoleh data, jawaban dalam memperbaiki darah pemilihan tersebut,” papar Sobirin Bagus.

Adapun 6 aspirasi dan aduan masyarakat Dapil III, antar lain pembuatan turap dan normalisasi sungai, peningkatan tempat wisata, rehab masjid dan mushola, peningkatan badan jalan, pembangunan gedung olahraga, dan semenisasi jalan poros antar desa.

“Demikian laporan Reses masa persidangan ke II tahun 2022/2023 untuk menjaring aspirasi masyarakat secara berkala pada daerah pemilihan masing-masing guna peningkatan kualitas, produktifitas, dan kinerja DPRD Kabupaten Kutai Timur,” tutup Sobirin Bagus.(adv).

DPRD Kutim Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses Masa Sidang 2022-2023

DPRD Kutim Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses Masa Sidang 2022-2023

Sangatta. DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Paripurna ke-6 untuk menyampaikan laporan hasil reses masa sidang 2022-2023 pada Rabu (3/5/2023). Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kutim, Joni, dan dihadiri oleh 21 anggota dewan dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Sebelumnya, pelaksanaan reses telah dilakukan oleh seluruh anggota DPRD di masing-masing Dapil pada 17-21 Maret 2023. Continue reading →

Andi Faiz Minta Perusahaan dan Buruh Bangun Hubungan Industrial yang Baik

Andi Faiz Minta Perusahaan dan Buruh Bangun Hubungan Industrial yang Baik

LATESTBONTANG – Menyambut Hari Buruh (May Day) Sedunia pada Senin 1 Mei 2023, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan bahwa kesejahteraan tenaga kerja adalah hal yang esensial dan mendesak terus disuarakan oleh para buruh.

Andi Faiz mengatakan, hubungan industrial yang baik antara perusahaan dan pekerja perlu dibangun agar iklim investasi dan kesejahteraan buruh juga tetap terjaga. Hal ini menjadi perhatian DPRD Bontang, terutama karena Bontang adalah Kota Industri.

Andi Faiz menekankan pentingnya lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja lokal di Kota Bontang. Ia meminta perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal di wilayah operasionalnya, sesuai dengan Perda Bontang nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda nomor 1/2009 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, yang mewajibkan perusahaan mengakomodir 75 persen tenaga kerja lokal.

Andi Faiz menyoroti kebijakan perusahaan sub kontraktor yang membawa pekerja luar, yang menyulitkan para buruh di Kota Bontang untuk mendapatkan pekerjaan. Ia meminta perusahaan memiliki komitmen untuk tetap memprioritaskan pekerja lokal.

“Pihak sub kontraktor harusnya memiliki komitmen yang sama untuk tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal Bontang,” ujarnya Senin (1/5/2023).

Andi Faiz juga mengatakan, DPRD Kota Bontang masih terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Ia menyebutkan bahwa DPRD sering melakukan rapat gabungan pimpinan dengan memanggil pihak-pihak terkait, seperti Disnaker dan perusahaan. Ia mengingatkan agar perusahaan mematuhi Perda tentang tenaga kerja lokal.

“Kita pasti rutin melalukan pengawasan dengan melakukan rapat gabungan pimpinan dengan memanggil pihak-pihak terkait, terutama disnaker hingga perusahaan. Kita mengingatkan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal Bontang,” ujarnya.

Ini Pesan Kadisdikbud Kutim Saat Hadiri Pelepasan Siswa SMKN 2 Sangatta Utara

Ini Pesan Kadisdikbud Kutim Saat Hadiri Pelepasan Siswa SMKN 2 Sangatta Utara

LATESTBONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono menghadiri acara pelepasan 289 siswa-siswi SMKN 2 Sangatta Utara angkatan VI dan VII yang bertajuk Sukses Bersama Jaya Berkarya di Bumi Nusantara. Ini di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Selasa (2/5/2023).

Selain Mulyono, hadir Kepala SMKN 2 Sangatta Utara Puji Astuti Rahayu Efendi, wali murid, unsur Forkopimda, serta undangan lainya.

Mulyono dalam kesempatan tersebut menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi baik akademik maupun non akademik.

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan pesan kepada seluruh siswa yang lulus tahun pelajaran 2022-2023 untuk terus mengejar cita-cita setinggi mungkin. Baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Mulyono juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas peran sekolah dalam dunia pendidikan. Menurutnya siswa berprestasi, tidak lepas dari support dan bimbingan guru dan kepala sekolah, terutama siswa-siswi yang telah menempuh Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan dinyatakan lulus.

Kepada para orang tua siswa, Mulyono tidak lupa menitip berpesan agar tetap mendorong dan mendukung anaknya untuk terus berprestasi dan berkarya.

Terkahir, Mulyono mewakili kepala daerah menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa SMKN 2 Sangatta Utara.

“Selamat atas kelulusan yang sudah di raih oleh putra-putri terbaik kita, mudah-mudahan ilmu yang sudah diperoleh bisa sukses dalam dalam meniti karier, sehingga bisa menjadi kebanggan untuk keluarga, bangsa dan negara,” terangnya.(adv).

Momen Hari Pendidikan Nasional, Joni Ingin Bangun Generasi Unggul untuk Masa Depan Bangsa

Momen Hari Pendidikan Nasional, Joni Ingin Bangun Generasi Unggul untuk Masa Depan Bangsa

Sangatta. Pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2023, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur Joni, menyampaikan ucapan dan harapannya untuk membangun generasi unggul yang akan menjadi pondasi masa depan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa, dan Joni berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan aksesibilitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur. Continue reading →

Percetakan Online Bontang: Solusi Cetak Cepat dan Berkualitas

Percetakan Online Bontang: Solusi Cetak Cepat dan Berkualitas

Anda sedang mencari jasa percetakan online di Bontang yang bisa melayani berbagai kebutuhan cetak Anda dengan cepat, mudah, dan berkualitas? Jika ya, maka Anda berada di tempat yang tepat. Percetakan Online Bontang, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan percetakan digital online tercepat dan terpercaya di kota Bontang.

Mengapa Memilih Percetakan Online Bontang?

Ada banyak alasan mengapa Anda harus memilih Percetakan Online Bontang sebagai mitra cetak Anda, di antaranya adalah:

  • Kemudahan dan kecepatan. Anda tidak perlu repot keluar rumah atau kantor untuk mencetak berbagai dokumen, brosur, banner, kartu nama, undangan, kalender, stiker, dan lain-lain. Cukup kirimkan file siap cetak ke email atau hubungi via WhatsApp, dan akan segera memproses pesanan Anda. Percetakan ini juga bisa mengirimkan hasil cetak ke alamat Anda dengan biaya pengiriman yang terjangkau.
  • Kualitas dan harga. Percetakan ini menggunakan mesin cetak digital terbaru dan bahan baku berkualitas untuk menghasilkan cetakan yang tajam, rapi, dan tahan lama. Kendati begitu, juga menawarkan harga yang kompetitif dan sesuai dengan budget Anda. Anda bisa mendapatkan diskon jika memesan dalam jumlah banyak atau menjadi pelanggan tetap kami.
  • Pelayanan dan garansi. Memberikan garansi jika ada kesalahan atau kerusakan pada hasil cetak yang disebabkan oleh faktor teknis dari pihak percetakan. Tenang, akan diganti atau memperbaiki hasil cetak tersebut tanpa biaya tambahan.

Bagaimana Cara Memesan di Percetakan Online Bontang?

Untuk memesan di Percetakan Online Bontang, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Hubungi kami via WhatsApp di 08115566000 atau KLIK DISINI.
  2. Pilih produk cetak yang Anda inginkan dan tentukan spesifikasi seperti ukuran, jumlah halaman, jenis kertas, finishing, dll.
  3. Kirimkan file siap cetak melalui WhatsApp. Pastikan file Anda dalam format PDF, JPG, atau PNG dengan resolusi tinggi dan ukuran sesuai dengan spesifikasi produk cetak yang Anda pilih.
  4. Tunggu konfirmasi mengenai harga, waktu pengerjaan, dan metode pembayaran.
  5. Lakukan pembayaran melalui transfer bank atau e-wallet sesuai dengan instruksi yang diberikan.
  6. Setelah pembayaran kami terima, akan segera mencetak pesanan Anda dan mengirimkannya ke alamat Anda melalui jasa pengiriman yang ditunjuk.

Tunggu Apa Lagi? Pesan Sekarang Juga!

Jangan ragu untuk menghubungi Percetakan Online Bontang, jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin konsultasi tentang kebutuhan cetak Anda. Siap selalu melayani Anda dengan sepenuh hati dan profesionalisme.

Percetakan Online Bontang adalah solusi cetak cepat dan berkualitas yang bisa Anda andalkan. Pesan sekarang juga dan rasakan sendiri keunggulan layanannya

Percetakan Online Bontang
WA: 08115566000

Copyright © 2026 LatestIDN