Rustam Dorong Pemkot Bontang Kembangkan Wisata dan UMKM Jelang Pasca Migas

Rustam Dorong Pemkot Bontang Kembangkan Wisata dan UMKM Jelang Pasca Migas

LATESTBONTANG – Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM harus lebih dikembangkan oleh pemerintah kota Bontang. Hal ini disampaikan oleh Rustam, Ketua Komisi 2 DPRD Bontang, sebagai persiapan menghadapi masa pasca migas di kota tersebut. “Selama ini Bontang

“Selama ini Bontang masih bergantung pada sektor migas. Nah kalau sudah habis itu mau di bawa kemana ini Bontang pasca migas. Makanya perlu upaya sejak dini menumbuhkan sektor-sektor lain untuk peningkatan ekonomi, ya salah satunya itu sektor pariwisata,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu, Senin (1/5/2023).

Rustam menekankan, pengembangan pariwisata dan UMKM sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang. Ia juga mengatakan, hal ini sejalan dengan visi misi pemerintah kota Bontang yang ingin meningkatkan pendapatan dari sektor-sektor tersebut.

“Pariwisata digalakkan, UMKM di jalankan. Jadi ekonomi maju, bisa mengurangi pengangguran dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar bagi Bontang,” timpalnya.

Rustam juga meminta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang untuk lebih serius menggali potensi wisata di Bontang yang memiliki banyak daya tarik. Ia menyebutkan beberapa contoh wisata yang bisa dikembangkan, seperti pantai, hutan mangrove, dan taman bermain.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk mengoptimalkan pariwisata. Potensi wisata di Bontang itu banyak dan menarik. Harus dimanfaatkan dengan baik oleh dinas terkait, karena ini bisa menjadi penopang ekonomi pasca migas. Apalagi Setau saya Tahun 2025 PT Badak sudah habis kontraknya dengan PT Pertamina,” tandasnya.

Komisi C DPRD Kutim Dukung Pembangunan Bandara PT Indexim dengan Catatan

Komisi C DPRD Kutim Dukung Pembangunan Bandara PT Indexim dengan Catatan

LATESBONTANG – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Masdari Kidang mendukung keinginan Indexim Coalindo untuk membangun bandara sendiri sebagai pendukung operasional. Asalkan, perusahaan pertambangan dan pemasaran batubara itu mengakomodir kepentingan masyarakat dengan pembagian 70/30 persen.

Persentase pembagian dimaksud, yaitu 70 persen penggunaan pesawat di bandara itu nanti untuk manajemen perusahaan dan 30 persen sisanya buat masyarakat.

“Soal bandara itu kita tidak menghalang-halangi, kita optimis saja. Hanya saja kalau bisa Indexim membuat perjanjian daerah, saya mintanya 70/30 karena nga mungkin juga manajer perusahaan itu 5-6 orang sekali jalan,” ujar Masdari Kidang, Rabu (10/5/2023).

Masdari Kidang menilai persentasi 70/30 persen yang disodorkan pihaknya sifatnya realistis. Mengingat masyarakat maupun eksekutif dan legislatif juga menginginkan manfaat yang jangka panjang atas kehadiran bandara itu kelak.

“Kita anggota dewan mendukung, tapi jangan juga bandara itu dibuat khusus. Khusus itu berarti kepentingan pribadi,” ucap Masdari Kidang.

Masdari Kidang mengakui penggunaan bandara itu nantinya prioritas untuk perusahaan.

“ita juga memahami kepentingan perusahaan itu prioritas, makanya saya sebagai perwakilan dari masyarakat meminta 70/30 persen,” tutup politisi Partai Berkarya itu. (adv/komisi c)

Rustam Ancam Cabut Status SPBN Tanjung Limau Jika PT BKU dan PT BSP Kisruh Lagi

Rustam Ancam Cabut Status SPBN Tanjung Limau Jika PT BKU dan PT BSP Kisruh Lagi

LATESTBONTANG – Ketua Komisi 2 DPRD Bontang Rustam mengancam akan mencabut status pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Tanjung Limau, jika terjadi kisruh lagi antara PT Bontang Karya Utama (BKU) dan PT Bontang Surya Pratama (BSP) dalam pengelolaan SPBN tersebut.

Rustam mengatakan, kisruh ini merugikan masyarakat nelayan yang kesulitan mendapatkan bahan bakar solar. Ia meminta agar kedua perusahaan bisa menjalin komunikasi yang baik, sesuai kesepakatan dan tidak lagi berseteru.

“Ini sudah dua kali saya kasih waktu mereka untuk komunikasi tapi tidak ada hasil. Makanya sekarang harus dipertegas, jangan sampai terulang lagi,” ujarnya usai rapat RDP di Sekretariat DPRD Bontang, Senin (08/05/23).

Rustam juga meminta agar hasil keputusan rapat ini dihargai oleh kedua perusahaan dan tidak berubah lagi di luar rapat, seperti yang sering terjadi selama ini.

“BKU dan BSP menerima kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Keduanya akan kembali bekerja sama mengelola SPBN nelayan. Jangan sampai berubah lagi ini,” ujarnya.

Namun, jika kedua perusahaan justru kembali bertikai usai pertemuan ke tiga kali ini. Maka ia akan langsung mencabut status pengoperasian SPBN itu.

“Karena mereka telah memutuskan untuk berdamai, apalagi SPBN penyalur solar subsidi untuk nelayan yang ada di Bontang ini hanya satu. Kalau mereka bertikai lagi, maka dihadapan pemerintah dan pengawas akan saya nyatakan bahwa status SPBN itu saya stop,” ucap Rustam.

Ia berharap, kedua perusahaan bisa saling bersinergi mengelola SPBN Tanjung Limau untuk nelayan.

“Jadi saya mengimbau PT BKU dan PT BSP sekarang fokus menyalurkan solar kepada nelayan, dan tidak mendistribusikan kepada pihak di luar nelayan. Karena kalau kedapatan akan dikenakan penalti dan akan menjadi temuan hukum dan bisa masuk pidana,” katanya.

Andi Faizal Bantah Rumah Sakit Type D Tidak Layak, Minta Pemkot Pertimbangkan Kembali Alih Fungsi

Andi Faizal Bantah Rumah Sakit Type D Tidak Layak, Minta Pemkot Pertimbangkan Kembali Alih Fungsi

LATESTBONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai bahwa pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Brigjen TNI (Purn) dr. Noch Tiranduk Malissa yang menyebut Rumah Sakit Type D Taman Sehat tidak layak hanya berdasarkan opini tanpa dasar yang jelas.

Andi Faizal mengatakan, pembangunan rumah sakit type D sudah melalui kajian dan pendampingan dari dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya. Ia juga mengatakan, rumah sakit type D sudah mendapat legal opinion dari BPK, BPKP, dan Kejaksaan.

“BPK, BPKP, dan Kejaksaan sudah mengeluarkan legal opinionya. Artinya sangat disayangkan ketika KSP datang langsung mengatakan itu tidak layak hanya berdasarkan UGD di atas dan pernyataan KSP itu tidak bisa jadi dasar, karena tidak memiliki standar hukum yang jelas dan tentu itu justru jadi polemik,” ujarnya saat ditemui di ruangannya Sekretariat DPRD Bontang, Senin (8/5/2023).

Andi Faizal juga mengatakan, DPRD dan pemerintah sudah sepakat untuk menyelesaikan secara bertahap kekurangan yang ada pada rumah sakit type D itu, sesuai dengan rekomendasi dari BPK dan BPKP. Ia menyebutkan bahwa di APBD perubahan tahun ini, sudah disiapkan anggaran untuk pembebasan lahan, fasilitas kesehatan, dan revisi denah rumah sakit.

“Di APBD perubahan tahun ini, kita DPRD dan pemerintah sudah sepakat akan melakukan pembebasan lahan mempersiapkan fasilitas kesehatannya dan merevisi denah rumah sakit yang di atas untuk dipindahkan ke bawah. Sudah disiapkan anggaran untuk kajian pembebasan lahannya dan review desain bangunan rumah sakit. Target sudah selesai tahun ini.

Politisi Partai Golkar ini pun meminta pemerintah agar mempertimbangkan kembali soal alih fungsi rumah sakit itu. Ia mengatakan, rumah sakit ini dibangun untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Ia khawatir jika rumah sakit ini dibatalkan dan digunakan sebagai kantor, maka masyarakat akan dirugikan.

“Ini bisa dipertimbangkan dengan artian bahwa DPRD bersama pemkot memutuskan. Pemkot tidak bisa memutuskan sendiri, karena sudah ditetapkan untuk menjadi rumah sakit, kalau ada perubahan lagi tentu harus atas dasar persetujuan DPRD. Apalagi anggaran untuk rumah sakit ini sudah disiapkan di APBD perubahan,” ujarnya.

BW Soroti Serapan Anggaran APBD Bontang yang Minim, Harap Pejabat Baru Tingkatkan Kinerja

BW Soroti Serapan Anggaran APBD Bontang yang Minim, Harap Pejabat Baru Tingkatkan Kinerja

LATESTBONTANG – Anggota Komisi 2 DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengkritik serapan anggaran APBD Pemerintah Kota Bontang yang masih sangat rendah. Ia mengatakan, berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), banyak anggaran yang diperuntukkan untuk proyek fisik belum terserap.

“Bahwa sampai bulan Mei ini serapan anggaran sangat kurang, terutama anggaran yang diperuntukkan untuk proyek fisik. Banyak catatan dari teman-teman LKPJ,” kata BW, sapaan akrabnya, saat intrupsi Rapat Penyampaian Tanggapan dan Jawaban Wali Kota Bontang terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi, Selasa (9/5/2023).

BW meminta kepada pejabat yang baru dilantik oleh Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, agar memaksimalkan kinerjanya dalam menyelesaikan program-program pemerintah yang belum tuntas.

Ia berharap, dengan adanya mutasi pejabat ini, bisa menjadi spirit baru dan sinergi antara pemerintah dan DPRD.

“Ini bisa jadi momentum setelah pelantikan, mari kita saling bersinergi menyelesaikan program-program pemerintah yang belum selesai. Agar semua bisa terealisasi di anggaran perubahan. Dilaksanakan dan dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (09/05/23). Sebanyak 86 pejabat mengisi posisi baru di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bontang.

DPRD Bontang Minta Pemkot Perhatikan Sarpras dan Transportasi Laut Sekolah di Pesisir

DPRD Bontang Minta Pemkot Perhatikan Sarpras dan Transportasi Laut Sekolah di Pesisir

LATESTBONTANG – Wilayah pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bontang terkait sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking, yang mengatakan bahwa Sarpras sekolah di pesisir sangat penting untuk menunjang kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Ini memang sudah lama kami suarakan, minta Disdikbud Bontang lebih memperhatikan sekolah pesisir,” kata Raking, usai Rapat Paripurna Masa Sidang III tentang LKPJ Wali Kota Bontang T.A 2022, Senin (8/5/2023).

Raking juga meminta Disdikbud Bontang untuk mengalokasikan anggaran pengadaan kapal untuk mempermudah akses para guru dan murid yang bersekolah di pesisir atau di kota.

“Disdikbud tidak usah takut, melakukan pengadaan transportasi kapal ini. Karena sangat dibutuhkan para guru termasuk murid. Karena ada juga pelajar yang di pesisir sekolah di kota. Itu sangat membantu mereka”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, peningkatan Sarpras di sekolah pesisir saat ini memang menjadi salah satu fokus utama Pemkot Bontang. Ia menyebutkan bahwa ada rencana perbaikan tiga sekolah pesisir dengan anggaran senilai Rp 1,2 Miliar.

Ketiga sekolah tersebut adalah SD 011 Bontang Utara di Pulau Gusung, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, yang mendapat bantuan Rp 800 juta untuk pembangunan ruang guru dan ruang kepala sekolah. SD 015 Bontang Selatan di pesisir Selangan, yang mendapat kucuran dana Rp 200 juta untuk perbaikan atap. Dan SD 016 Bontang Selatan, yang mendapat bantuan Rp 200 juta untuk perbaikan tiang sekolah.

“Untuk SD di Gusung insyaallah tahun 2024 pembangunan kita lanjutkan membangun ruang perpustakaan dan UKS,” kata Bambang.

Bambang juga berharap agar dengan perbaikan Sarpras ini, proses pembelajaran sekolah di darat maupun di pesisir bisa berjalan maksimal. Ia mengakui bahwa perbaikan sekolah pesisir cukup menantang dan membutuhkan komitmen dari pemerintah.

“Karena fokus perbaikan sekolah pesisir jadi cukup menantang. Dan kami berkomitmen dengan perbaikan Sarpras ini proses pembelajaran sekolah di darat maupun di pesisir berjalan maksimal,” pungkasnya. (*)

PBN Tanjung Limau Kembali Normal, Rustam Apresiasi Kerjasama PT BKU dan PT BSP

PBN Tanjung Limau Kembali Normal, Rustam Apresiasi Kerjasama PT BKU dan PT BSP

LATESTBONTANG – PT Bontang Karya Utamindo (BKU) dan PT Bontang Surya Pratama (BSP) telah menyelesaikan konflik yang sempat terjadi dalam pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau. Kedua belah pihak telah menandatangani adendum atau kontrak kerja baru yang disepakati bersama.

Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi 2 DPRD Bontang Rustam, yang mengharapkan tidak ada lagi masalah yang mengganggu pelayanan SPBN kepada para nelayan. Ia juga meminta agar kedua perusahaan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan kerjasama tersebut.

“Ini adalah hasil dari mediasi yang kita lakukan bersama. Alhamdulillah masalah sudah selesai dengan adanya kontrak baru, yang tentunya mengutamakan kepentingan masyarakat,” katanya, setelah menggelar rapat kerja, Senin (8/5/2023).

Rustam menjelaskan, bahwa SPBN Tanjung Limau merupakan aset dari Perumda AUJ Bontang, yang dikelola oleh PT BKU sebagai anak perusahaannya. Namun, operasional SPBN diserahkan kepada PT BSP sebagai mitra kerja.

“Saya harap tidak ada lagi konflik dan kisruh. Tingkatkan komunikasi yang lebih baik lagi. Karena ini SPBN khusus untuk para nelayan, bukan SPBU biasa,” tegasnya.

Menurut Rustam, kuota bahan bakar solar di SPBN Tanjung Limau sebelumnya adalah 300 kiloliter per bulan, namun karena pandemi covid, jumlahnya berkurang menjadi 240 kiloliter per bulan. “Saya rasa ini sudah cukup untuk nelayan,” ucapnya.

Di sisi lain, Dewan Pengawas PT BSP Joni Muslim mengucapkan terima kasih atas bantuan dan fasilitasi dari DPRD Bontang dalam menyelesaikan konflik tersebut. “Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Bupati Kutim Lantik Pengurus FKDM Sebagai Wadah Menampung Aspirasi Masyarakat

Bupati Kutim Lantik Pengurus FKDM Sebagai Wadah Menampung Aspirasi Masyarakat

LATESBONTANG – Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2023-2028 digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (08/05/2023) siang.

Pelantikan dilakukan secara langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dan dihadiri unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mulyono, Kepala Kesbangpol Kutim M. Basuni, Kadis DPMPTSP Kutim Teguh Budi Santoso, Kepala Dishub Kutim Joko Suripto dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pengurus FKDM Kutim mempunyai tugas yang cukup besar dengan geografis Kutim yang luas, terluas kedua setelah Kabupaten Berau. Kemudian penduduknya terbesar setelah Samarinda, Kukar dan Balikpapan.

“Kita memiliki semuanya, lautan kita punya, pantainya kita punya, dasar lautnya kita punya, biota laut dan sebagainya kita punya. Ini yang harus kita rawat dengan baik,” ucap Ardiansyah Sulaiman.

Orang nomor satu di Kutim tersebut mengungkapkan pemerintah sangat berharap penuh pada forum ini (FKDM) untuk memberikan info betul-betul mampu menangkap permasalahan yang ada.

“Saya berterima kasih, hampir setiap saat saya mendapatkan informasi itu dari FKDM dari kegiatan-kegiatan masyarakat. Personal-persoalan masyarakat saya selalu mendapatkan dan ini menjadi bahan pertimbangan sebagai pemerintah untuk mengambil kebijakan mana kala harus di akomodir,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus FKDM yang telah di lantik.

“Selamat FKDM yang tadi sama-sama kita saksikan pelantikannya mudah-mudahan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan terus melakukan kolaborasi dengan semua pihak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua FKDM Periode 2023-2028 Khoirul Arifin dalam sambutannya mengatakan usai dilantik FKDM akan selalu turut serta membantu Pemerintah dalam upaya melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

“Dalam waktu dekat ini kita akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi Pemilu serentak Tahun 2024. FKDM Kutim diharapkan bisa melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap segala bentuk potensi ancaman, tantangan,hambatan dan gangguan, sehingga Kutim selalu dalam kondisi aman, damai dan tentram.” ujarnya. (adv)

Pemkot Bontang Siapkan Dua Ekskavator Baru untuk Normalisasi Sungai, Rustam: Sesuai Aturan Saja

Pemkot Bontang Siapkan Dua Ekskavator Baru untuk Normalisasi Sungai, Rustam: Sesuai Aturan Saja

LATESTBONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana akan menambah alat berat Ekskavator untuk melakukan normalisasi sungai dan saluran drainase, sebagai upaya penanggulangan banjir di kota tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, yang mengatakan bahwa program normalisasi sungai telah berhasil mengurangi banjir di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

“Kita ingin setiap kecamatan punya 2 alat berat. Tahun ini kita ada minta sama Bank Kaltimtara untuk PC 50. Dengan adanya alat itu bisa memaksimalkan penanganan banjir,” katanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Pemkot Bontang juga akan membangun folder di Kelurahan Gunung Telihan, untuk menampung air dari hulu Sungai Bontang sebelum masuk ke kota. “Itu saja yang bisa dilakukan karena untuk berharap di Bendungan Suka Rahmat itu ranahnya Pemprov Kaltim,” ujarnya.

Rencana pembelian alat berat Ekskavator ini mendapat dukungan dari Ketua Komisi 2 DPRD Bontang Rustam, yang menilai bahwa alat tersebut sangat dibutuhkan untuk pengerukan sungai. Ia bahkan menyatakan tidak keberatan jika Pemkot Bontang membeli lebih banyak alat berat.

“Jangankan 2 kalau perlu beli 10 alat pun saya dukung. Karena di Bontang itu aja kasian yang dikeluhkan masyarakat soal banjir,” ucapnya saat ditemui awak media tak lama ini.

Namun, Rustam juga mengingatkan agar Pemkot Bontang memperhatikan aturan atau regulasi yang berlaku dalam pembelian alat berat tersebut. Ia tidak ingin ada masalah yang timbul di kemudian hari karena proses pembelian yang tidak sesuai.

“Yang penting kalau mau membeli sesuatu harus dengan aturan yang ada. Beli memang alatnya yang bagus dan pas dengan peruntukannya,” tegasnya.

Rustam Minta Pemkot Bontang Segera Ambil Alih Kewenangan Pulau Beras Basah untuk Tingkatkan PAD

Rustam Minta Pemkot Bontang Segera Ambil Alih Kewenangan Pulau Beras Basah untuk Tingkatkan PAD

LATESTBONTANG – Pulau Beras Basah, sebuah ikon wisata yang terletak di Selat Makassar, Bontang, Kalimantan Timur, semakin dikenal oleh wisatawan domestik karena keindahan pasir putihnya, air jernihnya, dan pesona bawah laut yang memukau.

Kendati demikian, Pulau Beras Basah saat ini masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sesuai dengan UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Menyikapi hal ini, Rustam, Ketua Komisi II DPRD Bontang, mengungkapkan kekecewaannya. Ia berpendapat bahwa pemerintah seharusnya segera mengambil langkah cepat untuk memindahkan kewenangan Pulau Beras Basah kepada Pemerintah Kota Bontang guna meningkatkan pengelolaannya.

“Prosesnya terlalu lambat, padahal provinsi sudah bersedia. Inilah hasilnya jika pemerintah tidak bergerak cepat. Sekarang terlihat jelas hasilnya seperti kejadian event 77,” ujar Rustam pada Senin (1/5/2023).

Selain itu, Rustam juga menekankan bahwa Pulau Beras Basah seharusnya menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Oleh karena itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) perlu mengambil langkah serius untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“Saya sudah sering mengungkapkan hal ini hingga kehabisan suara. Potensi pariwisata ini sangat penting, terutama karena lokasinya di Bontang. Dalam musim liburan dan cuti bersama, potensi PAD bisa meningkat. Namun, saya tidak tahu bagaimana teman-teman di Dispopar mengelolanya,” tambahnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengusulkan agar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dipisah menjadi dua dinas terpisah agar kinerjanya dapat maksimal.

“Dengan cara ini, kinerjanya bisa maksimal. Komunikasikan dengan baik kepada Dinas Provinsi dan tingkatkan upaya lobi agar responnya lebih cepat. Jika tidak, potensi PAD akan terlewatkan. Tidak ada efek multipemainnya, kita yang akan merugi,” tegasnya.

Copyright © 2026 LatestIDN