Kasmidi Buka Bimtek Peningkatan Akses Keterbukaan Informasi Publik PPID Kutim

Kasmidi Buka Bimtek Peningkatan Akses Keterbukaan Informasi Publik PPID Kutim

LATESBONTANG – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Akses Keterbukaan Informasi Publik pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang digelar Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persadian (Diskominfo Staper) Kutim di Ballroom Hotel Mercure, Samarinda, Rabu (7/6/2023).

Dalam sambutannya, Kasmidi menerangkan, kegiatan Bimtek bagi PPID sebagai salah satu wujud komitmen bersama dalam rangka menjalankan amanat konstitusi yaitu melaksanakan amanat undang-undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Kegiatan Bimtek diikuti sebanyak 120 orang yang antara lain kepala OPD, sekretaris OPD, camat, kades serta perwakilan utusan kecamatan dan desa, Kasmidi menyebut PPID sebagai badan publik, dituntut untuk menyediakan informasi secara lengkap terbuka dan transparan dan akuntabel.

“Mengenai apa saja yang dikerjakan, sebagai badan publik kita semua memiliki kewajiban untuk membuka akses dan melayani masyarakat dalam penyediaan dan pelayanan informasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Kasmidi meminta PPID yang memiliki tugas dan tanggung jawab harus melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi publik. Mulai dari proses pengumpulan, penyediaan, pengklasifikasian, penyimpanan, pendokumentasian, dan pelayanan informasi yang di butuhkan masyarakat.

Hal tersebut disebutkan sebagai salah satu misi pembangunan Kabupaten Kutim untuk mewujudkan pemerintah yang partisipatif berbasis menegakkan hukum dan teknologi informasi.

“Salah satu implementasinya adalah bagaimana kita sebagai aparatur pemerintah mampu memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat baik informasi publik yang bersifat terbuka maupun informasi yang dikecualikan, baik secara manual maupun berbasis teknologi informasi,” jelas Kasmidi.

Kasmidi juga meminta dan menekankan agar seluruh OPD hingga pemerintah kecamatan dan desa memahami tugasnya sebagai PPID.

“Menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sekaligus merespon secara cepat terhadap segala permasalahan dengan wewenang dan tanggung jawabnya,” ucapnya.

Terkahir, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim memiliki komitmen yang kuat dalam rangka penguatan peran PPID, “karena selain sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Kutim juga merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan sama-sama,” tutup Kasmidi.(adv/ren).

Ikuti PENAS KTNA XVI, Kontingen Kutim Dilepas Bupati Ardiansyah

Ikuti PENAS KTNA XVI, Kontingen Kutim Dilepas Bupati Ardiansyah

LATESBONTANG – Sebanyak 51 peserta kontingen dan 26 orang pendamping dan pembina di Kutai Timur (Kutim) akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI Tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat. Pelepasan dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di depan Hotel Grand Mesfa Mulia Sangatta, Rabu (7/6/2023) malam.

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengatakan, hampir setiap tahun pemerintah menggelar event Penas tersebut dan sudah menjadi budaya atau event nasional bagi para petani dan nelayan yang ada di Indonesia.

Kepada peserta, Ardiansyah menekankan untuk menggali pengetahuan dan bertukar pengalaman.

“Diharapkan event tersebut dapat memberikan satu dorongan kepada para peserta untuk bertukar informasi dan berbagi pengalaman dengan daerah lain,” ucap Ardiansyah Sulaiman.

Orang nomor satu di Kutim tersebut mengungkapkan beberapa produk andalan dari Kutim, seperti pisang kepok dari Kaubun, Nanas dari Teluk Pandan, Lobster, ikan asin, coklat dan sebagainya, dalam kurun waktu satu atau dua tahun ke depan mampu diproduksi menggunakan teknologi yang modern.

“Kita berharap mudah-mudahan setahun atau dua tahun kemudian, kita memiliki alat dan teknologi yang lebih maksimal lagi untuk memproduksi apa yang sudah kita punya saat ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim, Dyah Ratnaningrum menambahkan, selain peserta dari petani, peternak, perkebunan dan nelayan juga ada petugas penyuluh lapangan (PPL) yang berprestasi.

“Paling tidak, event Penas ini menjadi pemicu semangat bagi petani dan nelayan dan juga reward bagi petani dan nelayan andalan kita, yang selama ini konsisten didalam usaha dan bidangnya,” ucapnya.

Selain sebagai reward, para kontingen Kutim diharapkan mampu bertukar pikiran dengan daerah lain utamanya di bidang pertanian dan nelayan.

“Diharapkan disana bisa bertukar pikiran tentang kewirausahaan sehingga bisa dapat buyer-buyer baru dari berbagai negara,” pungkasnya.(adv).

PPP Kutim Tolak Izin Ekspor Pasir Laut, Ancam Lingkungan dan Ekosistem Laut

PPP Kutim Tolak Izin Ekspor Pasir Laut, Ancam Lingkungan dan Ekosistem Laut

LATESBONTANG – Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut yang terbit pada Senin (29/5) ramai-ramai dikritik. Bukan hanya aktifis dan politisi pusat, bahkan legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kutai Timur (Kutim) Hepnie Armansyah pun turut menyampaikan penolakan.

Hepnie menilai, kebijakan ini akan menimbulkan kerugian besar dan akan memperluas kerusakan lingkungan.

“Kita ini sudah cukup bermasalah menjaga lingkungan pesisir (abrasi). Saya pikir pemerintah harus menahan diri dulu dan saya tidak sepakat dengan hal itu,” ucap Hepnie saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kutim, Senin (05/06/2023).

Anggota DPRD Kutim tersebut juga memaparkan bahaya penambangan pasir laut.

“Penambangan pasir laut, termasuk untuk tujuan ekspor dapat menyebabkan peningkatan abrasi dan erosi pesisir pantai yang bisa menurunkan kualitas lingkungan serta menyebabkan pencemaran laut yang masif,” ungkapnya.

Hepnie Armansyah yang juga sebagai Ketua Komisi B DPRD Kutim, menghimbau pemerintah pusat agar hati-hati dalam menyikapi hal tersebut, karena akan berdampak pada lingkungan dan ekosistem perairan laut.

“Kita punya sawit, kita punya batubara dan Saya pikir kita punya banyak yang masih bisa di maksimalkan termasuk pajak yang harus dimaksimalkan. Jadi jangan kita merusak lingkungan, karena berdasarkan pengalaman saya pasti akan merusak lingkungan,” jelasnya. (adv).

Apresiasi Program Beasiswa Berdaya PT KPC, Ini Kata Bupati Kutim

Apresiasi Program Beasiswa Berdaya PT KPC, Ini Kata Bupati Kutim

LATESBONTANG – PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Beasiswa Berdaya KPC 2022-2023, kembali menyalurkan 201 beasiswa kepada masyarakat Kutai Timur (Kutim) yang memiliki keterbatasan finansial di jenjang pendidikan SLTP, SLTA, Diploma Tiga (D3) dan Strata satu (S1).

Acara serah terima beasiswa ini ditandai dengan penyerahan sertifikat beasiswa oleh GM External Affairs Sustainable and Development PT KPC Wawan Setiawan kepada perwakilan penerima beasiswa berdaya yang disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (06/06/2023).

Usai kegiatan penyerahan beasiswa, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi atas kepedulian PT KPC kepada masyarakat Kutim melalui program beasiswa, yang sebelumnya juga telah menyiapkan beasiswa Kutim Cerdas.

“Hari ini PT KPC kembali memberikan beasiswa Berdaya, kita harapkan dengan adanya dua jenis beasiswa ini, di tahun berikutnya bisa lebih ditingkatkan lagi jumlah penerima beasiswanya,” ucap Ardiansyah Sulaiman.

Menurutnya, ditengah tantangan zaman yang begitu komplit semakin tahun, semakin banyak yang ingin melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

“Saya harap semua pihak juga bisa memberikan kepedulian terhadap dunia Pendidikan di Kutai Timur.Saya tadi juga lupa, Baznas juga sudah menggelontorkan beasiswa meskipun jumlahnya sedikit. Karena terkait kemampuan yang mereka miliki dari masyarakat. Artinya semakin banyak orang yang membuat program beasiswa,” ujarnya.

Sementara itu GM External Affairs Sustainable and Development PT KPC Wawan Setiawan mengatakan pendidikan menjadi bagian penting dari program pemberdayaan PT KPC dan pihaknya akan selalu inovatif untuk bergandengan dengan program Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

“Dari tujuh bidang program Pendidikan yang dicanangkan Pemkab Kutim, enam sudah mulai berjalan dan satu PR bersama yakni akreditasi sekolah,” ujarnya.

Wawan Setiawan juga mengungkapkan pihaknya menyampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa pendidikan harus menjadi yang utama dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kutim.

“Selain beasiswa, ada juga program kami, yaitu peningkatan infrastruktur sekolah, peningkatan kapasitas guru dan lainnya. Tentunya kami ingin menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur,” pungkasnya. (adv).

DPRD dan Bupati Kutim Sahkan Perda Pedoman Tata Kearsipan Pemda

DPRD dan Bupati Kutim Sahkan Perda Pedoman Tata Kearsipan Pemda

LATESBONTANG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pedoman Tata Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) akhirnya rampung dan disahkan secara resmi oleh DPRD dan Bupati Kutai Timur (Kutim) dalam rapat paripurna pengambilan keputusan bersama, Selasa (6/6/2023).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kutim Joni didampingi Wakil Ketua II Arfan dan diikuti sejumlah anggota DPRD, serta Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta para kepala organisasi perangkat daerah.

Sebelum ditandatangani bersama, Joni selaku pemimpin rapat memberi kesempatan pada ketua pansus yakni dr Novel Tyty Paembonan untuk membacakan hasil pembahasan.

Dalam laporannya, Novel mengatakan, Raperda Pedoman Tata Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Daerah merupakan usulan pemerintah daerah dalam rangka memperbaiki kinerja aparatur pemerintahan khususnya terkait tata kelola kearsipan. Menurutnya, penataan kearsipan sangat diperlukan dalam sebuah pemerintahan, baik arsip digital maupun arsip manual yang semuanya memiliki porsi kepentingannya masing-masing.

Setelah itu, Joni menawarkan pada peserta rapat terkait persetujuan penetapan raperda tersebut menjadi perda yang kemudian dijawab setuju oleh anggota DPRD peserta rapat yang hadir.

Joni kemudian mengetuk palu tanda persetujuan DPRD. Selanjutnya, Joni memberikan kesempatan pada Bupati Kutim untuk menyampaikan pendapat akhir.

Bupati Ardiansyah menyampaikan, Perda pengelolaan arsip diperlukan untuk menunjang kegiatan administrasi dengan lebih efisien. Mulai dari pendataan, pinjaman arsip hingga restorasi dan juga preservasi arsip.

Dikatakan Ardiansyah, dalam konteks pembahasan Raperda, persetujuan bersama merupakan persyaratan wajib untuk menetapkan Rancangan peraturan daerah menjadi Peraturan Daerah. Proses akhir pembahasan Rancangan peraturan daerah yang ditandai dengan persetujuan bersama, merupakan cerminan dari hubungan kemitraan antara DPRD dan pemerintah daerah, yang dilandasi oleh semangat kemitraan dan saling menghormati, untuk menghasilkan peraturan daerah yang baik dan berkualitas

Selanjutnya, kata dia, setelah dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi bersama-sama, antara pemerintah daerah dan DPRD serta Biro Hukum Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Hukum dan HAM, baik yang berkaitan dengan legal drafting maupun materi muatan, yang pada prinsipnya telah tercapai pokok-pokok kesepahaman, pokok-pokok kesepakatan sesuai dengan laporan masing-masing dari panitia khusus,” ucap Ardiansyah saat menyampaikan pendapat akhir, dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kutim Joni.

“Setelah mendengar dan mencermati penyampaian laporan Pansus DPRD dan persetujuan anggota DPRD, saya selaku pimpinan daerah berpendapat bahwa DPRD Kutim telah memberikan persetujuan untuk menetapkan Raperda tentang Pedoman Tata Kearsipan tersebut menjadi Perda dengan persetujuan bersama,” papar Ardiansyah di rumah rapat paripurna Sekretariat DPRD Kutim, Bukit Pelangi.

Ardiansyah menambahkan bahwa dirinya menyadari, selama dalam proses pembahasan pasti muncul berbagai pandangan masukan dan saran yang sangat konstruktif, bahkan sangat mungkin terjadi silang pendapat dan beberapa adu argumentasi. Untuk itu, dia meyakini, bahwa kesemuanya itu semata-mata cerminan dari sebuah demokrasi, demi tercapainya rumusan peraturan daerah, yang terbaik dan berkualitas.

Apa yang telah dilakukan dan sepakati itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat di Kutim. Terkahir, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dewan atas segala peran sertanya. Sehingga Raperda itu dapat terselesaikan sesuai jadwal yang sudah diagendakan.

“Ucapan yang sama, juga disampaikan kepada seluruh satuan kerja Perangkat daerah Kutai Timur beserta seluruh staf yang terlibat, baik di dalam penyusunan, pembahasan hingga pengesahan peraturan daerah yang dimaksud. Semoga di atas itu semua, kita senantiasa menyadari, bahwa apa yang kita hasilkan selama ini semata-mata untuk membangun daerah Kutai Timur. Sehingga dapat membawa kepada kesejahteraan, ketertiban dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tutup Ardiansyah. (adv/i).

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Latih Instruktur PT. Yamaha Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Latih Instruktur PT. Yamaha Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) kembali menjadi mitra PT. Yamaha Indonesia untuk melaksanakan Inhouse training – Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan program Training for Trainer.

Acara ini berlangsung selama 2 hari, 29-30 Mei 2023 di sebuah hotel di kawasan Pemuda, Jakarta Timur. Instruktur dari kegiatan ini adalah Luki Tantra, salah satu senior trainer di PT. TKKI. Peserta yang hadir dalam acara ini adalah lima belas (15) staff terpilih dari level manager dan foreman dari perusahaan. Mereka adalah orang-orang yang dipilih dengan cermat untuk diikutkan dalam program ini berdasarkan potensi, keahlian, pengalaman dan jam terbang mereka.

Hadir dalam kegiatan ini Bapak Isnaini, HR Manager PT. Yamaha Indonesia. Hadir juga Ibu Rina Cahya Rini, Chief Training Department PT. Yamaha Indonesia.

Training for trainer Tenaga kerja kompeten Indonesia = Yamaha Indonesia

Ini merupakan kegiatan yang kedua setelah acara sebelumnya dihadiri oleh Vice President Director Yamaha Indonesia.

Baca Juga: Vice Presiden Director Yamaha Indonesia Tutup Acara Training for Trainer

Materi Pelatihan ini berdasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Keputusan Menaker Nomor 333 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya Golongan Pokok Aktivitas Ketenagakerjaan Bidang Standarisasi, Pelatihan Kerja dan Sertifikasi.

Joget Derago di Pelatihan PT. Yamaha Indonesia

Di pertengahan acara, semua peserta dengan dipimpin trainer melakukan Joget Derago bersama-sama. Joget derago adalah joget viral di social media tiktok yang dilakukan oleh Bapak Mulyadi. Karena joget ini seru sekali dan kekinian, hampir semua peserta dapat dengan segera mengenali joget tersebut.

Lihat rekamannya

 

Bapak Isnaeni dalam wawancaranyanya menyebutkan kebaikan program yang dilakukannya di perusahaan ini adalah bahwa pemilihan partnernya tepat. “Trainernya sangat berpengalaman dan kompeten serta menguasai materi. Ia memberikan pengajaraan yang mudah dipahami oleh peserta” demikian Pak Isnaini menyebutkan.

Video Interview Bapak isnaeni

Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) adalah Perusahaan pelatihan yang memfokuskan kepada pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatihan yang diadakan termasuk HR sertifikasi BNSP, Trainer Sertifikasi BNSP, Admin sertifikasi BNSP, Sales sertifikasi BNSP dan sebagainya.

Tentang Yamaha Indonesia

PT. Yamaha Indonesia adalah perusahaan terkenal untuk produk piano. Dikenal dengan produk yang berkualitas yang diekspor keluar negeri. Dinukil dari situsnya, Merek Yamaha diambil dari nama sang pendiri, yaitu Torakusu Yamaha. Beliau yang sangat mengenal teknologi dan pengetahuan dunia barat sejak masa mudanya, semula menyediakan pelayanan perbaikan alat-alat kedokteran. Dengan keahliannya ini, beliau diminta untuk memperbaiki sebuah organ, sebuah proyek yang akhirnya melahirkan merek Yamaha.

 

Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bakesbangpol Kutim, Dikuti Siswa dari 10 SMA/SMK

Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bakesbangpol Kutim, Dikuti Siswa dari 10 SMA/SMK

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bagi Generasi Muda di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (5/6/2023).

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan diikuti oleh siswa SMA dan SMK yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Sangatta Utara.

Sebelum dimulai, Ketua Panitia yang tak lain Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni mengungkapkan tujuan sosialisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pemuda agar memahami akan pentingnya kewaspadaan dini.

“Kewaspadaan dini dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, serta menciptakan pemuda yang berintegritas, bersahaja dan berwawasan kebangsaan Indonesia,” jelasnya.

Dilaporkan Basuni, kegiatan sosialisasi ini dikuti 10 SMA dan SMK yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Sangatta Utara. Masing-masing sekolah, kata dia, terdiri dari 8 orang siswa dan 2 orang guru pendamping.

Adapun sekolah yang dimaksud antara lain, SMAN 1 Sangatta Selatan, SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN 2 Sangatta Utara, SMAIT Daarusalam, SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah, SMK Keperawatan Singa Geweh, SMK Hasanuddin, dan MA Nurul Hikmah.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya mengajak para pemuda untuk bisa melihat tantangan sebagai suatu hal kemajuan, bukan sebagai penghalang maju. Ia mencontoh tantangan dalam mengahadapi bahaya narkoba atau sejenisnya, serta membentengi diri untuk tidak terlibat dengan pergaulan bebas.

“Generasi muda harus mewaspadai narkoba, karena Kutai Timur merupakan jalur masuk Narkoba di wilayah Kalimantan, baik jalur utara maupun jalur barat. Diharapkan generasi muda tidak terlibat dengan pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat komix,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah menyatakan, Pemkab Kutim menyambut baik dilaksanakannya Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bagi Pemuda, yang bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada generasi muda, terkait semangat dan upaya menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

Dia menyebut berbagai tantangan serta ancaman yang mengarah pada rapuhnya keutuhan NKRI. Hal ini, lanjut dia, masih dan akan terus ada serta berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan bertumbuhkembangnya paham-paham radikalisme dan rusaknya mental generasi muda

“Generasi milenial akan memainkan peran penting dalam keberlangsungan berbangsa dan bernegara, yang memiliki relasi yang baik melalui sosial media, namun karena hidup di era seba otomatis, cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan dan sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya,” papar Ardiansyah.

Dalam kegiatan yang digelar mulai pukul 13.00 WITA, panitia menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten. Untuk pemateri pertama yaitu Kasatbinmas Polres Kutim IPTU Suparmin dengan judul materi Sosialisasi kenakalan Remaja. Dikatakan, remaja adalah mereka yang berusia 13 – 21 tahun, dengan pertimbangan pada usia tersebut, terdapat berbagai masalah dan krisis diantaranya; krisis identitas, kecanduan narkotik, kenakalan, tidak dapat menyesuaikan diri di sekolah, konflik mental dan terlibat kejahatan.

Dia menyebut kenakalan rema menunjukan pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma – norma yang ada dalam masyarakatnya. Penyebab faktor kenakalan remaja, antara lain : kurangnya kasih saying ortu, kurangnya pengawasan ortu, pergaulan dengan teman tidak sebaya, peran perkembangan IPTEK yang berdampak negatif, dasar -dasar agama yang kurang, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi, kebebasan yang berlebihan, masalah yang dipendam. ‘Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan Narkoba diluar keperluan medis tanpa pengawasan dokter dan masyarakat dan merupakan perbuatan yg melanggar hukum UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU RI No. 22 tahun 1997 tentang narkotika,’ jelasnya.

Untuk pemateri kedua yakni Ketua FKDM Kutim, H. Khoirul Arifin. Ia membawakan dengan Judul Peran kewaspadaan melalui Upaya Deteksi dan Cegah Dini Potensi ATHG pada generasi muda.

Dalam paparannya, Khoirul mengemukakan bawa berdasarkan pasal 3 peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, maka Pemerintah dan Pemerintah daerah sesuai kewenangan utk melaksanakan pencegahan konflik (potensi ATHG). Pon lain yang disampaikan antara lain, FKDM terbentuk dari Permendagri 12 tahun 2006,Keberhasilan suatu negara bisa dilihat dari kualitas bangsanya. Peran Pemuda yang besar bagi perubahan – perubahan sosial di lingkungan dan sering disebut agen of change, Menjunjung tinggi persatuan bangsa, pemuda memiliki tantang agar tidak ada lagi perpecahan yang terjadi, Menjaga kedamaian dengan sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, antar suku dan bangsa, maupun antar budaya, dan Pemuda sebagai agen perubahan, kenali potensi ATHG di sekitar kita yg dapat merusak generasi muda dan bisa mendeteksi sejak dini munculnya ATHG.

Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu Korwil Bin Kutim Imam dengan judul materi peran generasi muda dalam kewaspadaan Dini terhadap ATHG.

Tak jauh berbeda dengan Khoirul, Imam memaparkan seputar maraknya peredaran narkoba, dan kasus yang sering menyerang anak muda, narkoba, pergaulan bebas, tawuran.

Usai penyampaian materi, acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pun quiz dengan diberikan pertanyaan dari materi yang telah disampaikan, dan Pemutaran video tentang radikalisme. Pukul 16.00 WITA, acara sosialisasi selesai dalam keadaan tertib dan aman. (adv).

Kepala Disdikbud Kutim Beber 3 Program Unggulan Pendidkan

Kepala Disdikbud Kutim Beber 3 Program Unggulan Pendidkan

LATESBONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono membeberkan 3 progam unggulan dan agenda kerja yang sudah dilaksanakan.

“Untuk pendidikan sendiri memang ada tiga program unggul yakni pemenuhan kebutuhan infrastruktur, akreditasi, pemerataan sumber daya manusia kalangan guru,” terang Mulyono.

Untuk salah satu agenda kerja yang telah dilaksanakan, Mulyono mengatakan, memonitoring langsung 800 sekolahan terdiri dari TK/PAUD, SD dan SMP yang tersebar di Kutim.

“Tujuan saya ke sekolah – sekolah selain untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap usulan – usulan apa saja yang dibutuhkan sekolahan,” bebernya.

Terkait usulan seperti bangunan sekolah, rehab, dan ruang kelas, Mulyono mengatakan, pihaknya juga disuport mitra stake holder seperti perusahaan, “sementara terkait akses jalan menuju suatu sekolah barulah kami larikan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ulasnya.

Sola lain – mengenai penerimaan beasiswa sekolah, dia berujar “kalau beasiswa berdasarkan usulan pihak sekolah. Ada dua jenis beasiswa yang ditangani beasiswa SD dan SMP,” jelas Mulyono.

Mulyono mengungkapkan sementara untuk beasiswa SMA hingga perguruan tinggi dapat diusulkan pada Kesra di Kantor Bupati Kutim. (adv).

DPBD Kutim Harap Masyarakat Peduli Api Pioner Relawan Pengendalian Karhutla

DPBD Kutim Harap Masyarakat Peduli Api Pioner Relawan Pengendalian Karhutla

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jauh – jauh hari sudah mempersiapkan langkah strategis untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya dengan membentuk relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam menyatakan, relawan MPA untuk pencegahan penanggulangan kebakaran telah dibentuk sejak tahun 2020. Mereka tersebar di 72 desa dari 147 desa yang ada di Kabupaten Kutim.

“Relawan ini dibentuk sejak tahun 2020 lalu dan telah tersebar di 72 desa dari 147 desa yang ada di Kabupaten Kutim,” terang d Idris Syam kepada awak media, Rabu (31/5/2023).

Idris Syam mengatakan, para relawan ini diharapkan jadi garda terdepan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Jadi kita harapkan nanti, relawan-relawan (MPA) ini yang merupakan pionir dalam hal penanggulangan bencana bisa optimal bekerja,” ucap Idris Syam

Ia mengungkapkan hampir semua wilayah di Kutim memiliki kawasan hutan atau perkebunan yang luas menjadi daerah rawan kebakaran.

“Selama ini kita selalu berkoordinasi dan meningkatkan kegiatan patroli tentunya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pihak desa dan relawan-relawan lain,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa potensi-potensi titik api yang muncul karena cuaca kering di Kutai Timur cukup besar dan tersebar di kecamatan-kecamatan.

“Ini kita harus waspada setiap ada terik matahari yang cukup tinggi, oleh sebab itu kami menyebarluaskan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa mulai bulan Juni hingga Agustus 2023 mendatang, jumlah hari kering lebih banyak artinya jika jumlah hari kering meningkat maka potensi kebakaran lebih besar.

“Tim gabungan pencegahan dan penanggulangan bencana alam diberikan simulasi untuk melatih kekompakan para relawan-relawan.Ini perlu keterpaduan kita, kesiapan kita mulai dari jajaran kabupaten, yang dapat diteruskan di kecamatan hingga desa,” tandasnya. (adv)

DPRD Kutim Dorong Solusi Gagal Panen Petani dengan Program Insentif dan Asuransi

DPRD Kutim Dorong Solusi Gagal Panen Petani dengan Program Insentif dan Asuransi

LATESBONTANG – Usaha di sektor pertanian dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi. Antara lain kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit tumbuhan yang rentan sebabkan kerugian bagi para petani.

Untuk itu, anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif kepada petani, atau menjalankan program asuransi pertanian sebagai langkah antisipasi dan bentuk bantuan apabila petani mengalami gagal panen.

Dia mengatakan, tantangan menjadi petani di Kutim sangat besar, sebab membutuhkan modal besar, sementara hasil kecil dan terkadang modal tak kembali.

“Seharusnya pemerintah memberikan insentif bagi petani. Kalaupun insentif itu tidak diberikan, kita minta supaya di fasilitasi asuransi untuk penanaman dan ketika gagal panen bisa diklaim asuransi itu,” ucap Faizal Rachman di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (30/5/2023).

Politisi Partai PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan banyak petani binaannya yang sudah mengeluarkan biaya besar, namun gagal panen karena hama.

“Petani sawah kita itu tantangannya luar biasa, hampir rata-rata sawah-sawah yang ada sudah dikelilingi lahan sawit. Sementara lahan sawit itu serangga atau hamanya luar biasa banyak,” ungkapnya.

Bukan hanya persoalan hama, lanjut Faisal beban petani juga soal harga obat pembasmi hama yang terus naik, sehingga perlu modal besar.

“Makanya saya bilang, petani kita ini harus terus diberikan insentif karena cost produksi kita ini tinggi. Kalau sudah dua kali dia tanam terus gagal panen terus, selesai sudah modal sudah tidak ada, kan kasihan dia,” pungkasnya. (adv).

Copyright © 2026 LatestIDN