Rapat Evaluasi Serapan ABPD Kutim 2023 ‘Gantung’, Ini Penyebabnya

Rapat Evaluasi Serapan ABPD Kutim 2023 ‘Gantung’, Ini Penyebabnya

LATESBONTANG – Evaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 gagal dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Sekda Kutai Timur (Kutim) selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Agenda rapat yang digelar pada Senin (29/5/2023) akhirnya belum mendapat kesimpulan yang pasti.

Dalam rapat tersebut, pembahasan tentang evaluasi serapan APBD 2023 tidak dapat disimpulkan oleh DPRD Kutim karena belum adanya pembahasan yang tuntas dengan TAPD.

Wakil Ketua I DPRD Kutim, Asti Mazar menyebut Sekda belum berkesempatan hadir dalam rapat Banggar dengan TAPD. Menurutnya, agenda rapat tersebut evaluasi atau mensinkronisasikan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan dan yang belum berjalan pada APBD 2023.

“Jadi tunggu saja informasi selanjutnya setelah Sekda hadir, karena kami meminta Sekda untuk memberikan penjelasan terkait pembahasan-pembahasan anggaran yang intens kami lakukan dan juga pembahasan APBD perubahan 2023,” ucap Asti Mazar Bulang usai mengikuti rapat banggar bersama TAPD di Ruang Hearing DPRD Kutim, Senin (29/5/2023).

Sebelum rapat, Asti Mazar mengungkapkan bahwa para anggota DPRD Kutim mengelar rapat internal Banggar terkait sejauh mana penetapan anggaran 2023.

“Kalau rapat dengan TAPD, kami tidak menindaklanjuti pertemuan, karena kepala TAPD Kutim tidak hadir jadi belum bisa kami komentari. Namun untuk rapat internal Banggar, banyak masuk dari teman-teman dewan terkait penyerapan anggaran dari awal bulan 1 sampai bulan 5 ini,” pungkasnya. (adv/HR)

RSUD Kudungga Raih Akreditasi Paripurna, Ini Kata Anggota DPRD Kutim David Rante

RSUD Kudungga Raih Akreditasi Paripurna, Ini Kata Anggota DPRD Kutim David Rante

LATESBONTANG – Predikat akreditasi paripurna diraih Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).

Capaian tersebut tanggapi oleh Anggota DPRD Kutim, David Rante. Meski mengakui capaian tersebut, ia meminta RSUD Kudungga untuk dapat memberikan pelayan paripurna juga kepada masyarakat.

“Dengan akreditasi paripurna yang didapatkan RSUD Kudungga, pelayanan yang diberikan juga harus paripurna,” tegas David Rante kepada awak media di Gedung DPRD Kutim, Senin (29/5/2023).

Manajemen RSUD Kudungga membeberkan bahwa rumah sakit tersebut telah lulus akreditasi dengan predikat Paripurna oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).

David Rante mengatakan, predikat yang didapatkan ujungnya bermuara kepada pelayanan. Hal terpenting adalah mewujudkan standar tertinggi itu dalam pelayanan terbaik yang diberikan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa puas.

“Kalau memang sudah paripurna berarti kita berusaha supaya pelayanan-pelayanan kepada masyarakat itu bisa membuat masyarakat merasa senang dan terlayani dengan baik,” ucap David Rante.

Menurut anggota Komisi B DPRD Kutim tersebut, kerja keras dari pihak RSUD Kudungga harus dibuktikan dan juga harus direalisasikan dengan baik agar semuanya bisa terwujud.

“Di satu sisi kita mendapat predikat paripurna dibarengi juga dengan pelayanan yang paripurna, jangan sampai predikatnya saja yang paripurna tapi pelayanan kepada masyarakat tidak, itu juga memunculkan persoalan,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengungkapkan bahwa inti dari tujuan hal tersebut adalah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kutim.

“Inikan sebagai indikator untuk mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh RSUD Kudungga saat ini memang sudah paripurna,” tandasnya. (adv/HR).

Dukung Rencana Turnamen Voli Bupati Cup Kutim, Arfan: Olahraga Harus Bergairah

Dukung Rencana Turnamen Voli Bupati Cup Kutim, Arfan: Olahraga Harus Bergairah

LATESBONTANG – Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur (Kutim), H. Arfan, SE, Msi mendukung rencana Bupati Kutim yang ingin menjadikan bola voli sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang Bupati Cup.

“Tentu saja kita mendukung kegiatan turnamen bola voli Bupati Cup, seperti yang disampaikan Bapak Bupati itu,” ujar Arfan, Senin (29/5/2023).

Arfan meyakini, di daerah ini banyak sekali anak muda yang berpotensi dan memiliki bakat untuk bisa menjadi pemain profesional seperti daerah lainnya. Untuk itu perlu adanya pemberdayaan terkait SDM maupun hal lainnya yang sifatnya menghidupkan kembali dunia olahraga daerah.

“Kita juga berharap dinas terkait bisa terus ambil peranan dan memperhatikan selalu para atlit voli di Kutim ini,” timpalnya.

Sebagai wakil rakyat, dirinya ingin memantau langsung perkembangan bola voli di Kutim. Dia berharap kedepannya, akan ada pemain dari daerah ini ikut memperkuat squad di timnas.

“Olahraga harus bergairah, termasuk cabang olahraga voli, ” tutup legislator Partai Nasdem itu.

Diketahui, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan dalam laga Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2023 yang mempertemukan antara Tim Ayris Bontang melawan Tim Kodim 0909/KTM mengungkapkan terkait rencana turnamen bola voli Bupati Cup.

“Mudah-mudahan ini menjadi sesuatu yang kebanggaan, Insya Allah Kutim sejak setahun yang lalu sudah ada sepakbola Bupati Cup, bulutangkis Bupati Cup, Tenis Meja Bupati Cup, lomba memancing Bupati Cup dan nanti Voli ball terbuka juga Bupati Cup,” ujarnya.(*).

Kutim Butuh Dukungan Pusat Bangun Infrastruktur TIK

Kutim Butuh Dukungan Pusat Bangun Infrastruktur TIK

LATESBONTANG – Pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kutai Timur (Kutim) diakui belum memadai. Selain dukungan anggaran yang masih minim, pengembangan infrastruktur TIK membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Staper) Kutim, Ery Mulyadi menjelaskan, pihaknya membutuhkan kerjasama pemerintah pusat dalam rangka kolaborasi program pembangunan fasilitas TIK. Khususnya dari Kementerian Kominfo.

Dia menyebut Pembangunan infrastruktur TIK, bukan hanya bersifat aplikasi yang tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Namun biaya yang besar harus ditopang APBN.

“Dan yang memerlukan dana yang cukup besar harusnya ada dukungan dari pemerintah pusat,” tutur Ery Mulyadi, ditemui usai mengikuti kunjungan ke Jakarta Smart City, di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/5/2023) bersama dengan perangakat daerah lainnya di Pemprov Kaltim.

Lebih lanjut Ery menuturkan, Kementerian Kominfo mungkin satu-satunya Kementerian yang tidak memiliki Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tadi kami menyampaikan, mudah-mudahan kedepannya ada semacam DAK dari Kementerian Kominfo untuk membantu daerah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur TIK,” kata Ery.

Seperti diketahui selama ini sambung Ery, pembangunan infrastruktur di bidang TIK di daerah, hanya dilaksanakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Kenapa dana yang cukup besar itu, tidak diserahkan kepada daerah-daerah? Sebab yang tahu kebutuhan membangun atau permasalahan di daerah adalah pemerintah daerah. Dan ketidak ada permasalahan itu tanggung jawab daerah,” ujarnya.

Terkait pembangunan yang dilakukan oleh BAKTI, ia mengakui minim melakukan koordiansi dengan daerah. Kedepannya, Ery berharap agar ada koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan TIK. (adv/Kominfo/IRS).

Wakil Ketua II dan Anggota DPRD Kutim Sosperda Ketenagakerjaan di Rantau Pulung

Wakil Ketua II dan Anggota DPRD Kutim Sosperda Ketenagakerjaan di Rantau Pulung

LATESBONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perda (Sosperda) ke I tahun anggaran 2023, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Rantau Pulung, Kamis (25/5/2023)

Hadir Anggota DPRD Dapil 2 (Rantau Pulung, Bengalon, Sangatta Selatan, dan Teluk Pandan) dalam kesempatan tersebut yakni, Wakil Ketua II Arfan, Novel Tyth Paembonan, Hasnah, dan Hj. Fitriyani.

Sementara dari pemerintahan sendiri dihadiri oleh Sekretaris Disnakertrans Kutim yang bertindak sebagai narasumber, serta perwakilan pemerintahan kecamatan dan desa di wilayah Rantau Pulung. Nampak pula sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir.

Dalam agenda Sosper kali ini DPRD Kutim mensosialisasi Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kutim No 1 Tahun 2022, tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan.

Agenda Sosper ke 1 Tahun Anggaran 2023 yang dilaksanakan di Kecamatan Rantau Pulung itu dipimpin langsung Wakil Ketua 2 Arfan yang mengawali sambutan mewakili Anggota DPRD Dapil 2.

“Peraturan pemerintah tentang tenaga kerja oleh pemerintah ini adalah peraturan yang selalu digaungkan oleh tenaga kerja kita, sehingga rekan-rekan DPRD tahun ini sudah bekerja maksimal agar peraturan ini segera di sahkan bersama pemerintah,” ungkap Arfan dalam sambutannya.

Dikatakan Arfan terkait pengesahan perda tenaga kerja sendiri belum dapat secara maksimal, “namun belum terlaksana maksimal karena belum disosialisasikan,” tambahnya.

“Hari ini peraturan daerah itu akan disampaikan dan di sosialisasikan, dan bukan hanya disosialisasikan tapi perlu pemahaman dan pendalaman lebih jauh, sehingga apa yang dihasilkan dan diperintahkan oleh perda ini mari kita ta’ati dan jalankan bersama-sama,” ucap politisi dari Partai Nasdem itu.

Diketahui Sosperda kali ini merupakan titi terakhir pelaksanaan Sosperda oleh DPRD Kutim tentang Ketenagakerjaan, sebelumnya Anggota DPRD dari Dapil 1,3,dan 4 telah lebih dulu mensosialisasikan peraturan daerah tersebut di wilayahnya masing-masing.(adv).

DPRD Kutim Soroti Perbup Pendukung Perda Ketenagakerjaan yang Belum Terbit

DPRD Kutim Soroti Perbup Pendukung Perda Ketenagakerjaan yang Belum Terbit

LATESBONTANG – Perda Nomor 1 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan Kutai Timur (Kutim) mengatur tentang pembagian tenaga kerja dengan perbandingan 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen untuk non lokal. Persoalannya saat ini, Peraturan Bupati (Perbup) sebagai pendukung regulasi itu belum juga diterbitkan.

Perbup dinilai penting sebab menjadi landasan dan monitoring untuk pelaksanaan Perda.

“Mengapa sampai saat ini belum ada aturan terkait dengan sistem dan cara rekrutmen tenaga kerja, karena peraturan bupati-nya belum selesai,” ucap David Rante, Anggota DPRD Kutim saat Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di BPU Kantor Desa Sangatta Utara, Selasa (23/5/2023).

Politisi Partai Gerindra itu meminta Disnakertrans sebagai leading sektor bergerak cepat. Menyelesaikan persolan, ihwal perda penyelanggara ketenagakerjaan yang belum memiliki perbup.

Ia menilai Perda yang lahir atas inisiatif dewan itu menjadi kesempatan yang baik bagi tenaga kerja lokal.

“Rekrutmen yang sudah masuk kita kan tidak tau, tapi ketika ada peraturan teknis dalam peraturan bupati semuanya pasti akan terpantau,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif melalui Sekretaris Disnakertrans Kutim Pither Buyang mengatakan dalam pelaksanaan Perda Ketenagakerjaan akan ditindaklanjuti dengan Perbup yang menjadi landasan untuk pelaksanaan dan monitoring tentang perda Ketenagakerjaan tersebut.

“Sampai saat ini Perbup itu masih on proses. Ada hal-hal kritikal yang masih butuh penajaman, namun kami tetap berkonsultasi atau berkoordinasi baik secara horizontal maupun vertikal atau bahkan ke dinas-dinas kabupaten kota yang lain,” pungkasnya. (adv).

Bupati Kutim Saksikan Partai Final Turnamen Voli Dandim 0909/KTM Cup 2023

Bupati Kutim Saksikan Partai Final Turnamen Voli Dandim 0909/KTM Cup 2023

LATESBONTANG – Partai final Turnamen Voli Dandim Cup 2023 yang mempertemukan Tim Kodim 0909/KTM dengan Tim Airis Bontang berlangsung meriah dan sengit. Ribuan masyarakat antusias dan memadati lapangan Voli Koramil 0909-01 Sangatta, menyaksikan kedua tim tersebut unjuk kebolehan, Selasa (23/5/2023) malam.

Dalam partai final tersebut, Tim Voli Airis Bontang lebih unggul dari tuan rumah. Meskipun laga berlangsung sengit, namun tim voli Kodim 0909/KTM harus mengakui tim tamu itu lantaran kalah tiga set tampa balas, sektor 3-0.

Dengan demikian, tim Voli Airis Bontang keluar sebagai juara I dan berhak mendapatkan pialah dan uang pembinaan.

Dandim 0909/Kutai Timur, Letkol Inf Adi Swastika didampingi Ketua Panitia, Kapten Inf Arif Safardiyatno mengungkapkan, Kodim 0909/Kutai Timur turut serta dalam meningkatkan prestasi kaum muda yang ada di wilayah Kodim 0909/Kutai Timur, dengan membina atlet Bola Volley berbakat agar dapat meningkatkan prestasi. Baik di ajang daerah maupun ajang nasional, dengan ikut mengadakan turnamen Dandim 0909/KTM Cup Tahun 2023 yang digelar di lapangan Volley Koramil 0909-01 Sangatta, Jalan Jenderal Sudirman Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Dia menyatakan, partai final merupakan laga puncak setelah dimulai dan dibuka pada 12 Mei kemarin. Total 14 tim volley putra yang turut meramaikan turnamen tersebut.

“Sejak tanggal 12 Mei 2023 sampai dengan 23 Mei 2023 yang diikuti oleh 14 tim volley putra, baik dari Kabupaten Kutai Timur sendiri maupun dari luar, seperti tim dari Kota Bontang,” jelas Dandim 0909/Kutai Timur Letkol Inf Adi Swastika.

Lebih lanjut Dandim 0909/KTM menjelaskan bahwa turnamen ini bertujuan untuk mencari atlet muda bola volley berbakat yang di harapkan kedepannya dapat mengharumkan Kabupaten Kutai Timur pada khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya dalam event terbuka.

Selain itu, lanjut dia, turnamen bola volley Dandim Cup ini juga sebagai ajang silahturahmi dan hiburan bagi warga masyarakat Sangatta yang memang sangat membutuhkan adanya hiburan dan tontonan sehingga setiap kali dimulainya pertandingan turnamen ini. “Selalu diramaikan oleh para penonton dan penghobi olah raga bola volley,” beber Letkol Inf Adi Swastika.

Dia menabahkan, Turnamen Dandim Cup Tahun 2023 ini, selain sebagai ajang pencarian bibit atlet muda berbakat, juga sebagai sarana bagi atlet volley yang ingin dan bercita cita menjadi anggota TNI AD melalui jalur prestasi olahraga. “Serta memperkuat Kemanunggalan TNI Rakyat melalui olahraga pungkas,” papar Dandim.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi turnamen voli Dandim Cup 2023 ini. Dikatakan, dengan menghadirkan pemain-pemain pro liga dan nasional, turnamen menyuguhkan permainan yang luar biasa.

“Coaching gratis dari permainan mereka, bisa dimanfaatkan oleh para pemain kita untuk melihat teknik dan sebagainya,” ucap Ardiansyah Sulaiman.

Ardiansyah berharap, turnamen ini menjadi modal pengembangan voli ball di Kabupaten Kutai Timur.

“Insya Allah dengan Dandim Cup ini, saya berencana untuk menjadikan agenda dalam Piala Bupati Cup untuk voli ball. Mudah-mudahan tahun ini kita coba nanti lakukan dengan open turnamen sehingga bisa juga menghadirkan para pemain nasional, dengan persyaratan satu tim hanya boleh satu atau dua pemain nasional,” pungkasnya.

Selain partai final, turnamen Dandim Cup di kesempatan yang sama itu juga mempertemukan tim PT KPC dengan tim KKSS. Di laga ini, tim KPC unggul dengan skor 3-0 dan keluar sebagai juara ke 3.

Sedangkan untuk pemain terbaik, diraih oleh tim dari Airis Bontang atas nama Dimas Saputra.

Final Turnamen Dandim 0909/KTM Cup tahun 2023 ini ditutup langsung oleh Bupati Kutai Timur Drs H. Ardiansyah Sulaiman dan didampingi oleh Dandim 0909/Kutai Timur Letkol Inf Adi Swastika, Danlanal Sangatta Letkol Laut Shodikin, Kapolres Kutai Timur AKBP Roni Bonic , Kadis LH, Kadispora Kutai Timur, Ketua PBVSI Kutai Timur Tirah Satriyani. (adv).

Bupati Nilai Kutim “Magic Land”

Bupati Nilai Kutim “Magic Land”

LATESTBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menilai daerahnya sebagai “Magic Land” alias daerah ajaib yang memiliki potensi besar di berbagai sektor.

Hal tersebut disampaikan saat membuka pelatihan dasar pemandu wisata di Ruang D’lounge Hotel Royal Victoria, Kutim, Senin (22/05/2023) pagi.

Pelatihan dasar pemandu wisata digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim dan dihadiri Kadispar Kutim Nurullah, Sekretaris Dispar Hj. Tirah Satriani, Ketua KPI Kutim Awang Jumri dan para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan Kutai Timur adalah Magic land, harus diyakini bahwa semuanya ada di Kutim, baik pantai dengan pesona alamnya, budaya dan produk kekayaan alam semuanya ada di Kutim.

“Salah satu contoh di Yogyakarta, ada tambang batu yang sudah tidak lagi ditambang oleh masyarakat, tapi meninggalkan keindahan gunung batu yang di jadikan pemerintah daerah setempat itu dijadikan destinasi wisata tebing breksi. kita juga punya, letaknya ada di gunung Kongbeng,” ucap Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Orang nomor satu di Kutim itu mengungkapkan bahwa hasil produk alam yang menyisakan alam, apabila dipoles akan menjadikan destinasi wisata yang indah.

“Kita juga punya bahkan masih beroperasi, misalnya persawahan akan kita sulap juga dengan ekowisata dan sekarang sedang dibangun di persawahan Desa Bumi Rapa Kecamatan Kaubun,” ungkapnya.

Menurutnya, jangan biarkan petani mengelola sawah hanya menunggu panen yang lama, biarkan mereka sambil menunggu panen namun setiap hari memiliki pemasukan dengan mengelola ekowisata.

“Kita siapkan didalam persawahan itu jalan yang representatif, tetapi kendaraan tidak boleh masuk dan bikin Gasebo-gasebo yang representatif yang di dalamnya ada kolam ikan. Sehingga masyarakat yang ingin istirahat sambil mancing, kemudian retribusinya dikelola kelompok tani yang bersangkutan agar jadi pemasukan bagi mereka,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Nurullah mengatakan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pelatihan dasar pemandu wisata, dapat terbentuk tour guide yang mampu memberikan informasi destinasi wisata yang ada di Kutai Timur.

“Ini kalau kita tidak ada ujung tombak yang memberikan informasi kepada wisatawan tentunya destinasi tersebut tidak diketahui oleh masyarakat,” tandasnya. (adv).

Buka Bimtek Jitupasna dan R3PB, Ini Harapan Bupati Kutim

Buka Bimtek Jitupasna dan R3PB, Ini Harapan Bupati Kutim

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyusunan tentang Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3PB), Senin, Senin (22/05/2023) pagi.

Bimtek digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sama BPBD Kutim di Hotel Royal Victoria.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah mengatakan, pemahaman tentang tanggap darurat bencana menjadi instrumen penting di setiap daerah, sehingga pemerintah bisa mengambil langkah dalam menangani wilayah yang rawan terjadi bencana.

“Saya terima kasih kepada BPBD provinsi Kaltim melaksanakan Bimtek Jitupasna dan R3PB tahun 2023 khusunya di Kutim, semoga yang diutus masing-masing OPD menjadikan pertemuan ini sebagai penetapan teknis dalam rangka membuatkan kebijakan nantinya,” ucapnya.

Menurutnya, Tanpa kebijakan akan menimbulkan masalah nantinya. Sehingga perlu detail dalam mengambil kebijakan.

“Saya berharap hasil dari bimtek ini, semoga saja menghasilkan produk yang nantinya akan menjadi bahan panduan dari Kutai Timur untuk membuatkan kebijakan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Kaltim Andi Wahyudi, mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana yang memerlukan proses penilaian atas kerusakan dan kebutuhan yang bersifat komprehensif baik fisik maupun kemanusiaan.

“Ini yang menjadi latar belakang adanya bimtek kali ini dengan narasumber dari Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diikuti 30 peserta dari instansi lingkungan Pemkab Kutim,” tandasnya.

Diketahui, Bimtek tersebut berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 hingga 25 Mei 2023. (adv).

Pansus DPRD Kutim Sampaikan Hasil Rekomendasi Terhadap Tambahan Penyertaan Modal BPR, Ini Hasilnya

Pansus DPRD Kutim Sampaikan Hasil Rekomendasi Terhadap Tambahan Penyertaan Modal BPR, Ini Hasilnya

LATESBONTANG – Masa kerja Panitia Khusus (Pansus) terhadap Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutim memasuki babak akhir. Kesimpulan dan rekomendasi menjadi ujung dari kerja-kerja Pansus DPRD Kutim setelah melalui pembahasan bersama perangkat daerah. Lantas, bagaimana hasil rekomendasi pansus, apa saja?.

Ketua Pansus DPRD Kutim, Hepnie Armansyah dalam rapat paripurna ke 7 menyampaikan beberapa rekomendasi pansus sebelum dilakukannnya persetujuan Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutim.

Dalam pemaparannya, Hepnie Armansyah mengatakan penambahan penyertaan modal daerah pada BPR Kutim bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim tahun anggaran 2023 dan tahun anggaran 2024.

“Hal ini harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab,” papar politisi Partai PPP tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 154 tentang Tugas dan Wewenang DPRD kabupaten/kota mempunyai tugas dan wewenang serta membahas dan memberikan persetujuan rancangan Perda mengenai APBD yang diajukan oleh bupati.

“Panitia Khusus penambahan penyertaan modal daerah pada BPR Kutim memberikan rekomendasi kepada Pimpinan DPRD untuk memberikan persetujuan terhadap Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah pada BPR Kutim menjadi Perda Penambahan Penyertaan Modal Daerah pada BPR Kutim,” pungkasnya.

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kutim, Joni S.Sos didampingi Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar Bulang, di hadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, 25 anggota DPRD Kutim, unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (adv/It)

Copyright © 2026 LatestIDN