PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Latih Instruktur PT. Yamaha Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Latih Instruktur PT. Yamaha Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) kembali menjadi mitra PT. Yamaha Indonesia untuk melaksanakan Inhouse training – Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan program Training for Trainer.

Acara ini berlangsung selama 2 hari, 29-30 Mei 2023 di sebuah hotel di kawasan Pemuda, Jakarta Timur. Instruktur dari kegiatan ini adalah Luki Tantra, salah satu senior trainer di PT. TKKI. Peserta yang hadir dalam acara ini adalah lima belas (15) staff terpilih dari level manager dan foreman dari perusahaan. Mereka adalah orang-orang yang dipilih dengan cermat untuk diikutkan dalam program ini berdasarkan potensi, keahlian, pengalaman dan jam terbang mereka.

Hadir dalam kegiatan ini Bapak Isnaini, HR Manager PT. Yamaha Indonesia. Hadir juga Ibu Rina Cahya Rini, Chief Training Department PT. Yamaha Indonesia.

Training for trainer Tenaga kerja kompeten Indonesia = Yamaha Indonesia

Ini merupakan kegiatan yang kedua setelah acara sebelumnya dihadiri oleh Vice President Director Yamaha Indonesia.

Baca Juga: Vice Presiden Director Yamaha Indonesia Tutup Acara Training for Trainer

Materi Pelatihan ini berdasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Keputusan Menaker Nomor 333 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya Golongan Pokok Aktivitas Ketenagakerjaan Bidang Standarisasi, Pelatihan Kerja dan Sertifikasi.

Joget Derago di Pelatihan PT. Yamaha Indonesia

Di pertengahan acara, semua peserta dengan dipimpin trainer melakukan Joget Derago bersama-sama. Joget derago adalah joget viral di social media tiktok yang dilakukan oleh Bapak Mulyadi. Karena joget ini seru sekali dan kekinian, hampir semua peserta dapat dengan segera mengenali joget tersebut.

Lihat rekamannya

 

Bapak Isnaeni dalam wawancaranyanya menyebutkan kebaikan program yang dilakukannya di perusahaan ini adalah bahwa pemilihan partnernya tepat. “Trainernya sangat berpengalaman dan kompeten serta menguasai materi. Ia memberikan pengajaraan yang mudah dipahami oleh peserta” demikian Pak Isnaini menyebutkan.

Video Interview Bapak isnaeni

Tentang PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia

PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia (TKKI/TenagaKompeten.com) adalah Perusahaan pelatihan yang memfokuskan kepada pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatihan yang diadakan termasuk HR sertifikasi BNSP, Trainer Sertifikasi BNSP, Admin sertifikasi BNSP, Sales sertifikasi BNSP dan sebagainya.

Tentang Yamaha Indonesia

PT. Yamaha Indonesia adalah perusahaan terkenal untuk produk piano. Dikenal dengan produk yang berkualitas yang diekspor keluar negeri. Dinukil dari situsnya, Merek Yamaha diambil dari nama sang pendiri, yaitu Torakusu Yamaha. Beliau yang sangat mengenal teknologi dan pengetahuan dunia barat sejak masa mudanya, semula menyediakan pelayanan perbaikan alat-alat kedokteran. Dengan keahliannya ini, beliau diminta untuk memperbaiki sebuah organ, sebuah proyek yang akhirnya melahirkan merek Yamaha.

 

Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bakesbangpol Kutim, Dikuti Siswa dari 10 SMA/SMK

Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bakesbangpol Kutim, Dikuti Siswa dari 10 SMA/SMK

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bagi Generasi Muda di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (5/6/2023).

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan diikuti oleh siswa SMA dan SMK yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Sangatta Utara.

Sebelum dimulai, Ketua Panitia yang tak lain Kepala Bakesbangpol Kutim Muhammad Basuni mengungkapkan tujuan sosialisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pemuda agar memahami akan pentingnya kewaspadaan dini.

“Kewaspadaan dini dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, serta menciptakan pemuda yang berintegritas, bersahaja dan berwawasan kebangsaan Indonesia,” jelasnya.

Dilaporkan Basuni, kegiatan sosialisasi ini dikuti 10 SMA dan SMK yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Sangatta Utara. Masing-masing sekolah, kata dia, terdiri dari 8 orang siswa dan 2 orang guru pendamping.

Adapun sekolah yang dimaksud antara lain, SMAN 1 Sangatta Selatan, SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN 2 Sangatta Utara, SMAIT Daarusalam, SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah, SMK Keperawatan Singa Geweh, SMK Hasanuddin, dan MA Nurul Hikmah.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya mengajak para pemuda untuk bisa melihat tantangan sebagai suatu hal kemajuan, bukan sebagai penghalang maju. Ia mencontoh tantangan dalam mengahadapi bahaya narkoba atau sejenisnya, serta membentengi diri untuk tidak terlibat dengan pergaulan bebas.

“Generasi muda harus mewaspadai narkoba, karena Kutai Timur merupakan jalur masuk Narkoba di wilayah Kalimantan, baik jalur utara maupun jalur barat. Diharapkan generasi muda tidak terlibat dengan pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat komix,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah menyatakan, Pemkab Kutim menyambut baik dilaksanakannya Sosialisasi Kewaspadaan Dini Bagi Pemuda, yang bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada generasi muda, terkait semangat dan upaya menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

Dia menyebut berbagai tantangan serta ancaman yang mengarah pada rapuhnya keutuhan NKRI. Hal ini, lanjut dia, masih dan akan terus ada serta berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan bertumbuhkembangnya paham-paham radikalisme dan rusaknya mental generasi muda

“Generasi milenial akan memainkan peran penting dalam keberlangsungan berbangsa dan bernegara, yang memiliki relasi yang baik melalui sosial media, namun karena hidup di era seba otomatis, cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan dan sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya,” papar Ardiansyah.

Dalam kegiatan yang digelar mulai pukul 13.00 WITA, panitia menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten. Untuk pemateri pertama yaitu Kasatbinmas Polres Kutim IPTU Suparmin dengan judul materi Sosialisasi kenakalan Remaja. Dikatakan, remaja adalah mereka yang berusia 13 – 21 tahun, dengan pertimbangan pada usia tersebut, terdapat berbagai masalah dan krisis diantaranya; krisis identitas, kecanduan narkotik, kenakalan, tidak dapat menyesuaikan diri di sekolah, konflik mental dan terlibat kejahatan.

Dia menyebut kenakalan rema menunjukan pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma – norma yang ada dalam masyarakatnya. Penyebab faktor kenakalan remaja, antara lain : kurangnya kasih saying ortu, kurangnya pengawasan ortu, pergaulan dengan teman tidak sebaya, peran perkembangan IPTEK yang berdampak negatif, dasar -dasar agama yang kurang, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi, kebebasan yang berlebihan, masalah yang dipendam. ‘Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan Narkoba diluar keperluan medis tanpa pengawasan dokter dan masyarakat dan merupakan perbuatan yg melanggar hukum UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU RI No. 22 tahun 1997 tentang narkotika,’ jelasnya.

Untuk pemateri kedua yakni Ketua FKDM Kutim, H. Khoirul Arifin. Ia membawakan dengan Judul Peran kewaspadaan melalui Upaya Deteksi dan Cegah Dini Potensi ATHG pada generasi muda.

Dalam paparannya, Khoirul mengemukakan bawa berdasarkan pasal 3 peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, maka Pemerintah dan Pemerintah daerah sesuai kewenangan utk melaksanakan pencegahan konflik (potensi ATHG). Pon lain yang disampaikan antara lain, FKDM terbentuk dari Permendagri 12 tahun 2006,Keberhasilan suatu negara bisa dilihat dari kualitas bangsanya. Peran Pemuda yang besar bagi perubahan – perubahan sosial di lingkungan dan sering disebut agen of change, Menjunjung tinggi persatuan bangsa, pemuda memiliki tantang agar tidak ada lagi perpecahan yang terjadi, Menjaga kedamaian dengan sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, antar suku dan bangsa, maupun antar budaya, dan Pemuda sebagai agen perubahan, kenali potensi ATHG di sekitar kita yg dapat merusak generasi muda dan bisa mendeteksi sejak dini munculnya ATHG.

Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu Korwil Bin Kutim Imam dengan judul materi peran generasi muda dalam kewaspadaan Dini terhadap ATHG.

Tak jauh berbeda dengan Khoirul, Imam memaparkan seputar maraknya peredaran narkoba, dan kasus yang sering menyerang anak muda, narkoba, pergaulan bebas, tawuran.

Usai penyampaian materi, acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pun quiz dengan diberikan pertanyaan dari materi yang telah disampaikan, dan Pemutaran video tentang radikalisme. Pukul 16.00 WITA, acara sosialisasi selesai dalam keadaan tertib dan aman. (adv).

Kepala Disdikbud Kutim Beber 3 Program Unggulan Pendidkan

Kepala Disdikbud Kutim Beber 3 Program Unggulan Pendidkan

LATESBONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono membeberkan 3 progam unggulan dan agenda kerja yang sudah dilaksanakan.

“Untuk pendidikan sendiri memang ada tiga program unggul yakni pemenuhan kebutuhan infrastruktur, akreditasi, pemerataan sumber daya manusia kalangan guru,” terang Mulyono.

Untuk salah satu agenda kerja yang telah dilaksanakan, Mulyono mengatakan, memonitoring langsung 800 sekolahan terdiri dari TK/PAUD, SD dan SMP yang tersebar di Kutim.

“Tujuan saya ke sekolah – sekolah selain untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap usulan – usulan apa saja yang dibutuhkan sekolahan,” bebernya.

Terkait usulan seperti bangunan sekolah, rehab, dan ruang kelas, Mulyono mengatakan, pihaknya juga disuport mitra stake holder seperti perusahaan, “sementara terkait akses jalan menuju suatu sekolah barulah kami larikan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ulasnya.

Sola lain – mengenai penerimaan beasiswa sekolah, dia berujar “kalau beasiswa berdasarkan usulan pihak sekolah. Ada dua jenis beasiswa yang ditangani beasiswa SD dan SMP,” jelas Mulyono.

Mulyono mengungkapkan sementara untuk beasiswa SMA hingga perguruan tinggi dapat diusulkan pada Kesra di Kantor Bupati Kutim. (adv).

DPBD Kutim Harap Masyarakat Peduli Api Pioner Relawan Pengendalian Karhutla

DPBD Kutim Harap Masyarakat Peduli Api Pioner Relawan Pengendalian Karhutla

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jauh – jauh hari sudah mempersiapkan langkah strategis untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya dengan membentuk relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam menyatakan, relawan MPA untuk pencegahan penanggulangan kebakaran telah dibentuk sejak tahun 2020. Mereka tersebar di 72 desa dari 147 desa yang ada di Kabupaten Kutim.

“Relawan ini dibentuk sejak tahun 2020 lalu dan telah tersebar di 72 desa dari 147 desa yang ada di Kabupaten Kutim,” terang d Idris Syam kepada awak media, Rabu (31/5/2023).

Idris Syam mengatakan, para relawan ini diharapkan jadi garda terdepan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Jadi kita harapkan nanti, relawan-relawan (MPA) ini yang merupakan pionir dalam hal penanggulangan bencana bisa optimal bekerja,” ucap Idris Syam

Ia mengungkapkan hampir semua wilayah di Kutim memiliki kawasan hutan atau perkebunan yang luas menjadi daerah rawan kebakaran.

“Selama ini kita selalu berkoordinasi dan meningkatkan kegiatan patroli tentunya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pihak desa dan relawan-relawan lain,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa potensi-potensi titik api yang muncul karena cuaca kering di Kutai Timur cukup besar dan tersebar di kecamatan-kecamatan.

“Ini kita harus waspada setiap ada terik matahari yang cukup tinggi, oleh sebab itu kami menyebarluaskan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa mulai bulan Juni hingga Agustus 2023 mendatang, jumlah hari kering lebih banyak artinya jika jumlah hari kering meningkat maka potensi kebakaran lebih besar.

“Tim gabungan pencegahan dan penanggulangan bencana alam diberikan simulasi untuk melatih kekompakan para relawan-relawan.Ini perlu keterpaduan kita, kesiapan kita mulai dari jajaran kabupaten, yang dapat diteruskan di kecamatan hingga desa,” tandasnya. (adv)

DPRD Kutim Dorong Solusi Gagal Panen Petani dengan Program Insentif dan Asuransi

DPRD Kutim Dorong Solusi Gagal Panen Petani dengan Program Insentif dan Asuransi

LATESBONTANG – Usaha di sektor pertanian dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi. Antara lain kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit tumbuhan yang rentan sebabkan kerugian bagi para petani.

Untuk itu, anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif kepada petani, atau menjalankan program asuransi pertanian sebagai langkah antisipasi dan bentuk bantuan apabila petani mengalami gagal panen.

Dia mengatakan, tantangan menjadi petani di Kutim sangat besar, sebab membutuhkan modal besar, sementara hasil kecil dan terkadang modal tak kembali.

“Seharusnya pemerintah memberikan insentif bagi petani. Kalaupun insentif itu tidak diberikan, kita minta supaya di fasilitasi asuransi untuk penanaman dan ketika gagal panen bisa diklaim asuransi itu,” ucap Faizal Rachman di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (30/5/2023).

Politisi Partai PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan banyak petani binaannya yang sudah mengeluarkan biaya besar, namun gagal panen karena hama.

“Petani sawah kita itu tantangannya luar biasa, hampir rata-rata sawah-sawah yang ada sudah dikelilingi lahan sawit. Sementara lahan sawit itu serangga atau hamanya luar biasa banyak,” ungkapnya.

Bukan hanya persoalan hama, lanjut Faisal beban petani juga soal harga obat pembasmi hama yang terus naik, sehingga perlu modal besar.

“Makanya saya bilang, petani kita ini harus terus diberikan insentif karena cost produksi kita ini tinggi. Kalau sudah dua kali dia tanam terus gagal panen terus, selesai sudah modal sudah tidak ada, kan kasihan dia,” pungkasnya. (adv).

Siang Geah Minta Diskop Kutim Perkuat Pembinaan Koperasi, Ini Katanya

Siang Geah Minta Diskop Kutim Perkuat Pembinaan Koperasi, Ini Katanya

LATESBONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siang Geah meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat pembinaan berupa pendampingan kepada koperasi agar naik kelas.

Hal tersebut dijelaskan karena pendampingan merupakan hal penting, kunci sukses koperasi. Terutama bagi koperasi yang belum memiliki mitra dengan pihak ketiga atau perusahaan.

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian. Mampu memberikan manfaat bagi kehidupan, bukan hanya untuk anggota koperasi namun juga untuk daerah.

“Kalau koperasi itu tidak didampingi dengan baik, saya pastikan akan gagal. karena kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada pasti tidak sama,” ucap Siang Geah saat di temui di ruang kerjanya, Senin (29/05/2023).

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan koperasi selama ini yang berjalan, karena ada pendampingan dari pihak ketiga bahkan ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan di luar daerah maupun di dalam daerah.

“Tidak mesti harus bermitra dengan perusahaan, tetapi pemerintah memberikan peluang bagi koperasi,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan jika koperasi yang ada tidak dilakukan pendampingan dengan baik oleh pemerintah, dikhawatirkan koperasi bisa menggunakan asumsi mereka sendiri, sehingga kurang memahami hak mereka sebagai anggota maupun hak sebagai pengurus.

“Kalau koperasi tidak didampingi, saya pastikan UU tentang perkoperasian mereka tidak pahami, sehingga hak dan kewajiban mereka tidak dipahami disitu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Siang Geah menuturkan pendampingan koperasi itu harus lebih ditingkatkan lagi, walaupun sudah dilakukan dengan baik oleh Dinas Koperasi dan UKM.

“Memang pendampingan dari Dinas Koperasi itu tidak muda, dengan koperasi yang jumlahnya ribuan di Kutim. Kalau itu dilakukan, saya kira memang membutuhkan pembiayaan dan anggaran yang cukup luar biasa,” pungkasnya.(adv).

Ratusan Murid TK B YPPSB Kutim Ikuti Acara Pelepasan dan Pentas Seni

Ratusan Murid TK B YPPSB Kutim Ikuti Acara Pelepasan dan Pentas Seni

LATESBONTANG – Ratusan murid Taman Kanak-kanak B Angkatan 31 Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) Kutai Timur (Kutim) mengikuti acara pelepasan dan pentas seni di Gedung Serba Guna (GSG), Komplek perkantoran Bukit Pelangi, Kutim, Sangatta, Rabu, (31/5/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Manajer pendidikan YPPSB, Syafi’i, Ketua YPPSB Arifin Rusmin, Kepala Sekolah YPPSB Diyah Ayu Luhing Priyanti, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Ahmad Junaidi. B dan Orang tua/wali murid.

Usai Kegiatan, Kepala Sekolah YK YPPSB Diyah Ayu Luhing Priyanti mengatakan kegiatan pelepasan TK YPPSB ini, di barengi dengan penampilan pentas seni anak-anak dari kelas B1 sampai kelas B9 TK YPPSB.

“Alhamdulillah dengan keunikan anak-anak, kehebohannya dan kemampuannya sendiri acaranya jadi seru sekali, yang orang tua mereka suka begitu juga anak-anak,” ucap Diyah.

Diyah mengungkapkan bahwa Disdikbud Kutim sangat merespon baik kegiatan tersebut, yang menyuguhkan berbagai penampilan pentas seni anak-anak didik TK YPPSB.

“Alhamdulillah mereka mengapresiasi sekali, melihat anak-anak TK YPPSB bisa tampil menunjukkan kemampuannya sesuai dengan keinginannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono melalui Kepala Bidang (PLS) Disdikbud Kutim Ahmad Junaidi. B mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi seluruh lembaga khususnya bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik negeri maupun swasta yang selalu mengakhiri sesi pembelajaran setiap tahun dengan pelepasan dan pentas seni.

“Pentas seni ini penting, untuk menggalak program nasional merdeka belajar, program sekolah penggerak dan program implementasi kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ada hubungannya dengan kegiatan seperti ini, untuk mengaktifkan gerak motoring pada saraf anak di masa transisi,” ucap Ahmad Junaidi.

Sesuai instruksi Kadis Disdikbud Kutim, pihaknya menekankan pada masa pelepasan seperti ini, harus memberikan pemahaman kepada orang tua khususnya yang akan menyekolahkan anaknya di jenjang yang lebih tinggi, tidak menuntut anaknya harus bisa baca, tulis dan menghitung.

“Pada masa generasi emas itu, bukan dalam artian anak kita di usia bermainnya harus bisa semuanya, di generasi emas itu adalah bagaimna gerak saraf motorik anak itu yang masih masa gembira atau masa happy si anak,” ujarnya.

Ahmad Junaidi mengungkapkan transisi dikelas rendah seperti di kelas satu dan dua sekolah dasar (SD), Disdikbud Kutim masih memberikan metode-metode pembelajaran yang masih bersifat menggembirakan dan menyenangkan.

“Dengan adanya perpisahan seperti ini, merupakan pembelajaran atau edukasi transisi untuk di kelas lanjutannya seperti SD,” pungkasnya. (adv).

Maknai Momentum Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Penting Ketua DPRD Kutim

Maknai Momentum Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Penting Ketua DPRD Kutim

LATESBONTANG – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni, Sos menyampaikan pesan memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2023. Ia mengikuti upacara peringatan tersebut di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Kutim, Kamis (01/6/2023) pagi.

“Hari ini kita memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Kutai Timur, Alhamdulillah pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar,” ucap Ketua DPRD Kutim Joni, usai kegiatan upacara.

Dirinya berharap dengan momen tersebut untuk mendoakan para pejuang kemerdekaan Indonesia yang telah gugur dan ditempatkan di tempat yang layak oleh sang pencipta.

“Kita berharap selanjutnya acara-acara seperti ini, bagaimanapun juga ini sejarah perlu kita peringati setiap tahunnya,” harapnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengungkapkan dalam rangka menyambut pesta politik tahun depan, momen hari kelahiran Pancasila tersebut dapat menyatukan semua kalangan dalam menciptakan demokrasi yang jujur dan adil.

“Artinya muda dan tua bersatu mensukseskan program-program pemerintah pusat yang arahnya demi kemajuan negara kita, Khususnya di Kutai Timur,” pungkasnya. (adv).

Ini Pesan Sekda Kutim Rizali Hadi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila

Ini Pesan Sekda Kutim Rizali Hadi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila

LATESTBONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan persatuan. Itu disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Kamis (01/6/2023).

Dikatakan Rizali, Upacara peringatan Hari lahir Pancasila merupakan seremonial rutin setiap tahun dilaksanakan. Kutim dengan penduduk yang beragam latar belakang suku, agama, dan ras harus tetap bersatu.

“Di hari lahir Pancasila ini, kita tahu bahwa Pancasila ini adalah pemersatu dan landasan hidup kita berbangsa. Kita dengan berbagai macam suku, etnis dan agama ini dipersatukan,” ucap Rizali.

Dia mengatakan, menjelang Pemilu 2024, diharapkan persatuan dan kesatuan harus terus jadi prioritas utama. Menurutnya persaingan di dalam peserta demokrasi merupakan hal yang wajar.

“Kita harapkan situasi politik yang ada tidak membuat kita berbeda kemudian terpecah, tapi ini sebagai upaya kita sama-sama membangun daerah kita ini lebih baik,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Pancasila 2023 dilingkungan Pemkab Kutim berlangsung khidmat dengan Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM Letnan Kolonel (Inf) Adi Swastika sebagai inspektur upacara.

Selain Sekda dan Dandim, hadir juga Ketua DPRD Kutim Joni, staf ahli Bupati Kutim, unsur Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kutim. (adv).

Staf Ahli Tejo Yuwono Sampaikan Pesan Bupati Kutim Terkait Mutu Pendidikan

Staf Ahli Tejo Yuwono Sampaikan Pesan Bupati Kutim Terkait Mutu Pendidikan

KEMBARATIMUR – Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Tejo Yuwono menyampaikan keinginan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman kepada para kepala sekolah (Kepsek) agar mencurahkan seluruh kemampuan untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan.

Amanat luhur itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Negeri dan Swasta se- Kutim, di Rumah Jabatan Bupati Kutim, Selasa (30/5/2023).

“Ketika dana daerah sudah dikeluarkan, pak Bupati meminta agar seluruh insan pendidikan bisa memberikan seluruh kemampuanya untuk kemajuan dan mutu pendidikan yang ada di Kutim,” ucap Tejo Yuwono.

Dia mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi substansi yang harus menjadi fokus oleh seluruh civitas pendidikan, baik itu siswa, guru maupun bagian internal lain di dalam dunia pendidikan serta sarana dan prasarana (sapras) penunjang juga tidak di pungkiri memiliki peranan yang penting.

“Jadi kalau kita sudah menemukan titik substansi yang ingin di kembangkan, disitulah penunjang akan mengikuti, jadi jangan terbalik,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator MKSS SMP/MTs Yeti Arika Devisiana mengatakan, agenda kali ini, selain sebagai ajang silaturahmi seluruh kepala sekolah tingkat SMP se Kutim, juga dirangkai dengan pembahasan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan segera bergulir.

“Informasi awal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, proses penerimaan akan tetap menggunakan dua cara yakni daring dan luring dan bagi sekolah yang akan melaksanakan proses PPDB online akan mendapatkan bantuan dari Disdikbud Kutim,” ungkapnya.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, Kepala Bidang Pendidikan SMP Ilham, ketua MKKS Kutim Yeti Arika Devisiana, seluruh Kepala Sekolah SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kutim dan tamu undangan lainya. (adv/IT)

Copyright © 2026 LatestIDN