Dinas DSPM Bontang Berikan Bimbingan PPKS Kepada Pengemis dan Gelandangan yang Terjaring Satpol PP

Dinas DSPM Bontang Berikan Bimbingan PPKS Kepada Pengemis dan Gelandangan yang Terjaring Satpol PP

Bontang. Maraknya kehadiran pengemis dan gelandangan di jalanan Kota Bontang telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat. Fenomena ini semakin memprihatinkan ketika beberapa di antara mereka terlibat dalam tindakan mengamuk jika tidak mendapatkan uang.

Pengemis dan gelandangan seringkali dianggap sebagai gejala sosial yang memanfaatkan aktivitas meminta-minta sebagai sumber pendapatan utama mereka. Mereka berkeliaran di berbagai lokasi di kota dan meminta belas kasihan dari orang-orang yang lewat.

Selain itu, muncul juga fenomena yang mencolok, yaitu maraknya pengemis yang mengenakan kostum badut. Para pengemis badut ini kerap berada di persimpangan jalan, lampu merah, dan pom bensin, sementara hanya meminta uang tanpa memberikan layanan atau pertunjukan seperti badut pada umumnya.

Dalam rangka mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Bontang telah bergerak cepat dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat Bidang Rehabilitasi Sosial. Dalam kerjasama antara Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang dan Satpol PP Kota Bontang, langkah-langkah konkrit telah diambil untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan bimbingan sosial kepada gelandangan, pengemis, dan anak jalanan. Tujuannya adalah memberikan bantuan dan bimbingan kepada mereka agar dapat mengubah kondisi hidup mereka, meninggalkan aktivitas gelandangan dan pengemis, serta mengarahkan mereka menuju kehidupan yang lebih produktif.

Dalam kerjasama ini, Satpol PP bertugas untuk menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan, sedangkan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang memberikan pendekatan rehabilitasi sosial kepada individu yang terlibat dalam praktik gelandangan dan pengemis.

Melalui kerjasama ini, Pemerintah Kota Bontang berupaya untuk menciptakan kota yang tertib, mandiri, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya. Diharapkan bahwa dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, fenomena maraknya pengemis dan gelandangan dapat diatasi, dan mereka dapat mendapatkan kesempatan untuk mengubah hidup mereka menuju yang lebih baik.

 

Pemkot Bontang Gelar Audit Kasus Stunting untuk Turunkan Angka Stunting

Pemkot Bontang Gelar Audit Kasus Stunting untuk Turunkan Angka Stunting

LATESTBONTANG – Pemerintah Kota Bontang menggelar diseminasi audit kasus stunting ke-1 tahun 2023. Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Bontang.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin mengatakan, diseminasi audit kasus stunting ini merupakan diseminasi pertama yang dilaksanakan di Kalimantan Timur. Lokus audit kali ini adalah Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.

“Tahun 2045 disebut tahun generasi emas jadi di masa depan mereka diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Maka ini jadi fokus kita bersama untuk mengentaskan stunting di Bontang,” ujar Syahruddin.

Menurut Syahruddin, peningkatan kualitas penyiapan kehidupan keluarga juga sangat penting untuk mencegah stunting. Hal ini dilakukan dengan pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, sanitasi serta air minum.

Tim pakar berkesempatan memaparkan hasil audit yang telah dilakukan. Dari hasil audit, ditemukan tiga ibu hamil beresiko dan tiga calon pengantin (catin) beresiko.

Untuk ibu hamil, diupayakan untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup, tablet tambah darah, asi eksklusif, dan makanan pendamping asli. Sedangkan untuk catin, diupayakan untuk mendapatkan pengetahuan terkait keluarga berencana, pemeriksaan kesehatan pra nikah, pendampingan bagi keluarga beresiko stunting, bantuan tunai bersyarat, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional, serta pengetahuan terkait stunting dan pola hidup bersih.

Pemerintah berharap, dengan adanya audit kasus stunting ini, dapat dilakukan tindak lanjut dan evaluasi untuk menurunkan angka stunting di Kota Bontang. (*)

Aspirasi Perempuan Jadi Prioritas Hj Mulyana sebagai Anggota DPRD Kutim

Aspirasi Perempuan Jadi Prioritas Hj Mulyana sebagai Anggota DPRD Kutim

Setelah menggantikan Asmawardi yang meninggal dunia beberapa bulan lalu, Hj Mulyana resmi menjadi Anggota DPRD Kutai Timur dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Senin, 10 Juli 2023.

Mulyana akan menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Ia berharap mendapat dukungan dan doa dari masyarakat Kutai Timur untuk melaksanakan Amanah baru yang dipercayakan kepadanya.

“Saya bersyukur hari ini diberi kesempatan menjadi salah satu wakil rakyat, mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kutai Timur,” katanya.

“Saya akan melaksanakan tugas sebagaimana anggota DPRD, seperti reses untuk menampung aspirasi masyarakat,” lanjutnya.

Salah satu hal yang menjadi prioritasnya adalah aspirasi perempuan yang sering kali masih berada di posisi kedua. Ia ingin mengedepankan kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan anak sesuai dengan tujuan negara tentang pengarustamaan gender.

“Saya bertekad untuk memperjuangkan aspirasi perempuan. Semoga apa yang diharapkan dapat kita wujudkan,” tutupnya. (ADV/bid)

Lakukan Penilaian BBGRM Kota Bontang, DSPM Dorong Semangat Gotong Royong di Masyarakat

Lakukan Penilaian BBGRM Kota Bontang, DSPM Dorong Semangat Gotong Royong di Masyarakat

Bontang. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang menyelenggarakan Penilaian Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kota Bontang. Lomba BBGRM ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2023, dengan setiap kecamatan diwakili oleh dua kelurahan.

Tujuan utama dari penyelenggaraan lomba BBGRM adalah untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong di wilayah setempat. Lomba ini melibatkan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk kemasyarakatan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Peserta lomba, yang diwakili oleh kelurahan-kelurahan di setiap kecamatan, berkompetisi untuk menunjukkan tingkat partisipasi dan prestasi tertinggi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mereka diuji dalam kemampuan berkolaborasi, berkontribusi pada kebaikan bersama, dan berinovasi dalam upaya memajukan wilayah mereka.

Lomba BBGRM bukan hanya ajang kompetisi semata, tetapi juga merupakan wadah untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga dan membangun rasa kebersamaan dalam masyarakat. Lomba ini memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik dalam kegiatan gotong royong.

Pemenang dari Lomba BBGRM akan menjadi perwakilan Kota Bontang dalam lomba serupa di tingkat Provinsi. Mereka juga akan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat berikutnya, yang akan menjadi momen berharga untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tingkat komunitas.

Lomba BBGRM menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bontang untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Diharapkan bahwa lomba ini akan terus menjadi sarana untuk memupuk dan menjaga semangat gotong royong serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Bontang.

Hj. Mulyana, Anggota DPRD Kutim yang Menggantikan Almarhum Asmawardi

Hj. Mulyana, Anggota DPRD Kutim yang Menggantikan Almarhum Asmawardi

Hj. Mulyana resmi dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Pengganti Antar Waktu (PAW) almarhum Asmawardi, Senin (10/7/2023). Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua DPRD Kutim Joni dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Rizali Hadi, Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar Bulang, 23 anggota DPRD Kutim, dan tamu undangan lainnya.

Hj. Mulyana merupakan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang menggantikan almarhum Asmawardi periode berjalan 2019-2024. Ia mewakili daerah pemilihan 2 yang meliputi Kecamatan Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon dan Rantau Pulung. Ia memperoleh suara sekitar 700 lebih jumlah suara di dapil 2.

Hj. Mulyana merupakan sosok yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kutim. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim periode 2016-2021. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim periode 2017-2020.

Hj. Mulyana mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi anggota DPRD Kutim. Ia berjanji akan menjalankan tugas dan kewenangannya dengan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, saya bersyukur diberi kesempatan bisa duduk menjadi bagian anggota DPRD Kutai Timur. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Kutim,” ujar Hj. Mulyana.

Ketua DPRD Kutim Joni mengucapkan selamat kepada Hj. Mulyana yang telah resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kutim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada almarhum Asmawardi yang selama menjadi anggota dewan telah banyak berkontribusi untuk kemajuan Kutim.

“Kami berharap Hj Mulyana segera menjalankan tugas dan kewenangannya yang telah diamanatkan oleh konstitusi, sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ucap Joni.

“Kami juga mengapresiasi almarhum Asmawardi yang selama menjabat anggota DPRD Kutim telah banyak membantu masyarakat Kutim, melalui beberapa usulannya dan kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” tutur Joni. (ADV/bid)

Masyarakat Minta Infrastruktur Lebih Baik, Sayid Anjas Jadwalkan Reses Lebih Awal

Masyarakat Minta Infrastruktur Lebih Baik, Sayid Anjas Jadwalkan Reses Lebih Awal

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Sayid Anjas tidak mau menunggu lama untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) I Sangatta Utara. Ia telah menjadwalkan kegiatan reses lebih awal dari jadwal yang ditetapkan Sekretariat DPRD Kutim, yaitu pada akhir Juli 2023 mendatang.

“Kegiatan reses ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya di dapil kota. Saya ingin jumlah reses saya lebih banyak di tahun ini dan lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Sayid Anjas saat ditemui awak media di Ruang Kerjanya, Senin (10/07/2023).

Sayid Anjas mengaku telah melakukan reses perdana di Pinang Dalam, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara pada malam sebelumnya, meskipun di luar jadwal.

“Dari hasil reses itu, masyarakat lebih banyak minta pembangunan infrastruktur seperti semenisasi jalan dan motor sampah yang belum dimiliki masing-masing RT,” ungkapnya.

Sayid Anjas menambahkan bahwa usulan-usulan masyarakat tersebut sebenarnya telah dianggarkan di APBD 2023, namun belum terserap maksimal.

“Saya berharap masyarakat bisa lebih koperatif dalam pembangunan, karena ada di beberapa tempat yang tanahnya kena sedikit pembangunan jalan, dia marah-marah dan tidak mau. Padahal itu untuk pembangunan infrastruktur masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, reses merupakan aktivitas kerja DPRD yang dilakukan Anggota DPRD secara perorangan atau berkelompok di luar gedung DPRD dalam upaya melaksanakan pemantauan dan menampung aspirasi dalam bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan ketertiban kemasyarakatan serta sosial ekonomi. (ADV/bid)

Lantik Anggota PAW, Ini Harapan dan Pesan Ketua DPRD Kutim

Lantik Anggota PAW, Ini Harapan dan Pesan Ketua DPRD Kutim

LATESBONTANG – Senin (10/7/2023), DPRD Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Paripurna ke-14 agenda pengambilan sumpah/janji dan pelantikan anggota DPRD Kutim Pengganti Antar Waktu (PAW) masa jabatan 2019-2024.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kutim Jono didampingi Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar, dengan 23 anggota DPRD Kutim.

Anggota DPRD Kutim yang dilantik menjadi PAW yakni Hj Mulyana dari Partai Amanat Nasional (PAN), menggantikan Asmawardi yang tutup usia beberapa waktu lalu.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan. Kami juga ucapkan selamat kepada Hj Muliana yang baru saja dilantik,” ujar Joni.

Joni berharap kehadiran anggota PAW yang baru bisa memberikan suasana baru pula di DPRD Kutim. Juga menjadi penyemangat untuk mewujudkan harapan masyarakat Kutim.

“Sekali lagi kami ucapkan selamat dan anggota DPRD Kutim saat ini bisa langsung terjun ke masyarakat dan memberikan aspirasi buat masyarakat Kutim,” tuturnya.

Hadir juga pada kesempatan itu Sekda Kutim Rizali Hadi, Kodim 0909/KTM diwakili oleh Letda Kav Hani Akhyat, Lanal Sangata diwakili oleh Kapten Laut Suyatmoko, Polres Kutim diwakili oleh AKP Fuji, Kejaksaan Kutim diwakili oleh Arief, dah tamu undangan lainnya.(adv).

Raih 9 Emas, Empat Perak dan Satu Perunggu, PSHT Juarai IPSI Kutim Cup 2023

Raih 9 Emas, Empat Perak dan Satu Perunggu, PSHT Juarai IPSI Kutim Cup 2023

LATESBONTANG – Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) keluar sebagai juara umum pada kejuaraan kabupaten (Kejurkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Timur (Kutim) Cup 2023 setelah sukses menyabet total 14 medali dengan rincian sembilan emas, empat perak, dan satu perunggu.

IPSI Kutim Cup 2023 ini digelar IPSI Kutim bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, selama tiga hari 7-9 Juli di Gelanggang Olahraga (GOR) Kudungga, Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim.

Pada acar puncak, panitia mengumumkan kejuaraan dan selanjutnya menyerahkan piagam dan piala kepada para pemenang.

Dalam kesempatan itu, Kabid Prestasi Olahraga Dispora Kutim Rahmawati mengatakan, kegiatan Penggalangan Atlit Pra Junior dan Junior ini diharapakan akan ditemukan atlet-atlet pencak silat handal yang bisa diorbitkan ke tingkat Provinsi dan Nasional.

“Semoga para atlit kita bisa meraih prestasi emas untuk dipersembahkan ke Kutai Timur,” ujar Rahmawati, Minggu (8/7).

Rahmawati berkomitmen, pihaknya (Dispora Kutim) bekerjasama dengan KONI Kutim akan selalu melakukan pembinaan bagi masing-masing cabang olahraga (cabor), termasuk pencak silat. Ia menyebut pencak silat sebagai olahraga warisan leluhur, sehingga perlu dilestarikan dengan melakukan pembinaan setiap tahunnya. Tujuannya agar atlit daerah selalu ada dan tidak putus.

Dikatakan Rahmawati, pemerintah daerah akan terus mensupport anggaran untuk cabang-cabang olahraga di Kutim. Menurutnya, pada tahun 2024 nanti, juga akan terus ada even dan turnamen olahraga.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemenang, bagi yang belum agar jangan berkecil hati, tetep semangat dan terus semangat berlatih. Pada hari ini secara resmi kegiatan kami tutup,” pungkasnya.

Kejurkab IPSI Kutim Cup 2023 diikuti 8 perguruan, berikut rincian perolehan medali dan prestasi kedelapan perguruan tersebut.

1. Perguruan Pencak Silat PSHT 9 emas, 4 perak, 1 perunggu (Juara Umum 1)

2. Perguruan Pencak Silat PERSINAS ASAD medali 5 emas, 4 perak, 1 perunggu (Juara umum 2)

3. Perguruan Pencak Silat Tapak Suci medali 3 emas, 6 perak, 5 perunggu (Juara Umum 3)

4. Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa 2 emas 3 perak 4 perunggu

5. Perguruan Pencak Silat Prisai Diri 2 emas, perak 0 dan 7 perunggu

6. Perguruan Pencak Silat Kera Sakti 1 perak, 1 perunggu

7. Perguruan Pencak Silat SH Winongo 2 perunggu

8. Perguruan Pencak Silat Persinal Cempaka Putih 2 perunggu.

Untuk Pesilat Terbaik Putra Pra Junior diraih oleh Kahyar Firdaus Azzumar dari Persinas asad, berikut Pesilat Terbaik Putri Pra junior sukses disabet oleh Hutari Tangdiana dari Perisai Diri.

Selanjutnya, Pesilat Terbaik Putra Junior yakni M. FATIR Akfarizi dari perguruan Tapak Suci, kemudian Pesilat Terbaik Putri Junior diraih Herlina dari perguruan PSHT. (adv).

Copyright © 2026 LatestIDN