Wali Kota Bontang Lakukan Judicial Review Batas Wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur

Wali Kota Bontang Lakukan Judicial Review Batas Wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur

LATESTBONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase melakukan judicial review terhadap batas wilayah antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, khususnya wilayah Kampung Sidrap.

Penandatanganan surat kuasa judicial review dilakukan di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu, (9/7/2023) malam. Surat kuasa tersebut diberikan kepada Zoelva Dan Partners, firma hukum yang berpengalaman dalam bidang hukum tata negara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan bahwa judicial review ini merupakan upaya terakhir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kampung Sidrap untuk bergabung ke Kota Bontang.

“Tentu hal ini adalah perjuangan terakhir kita dalam memperjuangkan aspirasi masayarakat kampung sidrap untuk bergabung ke Kota Bontang. Hal ini nantinya akan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat Kampung Sidrap yang akan diputuskan di mahkamah agung dan mahkamah konstitusi,” jelas Basri Rase.

Permendagri Nomor 25 Tahun 2005 mengenai tapal batas Bontang-Kutim mengatur mengenai Kampung Sidrap berada di wilayah administrasi Kabupaten Kutai Timur. Hal ini menyebabkan munculnya kebingungan masyarakat terhadap kepastian wilayah Sidrap.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyambut baik terlaksananya judicial review ini. Menurutnya, ini merupakan upaya serius yang dilakukan bersama, baik pemerintah kota dan juga DPRD dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah Sidrap.

“DPRD dan Pemerintah Kota Bontang sudah melakukan berbagai macam komunikasi, pendekatan demi pendekatan, perjuangan demi perjuangan sudah dilalui. Oleh karenanya ini merupakan upaya terakhir, saya yakin dan percaya pak Zoelva dan tim adalh orang yang handal dan pengalaman dalam bidang ini,” kata Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Basri Rase Tegaskan Putusan Judicial Review Akan Memberikan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Sidrap

Basri Rase Tegaskan Putusan Judicial Review Akan Memberikan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Sidrap

Bontang. Pemerintah Kota Bontang, di bawah kepemimpinan Wali Kota Basri Rase, mengambil langkah serius dalam memperjuangkan batas wilayah Kota Bontang dengan Kabupaten Kutai Timur, khususnya wilayah Kampung Sidrap. Pada malam ini, penandatanganan surat kuasa untuk melakukan Judicial Review terhadap aturan terkait tapal batas wilayah dilakukan di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Minggu (09/07/2023) malam.

Proses penandatanganan surat kuasa ini menjadi langkah penting dalam upaya untuk melakukan uji materil terhadap aturan mengenai batas wilayah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD Bontang, tokoh adat, dan masyarakat Sidrap.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyambut baik langkah ini, menganggapnya sebagai upaya serius yang dilakukan oleh pemerintah kota dan DPRD dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah Sidrap. Dikatakannya upaya-upaya komunikasi dan pendekatan telah dilakukan sebelumnya, tetapi penandatanganan surat kuasa untuk melakukan Judicial Review adalah langkah terakhir dalam perjuangan ini. Hal ini menunjukkan keseriusan dan tekad untuk mencapai keadilan bagi masyarakat Sidrap..

“Kami, baik pemerintah kota maupun DPRD Bontang, telah melakukan berbagai upaya komunikasi dan pendekatan sebelumnya. Namun, penandatanganan surat kuasa ini adalah langkah terakhir yang kita ambil dalam perjuangan ini,” ungkapnya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase, dengan tegas menyatakan bahwa hasil putusan dari proses Judicial Review akan memberikan kepastian hukum yang sangat dinantikan oleh masyarakat Kampung Sidrap. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan langkah terakhir dalam perjuangan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat Sidrap yang ingin bergabung ke Kota Bontang.

Basri Rase juga menggambarkan pentingnya putusan yang akan dikeluarkan oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Ia menjelaskan bahwa kepastian hukum ini akan membantu masyarakat Kampung Sidrap dan semua pihak terkait untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah berlangsung terlalu lama mengenai status wilayah Sidrap.

“Dengan putusan dari Judicial Review, kita akan mengakhiri ketidakpastian ini. Ini adalah perjuangan terakhir kita untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat Kampung Sidrap dapat diwujudkan,” tegasnya

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 25 tahun 2005 mengenai tapal batas Bontang-Kutai Timur telah mengatur bahwa Kampung Sidrap berada dalam wilayah administrasi Kutai Timur. Hal ini telah menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat terkait dengan batas wilayah Sidrap.

Trail Game Championship Arkazac 3 Diharap Memantik Geliat Pariwisata Kutim

Trail Game Championship Arkazac 3 Diharap Memantik Geliat Pariwisata Kutim

LATESTBONTANG – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang membuka Trail Game Championship Arkazac 3 yang berlangsung di Lintasan Monster Arkazac Polder Ilham Maulana Sangatta. Tak hanya diikuti oleh crosser motor trail di Kaltim, dari Sulawesi dan Jawa juga turut ambil bagian dalam kompetisi yang digelar pada 8 – 9 Juli 2023.

Wabup Kasmidi Bulang menyatakan rasa senangnya dan berharap kejuaraan serupa akan diadakan lagi di tahun depan.

“Pemerintah Kutai Timur bersinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim dan bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kutim dan Kalimantan Timur, khususnya club motor trail atau motor cross mensukseskan kegiatan,” terang Kasmidi, Sabtu (8/7/2023).

Dikatakan Kasmidi, Trail Game Championship Arkazac bukan kali pertama, melainkan sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.

“Hari ini kita mengadakan trail game, trail game ini kita selalu adakan tiap tahun dan ini bukan tahun ini saja, ini adalah yang ketiga berturut turut selama 3 tahun kita laksanakan,” ucapnya.

Gelaran event trail game tersebut diharapkan dapat menjadi ikon daerah bagi komunitas otomotif di Kaltim, khususnya Kutim. Pula untuk memantik efek dan geliat pariwisata yang ada di Kutim.

“Makanya yang hadir itu kita usahakan para croser-croser yang berlatar belakang dari luar Kaltim sekaligus menjadi ajang silaturahmi para komunitas trail main game bersama sama,” ujarnya

Kasmidi juga mengungkapkan menyampaikan ada 60 peserta yang mengikuti lomba trail game championship arkazac 3 ini, mulai dari daerah Tenggarong, balikpapan, Handil, Sulawesi, dan juga Jawa.

“Karena kegiatan ini akan kita laksanakan setiap tahun sebagai event tahunan, kedepannya bisa lebih kompetitif lagi,” harapnya.

Senada, Rendi selaku panitia menyatakan, Trail Game Championship Arkazac merupakan agenda rutin setiap tahun, dan tahun ini merupakan yang kali ke-3.

“Atas dorongan dari bapak Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang juga selaku pembina cabor bermotor sehingga Traill Game Arkazac ke-3 ini dapat kembali dilaksanakan,” ujarnya.

Diketahui, total ada 8 klass yang diperlombakan dalam kejuaraan tersebut, dengan memperebutkan hadiah juara umum untuk open Rp 5 juta dan untuk lokal juga Rp 5 juta.(adv).

Gelar Sosper di Bontang, Anggota DPRD Kaltim Harun Al Rasyid Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Keluarga

Gelar Sosper di Bontang, Anggota DPRD Kaltim Harun Al Rasyid Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Keluarga

LATESTBONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Harun Al Rasyid, SH mengajak masyarakat Kaltim khususnya warga Bontang untuk meningkatkan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga yang digelar di Hotel Tiara Surya, Bontang, Sabtu (08/07/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Perda Pembangunan Ketahanan Keluarga yang merupakan peraturan daerah yang mengatur tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan keluarga.

Harun Al Rasyid, yang juga politisi dari PKS, menjelaskan bahwa pembangunan ketahanan keluarga adalah upaya terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat dan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, melindungi hak-hak keluarga, mengembangkan potensi keluarga, dan memberdayakan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.

“Pembangunan ketahanan keluarga meliputi lima aspek, yaitu aspek ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Setiap aspek ini memiliki indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh keluarga agar dapat dikatakan memiliki ketahanan keluarga yang baik,” katanya.

Ia juga berharap bahwa sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan ketahanan keluarga di Kalimantan Timur.

Harun Al Rasyid merupakan salah satu anggota DPRD Kaltim yang aktif dalam berbagai komisi dan badan di DPRD Kaltim, seperti Wakil Ketua Badan Kehormatan, Anggota Badan Anggaran, Anggota Komisi I, dan Anggota Badan Musyawarah. Sosialisasi wawasan kebangsaan ini merupakan salah satu program kerja Harun Al Rasyid sebagai anggota DPRD Kaltim. (*)

Koperasi yang Sehat di Kutim Bakal Dapat Reward dari Diskop UMKM

Koperasi yang Sehat di Kutim Bakal Dapat Reward dari Diskop UMKM

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan memberikan reward bagi koperasi yang masuk dalam kategori sehat.

Kepala Diskop UMKM Kutim, Darsafani menyatakan, reward diberikan kepada koperasi sehat sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan.

“InsyaAllah kedepan kita akan memberikan reward kepada koperasi yang sehat, untuk memacu kebangkitan dan peningkatan kapasitas usaha pelaku koperasi,” ujar Darsafani saat pembukaan bazar promosi UMKM di halaman Heliped, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Jumat (7/7/2023) malam.

Darsafani juga mendorong modernisasi koperasi dalam pemberdayaan UMKM di Kutim. Diharapkan, pengembangan koperasi dan UMKM menjadi strategi kunci dalam pembangunan daerah, guna menempatkan pondasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain itu, ia menimbang pentingnya keberadaan koperasi dan UMKM sebagai manifestasi ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi mampu mengembangkan kemampuan UMKM yang ada menjadi sebuah identitas yang baik. Muaranya, koperasi bisa menjadi penyedia satu modal usaha bagi UMKM.

“Jadi kita inginkan koperasi-koperasi mendorong pelaku UMKM juga untuk meningkatkan usahanya,” tutup Darsafani. (adv).

Kutim Miliki 600-an Koperasi Sehat pada 2023

Kutim Miliki 600-an Koperasi Sehat pada 2023

LATESBONTANG – Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kutai Timur (Kutim) mencatat, jumlah koperasi sehat di mencapai 600-an unit pada 2023. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 100-an unit.

Kepala Diskop UMKM Kutim, Darsafani menyatakan, peningkatan jumlah koperasi sehat atau aktif terjadi seiring dengan pembinaan yang dilakukan Diskop UMKM Kutim. Jumlah koperasi sehat saat ini berada di angka 600-an unit.

“Berdasarkan data hasil evaluasi dan monitoring kami sekarang jumlah koperasi sehat berjumlah sekitar 600 unit,” ujar Darsafani saat pembukaan bazar promosi UMKM di halaman Heliped, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Jumat (7/7/2023) malam.

Darsafani menyebut jumlah koperasi sehat tahun ini meningkat dari tahun lalu yang hanya berkisar 100-300 unit. Menurutnya, salah satu ukuran dari koperasi sehat apabila setiap tahunnya menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

“Yang tertib melakukan RAT kita kategorikan masuk koperasi yang sehat,” tuturnya.

Diketahui, jumlah koperasi di Kutim pada tahun 2022 lalu sebanyak 1.138 unit. Namun kala itu, hanya sekitar 100 unit koperasi yang dinyatakan aktif atau sehat. (adv).

Bupati Kutim Buka Bazar Promosi UMKM di Bukit Pelangi

Bupati Kutim Buka Bazar Promosi UMKM di Bukit Pelangi

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menyemarakkan gebyar peringatan ke-76 tahun Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2023 dengan kegiatan bazar promosi UMKM.

Dibuka secara resmi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada, Jumat (7/7) malam, kegiatan diikuti 60 pelaku UMKM dan dipusatkan di halaman Heliped, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi.

Dalam arahannya, Ardiansyah menyampaikan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, seperti program Rp50 juta/RT yang dinilai telah terlaksana dengan baik.

Ardiansyah menyebut program Rp50 juta/RT, salah satunya mendorong setiap ketua RT untuk membuat pelatihan dan peningkatan SDM bagi pelaku UMKM di wilayahnya masing-masing. “Alhamdulillah program 50 juta/RT di antara masyarakat yang telah mengikuti pelatihan, mereka ternyata sudah ada yang mampu untuk hidup mandiri dan membuat UMKM sendiri. Ini salah satu upaya yang akan terus kita dorong,” ucapnya.

Ardiansyah mengucap syukur karena kegiatan bazar promosi UMKM yang dilaksanakan, kali ini dimeriahkan oleh pelaku UMKM lokal dari berbagai kecamatan di Kutim. Tak jauh berbeda dengan kegiatan serupa yang digelar sebelumnya.

Meski begitu, Ardiansyah tetap meminta Diskop UMKM Kutim untuk lebih giat lagi melakukan pembinaan dan pemberdayaan dengan mendorong peningkatan kualitas produk atau hasil kerajinan dari para pelaku koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif. “Tidak hanya kualitas produksi, mungkin juga kuantitas produksi mana kala mereka bisa masuk pasar global,” ucapnya.

Produk lokal masuk pasar global, Ardiansyah mencontoh pisang gepok yang diminati oleh sejumlah negara. Di lain sisi, pisang gepok juga dipasok ke sejumlah daerah di luar Kaltim. “Kemarin di acara KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Provinsi Lampung dan Sumatra Utara siap mengambil pinang gepok kita. Ini salah satu cara kita juga untuk meningkatkan pasar, baik lokal maupun global,” jelasnya.

Terkahir, Ardiansyah mengajak semua lapisan masyarakat untuk meramaikan kegiatan bazar promosi UMKM tersebut.

Sebelumnya, Kepala Diskop UMKM Kutim Darsafani menjelaskan bahwa kegiatan bazar promosi UMKM yang kali ini digelar dalam momentum peringatan Harkopnas 2023, merupakan program rutin Diskop UMKM Kutim. Kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di berbagai titik di wilayah kecamatan.

“Gebyar Harkopnas ini memang sengaja kita rangkai dengan bazar promosi UMKM. Kegiatan promosi UMKM ini adalah rangkaian dari kegiatan roadshow terdahulu yang sudah kita laksanakan di beberapa titik di kecamatan,” sebutnya.

Darsafani menyatakan bazar promosi UMKM bertujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Sejauh ini, kata dia, kegiatan dan program Diskop UMKM Kutim mendapat dukungan dari kepala daerah. Ia menyebut program pembinaan dan peningkatan SDM pelaku koperasi telah digelar rutin tahun ini.

“Kita tahun ini Alhamdullilah mendapat porsi peningkatan SDM pelaku koperasi dan pelaku UMKM, kita ada 34 pelatihan dengan satu angkatan diikuti 30 orang peserta. Jadi 20 angkatan dari koperasi dan 14 angkatan dari UMKM,” bebernya.

Kegiatan Bazar promosi UMKM bertema “Memajukan Koperasi Kunci Kesejahteraan Masyarakat” dalam Harkopnas 2023 Gebyar itu berlangsung dari 7-16 Juli. Ini atas kerjasama dengan Global Entrepreuner Profesional (Genpro) Kalimantan Timur (Kaltim). Turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang beserta sejumlah pejabat Pemkab Kutim, FKPD, dan tamu undangan lainnya. (adv/IM).

Wabup Kasmidi Buka IPSI Kutim Cup 2023

Wabup Kasmidi Buka IPSI Kutim Cup 2023

LATESBONTANG – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang membuka pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cup Tingkat Pra Junior dan Junior Antar Perguruan se- Kutim Tahun 2023, di Gedung Olahraga (GOR) Kudungga Sangatta, Jumat (7/7/2023).

Dalam arahannya, Kasmidi menyatakan, pencak silat salah satu cabang olahraga andalan Indonesia di ajang Internasional. Di Kutim khususnya, pembinaan terhadap olahraga itu jalan terus, mulai tingkat junior maupun senior

“Kegiatan ini adalah bagian dari pada penjaringan bibit bibit muda yang nantinya untuk bisa berkompetisi di event-event. Baik itu daerah, Nasional dan kedepannya bisa Internasional, karena kita tahu bersama bahwa ada event nasional yang selalu bergulir yaitu Pekan Olahraga Nasional. Terus ada juga event daerah yang selalu bergulir yaitu Porda atau Porprov
Pekan Olahraga Provinsi,” beber Kasmidi.

Untuk itu, kata dia, event-event lokal seperti IPSI Cup yang saat ini laksanakan sangat penting sebagai upaya menyiapkan atlit atlit yang unggul sejak dini, agar nantinya bisa bersaing dengan atlit atlit lain di luar Kutim. Sebab, tanpa adanya pembinaan tidak mungkin bisa melahirkan atlit lokal yang handal.

“Atas nama pemerintahan daerah saya ucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus IPSI Kutim beserta KONI Kutim yang mensupport atau memberikan motivasi kepada adik-adiknya untuk selalu ada jam terbang. Hari ini mungkin kita lokal tapi tidak menutup kemungkinan adik-adik anak-anak semua, para atlet nanti next ke depan bersaing di Internasional,” ujar Kasmidi.

Kasmidi menegaskan, kegiatan hari ini merupakan bagian dari motivasi kepada atlit muda daerah. Karenanya jangan ragu berolahraga. Selain memberi dan membentuk badan jadi sehat atau memberikan kebugaran bagi badan, olahraga juga memberikan prestasi ketika orang benar-benar serius menggelutinya.

Kasmidi menyebut pemerintah daerah sudah memberikan anggaran yang cukup besar untuk mensuport semua kegiatan olahraga yang ada di Kutim. Harapannya supaya semua cabang olahraga yang ada bisa bersaing dan mampu membawa nama baik khususnya Kabupaten Kutim.

Terkahir, Kasmidi menyampaikan selamat bertanding, dan berpesan agar semua pihak tetap menjunjung sportivitas dalam berkompetisi. Sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pesan serupa juga disampaikan kepada wasit agar melakukan tugas secara jujur, adik dan profesional. Jangan sampai ada perlakuan yang merugikan satu pihak.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Penggalangan Atlit Pencak Silat IPSI Kutim Cup Tingkat Pra Junior Dan Junior Antar Perguruan se-Kutim Tahun 2023 secara resmi saya nyatakan dibuka, semoga acara ini berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Ketua Koni Kutim H. Rudi Hartono, Lanal Sangatta diwakili oleh Letda Laut Arif, Polres Kutim diwakili oleh AKP Fuji, Sekertaris Dispora Kutim Aridiyah Rustam, Ketua Umum IPSI Kutim Faizal Rahman, Sekertaris Umum IPSI Kutim H Imam Sujono, Ketua panitia Khoirul Arifin, dan atlit official dan tamu undangan yang berkisar 250 orang. (adv).

Wawali Najirah Minta Perusahaan Patuhi Aturan Kuota Tenaga Kerja Lokal

Wawali Najirah Minta Perusahaan Patuhi Aturan Kuota Tenaga Kerja Lokal

LATESTBONTANG – Wawali Kota Bontang, Najirah, meminta perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang untuk mematuhi aturan kuota tenaga kerja lokal sebesar 75%.

Hal tersebut disampaikan saat menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Dan Stakeholders Kota Bontang di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Rabu (20/07/2023).

“Saya memohon kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang untuk bekerja sama kita mengentaskan masalah pengangguran di Kota Bontang, walaupun saya tahu mungkin beberapa perusahaan masih ada yang belum menerapkan aturan ini,” ujar Najirah.

Diketahui sebelumnya Pemerintah Kota Bontang telah menerapkan aturan sejak 2018 kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang agar menerima masyarakat Bontang sebanyak 75% dari kebutuhan pegawai di perusahaan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Bontang nomor 10/2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja yang mengatur pemberdayaan masyarakat atau tenaga lokal Bontang di setiap perusahaan sebanyak 75 persen dan 25 persen dari pekerja luar Bontang.

“Saya tegaskan agar seluruh perusahaan di Kota Bontang wajib menerima 75% putra-putri daerah Kota Bontang dalam perusahaannya,” tegasnya. (*)

Copyright © 2026 LatestIDN