Bupati Nilai Kutim “Magic Land”

Bupati Nilai Kutim “Magic Land”

LATESTBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menilai daerahnya sebagai “Magic Land” alias daerah ajaib yang memiliki potensi besar di berbagai sektor.

Hal tersebut disampaikan saat membuka pelatihan dasar pemandu wisata di Ruang D’lounge Hotel Royal Victoria, Kutim, Senin (22/05/2023) pagi.

Pelatihan dasar pemandu wisata digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim dan dihadiri Kadispar Kutim Nurullah, Sekretaris Dispar Hj. Tirah Satriani, Ketua KPI Kutim Awang Jumri dan para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan Kutai Timur adalah Magic land, harus diyakini bahwa semuanya ada di Kutim, baik pantai dengan pesona alamnya, budaya dan produk kekayaan alam semuanya ada di Kutim.

“Salah satu contoh di Yogyakarta, ada tambang batu yang sudah tidak lagi ditambang oleh masyarakat, tapi meninggalkan keindahan gunung batu yang di jadikan pemerintah daerah setempat itu dijadikan destinasi wisata tebing breksi. kita juga punya, letaknya ada di gunung Kongbeng,” ucap Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Orang nomor satu di Kutim itu mengungkapkan bahwa hasil produk alam yang menyisakan alam, apabila dipoles akan menjadikan destinasi wisata yang indah.

“Kita juga punya bahkan masih beroperasi, misalnya persawahan akan kita sulap juga dengan ekowisata dan sekarang sedang dibangun di persawahan Desa Bumi Rapa Kecamatan Kaubun,” ungkapnya.

Menurutnya, jangan biarkan petani mengelola sawah hanya menunggu panen yang lama, biarkan mereka sambil menunggu panen namun setiap hari memiliki pemasukan dengan mengelola ekowisata.

“Kita siapkan didalam persawahan itu jalan yang representatif, tetapi kendaraan tidak boleh masuk dan bikin Gasebo-gasebo yang representatif yang di dalamnya ada kolam ikan. Sehingga masyarakat yang ingin istirahat sambil mancing, kemudian retribusinya dikelola kelompok tani yang bersangkutan agar jadi pemasukan bagi mereka,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Nurullah mengatakan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pelatihan dasar pemandu wisata, dapat terbentuk tour guide yang mampu memberikan informasi destinasi wisata yang ada di Kutai Timur.

“Ini kalau kita tidak ada ujung tombak yang memberikan informasi kepada wisatawan tentunya destinasi tersebut tidak diketahui oleh masyarakat,” tandasnya. (adv).

Buka Bimtek Jitupasna dan R3PB, Ini Harapan Bupati Kutim

Buka Bimtek Jitupasna dan R3PB, Ini Harapan Bupati Kutim

LATESBONTANG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyusunan tentang Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3PB), Senin, Senin (22/05/2023) pagi.

Bimtek digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sama BPBD Kutim di Hotel Royal Victoria.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah mengatakan, pemahaman tentang tanggap darurat bencana menjadi instrumen penting di setiap daerah, sehingga pemerintah bisa mengambil langkah dalam menangani wilayah yang rawan terjadi bencana.

“Saya terima kasih kepada BPBD provinsi Kaltim melaksanakan Bimtek Jitupasna dan R3PB tahun 2023 khusunya di Kutim, semoga yang diutus masing-masing OPD menjadikan pertemuan ini sebagai penetapan teknis dalam rangka membuatkan kebijakan nantinya,” ucapnya.

Menurutnya, Tanpa kebijakan akan menimbulkan masalah nantinya. Sehingga perlu detail dalam mengambil kebijakan.

“Saya berharap hasil dari bimtek ini, semoga saja menghasilkan produk yang nantinya akan menjadi bahan panduan dari Kutai Timur untuk membuatkan kebijakan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Kaltim Andi Wahyudi, mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana yang memerlukan proses penilaian atas kerusakan dan kebutuhan yang bersifat komprehensif baik fisik maupun kemanusiaan.

“Ini yang menjadi latar belakang adanya bimtek kali ini dengan narasumber dari Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diikuti 30 peserta dari instansi lingkungan Pemkab Kutim,” tandasnya.

Diketahui, Bimtek tersebut berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 hingga 25 Mei 2023. (adv).

Makna Harkitnas 2023 Bagi Ketua DPRD Kutim: Momentum Bersatu untuk Bangkit

Makna Harkitnas 2023 Bagi Ketua DPRD Kutim: Momentum Bersatu untuk Bangkit

LATESBONTANG – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni, S.Sos memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2023 sebagai momentum pemacu semangat persatuan dan kesatuan untuk bangkit.

“Mari kita ambil semangat para pendahulu dari 114 tahun lalu dan jadikan sebagai kesadaran akan pentingnya persatuan untuk kembali bangkit mempercepat memulihkan bangsa,” ujar Joni seperti dikutip dari akun Facebook resminya.

Harkitnas mengingatkan semua pihak, bahwa Indonesia pernah bangkit dari keterpurukan, kemudian menyatukan langkah dan pemikiran untuk melawan penjajahan dengan semangat perjuangan.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional,” tutur Joni.

Diketahui tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 2023 yakni “Semangat Untuk Bangkit”. Tema peringatan tersebut dipilih agar Harkitnas dapat melambangkan nilai-nilai semangat dan kekuatan untuk bangkit untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

Pemkab Kutim sendiri memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan upacara bendera di lapangan Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (22/5/2023) pagi. Kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.00 Wita ini diikuti dengan khidmat oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara (Irup).

Selanjutnya, Kadis Kominfo Staper Kutim Ery Mulyadi bertindak sebagai perwira upacara dan Komandan Upacara Kapten Infantri Imam Nawawi yang saat ini menjabat sebagai Pasiminlog Kodim 0909/KTM dan peserta upacara terdiri dari TNI Polri dan ASN Pemkab Kutim.

Hadir pula dalam upacara peringatan ini Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Forkopimda, Kepala OPD, KONI, dan undangan lainnya. (adv).

Pemkab Kutim Peringati Harkitnas ke-115 dengan Upacara Bendera

Pemkab Kutim Peringati Harkitnas ke-115 dengan Upacara Bendera

LATESBONTANG – Upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-115 telah usai dilaksanakan Pemkab Kutai Timur (Kutim), Senin (22/5/2023) pagi.

Bertempat di lapangan Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.00 Wita ini diikuti dengan khidmat oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara (Irup).

Selanjutnya, Kadis Kominfo Staper Kutim Ery Mulyadi bertindak sebagai perwira upacara dan Komandan Upacara Kapten Infantri Imam Nawawi yang saat ini menjabat sebagai Pasiminlog Kodim 0909/KTM dan peserta upacara terdiri dari TNI Polri dan ASN Pemkab Kutim.

Hadir pula dalam upacara peringatan ini Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Forkopimda, Kepala OPD, KONI, dan undangan lainnya.

Tema yang diusung dalam peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Semangat untuk Bangkit”.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya
oleh paduan suara yang dilanjutkan dengan mengheningkan
cipta.

Seluruh peserta nampak tenang selama mengikuti prosesi tersebut. Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam amanatnya, Bupati Ardiansyah membacakan sambutan tertulis Pelaksana tugas (Plt) Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) Moh. Mahfud MD.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Plt Menteri Kominfo RI terutama ajakan untuk memaknai peringatan Harkitnas dalam perjuangan di masa modern. Seratus lima belas tahun lalu, pada tanggal 20 Mei 1908, Boedi Oetomo didirikan sebagai lambang persatuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Gerakan ini menggabungkan berbagai gerakan perjuangan lokal menjadi satu kesatuan yang bertujuan untuk memajukan bangsa Indonesia.

Ditambahkan, tujuan utama Boedi Oetomo adalah memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat di mata dunia. Perayaan Harkitnas ke-115 sebagai momen untuk membangun semangat kebangsaan dalam menghadapi tantangan pasca-pandemi.

“Meskipun selama tiga tahun terakhir dunia menghadapi krisis pandemi Covid-19, seluruhnya patut bersyukur karena status darurat kesehatan global telah dicabut oleh WHO pada tanggal 5 Mei 2023. Selama masa sulit ini, lanjutnya, rakyat Indonesia telah menunjukkan kesatuan dan semangat dalam mengatasi pandemi serta memulihkan perekonomian bangsa,” paparnya.

Menurutnya, perayaan Harkitnas juga menjadi kesempatan untuk menghargai kerja sama antara berbagai instansi pemerintah, sektor swasta, akademisi, pers, komunitas, dan semua elemen bangsa dalam menghadapi krisis global seperti kesehatan, perekonomian, dan geopolitik. Diungkapkan olehnya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,31%, melebihi pertumbuhan sebelum pandemi.

Triwulan pertama tahun 2023 juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,03%, menunjukkan performa yang baik. Capaian ini baginya harus dipertahankan dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa.

Selain itu, Mahfud MD menyampaikan kebangkitan Indonesia juga tercermin dalam peran aktif di forum internasional. Indonesia berhasil memimpin G-20 pada tahun 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”, dan saat ini menjadi ketua ASEAN dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Kepemimpinan Indonesia di tingkat dunia dan regional ini, tegasnya, mendukung semangat kebangkitan nasional dan mempercepat pemulihan global pasca-pandemi.

Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kita dihadapkan pada tantangan dan harapan. Kita harus terus mempertahankan semangat kebangkitan nasional, bekerja keras, cerdas, dan bersama-sama untuk mencapai kemandirian dan kemajuan yang berkelanjutan.

“Semangat ini juga harus kita wariskan kepada generasi penerus kita. Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-115. Mari terus berjuang, belajar, tumbuh, dan maju dengan semangat untuk bangkit,” tandasnya.

Upacara peringatan Harkitnas ke-115 tahun 2023 ini juga diikuti oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutim. (adv).

Masa Jabatan Tinggal 1,5 Tahun, Wabup Kutim Minta Proyek Infrastruktur Terprogres

Masa Jabatan Tinggal 1,5 Tahun, Wabup Kutim Minta Proyek Infrastruktur Terprogres

LATESBONTANG – Pemkab Kutai Timur (Kutim) memprioritaskan program kerjanya dalam rangka menjawab visi dan misi, sebelum berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menyatakan, proyek kegiatan fisik Pemkab, diharapkan bisa segera digenjot. Terutama untuk proyk infrastruktur kegiatan multiyears atau pekerjaan tahun jamak.

“Berkaitan multiyears ini juga yang harus kita genjot, ini sampai hari ini mungkin persiapan oleh dinas dinas teknis kita,” ucap Kasmidi usai mengikuti rapat Paripurna terkait LKPj Bupati Kutim 2022 di Gedung DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (16/5/2023).

Sebelumnya, DPRD Kutim menyampaikan 19 rekomendasi Pansus terhadap LKPj Bupati Kutim tahun 2022, salah satunya meminta Pemkab agar program Multiyears kontrak segera dilaksanakan.

Kasmidi dalam hal ini menyatakan, pelaksanaan proyek multiyears memang harus segera dilaksanakan mengingat waktu pelaksanaannya yang terbatas, sesuai periode Bupati dan Wakil Bupati Kutim yang tinggal 1,5 tahun lagi.

“DPRD meminta agar ada percepatan karena kita tinggal satu tahun setengah aja.lagi, tahun 2024 haru selesai barang-barang ini semua, sekarang sudah bulan 6 makanya harus kita genjot,” tuturnya.

Apabila nanti proyek-proyek yang ada diyakini tidak mampu diselesaikan, kata Kasmidi, maka kemungkinan akan ada evaluasi.

“Mungkin kita akan turunkan angkanya, kita harus realistis angka 100 miliar dalam waktu 1,5 tahun tidak mungkin terserap, harus ada evaluasi dari pada kita paksakan tapi kerjanya tidak maksimal. Tapi kita lihat dulu lah, kasi kesempatan kepada dinas teknis kita, Dinas PU untuk mengkaji semua secara teknis,” ungkapnya. (adv/IM).

DPRD Bontang Soroti Minimnya Bantuan untuk Nelayan Kecil

DPRD Bontang Soroti Minimnya Bantuan untuk Nelayan Kecil

LATESTBONTANG –  Nelayan kecil di Kota Bontang masih banyak yang kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Mereka membutuhkan bantuan alat untuk melaut, seperti kapal dan mesin, agar bisa meningkatkan penghasilannya.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan bahwa kondisi nelayan kecil di Bontang sangat memprihatinkan. Menurutnya, pemerintah daerah kurang memberikan perhatian terhadap nelayan kecil yang hidupnya bergantung pada laut.

“Ada laporan ke saya bahwa di Bontang ini masih banyak nelayan kecil yang melaut hanya dengan sampan dan alat yang tidak memadai,” katanya, Kamis (18/5/2023).

Amir menambahkan bahwa pemerintah daerah juga lebih fokus memberikan bantuan kepada beberapa kelompok nelayan tertentu saja. Sementara itu, nelayan kecil yang lebih membutuhkan bantuan sering terabaikan.

“Bantuan yang ada tidak merata. Yang selalu dapat bantuan hanya kelompok nelayan yang punya kapal-kapal besar. Padahal nelayan kecil juga perlu diperhatikan,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga menyampaikan bahwa usulan DPRD terkait kesejahteraan nelayan kecil sering tidak terealisasi. Ia mengaku kesulitan memberikan bantuan langsung kepada nelayan kecil karena terhalang oleh aturan pemerintah.

“Kami (DPRD) selalu mengusulkan bantuan untuk nelayan kecil, tapi kadang-kadang tidak terpenuhi. Kami ingin memberi bantuan kapal atau mesin, tapi ada aturan pemerintah yang menghambat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Amir meminta Pemkot Bontang untuk lebih memprioritaskan dan memaksimalkan bantuan kepada nelayan kecil. Ia berharap pemerintah daerah bisa memberi bantuan kapal atau mesin yang layak untuk nelayan kecil agar mereka bisa mencari ikan di laut dengan lebih baik.

“Saya harap Pemkot Maksimalkan bantuan kepada nelayan kecil,” pungkasnya. (*)

Pariwisata Bontang Butuh Infrastruktur Lebih Baik, DPRD Dorong Pemkot Beraksi

Pariwisata Bontang Butuh Infrastruktur Lebih Baik, DPRD Dorong Pemkot Beraksi

LATESTBONTANG –  Kota Bontang di Kalimantan Timur memiliki banyak potensi pariwisata yang sayang untuk dilewatkan. Namun, potensi itu belum terwujud secara maksimal karena kurangnya infrastruktur yang mendukung. Oleh karena itu, DPRD Bontang mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana di tempat-tempat wisata.

“Kita punya pariwisata, tapi infrastruktur kita belum ada. Kan pariwisata harus didukung dengan peningkatan infrastruktur,” kata Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris.

Menurut Agus Haris, sektor pariwisata bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Bontang, terutama menghadapi masa depan pasca migas. Hal ini juga sejalan dengan visi misi Pemkot Bontang yang ingin mengembangkan pariwisata dan UMKM.

Agus Haris mencontohkan beberapa infrastruktur yang perlu diperbaiki, seperti jalan menuju Bontang Kuala dan pulau-pulau di sekitar Bontang, tempat parkir, penerangan, dan fasilitas umum lainnya. Ia juga menyarankan agar pemerintah membangun infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan.

“Tahun pertama misalnya benahi infrastruktur Pulau Segajah, Kampung Adat Guntung, Loktuan, dan Bontang Kuala. lengakapi dulu infrastrukturnya habis itu baru dipercantik sehingga orang luar tertarik datang,” ujarnya.

“5 tahun kepemimpinan fokus dulu benahi infrastruktur jadi sudah ada pondasinya ibaratnya. Kemudian pemerintah selanjutnya bisa melanjutkan. Tapi kalau terpilih lagi kan dia lagi yang melanjutkan. Jadi kontinyu,” tambahnya.

Bontang memiliki berbagai macam wisata yang menarik, mulai dari wisata alam hingga wisata kuliner. Beberapa di antaranya adalah Pulau Beras Basah, Bontang Mangrove Park, Pulau Segajah, Pulau Gusung, Selangan dan Tihi-tihi, Bontang Kuala dan lain-lain.

DPRD Kutim Atensikan Perbaikan Data Masyarakat Miskin Ekstrim dan Penanganan Stunting

DPRD Kutim Atensikan Perbaikan Data Masyarakat Miskin Ekstrim dan Penanganan Stunting

LATESBONTANG – Perbaikan data masyarakat miskin ekstrim dan penaganan stunting menjadi atensi DPRD Kutai Timur (Kutim). Ini dipandang penting ditangani serius oleh pemerintah daerah.

Perbaikan data masyarakat miskin ekstrim dan masalah stunting ini adalah 2 dari 19 rekomendasi Pansus DPRD Kutim terhadap LKPj Bupati Kutim tahun 2022.

“Kami merekomendasikan agar segera melakukan perbaikan data kategori masyarakat miskin dan masyarakat miskin ekstrim untuk menghindari tidak tersalurkannya Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada program bantuan tunai untuk masyarakat miskin,” ujar David Rante, Selasa (16/05/2023).

Terkait stunting, David Rante meminta pemerintah menjadikannya sebagai skala prioritas untuk menekan naiknya angka stunting.

“Kami minta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana agar memperhatikan masalah stunting ini, utamanya daerah-daerah yang angkat stunting nya masih tinggi,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, sebagai tim penanggulangan stunting di daerah dan penanggulangan masyarakat miskin, Kutim saat ini tidak lagi berada di tingkat paling bawah.

“Tahun Kemarin Kutim paling rendah, dengan angka stunting paling tinggi. Kita sudah secara sporadis atau SKPD terkait semua sudah bekerja, bahkan dinas-dinas teknis kita sampai ke penyuluhan ke sekolah sudah kita lakukan,” ucap Kasmidi Bulang.

Kasmidi mengungkapkan, setelah data itu disampaikan ke pusat, ternyata Kutim naik peringkat dan tidak lagi paling bawah dan tidak paling besar angka stunting nya.

“Sekarang dibawah kita ada Penajam Paser Utara. Salah satu faktor angka stunting itu tinggi karena presentasi jumlah balita dengan jumlah balita yang di timbang lebih sedikit, artinya sedikit orang tua datang ke posyandu timbang anaknya, sehingga angka stunting pembaginya kecil hasilnya juga pasti besar,” tandasnya. (adv/

Rekomendasi DPRD Bontang Harus Jadi Acuan Pemkot, Andi Faiz: Ini Penting untuk Perbaikan Kinerja

Rekomendasi DPRD Bontang Harus Jadi Acuan Pemkot, Andi Faiz: Ini Penting untuk Perbaikan Kinerja

LATESTBONTANG –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang diminta untuk menjadikan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan perbaikan dalam melaksanakan program kerja di tahun anggaran berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang merupakan Politisi Partai Golkar.

Menurut Andi Faiz, DPRD telah memberikan 40 rekomendasi yang berisi saran dan masukan kepada Pemkot Bontang, berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pemkot selama tahun 2022.

“Dari pelaksanaan penggaran inilah banyak rekomendasi yang kita berikan ada 40. Untuk itu harapannya semoga menjadi bahan pertimbangan atau acuan pemerintah dalam melaksanakan program kerjanya,” ujarnya,

Beberapa poin rekomendasi yang dianggap penting dan mendesak untuk direalisasikan adalah:

– Meningkatkan sarana dan prasarana sekolah di wilayah pesisir, serta menyediakan sarana transportasi untuk tenaga pendidik yang bertugas di pulau-pulau Kota Bontang.
– Menindaklanjuti rekomendasi BPKP, BPK, dan LO Kejaksaan Negeri Kota Bontang, mengenai pemanfaatan gedung RSUD Type D.
– Mengelola keuangan dengan baik, meningkatkan SDM di bidang pendidikan, dan mendorong pemanfaatan Rumah Sakit Tipe D.

“Pada hakikatnya semua poin-poin itu penting, baik itu yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, masalah peningkatan SDM di dunia pendidikan, peningkatan Sarpras di sekolah pesisir, hingga hingga dorongan pemerintah soal pmanfaatkan Rumah Sakit Tipe D,” terangnya.

“Semua poin rekomendasi harus diutamakan agar menjadi acuan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya Ini jadi rujukan di tahun mendatang agar memaksimalkan kinerjanya,” pungkasnya. (*)

Pansus DPRD Kutim Sampaikan Hasil Rekomendasi Terhadap Tambahan Penyertaan Modal BPR, Ini Hasilnya

Pansus DPRD Kutim Sampaikan Hasil Rekomendasi Terhadap Tambahan Penyertaan Modal BPR, Ini Hasilnya

LATESBONTANG – Masa kerja Panitia Khusus (Pansus) terhadap Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutim memasuki babak akhir. Kesimpulan dan rekomendasi menjadi ujung dari kerja-kerja Pansus DPRD Kutim setelah melalui pembahasan bersama perangkat daerah. Lantas, bagaimana hasil rekomendasi pansus, apa saja?.

Ketua Pansus DPRD Kutim, Hepnie Armansyah dalam rapat paripurna ke 7 menyampaikan beberapa rekomendasi pansus sebelum dilakukannnya persetujuan Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutim.

Dalam pemaparannya, Hepnie Armansyah mengatakan penambahan penyertaan modal daerah pada BPR Kutim bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim tahun anggaran 2023 dan tahun anggaran 2024.

“Hal ini harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab,” papar politisi Partai PPP tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 154 tentang Tugas dan Wewenang DPRD kabupaten/kota mempunyai tugas dan wewenang serta membahas dan memberikan persetujuan rancangan Perda mengenai APBD yang diajukan oleh bupati.

“Panitia Khusus penambahan penyertaan modal daerah pada BPR Kutim memberikan rekomendasi kepada Pimpinan DPRD untuk memberikan persetujuan terhadap Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah pada BPR Kutim menjadi Perda Penambahan Penyertaan Modal Daerah pada BPR Kutim,” pungkasnya.

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kutim, Joni S.Sos didampingi Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar Bulang, di hadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, 25 anggota DPRD Kutim, unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (adv/It)

Copyright © 2026 LatestIDN